Ru-meet

Ru-meet
Semua menjadi penting


__ADS_3

Ahirnya Siska dan Yudha sepakat untuk kembali berbagi peran. Pertemuan dengan Ambung Wangi tidak bisa diubah Karena beberapa direksi Akan hadir sehingga sangat sulit untuk mengatur waktu mereka jika harus mengatur ulang pertemuan. Begitu juga dengan kedatangan Dimas yang sudah terjadwalkan jauh jauh hari. Disaat semua menjadi perting seperti sekarang maka kerjasama dan kepercayaan adalah cara untuk menyelesaikan dengan benar.


Siska memilih untuk menjemput Dimas, Selain Karena memang Dimas adalah adik kandungnya, Siska juga belum pernah bertemu dengan CEO Ambung Wangi itu. Tidak benar rasanya jika dia Yang datang pada oenandatangan kontrak Hari ini.


Maka Siska mempercayakan kepada Yudha setelah mengungkapkan semua kehkawatirannya semalam suntuk. Dan tentunya menguatkan keduanya untuk bisa menjalankan kontrak dengan baik. Yudha menghadiri pertemuan tersebut bersama Tono dan satu karyawan bagian keuangan.


Siska terlebih dahulu mengikuti yudha dan rombongan hingga ke parkiran gedung Ambung Wangi. Karena mobil yang mereka punya hanya satu. kemudian setelah mereka turun, Siska menganti Yudha untuk mengemudi menuju bandara menjemput Dimas.


Tak Sabar rasanya bertemu adik kesayangannya. Satu setengah jam yang lalu mereka baru saja melakukan vidio call. Sebelum pesawat boarding. Maka sesuai jadwal Lima belas menit lagi pesawat Akan mendarat.


Siska memarkin mobilnya tak jauh dari gedung terminal. Dimas mengabarkan jika tidak membawa banyak barang. Maka tidak Terlalu berat rasanya jika harus membara barang bawaan bereka sampai ke tempat parkir.


Susana bandara selalu sibuk. Dipinti kedatangan telah berjejer pengunjung Yang Akan menjemput baik saudara, teman, keluarga, kolega maupun yang lainnya. Beberapa membawa papan nama menuliskan rombongan wisata. tak jauh Dari situ berdiri petugas transportasi menawarkan jaksanya kepada setiap orang Yang keluar dari pintu tersebut.


Siska berjalan dibelakang Lisa dan Lili. Liburan pertama di kota baru bagi keduanya. Dua bocah berkulit putih itu tampak begitu lucu dengan setelah jumpsuit bercorak sama, dengan karakter kucing Di bagian depan. keduanya sama sama menguncir rambutnya. kemudian berhenti pada besi pembatas penjemputan.


Tak lama berdiri, dibelakang rombongan yang sepertinya akan melakukan study tour, tampak Yudha mengeret sebuah koper besar. digandengnya anak laki laki satu satunya. dibelakang mereka tampak istri Yudha yang sedang asik membuat konten.


"Didi!!!," teriak kedua bocah itu pada sepupunya. Didi bersama ayah dan ibunya melihat ke arah suara kemudian melambaikan tangan. Mengantri dengan sabar dibelakang rombongan untuk keluar dari pintu.


***


Sore hari, diruang makan rumah Yudha. Tersusun menu special untuk makan malam, Soto Surabaya. Yudha sengaja menyiapkannya untuk adik ipar dan keluarganya.

__ADS_1


Sepulang dari gedung Ambang Wangi, Yudha terus sibuk Di dapur dibantu oleh Siska. Walaupun sebenarnya Siska hanya melihat. Untuk urusan soto, Yudha tak mengizinkan campur tangan siapapun untuk menjaga keasliannya. itulah alasannya melarang Siska ikut meracik.


Namun sebenarnya, Yudha tidak ingin membuat Siska lebih lelah lagi. Yudha telah menyuruh Siska untuk beristirahat. Yudha yakin istrinya membutuhkan istirahat setelah mengendarai Mobil hampir seharian, mulai menjemput dia Dan tim Dari toko, menjemput Dimas hingga memaksa menjemput Yudha kembali dsetelah penandatanganan kontrak.


