
Siska baru saja menaiki mobil untuk menjemput anak anaknya. Sebelum melakukan mobilnya, Ia sempatkan melambaikan tangan kepada suaminya yang masih berdiri di depan toko. Kemudian mobilpun keluar dari lokasi toko.
Sedetik kemudian setelah kepergian Siska, sebuah Mobil mewah berwarna putih, memasuki area parkir toko. Mobil dengan plat nomor unik, SU 12 YA. Yang kini sudah terparkir sempurna.
Mobil putih telah terpaekir dan mesin mobilpun telah dimatikan.Masih dari mobil yang sama pada sisi kanan pintu pengemudi, keluar sesosok tinggi besar, dialah Jangkung. Mengetahui jika sahabat barunya, Yudha melambaikan tangan dari tempat ia berdiri. Namun jangkung tak langsung menghampiri Yudha yang terlihat didepan toko. Jangkung tampak membuka pintu belakang Dan mengambil sesuatu dari kursinya.
Yudha yang belum beranjak dari tempatnya, kembali melambaikan tangan dan bersiap menyambut tamunya, Saat terlihat Jangkung sudah berjalan ke arahnya.
"Akhirnya...." Sambutan Yudha diiringi suara tawa.
"Perjalanan panjang mas bro." mereka bersalaman.
"Nah ini," Jangkung menyerahkan bucket bunga aster kepada Yudha.
Yudha sejenak terdiam melihat apa yang dibawa tamu sekaligus teman barunya. Kenapa dia membawa bunga aster berwarna putih?
"Ucapan selamat untuk toko yang sudah semakin berkembang." terang Jangkung, seolah tahu apa yang dipikirkan Yudha.
"Ohhhh....," Yudha tertawa dan menerima pemberian itu tanpa rasa curiga. "Mari masuk." ajaknya kemudian.
***
Siska telah memasuki gerbang sekolah. Kali ini dia harus mengantri cukup panjang untuk menuju lobby. Dia sedikit terlambat karena jalanan macet dampak lampu merah mati dibeberapa titik akibat pemadaman listrik.
Dari kejauhan sudah tampak olehnya Lisa dan Lili berdiri saling berpegangan tangan. Tampak pula kesibukan yang terjadi di lobby. perlahan Siska mengemudikan mobilnya, hingga ahirnya tepat berada di lobby.
Tanpa mematikan mesin mobil, Siska menghampiri Lisa dan Lili, kemudian berjalan bersamaan memasuki mobil. Anak anak duduk di kursi belakang. dan Siska kembali melajukan mobilnya meninggalkan sekolah.
"Ibu, kemana ayah?" Tanya Lili yang memang sangat dekat dengan Yudha.
"Tadi ada tamu yang berjanji akan datang, Karena mati listrik tamunya telat datang ke toko. Nah biar tamunya gak kecewa, ibu minta ayah untuk tetap di toko nunggu tamunya."
"Adek mau cepat cepat SD ah."
"Kenapa memangnya?" Kata Siska, sambil tetap fokus menyetir.
"Adek mau bikin es krim sendiri, pakai mesin yang gede, seperti Kaka Lisa tadi."
"Tunggu lima tahun lagi. Ok!!!" kata Lisa sambil mengacungkan ibu jaru dan telunjuknya. "Itupun Adek harus berani dan pintar, biar dipilih sama oom es krimnya."
"Adek pintar kan buk???"
__ADS_1
"Iya dong, anak ibu pintar pintar." Kata siska menengahi.
Terkadang mereka bisa sangat dekat. Tapi dilain waktu keduanya akan beradu argumen, memamerkan hal baru yang dialami. Membuat yang lain ingin merasakan hal yang sama.
Dari ekspresi Lili, sepertinya Lisa telah menceritakan betapa asik dan menyenangkan kegiatan belajar diluarnya. Seakan belum puas, kini ia memulai lagi menceritakan.
"Tadi Lisa dipilih buat bikin eskrim sendiri Bu," katanya memulai. Lili kembali hanya bisa mendengarkan, terkagum kagum Dan ingin segera melakukan apa yang diceritakan kakaknya.
"Pertamanya Kita diajak berkeliling restoran. ada oom es krim yang kasih penjelasan tentang restoran itu, oom nya baik dan pintar, trus Lucu. Nah pas diahir Karena Lisa bisa jawab pertanyaan oomnya Lisa dikasih hadiah eskrim Dan bikin sendiri eskrimnya."
"Lili mau juga." ucap Lili kesal.
"Nanti dek, Ada saatnya."
"Trus apa lagi kak? ceritakan lagi...."
