
Malam semakin larut, bulan bersinar terang diatas sana, bulat sempurna. Namun tak begitu dengan bintang yang terus saja bersembunyi dibalik kabut. Membuat langit malam serasa sepi.
Sepanjang malam, Siska tidak bisa tidur. Tiap kali mencoba memejamkan mata, bayangan masalalu Saat dirinya harus mengandung tanpa didampingi suami terus saja muncul. Bergantian, potongan demi potongan.
Kenyataan jika anak anak dan suaminya memounyai Keinginan tentang memiliki seorang bayi mengiringnya kepada masa masa sulit yang oernah ia alami. Inilah ketidak siapan Siska untuk mengandung.
Kehadiran seorang bayi, akankah membuat semuanya lebih indah? Siska tidak seyakin itu. dirinya terlalu takut dengan pikirannya yang terus membayangkan kemungkinan kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Siska mengingat kejadian di mall saat anak anaknya mengutarakan keinginannya untuk memiliki adik laki laki. jelas tidak ada yang salah dengan keinginan itu. Siskapun sebenarnya bisa menangapi dengan santai.
Tapi saat itu yang terjadi justru sebaliknya. Serasa tubuh siska memberontak, menganggap itu adalah perintah dan keharusan. Sedangkan tubuhnya tidak menginginkan hal itu. Maka respon yang keluar dari dirinya adalah teriakan yang menandakan ia menolaknya.
Terbayang oleh Siska raut takut dari kedua anaknya saat itu. hal itu jugalah yang menyadarkan dirinya yang tidak bisa mengendalikan emosi. Untunglah yudha dapat menetralkan suasana.
Percaya atau tidak, sejak mereka lahir tak pernah satu kalipun Siska berkata kasar apalagi dengan nada tinggi kepada kedua anaknya. Seberat apapun beban yang ia tangung saat itu tak pernah ia tunjukan pada anak anakknya.
Siska tidak ingin anak anaknya menjadi lemah dan Berfikir dengan beban yang saat itu ia tangung. hingga menghambat perkenbangan mereka.
Namun begitu Siska selalu mengajarkan kejujuran dan keberanian. Siska selalu mengatakan kebenaran dari setiap hal yang anak anaknya tanyakan, termasuk tentang keberadaan Yudha saat itu.
Siska melihat Yudha yang sudah tertidur pulas. Bahkan sampai mendengkur. Melihatnya, Siska tak enak hati untuk membangunkan dan meminta untuk ditemani, karena Siska masih belum bisa tidur.
__ADS_1
beberapa hari ini Yudha telah bekeja keras, ekstra keras. Mengawasi operasional usaha mereka, memulai menyiapkan keperluan untuk pengembangan program bersama Ambung Wangi, hingga mengantar dimas dan keluarganya menikmati Jogja disiang hari. sunguh hari yang melelahkan untuknya.
Kini siska duduk bersandar pada ranjang. Hatinya terus bergemuruh tidak tenang. Berulang kali ia mencoba menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya lagi.
Siska mendekatkan kepalanya kewajah Yudha. mengamati lekukan demi lekukan garis diwajahnya. Wajah yang membuatnya berdebar saat oertama bertemu dulu, dan masih bertahan hingga hari ini. Siska mengulurkan tangannya kemudian membelai wajah suaminya lembut. Dan itu membuat Yudha tertidur semakin lelap.
Kemudian dirinya teringat anak anaknya. Yang pasti juga sudah terlelap di tengah malam seperti sekarang. Melihat mereka mungkin akan membuat dirinya lebih tenang. Baiklah, kini dia putuskan untuk bertandang ke kamar anak anaknya.
Siska bangkit dari tempatnya, berjalan perlahan menuju pintu. Membukanya dengan hati hati agar tidak membangunkan Yudha. Kemudian berjalan ka arah kiri menuju kamar dimana anak anaknya beristirahat.
Siska membuka pintu kamar sangat pelan, hingga tidak menimbulkan derit. Siska masuk kemudian duduk dikursi tempat ia biasa membacakan cerita untuk anak anaknya.
Dari kursi itu, Siska dapat Memandangi wajah kedua malaikat kecil itu, meskipun diantara redupnya cahaya lampu. Sepertinya mereka bermimpi indah malam ini. Begitu damai.
