Ru-meet

Ru-meet
Kebersamaan


__ADS_3

Pasar malam, selalu ada saat liburan sekolah seperti sekarang. Sebenarnya tujuan kali ini adalah alun alun. Namun ditengah jalan Siska tak sengaja melihat anak anak di jalan mengnandeng tangan orang tuanya sambil membawa arumanis. tak jauh dari mereka terlihat biang lala yang sedang berputar pelan.


Siska meminta Dimas untuk mencari tempat parkir agar dapat menikmati pasar malam yang sudah jarang ia lihat. Tentu saja ide itu disambut gembira oleh ketiga bocah yang duduk di kursi tengah.


Mereka baru keluar dari rumah sekitar pukul empat. Nita memilih memandikan anak anak itu sebelum pergi, yang jelas membual lama menungu. Tapi untung bagi Siska dan Yudha yang bisa beristirahat walaupun hanya merebahkan badan di sova sambil melihat acara televisi.


Dimas memarkirkan mobiln, sempurna. Yudha dan Dimas yang duduk di kursi depan, mengingatkan anak anak untuk menunggu didlam sampai mereka membukakan pintu. Kemudian dengan segera mereka keluar mobil dan membuka pintu tengah.


Siska dan Nita turun setelah Yudha mengangkat kursi tengah sebagai jakan mereka keluar dari pinyu samping. Dimas bersama ketiga bocah itu sudah jauh berjalan memasuki area pasar malam.


Tak sabar mereka ingin mencoba semua permainan. Menarik tngan dimas hingga setengah berlari.


Yang pertama mereka coba adalah dremolem, permainan dengan karakter binatang berkaki empat yang digantung dengan tiang kemudian berputar searah jarum jam. Yudha dan Dimas menemani merek menikmati wahana.


Walaupun Siska yang memiliki ide untuk mengunjungi pasar malam. Namun dirinya memilih berdiri dibelkang besi pembatas melihat anak anak bermain dan sesekali mengambil gambar mereka.


Yudha dari samping karakrer jerapah yang ditungangi lili. Tak pernak melewatkan pandangannya pada Siska tiapkali perputaran melewati tempas siska berdiri. Melemparkan senyum dan melafalkan "I love you." Lirih. membuat istrinya tersipu malu, mengembangkan senyumnya dan mengeleng pelan. Ada ada saja kelakuan suaminya itu.


Kalian tahu Tresno Jalaran saka kulino? yang artinya cinta akan datang dan bertanbqh besar rasa cintanya semakin banyak bertemu dan bersama.


Kini cinta Siska dan Yudha selalu bersemi dan semakin besar. Membangun pondasi yang kokoh sehingga saling menguatkan satu dan lainnya. Cinta yang tak pernah akan lekang oleh waktu karena keduanya selalu menunbuhkan rasa itu dari hati dan mengalir disetiap aliran darah hingga ke nadi. Berdegub dan terus mengelora.


Lima putaran berlalu, berpindah sari satu permainan ke permainan lain. Komedi putar, kora kora, lempar kaleng, ombak banyu, dan yang terahir biang lala. Semua permainan telah dicoba. kini saatnya mengisi perut.


Namun bukan ke pasar malam namanya kalau pulang tak membawa arum manis. Maka sebelum ketempat parkir mereka berhenti dilapak tempat menjual arum manis.


Berbeda dengan zaman kecil siska, dimana semua bentuk dan kemasan arum manis selalu sama. Berwarna pink dan lonjonh panjang dibungkus plastik hingga terlihat seperti guling. selalu nyaman untuk dipeluk. Buat yang butuh pelukan tentunya.

__ADS_1


Zaman sekarang Arum manis sudah banyak di upgrade. Dibuat dengan berbagai macam warna gula, yang nantinya akan dibentuk unik dan lucu. coba sebutkan bentuk arumanis apa yang pernah kalian pesan?


Lisa memilih bentuk bunga, sedangkan Lili dan Dimas meminta bentuk khusus yaitu beruang. untunglah penjual arumanis sangat kreatif membuat bentuk sesuai pesanan Pelangannya. Tentu saja semua pelangannya tersenyum bahagia saat meninggalkan lapaknya dengan membawa arumanis sesuai pesanan mereka.


Lagi lagi yudha memberikan uang lebih sebagai bentuk apresiasi pada kreatifitas dan kerja keras pentual itu. penjual yang sangat bersyukur, tak henti hentinya berterimakasih dan memanjatkan doa panjang. "Aamiin." Yudha dan Siska mengamini.


