Ru-meet

Ru-meet
Hadiah


__ADS_3

Haripun berganti. Setelah mengantar anak anak ke sekolah, Siska dan Yudha langsung berangkat ke toko. Hari ini adalah jadwal Siska untuk mengajar bahasa inggris pada karyawannya.


Toko masih sepi. Rolling door belum terbuka sepenuhnya, karena memang belum jam buka toko. Siska dan Yudha masuk melalui rolling door tersebut, di dalam sudah ada Tono dan Yati. keduanya sedang asik menghafalkan tugas bahasa inggis masing masing.


"Good morning madam." Pamer Tono kepada bos nya. "How are you today?" lanjutnya.


"Good morning, very good, how about you?" Balas Siska serius.


"I am fine thank you."


"What are you doing guys?" Tanya Siska melanjutkan.


"We studying english," kata tono.


" We practice the conversation for the class today." jawab Yati lancar


Yudha dan Siska bertepuk tangan merespon perubahan baik kedua karyawannya. Mereka belajar sangat serius untuk bisa berbahasa inggris, begitupun karyawan lain, hanya saja yang lain sudah sedikit lebih tua sehingga kesulitan menghafal dan melafal. Namun begitu semua sangat bersemanggat belajar.


"Kalian hebat sekali, sudah lancar bicaranya." Puji Yudha.


"Iya pak. terimakasih, ini semua karena ibu Siska yang mengajari."


"Kalian yang lebih hebat, keseriusan kalian dalam bekerja telah membuahkan hasil. selamat ya." ucap Siska


"terimakasih buk." kata Yati dan Tono bersamaan.


"Yang lain belum datang?" Tanya Siska kemudian.


"Biasanya sebentar lagi buk." terang Yati.


Sejak diberlakukan belajar bahasa inggris, Yati dan Tono memang paling bersemanggat. Mereka bahkan memilih datang lebih pagi agar bisa menghafal dan berlatih bersama. Dan hasilnya sebulan ini mereka sudah lancar melafalkan percakaoan singkat berbahasa inggris.


"Ya sudah kami ke atas dulu ya." Pamit Siska. "kalian lanjutkan menghafal."


"Injih buk."


Siska dan Yudha meninggalkan lantai dasar menuju lantai tiga. Yudha hari ini akan menemani Siska mengajar bahasa inggris. Dalam jadwal siska hari ini adalah waktunya ujian ahir bagi siswanya yang tak lain adalah para karyawan. Maka sebenarnya para karyawan diminta untuk datang lebih pagi agar ujian bisa dilaksanakan sekaligus.


Sesampainya di lantai tiga. Sepasang suami istri itu menyiapkan ruangan untuk ujian. Tak lupa menata barang barang yang akan dijadikan hadiah bagi siswa yang berhasil lolos. Hadiah hadiah itu disusun diatas meja bar, berupa barang unik yang telah mereka pesan.


Tepatnya adalah lukisan wajah para karyawannya. Lukisan itu mereka pesan dari lusi, teman baru Siska di reuni teater kami. Tak lupa mereka juga memesan beberapa lukisan lain untuk dipajang di tokonya. Namun belum mereka bawa hari ini.

__ADS_1


"Sayang, aku mau ambil minum. Mau sekalian diambilin gak?" Kata Siska setelah merapikan lukisan tadi.


"Boleh, Jus jeruk ya sayang."


Sementara Siska mengambil minuman. Yudha mengeluarkan laptop hendak memeriksa email. Saat itu juga ia mengeluarkan handphone, dan ia dapati 5 panggilan tak terjawab dari nomor yang sama beberapa hari lalu. Sebenarnya Yudha pernah mencoba meneleponnya namun tidak aktif. Dan kini hadir lagi.


Maka Yudha mencoba menelepon kembali nomor tersebut. Kali ini berdering tapi tidak terangkat. Yudhapun mencoba sekali lagi, dan tetap tidak diangkat oleh yang punya. Tidak mau ambil pusing, nomor tersebut diabaikan. "Kalau memang penting pasti akan menelepon lagi." gumannya kemudian kembali fokus ke laptopnya.


"Sayang ini jus kamu." Siska datang dengan meembawa dua gelas jus jeruk dengan kedua tangannya. Kemudian meletakkan di depan yudha yang sedang fokus pada layar laptopnya.


"Ada apa, serius banget?" tanya Siska lagi, menyadari suaminya mengalami perubahan emosi.


"Aneh banget, nomor yang beberapa hari lalu tak terjawab, pagi ini telepon lagi. dan gak keangkat." terang Yudha sambil meneguk jus jeruk miliknya.


"Uda coba di telepon lagi?"