Lisa dan Lili sedang asik bermain Di kamar mereka bersama Didi. membagikan pengalaman setelah setengah tahun berpisah. Bocah bocah Yang memiliki tenaga extra.


Berbeda dengan Dimas dan Istrinya yang memilih untuk tidur setelah bercengkrama dengan tuan rumah setibanya mereka dirumah tadi. Rupanya selama tiga hari ini keduanya jarang istirahat Karena menyiapkan perjalanan liburan dan kelancaran usaha mereka selama mereka liburan. untunglah yudha dan Siska telah menyikap gudang dilantai dua menjadi kamar tidur untuk Kamu sekaligus adik mereka. Sehingg mereka bisa beristirahat.


"Aku potong jeruk nipis ya." Percobaan kesekian kakinya, namun tetap saja Yudha menolaknya hingga di ahir sesi masaknya.


"Kamu duduk Manis saja disitu." kata Yudha sambil memegang pundak Siska dan mengntarnya pada kursi makan. "Jeruknya sudah Aku potong." kata Yudha kemudian, sambil mengambil potongan jeruk nipis di kulkas.


"Prok prok prok." siska bertepuk tangan pelan, sambil tersenyum manja.


"Cobain Dim, Soto surabaya asli. Aku yang masak." kata Yudha mempersilahkan.


"Siap siap, Aku panggil Yang lain dulu ya." kata Dimas kemudian kembali menaiki tangga.


Yudha duduk disamping istrinya. Setelah memastikan semua menunya lengkap tersedia Di atas meja. Beberapa Saat kemudian terdengar suara anak anak menuruni tangga berlarian. disusul teriakan istri Yudha mengingatkan untuk berhati hati.


Setibanya diruang makan, masing masing memilih kursi untuk diduduki. Tentu saja Lisa Dan Lili berebut untuk duduk disebelah Didi. Maka Didi ditempatkan ditengah tengah keduanya.


"Ayo Ayo silahkan dicoba." Yudha mempersilahkan. Tanpa malu malu, semu tangan bergantian memenuhi mangkok mereka. Siska terlebih dahulu mengambilkan untuk anak anak.

__ADS_1


"Enak banget ini mas, serasa di Surabaya."


"Boleh nih mas bagi resepnya, biar Kita buat dijakarta nanti."


"Baru tahu ternyata ayah bisa masak soto seenak ini."


Pujian dari mereka membuat hati Yudha bahagia. Ahirnya usaha kerasnya tidak mengecewakan. sudah lama juga Yudha tidak menyajikan menu ini. Padahal duli inilah menu andalannya.


Keakraban Dan kehangatan terus menyelimuti rumah itu. Saat Hari mulai Larut mereka berpindah ke ruang keluarga. Menikmati acara humor di televisi. Sambil mengawasi anak anak mereka bermain ular tangga.


***


Dimeja kerja didalam kamar sebelum tidur. Yudha menceritakan kegiatannya siang tadi saat bertemu dengan Ambung Wangi. Lebih detail. menunjukkan kopian dokumen yang telah ia tanda tangani, dimana aslinya telah tersimpan di brangkas.


Kini Siska dan Yudha duduk berhadapan, dipisahkan sebuah meja kerja kayu lengkap dengan lampu duduk. Setelah keduanya nyaman, Yudha memulai ceritanya.


Sepanjang penjelasan suaminya, Siska mendengarnya dengan antusias. Hingga mengabaikan kontrak yang kini ada di tangannya. Mengamini setiap harapan dan doa yang terselip.


"Foto fotonya mana?" Tanya Siska setelah Yudha menyelesaikan ceritanya.


"Masih Di handphone Tono, Aku lupa memintanya tadi. Aku minta sekarang ya."


"Uda malam, biarin istirahat, besok Aja mintanya."

__ADS_1


Hari ini berlalu dengan cepat. Membuhkan hasil yang baik, tanpa mengecewakan pihak manapun. Dan semoga hari esok akan lebih banyak kebaikan yang akan hadir dan mewarnai kehidupan mereka.


__ADS_2