Ru-meet

Ru-meet
Rencana reuni


__ADS_3

Masih diplataran candi hindu terbesar di indonesia. Lisa bersma Didi dan Lili masih asik mengelilingi candi. Sangat jarang anak anak seusia mereka betah berlama lama di situs warisan budaya. Dimas dan istrinya mengekor ketiga bocah itu, yang masih memiliki banyak energi.


Kali ini berada di komplek utama candi. Bergantian dengan pengunjung lain masuk kedalam bangunan candi. Tak lupa menyempatkan berfoto di setiap spot yang menarik.


Tak jauh dari mereka, siska memilih duduk dan beristirahat di sebuah kursi kayu dibawah pohon jati muda. Yudha menemani istrinya yang tapak kelelahan. Menitipkan anak anak mereka kepada om dan tantenya.


"Sayang aku haus. Airnya masih ada?"


Yudha menyodorkan sebotol air mineral untuk istrinya, siska terlihat begitu lelah. Tak lupa membukakan tutup botolnya.


Saat Siska meneguk air darinya. Tak kala Smartphone Yudha bergetar, menandakan panggilan masuk.


"Halo bung agen." Yudha langsung mengangkatnya. "Ada apa siang siang begini menelepon, aku sedang bersama istriku piknik." itulah pilihan kata kata Yudha. Tak ingin istrinya curiga dengan rencananya dan Kevin.


"Saya sudah mendapatkan foto wajahnya."


"Terimakasih untuk informasi dan undangannya, tapi sepertinya kami tidak bisa hadir." Jawaban yudha, sengaja tidak merespon informmasi yang diberikan dan mengaburkan dengan undangan ulang tahun. "Selamat ulang tahun ya." pungkas yudha kemudian mengantongi smartphone nya.


"Kenapa?"


"Kevin, ulang tahun neneknya, ngundang kita."jawab Yudha


"Kan kita bisa datang. Kenapa kamu tolak?"


"Acaranya jauh sayang di solo. Kita nemenin Dimas aja ya. Lagipula kamu kelihatan gak sesehat biasanya."

__ADS_1


Siska tidak mau mendebat lagi. Dirinya kini merasa mual dan migren. Perlahan disandarkan kepalanya pada bahu Yudha. Tangan Yudha mengengam tangan siska. Memberikan rasa tenang.


"Maaf ya. Migrennya dateng pas lagi jalan gini."


"Tenanglah, kamu bisa tidur di pangkuanku." Ajak Yudha yang sangat paham pada tubuh istrinya. Setiap bulan memang Siska selalu mengalami migren, biasanya saat menjelang datang bulan. level migrennya juga berbeda beda. Pada bulan bulan sebelumnya dia memilih untuk tidur sebentar setelah minum obat. Migren akan hilang saat ia terbangun.


Siska mencoba memejam matanya, setelah tadi meminum obat. Kali ini dia merubah posisinya menjadi berbaring miring di kursi dan meletakkan kepalanya dipangkuan Yudha.


Saat Siska tertidur, Yudha kembali mengambil smartphonenya dan berbalas pesan dengan kevin. Dalam hati, Yudha dia merasa sangat senang dengan hasil kerja Kevin, dan penasaran pada wajah Surya yang belum pernah dilihatnya.


Namun saat yudha meminta foto Surya melalui chat, kevin tak kunjung membalasnya. karena khawatir akan ketahuan siska dan merusak hubungan yang indah ini, maka Yudha menuliskan untuk tidak mengirimkan foto Surya pada chat terahirnya.


Dan kini, Yudha harus menahan rasa penasarannya. Dirinya berniat menemui Kevis secara langsung setelah pertemuannya dengan kepala diseksi Ambung Wangi, yang telah menanda tangani kontrak dengannya.


Pertemuan esok dengan Ambung Wangi bertujuan untuk mengembangkan perencanaan dan pencairan dana dukungan yang pertama dari Ambung Wangi kepada usaha Telur Asin Yudha.


Tidak seperti bulan bulan sebelumnya, sakit kepala sebelah siska bertahan hingga larut malam. Saat ini dirinya hanya bisa tertidur di kamarnya.


Setelah makan malam, Yudha mengantarkan Lili dan Lisa ke kamarnya. Membacakan cerita hingga keduanya tertidur. Biasanya ia melakukan ini bersama Siska. Setelah anak anaknya tertidur, Yudha perlahan keluar dari kamar mereka. Tak lupa meredupkan lampu dan membetulkan selimut agar menghangatkan tubuh buah hatinya dengan sempurna.


Saat dia akan melihat Siska dikamar. Yudha berjumpa dengan Dimas yang sedang menatap serius layar smartphonenya. Dimas duduk di sova dekat tangga turun.


"Aku lihat kakakmu dulu di kamar ya." Pamit Yudha sambil berlalu menuju kamarnya. Tanpa bermaksud tidak menganggap keberadaan Dimas.


"Iya mas." Dimas meletakkan smartphonenya. Dan bangkit, matanya mengikuti langkah kaki Yudha, hingga Yudha masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Kini Dimas kembali memberikan perhatian penuh kepada smartphonenya. Setibanya dirumah, nomor surya terus menghubunginya, namun tidak dia hiraukan. Kini saat semua telah beristirahat, Dimas ingin menanyakan alasan Surya menghubunginya sedari tadi.


"Kenapa Bang?"


"Lihat group, lagi bahas rencana reuni."


"Siap."


Dimas membuka kotak arsip dimana terdapat WhatsApp group kelompok teaternya. Sejak siska keluar dari group, Dimas memasukkan group tersebut dalam kotak arsip. Sebenarnya dia ingin keluar juga namun segan.


Lebih dari seribu chat dari group itu belum Dimas Baca. Cukup ramai juga group WhatsApp itu. Sebagian besar chat berisi berita viral yang diteruskan dari group ke group kemudian ditanggapi oleh anggota lainnya. Dimas mengabaikannya dan langsung menuju bagian paling bawah dimana teman temannya sedang asik membicarakan rencana reuni.


"Terpantau." Satu kata yang ia kirimkan pada group tersebut. Mengabarkan kepada yang lain, jika dirinya telah mengikuti diskusi.


Dimas memantau diskusi tanpa memberikan saran. Selain karena sudah banyak keputusan yang disepakati saat dirinya bergabung, juga karena dirinya hanya ingin sebagai peserta reuni bukan panitia. sehingga dia bisa sambil berlibur bersama keluarga kecilnya saat acara berlangsung.


Hingga ahirnya Surya menandai namanya dan Siska yang ditanya terkait kehadirannya. Tentu dimas hanya menjawab mewakili dirinya. sedangkan untuk kakaknya akan dia konfirmasi ke orangnya.


"Ok sampai ketemu di tempat acara pasukan teater kami." chat pamungkas ketua panitia.


Dimas menutup group, dan berniat beristirahat. Seharian berkeliling candi membuat kakinya mulai terasa kaku. Sepertinya dia butuh tukang urut.


Baru saja akan beranjak. Sebuah pesan dari Surya masuk ke WhatsAppnya.


"Besok makan siang di restoranku ya." ajak surya dalam pesan tersebut.

__ADS_1


"Siap bang. share lokasinya."


Dimas benar benar menutup smartphonenya yang kebetulan juga kehabisan baterai. Kini dirinya berjalan menuju kamar.


__ADS_2