
"Lama sekali Kamu Dimas, sudah hampir habis makanan kami." kata Yudha sekembakinya Dimas ke meja mereka.
"Iya, sekalian Beli baterai tadi." Dimas mencoba mencari alasan , lalu duduk ditempatnya.
Tanpa dipersilahkan langsung mengantar menu Yang dipesannya. Sepiring Gudeng kumplit, Gudeng sendiri adalah sebutan untuk sayur nangka yang telah dimasak hingga berubah warna menjadi coklat dengan kecenderungan rasa manis. Sepiring kumplit berdiri dari nasi, semur telur, ayam santan, sambal kerecek dan juga gudek. Disajikan diatas piring rotan beralaskan daun yang melayu karena panas dari nasi. menambah aroma khas pengundang lapar.
Sekejab saja piring Dimas sudah kosong. Benar benar senikmat itu rasanya. Padahal dulu saat Dimas dann keluarganya tinggal di jogja, tempatnya hingga Dimas berusia lima tahun, dirinya selalu menghindari jika menu makanan yang disediakan ibu mereka adalah gudek. Sebuah kerinduan yang terobati.
"Ayo kita ke Clcandi prambanan papah." Rengek Didi.
"Ayo!!!" Sambut Dimas tepat Di suapan terahirnya.
Yudha memanggil pelayan untuk memberikan tagihan makan siangnya. Sejumlah uang langsung dikeluarkan dari dompetnya setelah pelayan datang dan menyodorkan tagihan.
Tak lupa mereka berfoto sebelum meninggalkan warung makan. Tentu dibantu oleh pelayan tadi. Karena pelayan yang sangat baik. Yudha memberikan tips yang sangat banyak kepada pelayan itu. Dengan jumlah yang hampir sama dengan harga makanan mereka, sipelayan mengucapkan banyak terimakasih.
Merekapun melanjutkan perjalanan ke prambanan. Sesuai permintaan Didi yang sangat penasaran dengan bangunan berupa susunan batu tersebut. Kata Didi, gurunya sering menceritakan tentang candi prambanan dan Candi candi lain yang ada di pulau jawa.
Maka tak heran, Didi sangat antusias dan begitu bergembira saat tiba di lokasi candi. Walaupun siang itu sangat panas tak melemahkan semanggatnya untuk segera merlari menuju bangunan candi. Tentu dengan mengajak Lili Dan Lisa yang sangat heran melihat sepupunya.
"Gak akan lari candinya Didi. Kita jalan pelan saja." celoteh Lili beberapa langkah dibelakang Didi.
"Iya, Aku tidak kuat kalau harus berlari." keluh Lisa.
Ahirnya Didi mengalah dan menghampiri kedua sepupunya. Selanjutnya berjalan berdampingan. menyusuri setapak menuju bangunan Candi. Orang tua mereka berjalan tak jauh dibelakangnya. memastikan anak anaknya tetap aman dalam Jangkauan mereka.
__ADS_1
***
Keberuntungan tidak berpihak pada Kevin. usaha pertamanya untuk mencari tahu tentang Surya mengalami kebuntuan. Office boy yang dimintanya untuk mengambilkan rekaman CCTV menghilang entah kemana sehari setelah menerima uang darinya.
"Apes." keluhnya setelah mendengar berita dari office boy lain yang ditanyai soal rekan kerjanya itu.
Tidak kehabisan Akal. Bukan Kevin namanya jika tidak bisa menyelesaikan kasus seperti ini. Kevin meminta office boy Baru Yang dikenalnya untuk memberikan informasi terkait alamat temannya itu. tentu dengan imbalan Yang sepadan.
Siang itu juga, Kevin telah berada pada alamat Yang diberikan office boy Di mall tadi. Sebuah Kos kosan tak jauh Dari mall namun sangat sulit untuk diakses Karena berada Di Dalam gang dengan jalan setapak Yang hanya bisa dilalui perjalan Kaki.
