
"Kamu teriak ke siapa?" Tanya Yudha begitu sampai disamping istrinya.
"Hai kok Aku Gak lihat Kamu datang."
"Iya Kamu sibuk teriak teriak Dari tadi. Sama siapa si?"
"Teman lama Aku, si Surya."
"Tunggu tunggu.., kok bisa ketemu orang itu disini?" Nada suara Yudha mulai berubah. sedikit berat dan penuh kecurigaan.
"Sayang... maaf Gak Ada maksud apa apa. Gak sengaja ketemu, Aku lagi mau ambil pelembut eh dia juga ambil pelembut Yang Sama." terang Siska membuat Yudha semakin panas.
"Jadi kalian uda pegangan tangan?"
"Bukan gitu maksudnya. intinya Di Kata Gak sengaja ketemu."
Yudha menarik nafas panjang. Mencoba mengendalikan emosinya. dia tidak mau lagi Salah dalam melangkah. ataupun mengambil keputusan disaat dirinya dipenuhi emosi.
"Kita perlu bicara nanti." Kata Yudha setelah menenangkan dirinya. walaupun sebenarnya hatinya terus bergemuruh.
"Kita selesaikan belanja Dan Antar anak anak pulang." terang Yudha tegas.
"Iya." Kata siska tanpa melawan.
Selama berbelanja Yudha tak juga mengeluarkan Kata kata. Dirinya terus mendorong troli mengikuti Siska Yang diperintahkan memilih barang belanjaan sesuai dengan list.
Setengah jam kemudian, Siska telah sampai Di list terahir, yaitu gula Dan minyak goreng. siska memasukkan kedua barang tersebut kemudian menuju kasir.
"Kita kekasir sekarang ya." Kata siska mencoba tenang. Yudha hanya mengangguk.
Sore ini kasih tampak sepi. untunglah, jadi mereka tidak berlu anri lama. Siska melihat kasir diujung sudah kosong. mereka menuju kasir tersebut. Yudha membantu Siska menurunkan barang. kemudian membayar sejumlah belanjaannya.
Seperti biasa, setiap Kali belanja, Yudha Akan lebih dulu ke parkiran untuk menaruh barang. sementara Siska Akan menjemput anak anak mereka kemudian menunggu Di lobby.
Namun Bedanya Kali ini Yudha langsung mendorong troli tanpa berpamitan atau mengatakan sesuatu kepada istrinya. padahal biĆ sanya mereka tak akan malu untuk berbagi pelukan Dan ciuman.
"Ak....." termasuk Kata kata siska Yang tidak dihiraukannya.
melihat hal itu Siska bergegas ke lantai tiga untuk menjemput anak anaknya. untuk memoerceoat waktu dirinya terlebih dahulu menelepon yati. untuk mempersiapkan anak anaknya. agar tidak rewel Saat Siska telah sampai Di playground.
***
Dilantai tiga Siska harus berusaha keras membujuk anak anaknya agar mau segera pulang. walaupun dia tahu ini terlalu cepat untuk mereka. perdebatan Yang alot terjadi diantara ketiganya diarea tramolin.
"Baru sebentar lho buk."
__ADS_1
"Iya buk, Lili belum ke Mandi Bola Dan Istana pasir."
"Lili , Lisa besok Kita bisa main kesini lagi. tapi sekarang Kita harus segera pulang. ayah Dan ibu Ada keperluan."
"Tinggal saja Kami disini buk Sama mbak yati."
"iya, mbak yati mau Kan nemenin Kita? biar ayah Sama ibu urusin keperluannya dulu."
"Iya buk, Gak papa saya disini dulu." bisik yati lirih.
"Gak bisa yati, bapak lagi marah Sama saya. jadi harus pulang sekarang." Kata siska menjelaskan hanya kepada yati.
"Marah kenapa buk?" yati prihatin sekaligus kepo.
"Besok besok Aku ceritanya ya. sekarang Bantu Aku bujuk anak anak dulu ya. biar mau pulang."
"Njih buk." Yati kemudian masuk ke area trampoline mendekati anak majiknnya. kemudian membisikkan sesuatu ke telinga mereka hingga ahirnya mereka mau pulang.
Siska terheran heran APA Yang dibisikkan yati pada anak anaknya sehingga mereka setuju untuk pulang. Semoga saja dia tidak mengatakan kalau ayah mereka sedang marah pada ibu nya.
"Kamu Gak bilang kalau bapak lagi masah Sama saya Kan yati?" bisik Siska saat kedua anaknya memakai sepatu mereka
"Enga buk tenang saja, saya paham Gak Akan menyampaikan itu kepada anak anak. saya hanya bilang besok Akan saya bawakan kue coklat kesukaan mereka.
"Syukurlah, terimakasih ya."
Setelah semua masuk, Yudha segera mengegas mobilnya menuju rumah mereka.
"Yati Kamu Hari ini nginep Di rumah ya." Kata Yudha saat berada Di lampu merah.
Mendengar hal itu, Lisa Dan Lili Yang sedari tadi ikut diam kini bersorak gembira. Yati adalah orang Yang gampang dekat dengan anak kecil membuat Lisa Dan Lili juga sangat manja kepadanya.
Namun berbeda dengan mereka, yati justru terdiam. Bingung mau menjawab apa. sebenarnya dia tidak keberatan jika diminta menginap. namun saat ini dia tahu jika majiknnya sedang pernah dingin. Dia tidak bisa membayangkankeadaan Saat tiba dirumah majikannya nanti.