Entah bagaimana keduanya bisa sama sama tersenyum dalam tidur mereka. Mungkinkan mereka mendapatkan mimpi yang sama? bisakh demikian? entahlah. yang jelas itu membuat siska tenang. Siska terus memandangi keduanya bergantian. Dua malaikat kecil dengan wajah yang serupa, kulit serta rambut. hanya saja yang lebih kecil sedikit lebih berisi. keduanya tumbuh bersama dalam pengawasan Siska.
Rasa syukur selalu Siska panjatkan. Begitu banyak kasih yang Tuhan berikan kepadanya. Tuhan adalah sebaik baiknya penentu jalan cerita hidup hambanya. Saat didatangkan cobaan maka didatangkan pula olehnya pilihan cara untuk melewatinya. Dan dengan penyertaannya, Siska berhasil melewati rintangan demi rintangan yang datang.
Mendapatkan dua malaikan kecil ini adalah anugrah yang selalu ia syukuri, dalam saat yang bersamaan ia sekaligus menerima tanggung jawab yang ia kerjakan dengan sangat baik.
Begitu banyak orang baik yang ada disekitarnya. Tuhan menghadirkan mereka untuk menumbuhkan api semanggat dalam diri Siska. Begitulah kesempurnaan jalan Tuhan.
__ADS_1
Melihatnya Siska tersenyum, hatinya kini mulai hangat merasakan ketenangan. Hingga dia merasa kedinginan karena AC diruangan tersebut, ya kedua anak anaknya selalu tidur dengan suhu rendah.
Siska berjalan ke lemari, mengambil selimut cadangan untuk menghangatkan tubuhnya. Saat ia akan kembali ke kursi, tampak oleh matanya tumpukan album foto dimeja belajar didekat lemari. Siska meraihnya dan membawa serta ke kursi.
Senyumnya tak berhenti mengembang dari bibirnya, menambah pesona ayu wajahnya. matanya memandang lembut moment demi moment yang terlukis dari foto foto tersebut. Siska adalah salah satu orang yang gemar mengabadikan moment dalam keluarganya, tapi tak pernah ia bagikan ke sosial medianya.
Selain untuk menjaga privasi anak anaknya, juga untuk menghindari kejahatan di ranah daring yang ahir ahir ini sering terjadi. ya ada banyak orang jahat di luar sana. Banyak dari mereka mengumoulkan apapun yang ada di sosial media seseorang kemudian memanfaatkan untuk kejahatan. Ada yang memnafaatkan untuk pemerasan, pembulian hingga mengunggah kekonten konten dewasa. Maka Sisk memilih untum tidak mengungah moment bersama anak anaknya di sosial media. Siska lebih suka mengabadikan dalam album seperti ini.
Tanpa ia sadari kantukpun datang. Siska menyandarkan kepalanya ke punggung kursi. kemudian memejamkan mata yang seketika berat seperti ada magnet diantara kedua kelopaknya. tak lama setelah itu siskapun memssuki alam mimpi.
Siska tertidur sambil masih memeluk album foto yang terbuka dan menunjukkan moment saat dibandara, menunggu keberangkatan pesawat ke Jogja.
Siska sengaja memesan baju di toko online dengan warna senada untuk dipakai dihari itu. Baju dengan warna unggu muda dan bawahan hitam. Membuat mereka terlihat kompak.
dan tidak memperlihatkan jika saat itu sikap siska masih teralu dingin pada Yudha.
Waktu itu Yudha meminta tolong pada penumpang lain yang berada di dekat mereka untuk membantunya mengambil gambar mereka berempat. Itulah foto pertama mereka berempat. Dan langsung dicetak setibanya di Jogja.
Siska tersenyum dalam tidurnya. semakin lelap hingga tangannya melepaskan pelukannya pada buku tersebut, hingga buku itu terbuka di pangkuannya.
Ahirnya Siska bisa tertidur dan mengistirahatkan tubuhnya. Mempersiapkan tubuhnya untuk kegiatan reuni besok. Rencananya ia akan oergi bersama suami dan anak anaknya. akankah rencana reuni memberikan kesan bagi besertanya?
__ADS_1
***