"Permisi." teriak Kevin Dari depan derbang rumah Itu, tak berapa lama muncul seorang Yang sebertinya ibu Kos.
"Mau cari Kos ya?" Tanya ibu ITU sambil berjalan ke arah gerbang Yang hanya satu meter tingginya. "kebetulan sekali Ada satu kamar kosong Di lantai dua." tambahnya sambil bersiap membukakan pintu gerbang.
"Tidak buk, saya mencari seseorang. Namanya anto, dia kerja Di mall depan Sana."
"Kenapa katanya buk?"
"Ibu tidak berani bertanya. Karena dia langsung buru buru pulang. ngomong ngomong ibu belum tahu Nama Adek."
"Saya Kevin buk temannya anto." mendengar jawaban Kevin, ibu pemilik Kos menatap tajam Kevin Dari atas ke bawah. "Ada apa buk?"
"oh iya Ada kamar Kos dilantai dua, Ayo lihat kamarnya dulu." pemilik Kos langsung menarik Kevin masuk.
Kevin Yang merasa Ada sesuatu, menurut untuk masuk ke Kos kosan. Ada CCTV juga Yang bisa menyelamatkannya sebagai bukti jika terjadi apa apa Di Dalam Sana.
__ADS_1
Tidak seperti Yang dikatakan pemilik Kos Yang Akan menunjukkan kamar Di lantai dua. Namun dirinya justru dibawa ke ruang tamu rumah utama Yang terpisah Dari kamar Kos. pemilik Kos Yang diketahui bernama imah mempersilahkan Kevin duduk.
"Benar Kamu Yang bernama Kevin?"
"iya buk benar."
"kalau memang benar bagaimana Kami mengenal anto?"
"Lima Hari Yang lalu saya meminta bantuan anto untuk mencari sesuatu. tapi saya hubungi nomornya sudah tidak aktif, Dan saya mencari ke tempat kerjanya tapi kata teman temannya dia tidak bekerja lagi. lalu saya meminta alamat tempat tinggalnya."
"Ahirnya Kamu datang juga." ibu imah menghela nafas lega. "ini Ada titipan untukmu Dari anto." bu imah menyodorkan sebuah memory card Yang dibungkus plastik gula. didalam plastik itu juga terdapat kertas bertuliskan Kevin.
"Terimakasih buk, inilah Yang saya Cari."
"Berhati hatilah, ibu tidak ingin Ada orang lain yang mengalami kejadian yang sama." pesan sang ibu sebelum mempersilahkan Kevin pulang. tak lupa bu imah juga menunjukkan jalan Yang Aman ke jalan Raya dimana bu imah menunjukkan jalan Yang terjangkau CCTV tetangganya Yang juga memiliki Kos kosan.
***
Didalam Mobil, Kevin membuka laptop Dan segera melihat apa yang ada didalam memory card tersebut. setelah terbuka, terdapat Beberapa file vidio. tidak Ada pilihan lain Kevin membukanya satu persatu untuk mengetahui isinya.
Vidio pertama berisi seseorang keluar Dari liv mengunakan topi, tidak begitu nampak wajahnya. begitu juga dengan vidio lainnya Yang tidak menyampaikan wajah orang bertopi itu dengan jelas.
Hingga Kevin membuka vidio lainnya, dimana Ada Siska Yang sedang berbincang dengan seorang laki laki bertubuh tinggi. namun tetap tidak menunjukkan wajah nya.
hampir putus asa Kevin. Saat ingin menyudahi melihat vidio terahir. ahirnya tertangkap wajah lelaki itu. dengan segera dirinya meng capture vidio tersebut.
__ADS_1
langkah pertama berhasil, selanjutnya dia Akan mencari informasi Dari sipemilik wajah itu. Selain itu Kevin juga Masih terbeban untuk melunasi pembayarannya kepada anto yang sudah membantunya mendapatkan gambar Surya.
***