"Iya Yati, Kamu nanti dirumah sama anak anak ya. saya dan Pak Yudha ada yang mau diselesaikan. Kami Minta tolong jagain anak anak ya."
"Iya buk." Kata yati pada ahirnya. disambut terikan Dari Lisa Dan Lili lagi.
Ahirnya mereka tiba dirumah. Yudha mematikan mesin Mobil. kemudian memberikan kunci rumah kepada yati.
"Ini kunci rumahnya." yati menerima kunci ITU Dan bersiap untuk turun.
"Kami langsung pergi ya, barang barang dibagasi Aku turunkan nanti maku Yang susun ke tempatnya ya yati."
"Baik pak."
__ADS_1
Yudha langsung keluar menuju bagasi. mendengar suara Yudha Yang berbeda muncul pertanyaan Dari Lisa Dan Lili.
"Ibu mau kemana?"
"Kami ikut ibu saja."
"Eh... anak anak ibu, Gak boleh gitu. Ada yang mendesak Yang harus diselesaikan. kalian berdua dirumah ditemenin mbak yati ya. iya Kan mbak?"
"Iya mbak Lisa Dan mbak Lili, Ada yati Yang nemenin. Kita main main nanti Di kamar ya. nanti mbak yati Yang beresin kalau Ada Yang berantakan."
mendengar jawaban yati keduanya langsung ruang kembali. Dan buru buru turun dari mobil.
"Ibu beneran Gak papa buk?" bisik yati setelah anak anak turun dari mobil Dan Yudha sedang berpamitan pada anaknya.
"Gak papa yati. saya Sama bapak sudah pernah ngelewatin lebih Dari ini. cuma perlu ngobrol saja. titip anak anak ya." pungkas Siska. bersamaan dengan Yudha Yang membuka pintu kemudi.
"Saya turun dulu Pak Yudha, bu siska.hati hati ngih."
***
Yudha memilih parkiran Alun Alun sebagai tempat mereka bicara. Jarak Yang ditemouh hanya sepuluh menit Dari rumahnya. namun terasa sangat panjang Dan dingin. Yudha kemudian mematikan mesin Mobil namun tetap menyalakan AC.
Mobil adalah tempat yang paling Aman bagi keduanya untuk saling berbicara menyelesaikan perselisihan Yang telah terjadi.
"semua gara gara Surya. kenapa tiba tiba datang disaat Kami sedang mencoba memulai hal Baru. apa maunya Kali ini?" pertanyaan Yang sedari tadi muncul Dalam benak Yudha.
Yudha beberapa kali mengambil nafas panjang, menghembusknnya kemudian memukul kencang bagian kemudi.
Siska menahan jeritannya, memejamkan mata saat Yudha memukul kemudi. Yang sejatinya apa Yang dia lihat sangat membuatnya takut. Hingga tak berani menguatkan sepatah katapun.
"Kamu pilih tinggal di Jogja bukan karena Surya juga ada di kota ini Kan? Tanya Yudha tegas
Siska hanya mengeleng. lidahnya kaku, tak mampu berkata Kata.
"Trus apa?" kejar Yudha, tanpa Ada jawaban Dari Siska.
"Jawablah Siska!" kini suaranya meninggi. "Kamu selalu seperti ini, Saat Ada masalah cuma bisa diam, diam, diam Dan diam. Aku butuh penjelasan Bukan hanya diam. Bela diri Kami Siska kalau memang Gak Salah."
Siska Masih saja diam. dia tidak menyangka Yudha Akan semaran ini. Saat dirinya tidak sengaja bertemu Surya. dia takut Salah bicara seperti tadi Di stand sabun.
"Sini HP Kamu." Yudha merebut hp Siska Yang digengamnya sedari tadi. "mana nomor orang itu, biar Aku peringatan sekarang didepan Kamu, SMA seperti dulu Aku peringatan dia untuk menikah Dari Kamu. sayang sekali Aku tidak bertemu dia tadi."
Yudha terus mencari Nama Surya ataupun Yang mencurigakan Di smartphone Siska. Dirinya kini terlamoau emosi. namun tak juga dia temukan Nama Surya ataupun sesuatu Yang mencurigakan pada smartphone Siska.
"Yudha!" siska setengah berteriak. "cukup Yud, Aku Gak nyimpen nomornya, bahkan Aku Gak tahu nomornya. Aku juga Gak tahu kenapa bisa ketemu dia. semua nya Gak sengaja."
__ADS_1
"Siska, Aku Dan Kamu juga Gak sengaja ketemu. Dan berlanjut juga Kan? Aku bohongi semua orang biar bisa dapetin Kamu." Yudha kembali mengambil nafas. kemudian melanjutkan Kata katanya. "Aku Gak Akan pernah rela kalau Kamu juga ngelakuin hal Yang Sama. Kamu bohongi Aku biar bisa bareng bareng Sama orang itu." kini Yudha mulai memelankan suaranya.
Bayangan masa lalu tiba tiba muncul. Saat Yudha membohongi semuanorang termasuk Siska untuk mendapatkan Siska. Yudha menutup Mata dengan tangannya. tak sangup melihat bayangan demi bayangan jika kini Siska Yang melakukan ITU pada dirinya. Atau mungkin ini adalah karma baginya?