Ru-meet

Ru-meet
Kisah lama


__ADS_3

Hari minggu, Yudha dan Siska bersepakat untuk pergi ke mall. Selain untuk belanja kebutuhan sehari hari. mereka juga harus mempersiapkan kamar tamu menjelang kedatangan Dimas dan keluarganya.


Bagi Lisa dan Lili ini adalah kesempatan bagus. Karena mereka bisa main sepuasnya di playground selama ayah dan ibunya berbelanja. Kali ini Yati dimintai tolong untuk ikut ke mall Dan menjaga Lisa dan Lili di playground. Tentu dengan senang hati Yati menyangupi. Dan ini Bukan Kali pertama Yati dimintai tolong. Yati selalu senang apalagi tujuannya ke playground, Karena disana dia bisa melihat mas mas penjaga Yang membuat hatinya berdebar.


Setibanya Di mall, Yudha dan Siska langsung menuju lantai tiga untuk mengantar anak anaknya ke playground. Setelah memastikan mereka masuk, Siska membekali Yati uang Yang bisa digunakan untuk membeli minum Dan makanan ringan.


Selanjutnya Yudha Dan Siska menuju pusat mebel di lantai empat. Yang Akan mereka beli adalah kasur model terbaru Yang bisa mengempis sangat kecil, sehingga kalau tidak Ada tamu bisa disimpan dan tidak memakan tempat.


Saat melihat lihat model kasur, Mata Yudha terpikat pada sebuah keranjang bayi berwarna biru Di anrata display kasur. Terbayang olehnya jika memiliki seorang bayi lagi. Pasti akan sangat menyenangkan. Tapi dia hanya menyimpan khayalan itu sendiri.


Sebuah kasur telah terbayar. kini saatnya menuju pusat electronics yang tak jauh dari pusat mebel. mereka membeli sebuah air conditioner dan televisi.


Tidak membutuhkan waktu lama, barang Yang mereka inginkan telah mereka dapatkan. keduanya memang tidak Terlalu repot Dalam menentukan pilihan. Yang terpenting adalah kwalitas.


Maka mereka langsung menuju tempat berikutnya, yaitu swalayan. Mereka memilih mengunakan liv agar cepat mencapai lantai satu. saat keluar Dari liv, Yudha merasa ingin buang air kecil. maka dia meminta Siska untuk memasuki swalayan lebih dulu.


Siska memasuki swalayan, Dan memilih sebuah troli untuk tempat belanjaannya. kemudian mengeluarkan kertas catatan belanjaan. Karena stand sayur Masih ramai dia memilih ke stand sabun. tak lupa is mengabarkan posisinya pada Yudha.


Sesosok tangan lain bersamaan dengannya mengambil pelembut pakaian. Menyadari hal ITU, Siska langsung melepaskan pelembut tersebut Dan memilih mengambil Yang Ada Di smpingnya, tanpa melihat siapa pemilik tangan itu.


"Siska ya?"


Suara Yang tidak asing. Siska memalingkan pandangannya ke sumber suara. dengan Masih mengengam pelembut yang baru saja dia ambil.


"Hay, Surya." sapanya girang. "Apa kabar Kamu Surya, tinggal Di jogja juga atau hanya singgah? trus kerja apa sekarang? lagi deket Sama siapa???" Siska membrondong banyak pertanyaan. Membuat Surya kebingungan, memilih mana dulu Yang Akan dijawab.


"Tetep ya, suka Tanya macem macem."


"Sory Sory, habis Gak nyangka ketemu Kami disini. terahir Kamu bilang Di group WA, Kamu tinggal Di Bali, itupun uda empat tahun Yang lalu kayaknya. trus group WA nya ilang." keduanya tertawa

__ADS_1


"iya sekarang Aku Di Jogja, dapat kerjaan Yang bagusnya disini."


"Syukurlah, jadi bisa sering ketemu nih. itupun kalau boleh Sama pasangan Kamu."


"Tenang, Aku Masih milik bapak ibu ku."


"Halah..."


"Kamu sendirian Aja sis? anak anak Kamu dimana, Lisa Sama Lili?"


Siska diam Sejenak. Dari mana Surya tahu kalau dirinya sudah memiliki dua anak Dan tahu Nama mereka. Padahal selama ini dirinya selalu menjaga privasi anak anaknya, Dan tidak pernah memperkenalkannya pada teman teman remajanya dulu.


"Dimas, Dimas Yang kasih tahu nama mereka." Kata Surya gugup.


"ohhh..., mereka main Di playground." Kata siska singkat.


"Jadi Kamu sendirian belanjanya?"


Siska membuka smartphone nya, terlihat nomor suaminya menelepon.


"Iya sayang, Aku dideretan sabun, paling ujung." Kata siska memberi arahan pada suaminya. kemudian menutup smartphone nya Dan meletakkan kembali ke tas.


"Halo Pak, baik Pak, saya segera kesana." kini giliran Surya Yang terlihat sedang menerima panggilan telepon.


