Ru-meet

Ru-meet
Mati listrik


__ADS_3

Sudah lebih dari dua jam, listrik masih juga padam. Suara genset terdengar begitu keras menyebar ke setiap sudut. Membuat Yati dan Tono harus mengeraskan suaranya agar didengar oleh para pelangan.


Ini bukan kali pertama dalam bulan ini, aliran listrik di wilayah toko telur asin Yudha padam.


keadaan seperti ini sungguh merugikan. Untunglah Yudha sudah menyiapkan genset untuk memoptinalkan kinerja karyawan walaupun deadaan mati listrik.


Belajar dari pengalaman, dulu saat pertama kali memulai usaha. Saat mengalami pemadaman bergilir seperti sekarang. Yudha yang baru saja merintis kwalahan menjalankan usahanya jika mati listrik. Semua sistem akan terganggu, terutama penjualan yang sangat bergantung pada sistem komputer.


Bagaimana tidak, dirinya harus mencatat dua kali setiap transaksi. Mencatat manual kemudian dimasukkan ke sistem setelah listrik menyala. belum lagi pelangan yang tidak nyaman karena kepanasan di dalam toko.


Maka atas usul Siska waktu itu ahirnya Yudha memberanikan untuk membeli genset.


"Beli genset." kata Siska setahun yang lalu.


"Mahal, modalnya mau buat ganti rolling dor dulu sayang."


"Uda rusak? rolling dirinya?"


"Belum si sayang, cuma mau diganti yang baru biar gampang dibuka tutunya, yang sekarang uda karatan dan bunyi deritnya kencang."


"Kabarnya akan banyak pemadaman bergilir. genset beli dulu. rolling dor bulan depan." jelas Siska dengan nada tegas.


"iya sayang." Yudhapun menuruti.


"Semoga dimudahkan rejekinya." Walau seketus apapun sikap Siska kepada Yudha saat itu. Siska selalu ingat untuk mendoakan Yudha yang sedang berusaha keras.


"Aamiin, makasih sayang"


"OK" tulis Siska mengahiri caht dengan Yudha.


Dari dulu, Yudha selalu menceritakan kepada Siska, setiap permasalahn yang dihadapi sejak awal pendirian usaha ini. Walaupun saat itu terbatas oleh jauhnya jarak. Namun begitu Siska dan Yudha tetap berusaha untuk berkomunikasi. Terlebih semua ini, Yudha lakukan hanya untuk Siska.


***


Kembali lagi pada situasi siang ini tepatnya Di lantai tiga, Yudha nampak sedang menyuruh karyawannya untuk menyiapkan ruang istirahat karyawan. Kabarnya temannya yang dipanggil Jangkung akan berkunjung ke toko untuk pertemuan awal membahas kerjasama yang akan mereka lakukan.

__ADS_1


Sementara Siska baru saja menaiki tangga, sedari tadi toko sangat ramai walaupun keadaan mati listrik. Alhasil, Siska harus turun tangan memuaskan pelangannya.


"Sayang jam berapa teman kamu datang?" katanya begitu sampai didekat Yudha.


"Janjinya si jam 10. tapi uda tiga puluh menit belum ada kabar juga."


"Uda coba kamu telepon?"


"Gak diangkatnya." Kata Yudha sambil berusaha menghubungi si Jangkung.


"Ngomong ngomong siapa nama dia sebenarnya?"


"Nanti kamu kenalan sendiri ya, Aku juga belum tahu." katanya sambil nyengir. "Eh dia telepon yang, Aku angkat dulu ya." Kata Yudha sambil menjawab teleponnya. Siska mengangguk tersenyum.


"Halo mas Jangkung, jadi ke toko?" Yudha mengawali pembicaraan


"Jadi mas Yudha, tapi saya terjebak macet dari tadi, ini lampu merahnya mati, jadi dialihkan jalannya." jabawan dari seberang telp yang juga didengar oleh Siska. Yudha sengaja membesarkan speaker smart phone nya.


"Iya mas bulan ini sedang perbaikan masal dari PLN Nya."


"Sebenarnya jam 12 saya harus jempu...."


"sssttt jangan, Aku aja yg jemput." cegah Siska dengan suara pelan.


"Gak papa Kamu sendiri yang jemput?"


"iya, Aman." Kata siska, mengangkat jempolnya.


Sementara itu, si Jangkung yang merasa tidak Ada respon mencoba memastikan teleponnya Masih tersambung. "Halo .. halo... mas..."


"Iya mas Jangkung, maaf tadi diskusi sama istri saya."


"Mas Yudha Ada kegiatan lain ya?"


"Oh enga mas. sudah ketemu solusinya tadi. jadi saya tetap tunggu mas Jangkung di toko."

__ADS_1


"Baik mas, sampai ketemu di toko ya."


Keduanya mengahiri telepon bersamaan.


Sebenarnya ada sedikit keraguan dalam hati Siska terkait teman baru suaminya. Tiba tiba saja dia ingin bekerjasama dengan mereka. Anehnya lagi dia tidak pakai nama asli saat pertama bertemu dan berkenalan dengan Yudha. Siska takut kalau orang itu hanya bermain main dan memberi harapan palsu, sehingga orang tersebut mencari alasan mati lampu untuk menunda pertemuan siang ini.


Maka dari itu, Siska meminta Yudha untuk tetap menunggu, jika sampai pukul dua belas, Jangkung belum datang juga. Sementara dirinya akan menjemput anak anak mereka.


"Kalau hari ini gak hadir, bisa jadi dia hanya main main." gumannya sendiri. "Tidak usah di harapkan lagi kalau tidak datang juga."


Dan ahirnya waktu menunjukkan pukul dua belas, saatnya Lisa Dan Lili pulang sekolah.


"Sayang, Aku jemput anak anak dulu ya," katanya sambil memasukkan barang bawaannya ke dalam tas jinjing.


"Iya, aku antar sampai bawah."


***


Ini adalah lampu merah terahir menuju Toko telur asin Yudha. Setelah melewati pertigaan berikutnya, kemacetan mulai terurai, sepertinya listrik sudah kembali mengalir.


Kini Jangkung dapat melaju dengan cepat ke tempat tujuannya. Tidak enak juga, jika harus terlambat diwaktu yang sudah dia janjikan untuk bertemu.


Kali ini Jangkung memilih mengunakan Mobil keluaran terbaru dari perusahaan besar asal jepang. Kwalitas dan kemewahannya tidak diragukan. Dengan posisi pekerjaannya saat ini, dia dapat dengan mudah berganti mobil sesuai keinginannya.


BiĆ sanya, pada jam kerja dan untuk urusan pekerjaan dia bisa meminta supir perusahaan tempat dia bekerja untuk mengantarkannya. Namun kali ini dia memilih untuk mengemudikan sendiri.


Tubuhnya yang tinggi dan atletis sangat cocok untuk mengemudikan Mobil dengan mesin besar seperti ini.


Sebagai seorang laki laki, Jangkung memang memiliki pesona yang luar biasa. Muda, mapan dan tampan. Idaman perempuan.


Jangkung juga sangat fashionable, tampilannya tidak boleh ada yang kurang sedikitpun. "Karena kita tidak tahu siapa yang akan bertemu dengan kita."


"Sial!!!" umpat Jangkung saat mobilnya memasuki area parkir toko telur asin Yudha.


Entah apa yang membuatnya harus mengumpat sekesal itu. Harusnya dia bersyukur karena walaupun terlambat, kini dia tiba di tempat tujuan dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2