Ru-meet

Ru-meet
mengalah


__ADS_3

"Aku cemburu." Kata Yudha Manja. Membuat Siska bingung mau menjawab apa.


"Makasih ya kami sudah selalu sayang dan menerima mereka." kata Yudha kemudian.


"Tadi aku Lihat kamu telepon, asik banget. aku penasaran, jadi aku dengerin dari balik pintu. eeee ternyata kamu telepon Naya. Ngomongin Soal kursus Bakery." kata Yudha pada siska yang belum juga memberi tanggapan.


"Ish nguping."


"Habis kamu asih banget. aku kira sama laki laki lain."


"hahahah....," siska tertawa "Kalaupun iya kamu ngak usah khawatir hatiku sudah terpatri sama kamu." Siska ikut mengombal.


***


Malampun tiba, seisi rumah telah berada diperaduan. nampaknya mereka sangat lelah setelah mengelilingi malioboro untuk berburu oleh oleh. dan tak lupa bertamasya menaiki kereta kuda. alhasil semua kelelahan dan bersiap untuk tidur.


Lisa dan Lili sudah tidur lebih dulu, setelah mendengarkan cerita dongeng dari Siska. Sudah lama juga siska tidak mendongeng untuk anak anaknya. kemarin karena sakit dan karena liburan ini ada banyak orang yang mau membacakan dongeng untuk mereka


Siska telah kembali kekamarnya. Saat ini sedang mengosok gigi dan mencuci muka. Yudha sudah lebih dulu membaringkan tubuhnya diatas kasur. Sebuah buku ada ditangannya, namun terasa engan untuk membuka.


Hingga Siska datang dan berbaring di smpingnya. kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Baca bukunya besok aja. kamu kelihatan capek banget." kata siska sambil berusaha memejamkan mata. agaknya dia juga sangat lelah.

__ADS_1


"iya," kata yudha kemudian meletakkan bukunya kearas meja. bersamaan dengan itu sebuah pesan masuk.


pesan dari Bang Tigor. Yudha yang sudah lelah menyempatkan untuk membuka pesan itu. ternyata Bang Tigor mengirimkan jadwal survei lokasi telur bebek. Dan meminta Yudha ikut.


Survei itu akan dilakukan selama sehari. bang tigor akan memadatkan waktunya. Mengunjungi tempat tempat yang sudh oasti berdasarkan informasi yang telah ia kumpulkan.


"Siapa mas?" kata siska dengan mata terpejam, namun masih merasakan tubuh suaminya yang jauh darinya.


"Bang Tigor, ngajak survei peternakan bebek."


"Kira rame rame sama anak anak dan dimas yuk." kata siska bersemanggat hingga ia terduduk.


yudha mengangguk. kemudian membalas pesan Bang Tigor. "Ok bang. aku sama keluargaku ya." tulis yudha dalam pesannya.


Yudha melemparkan pandangannya pada Siska yang kini duduk dihadapannya.


"Cantik banget kamu sayang." Rayu Yudha kemudian mendekatkan tubuhnya kepada Siska.


"Sayang, boleh aku bertanya?" kata Yudha melanjutkan.


"Apa?" Kata siska santai.


"Apa kamu bahagia saat ini."

__ADS_1


"Sangat bahagia, Punya kamu dan anak anak. itu uda cukup. ditambah sekarang kamu semakin rajin." Siska mengedipkan matanya manja. membuat yudha tersipu.


"Aku juga bahagia, bersyukur pada tuhan atas kesabatanmu dan anak anak. dan semua indah oada waktunya." kata yudh juga mengungkapkan perasannya.


"emmm... aku boleh bertanya lagi?"


"Mau tanya apa si... tanya aja mas, gak usah pakai izin."


"Takut kamu marah sis." kata yudha sambil mengingt peristiwa makan malam setelah nonton film.


"Aku berusaha mengendalikan emosi. katakan mau tanya apa?" desak siska


Yudha tampak ragu namun ia harus mengatakannya "kenapa kamu gak mau punya bayi lagi?" kata yudha sambil memegang tangan Siska.


Siska menarik nafas oanjang, mencoba untuk berkata jujur. " Aku takut kalau aku hamil lagi kamu ninggalin aku."


mendengar perkataan istrinya, yudha langsung memeluknya. Memint maaf dengan tulus dan berjanji akan selalu menjaga siska. ternyata Pengalaman pahit itu belum bisa hilang dari ingatan Siska. Yudhapun merasa bersalah.


Sejujurnya Yudha sangat menginginkan lahirnya seorang anak lagi dari rahim istrinya. Yudha ingin menebus kesalahannya dengan menjaga siska dan anak anaknya. maka dia akan mengalah.


"Baiklah aku paham sekarang alasanmu." kata yudha setelah dirinya tenang.


"terimakasih." kata siska memegang erat tangan Yudha

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita istirahat. besok akan ada hari yang lebih menyenangkan dari hari ini.


__ADS_2