"Aduh Siska, Aku Ada pertemuan mendadak NIH, kayaknya nanti nanti Aja deh ketemu Sama suami Kamu."


"Hari minggu Masih kerja?" siska heran


"Iya nih kliennya unik. Kayak Kamu siska, unik Dan selalu menarik." Kata Yudha merayu Siska.

__ADS_1


"Ish, ngaco kamu." bagi siska itu adalah candaan teman lama.


"Eh ya uda Aku duluan ya." Kata Surya kemudian setengah berlari menjauh Dari Siska.


"Dada, hati hati ya, eh Dimas ahir bulan mau ke Jogja..." teriak Siska, berharap Surya Masih mendengarnya


Tapi sepertinya teriakannya tidak didengarkan oleh teman lamanya itu. Sedikit cerita tentang Surya.


Surya adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Karena keadaan ekonomi orang tuanya saat itu sangat Pas pasan, Surya memilih untuk merantau sejak SMP. Hidupnya menumpang dari satu keluarga ke keluarga Yang lain. Surya rela mengerjakan pekerjaan rumah tanga demi diizinkan tinggal dan mendapatkan makanan.


Surya adalah anak yang pas pasan dalam bidang pelajaran. Namun tekun dan pandai bersosialisasi. pengalamannya banyak mengenai organisasi dan kepemimpinan. Selain itu Surya memiliki wajah yang rupawan. Seharusnya tidak susah baginya mendapatkan pasangan diusianya sekarang. tapi entah kenapa dia belum juga menemukan pasangannya.


Surya bertemu dengan Siska disebuah organisasi kesenian Di Bandung. Siska diajak Oleh adiknya, Dimas untuk bergabung Di kelompok tersebut, Karena Siska memiliki potensi Yang sangat besar.


Waktu itu sebenarnya Siska adalah gadis Yang sangat cuek. Tidak memperhatikan penampilan Dan selalu frontal. Dan itu membuat Surya tertarik untuk bekerja Sama dengan Siska. Surya juga melihat banyak potensi pada diri Siska.


Kedekatan mereka terjalin seiring dengan sering ya terlibat Dalam proyek Yang Sama. Siska merasa mendapatkan dunianya. siska Yang awalnya dingin Dan cuek. menjadi lebih humoris Dan pandai bersosialisasi, walaupun tetap acuh pada penampilannya.


Surya Yang tidak berani menjalin komitmen. memilih berada Dalam situasi Aman yaitu teman baik. Sementara Siska sempat menaruh Hati padanya. namun tidak berani mengungkapkan Karena tahu sikap Surya Yang selalu berkilah dibalik kedok teman baik, bahkan teman teman baik Surya itu sebagian besar Siska mengetahui.


Perasaan itu terus tersimpan hingga ahirnya Siska pindah ke Jakarta Dan Surya meneruskan pendidikan Di Malang. Beberapa Kali mereka sempat bertemu namun hubungan keduanya justru semakin tidak jelas. Surya menjadi semakin bebas dengan banyak perempuan, Dan tanpa malu dibagikan melalui sosial media.


Merasa dioermainkan oleh Surya, Siska menjadi gadis putus asa Dalam hal berbacaran. Dan memilih menyibukkan dirinya Dalam pekerjaan Dan menyelesaikan kuliah. kebetulan Saat itu Siska telah mendapatkan pekerjaan walau Masih berstatus mahasiswa.


Hingga ahirnya Siska bertemu Yudha Yang memberikan banyak perhatian Dan kasih sayang. hingga Siska dibutakan Oleh cinta. tanpa tahu maksud Dan tujuan Dari perhatian Yang dia peroleh. hingga Siska melakukan kesalahan.


Sejak Saat itu, Siska terus menutup diri Dari teman teman sekolahnya.


Sebenarny Yudha tahu tentang Surya. Yudha bahkan pernah berbicara melalui telepon dengan Surya. Waktu itu Saat Siska telah mengandeng anaknya, dengan usia kandungan empat Bulan. tujuan Yudha adalah memperingatkan Surya untuk tidak menganggu Siska lagi. hal itu dilakukan Karena Yudha menemukan pesan singkat antara Siska Dan Surya sebelum hadirnya Yudha.

__ADS_1


Namun sejak Saat itu Surya Dan Siska tidak pernah berkomunikasi secara pribadi lagi. kecuali berbagi informasi Di group WA. Dan sejak empat tahun lalu Siska keluar Dari group WhatsApp Karena anggota group Yang Pasif membuat Siska Dan Surya terlibat chat bersambung Di group. Asian merasa tidak enak hati dak keluar Dari group dengan alasan ganti nomor.


begitulah kisah kawan lama yang tanpa sengaja hadir kembali. Akankah kehadiran Surya berpengaruh kepada keluarga kecil Siska Dan Yudha yang baru saja terjalin denganpenuh kebahagiaan?


__ADS_2