"Uda, tapi gak diangkat."


"Oohhh...." Kata Siska santai kemudian meneguk kembali jusnya.


"Kalau penting juga nanti telepon lagi." kata keduanya hampir bersamaan. Lantas membuat keduanya saling bertukar pandang dan tertawa.Setidaknya tawa itu menenangkan keduanya.


***


"Eh ibu lagi, tapi maaf buk kami belum buka."


"Maaf, saye tak nak beli, saye hanya nak tanye perihal kawan saye."


"Maaf buk saya gak paham apa yang ibu bilang."


"Saye nak tanye pasal kawan saye."


Di lantai satu, saat karyawan lain mulai berdatangan dan sibuk menghafal untuk ujian hari ini. Seorang perempuan dengan logat melayu kembali datang ke toko. Mencoba berkomunikasi namun oerbedaan bahasa membuat niatnya tak tersampaikan dengan baik. Terlebih lagi para karyawan sedang menyiapkan diri untuk ujian.


Walaupun bukan ujian sungguhan yang akan berpengaruh besar pada hidup mereka. Para karyawan tetap serius belajar dan menghafal. Mereka tidak mau mengecewakan atasan yang telah mendukung perkembangan skill mereka.


"Madam you can speak English," kata yati berusaha membantu Tono.


"Nahhh... yes I can." jawab tamu tersebut, lega ahirnya ada yang bisa membantunya.


"What I can help you madam?" tanya Yati sedikit terbata bata. Bagaimanapun ini kali pertamanya berbahasa inggris dengan orang asing.

__ADS_1


"I need your help to find my friends." terang tamu tersebut, dengan intonasi yang tegas tapi perlahan, agar lebih dipahani lawan bicaranya.


"Fried?" kata yati kebingungan.


"Oh fried chicken." sela Tono


"No no not fried but friend, you know friends." terangnya lagi, masih mencoba menjelaskan.


"Fried chicken store is on the road here, you can go outside and turn left in the traffic lights." terang yati buru buru. Mengingat dirinya harus kembali menghafal.


"Ok thank you." kata tamu tersebut. Sepertinya ia harus menghentikan percakapan ini. ia oun menyerah dan berpamitan.


Setelah orang itu pergi. Suasana kembali sibuk. masing masing memegang kertas yang berisi percakapan yang harus mereka hafalkan untuk ujian ahir pagi ini.


Lima menit lagi ujian dimulai. merekapun bersiap menuju lantai 3. Satu persatu menaiki tangga. Yati dan Tono yang terahir. Sebelum naik mereka menutup kembali rolling door, untuk mencegah kesalah pahaman pelangan yang mengira toko sudah buka.


"Yok naik ton." ajak Yati setelah mengunci pintu.


"Eh Yati, hebat kamu tadi ngomong inggrisnya."


"Kamu juga tono."


"Iya untuk kita sudah belajar inggris sama ibu yo yat. kalau gak kasian juga orang tadi. Mungkin mau sarapan ya dia tadi."


"Iyo Ton, tapi lucu mosok iya cari fried chicken kok di toko telur asin. Yo gak nemu."


"Iyo yo yat, aneh aneh aja ibu tadi." keduanya lalu tertawa.


"Yo wes yo sambil naik."


***


Yati dan Tono menjadi yang terahir masuk ke ruangan. Saat keduanya bergabung, Siska baru akan mulai memoersilahkan karyawannya untuk mempeaktekan percakapan yang telah mereka hafalkan.


Karyawan lain meminta waktu untuk menghafal sebentar lagi. Segera Tono dan Yati mengajukan diri untuk menjadi yang pertama. Tentu hal itu disambut gembira peserta lainnya.


Siska mempersilahkan. Kemudian tono dan yati mulai mempraktekkan. Tanpa ragu keduanya memulai percakapan. Ditambah gerakan gerakan improvisasi yang membuat kagum teman temannya.


Tepuk tangan terdengar setelah Tono dan Yati menyelesaikan tugasnya. Terlihat wajah mereka begitu lega. Keduanya dipersilahkan duduk. kemudian dipersilahkan karyawan selanjutnya.


Setelah satu persatu tampil. Yudha dan Siska sangat berbahagia melihat perkembangan pesat pada karyawannya. Walaupun tidak semuanya lancar tapi mereka berusaha melakukan yang terbaik untuk hari ini.

__ADS_1


Diahir sesi sebelum para karyawan mulai bekerja kembali. Dibagikan hadiah yang sudah disiapkan. Diserahkan satu persatu sesuai pemilik wajahnya. para karyawan terlihat sangat bahagia mendapat apresiasi dari majikannya. Hadiah yang sangat berharga


__ADS_2