Keduanya terus asik berbincang, sementara Siska melakukan mobilnya dengan cepat, berharap masih bisa bertemu tamunya. Sebelumnya Siska telah membaca pesan dari Yudha yang dikirim melalui WA, memberitahukan jika Jangkung sudah tiba di toko.
Selain ingin ikut memberikan masukan dalam ide kerjasamnya. Siska juga ingin meminta maaf Karena telah berburuk sangka kepadanya. Dan ternyata tamunya benar benar terkena macet sehingga harus datang terlambat.
Ahirnya Siska tiba di depan toko. Tempat parkir sebelumnya telah digunakan orang lain. Yang mungkin adalah pelangan toko. Maka dia harus berjalan agak jauh untuk mendapatkan tempat parkir baru.
"Cepat bu, Lili mau ketemu Sama oomnya, mau Minta bikin es krim juga."
Keduanya langsung turun saat mobil telah terparkir. Berlari untuk mencari orang yang mereka maksud. Sementara Siska langsung berteriak mengingatkan anak anaknya untuk berhati hati, takut kalau ada kendaraan yang melaju kenjang.
"Ah, kurang cepet Kita larinya. oomnya uda pergi." kesal Lili
Keduanya kini berjalan menuju Yudha yang memang menunggu mereka sejak melihat Mobil mereka memasuki area parkir.
klik klik. Suara pintu mobil terkunci. Siska kini telah bergabung dengan Yudha dan anak anaknya. Saat Lisa dan Lili masih mengerutu Karena kehilangan oom es krimnya.
"Kenapa anak anak ayah ini?"
"Itu Ayah, Kaka Lisa tadi bikin eskrim waktu belajar Di restoran, nah oom es krimnya tadi Ada disini."
"Oom es krim? Tanya Yudha heran mendengar julukan ini.
"Iya oom ES krimnya tadi jalan ke Mobil yg tadi disitu." Lisa menjelaskan sambil menunjuk tempat oaskir yang baru saja ditingalkan.
"Mobil putih yang besar itu?"
__ADS_1
"iya" jawab keduanya kompak
"Kalau itu Ayah kenal."
"Beneran yah?" Tanya Lili girang. Yudha mengangguk. "Ayah suruh balik kesini ya oomnya." seperti biasa Lisa dengan manja Dan tanpa malu meminta ayahnya mengabulkan kemauannya.
"Bukan oom es krim namanya, Yang benar oom Jangkung."
"Yah ayah... Bukan," sangah Lisa. "Namanya sa... si ..su....," Lisa mencoba mengingat. "Lisa juga lupa, tapi Bukan Jangkung namanya tadi pakai S depannya."
"hahahaha, iya iya ayah juga lupa tanya Nama sebenarnya oom Jangkung. hang jelas itu teman baik ayah. Nanti ayah bilang kalau anak anak ayah mau bikin es krim Di tempatnya. biar bisa bikin seopuasnya."
Keduanya bersorak bersamaan. Kemudian Yudha mengajak masuk ke toko. Anak anak berjalan lebih dulu ke lantai tiga untuk beristirahat Dan makan siang.
Sementara Siska mengajak Yudha untuk berhenti sebentar, Saat melihat susunan bunga aster diujung estalase.
"Sayang Kamu beli aster lagi? Aku ambil ya."
"Bukan, itu si Jangkung Yang bawa."
"Kok bisa? emangnya Kamu cerita Aku suka aster?"
"Enga lah. Kalaupun Aku cerita, Gak Akan Aku biarin dia kasih Bunga itu ke Kamu."
"Hihihi... Kamu cemburu ya?" goda Siska, setelah mendengar Yudha menjawab dengan nada meninggi.
"E...enggak lah. Aku gak cerita kok. lagipula dia bilang Bunga itu untuk ucapan selamat tokonya semakin maju."
"Ooooohhhh." Siska mencoba memahami situasi.
"Eh, tapi kok bisa kebetulan Gini ya, Lisa ketemu orang yang sama dengan tamu kamu Hari ini. Pakai bawa Bunga aster lagi, Kan banyak bunga yang lain."
"Mulai ngaco nih kamu." Yudha ragu ragu. menangapi pemikiran istrinya. "Buang aja bunganya kalau gitu!" perintah Yudha kepada karyawannya.
"Bu...buang Pak?" Kata tuti memastikan
"Ehhh... jangan, sayang tahu, katanya tadi buat doa buat toko. biarin Aja. lagian Aku Gak kenal juga orangnya." cegah siska
"Kamu juga bikin Aku mikir macem macem."
Siska hanya tersenyum, kemudian mencubit hidung mancung suaminya, gemas. Agar suaminya tidak lagi khawatir.
__ADS_1