***


Makan malam kali ini menghadirkan suasana yang berbeda bagi ketiga bocah itu. Menunya adalah angkringan. Percayalah ini pengalaman pertama bagi bocah bocah itu.


Duduk bersila diatas karpet yng dibentang sepanjang trotoar, masing masing mencari posisi hingga mengelilingi meja kayu kecil. Beratapkan langit malam bertabur bintang. Aroma jagung bakar menyebar ke seluruh penjuru. hampir semua warung angkringan sedang membuatkan jagung pesanan pelangannya.


Seniman jalanan, mencoba peruntungannya setiap malam, mengenjreng senar senar gitar diisingi suara merdu dari mulutnya. Beberapa ada yang berkelompok, dengan alat musik yang lebih beragam. Keluar masuk angkringan memanjakan telinga para pelangan.


Mereka memesan banyak makanan malam ini. Seperti dugaan Siska anak anak itu menyukainrasa makanannya.


"Ini namanya nasi kucing." Dimas mengambi bungkusan berisi segengn nasi dengan lauk ikan teri dan sambal. Membuka dan mencontohkn cara makannya, besama sate telur dan gorengan.


"Jelas tidak ada. Karena gajah dan harimau tidak makan nasi."


"Kucing juga makannya ikan." kata Lisa lagi.


"Tapi beberapa orang memberi kucing mereka nasi ditambaj ikan tentunya, karena kucing badannya kecil jadi porsinya gak usah banyak banyak."


"Trus om?" tanya Lisa semakin penasaran.


"Terus karena orang suka nongkrong dan suka ganjal perut mereka, tidak perlu makan banyak yang penting ada untuk menemani ngobrol, jadi munculah istilah nasi kucing."

__ADS_1


"Ohhh..., kalau gitu aku mau coba juga om," Lisa mengambil sebungkus nasi ditengah mereka.


"Miau miauuu...." celetuk Lili yang juga memperhatikan penjelasan Dimas. Celetukan itu tentu membuat semua tertawa.


Sesaat kemudian, pelayan warung datang membawa empat mangkung kecil berisi wedang ronde. Minuman yang cocok disaat malam dengan angin yang semilir. Aroma jahe yang pekat lngsung mampir pada indra penciuman. mengugah selera untuk segera melahapnya.


Yudha mengambil satu mangkok dan diberikan kepada siska yang duduk disampingnya. kemudian mengambil satu lagi untuk dirinya.


"Terimakasih ayah..." kata siska, begitu manis. "emmm sedapnya." katanya sambil mengaduk aduk isi dalam mangkoknya.


Dalam air jahe tersebut berisi Dua buah ondol ondol (bulatan dari tepung beras) berisi kacang tanah halus dengan rasa manis, agar agar berwarna hijau, kolang kqling merah dipotong kecil kecil, kacang tanah utuh dan emping goreng.


Disajikan dalam mangkong kecil dan sendok berbentuk sudu.


"emmmmmm...." kata Siska setelah sendokan pertama masuk kemulutnua. Sambil masih mengunyah ondol ondol yang lembut itu.


"Kalau itu apa namanya buk?" tanya Lisa lagi


"Wedang Ronde." jawab yudha mengantikan istrinya yang masih mengunyah.


"Kenapa kami tidak dipesankan ayah?"


"Lisa mau, coba dulu punya ayah sisi, kalau suka nanti ayah pesankan." kata Yudha lembut. Yudha mengambis sesondok air jahe, ditiuo agar oanasnya berkurang dan menyuapkan pafa Lisa yang telah membuka mulutnya.


"Enak ayah, tapi lisa asing dengan rasanya, Lisa minum es jeruk ini aja ya."


Bagi anak anak wedang ronde memang teras asing. Tapi bagi orang dewasa selain rasanya enak juga memberi rasa hangat dan membuat tubuh rileks.

__ADS_1


Lili dan Dimas dengan lahap menghabiskan sepuluh tusuk sate telur puyuh. Makanan faforit keduanya. Agar lebih adil, mereka bahkan memisahkan bagiannya masing masing di tepian piring yang berbeda.


Kini mereka asik menikmati hidangan diatas meja ditemani musik dari para seniman jalanan. Malam indah bertabur bintang dijalanan kota jogja. Sunguh kebersamaan yang lengkap, sebelum hari esok tiba.


__ADS_2