Ru-meet

Ru-meet
Arti keluarga


__ADS_3

Bukan saja cantik dan menarik dengan bentuk kecil dimana setiap kelopak datar memanjang berpusat dan mengelilingi putik. Bunga aster adalah satu satunya kelompok bunga yang akan menguncupkan kelopaknya saat petang. kemudian menjadi yang pertama menatap matahari pagi, dengan kembali membukakan kelopaknya.


Jika berbicara bunga, banyak orang mengunakan bunga dalam mewakili perasaan mereka. Bunga aster atau bunga daisy sendiri melambangkan kemurnian, kesetiaan, kesabaran, juga kesederhanaan. Bunga aster putih klasik juga selalu dikaitkan dengan kerendahan hati.


Bukan hanya itu, bentuknya yang kecil dan kelopaknya yang datar juga lebih disukai lebah untuk penyerbukan. Begitu uniknya bunga aster.


Memasuki ruang pertemuan, jika melihat dekorasi yang ada dimana bernuansa putih dan berhias ribuan bunga aster dengan berbagai warna. Pasti akan menyangka jika Siskalah yang memiliki ide ini.


Padahal Siska sama sekali tidak mengetahui persiapan dan konsep acara ini. mendaftarpun meminta bantuan Dimas.


Pesera satu persatu memasuki ruang pertemuan, menempati tempat duduk sesuai nama masing masing. Berbaur menjadi satu yang lebih senior dan junior, yang lebih dulu meninggalkan maupun yang bertahan hingga sekarang. Dan tentu yang sudah berkeluarga ataupun lajang


"Wauuuu..... bagus banget tante indah," Kata Lisa yang memilih mengandeng tangan Indah. Dari awal perjumpaan mereka, saat indah menghampiri kamar Siska untuk bersama sama ke ruang pertemuan. Rasanya sudah terbangun kemistri diantara keduanya.


Jika dilihat sekilas keduanya memiliki kemiripan. warna kulit, garis muka, gaya berpakaian dan bentuk kuku tangan yang tidak bisa panjang karena sering digigit.


Sementara Lili dan Didi yang seumuran terus bergandengan tangan sedari tadi. Berjalan didepan Dimas dan Nita. Dan tentu tersisa Siska dan Yudha yang berada dibarisan paling belakang.


"Mbak Siska apakabar?"


"Hay Aa Ali, kumaha damang???


"Alhamdulillah baik mbak, ini?? tanya ali menatap ke arah Yudha.


"Kenalin, mas Yudha suamiku."


"Wahhh... ahirnya ketemu juga sama Beliau, memang benar benar berkarisma sesuai yang diceritakan mbak Siska." keduanya saling bersalaman "Salam kenal mas yudha."


"Wah jadi gak enak, ternyata saya sepopuler itu disini." mendengar kenarsisan Yudha, mereka bertiga tertawa.


Siska adalah orang yang selalu menginisiasi reuni pada waktu lalu, sampai ahirnya dia harus menghilang karena mendapatkan bulian tentang Yudha. Empat tahun lamanya, Siska tidak berkomunikasi dengan mereka.


Dari atas panggung, terlihat Surya sedang mengarahkan MC mengubah beberapa nama didaftar yang akan disebutkan, sesekali memperhatikn mereka yang sedang tertawa bahagi. ingin rasanya bergabung dan menemani Siska tertawa. Namun di harus mempersiapkan pidato dadakannya, karena mengantikan temannya yang harus ke jepang.


"Ok ya, lima menit lagi kita mulai" Kata Surya kemudian turun dari pangung dan duduk bersama peserta lainnya.


"Akang, teteh, aa, sadayanya wilujeng sumping...." Mc memulai kegiatan.


Acara yang memang disusun santai namun berkesan. Semua sama, sejajar, tidak ada yang mendapatkan keistimewaan tertentu. Hanya saja mereka harus bertahan beberapa saat untuk tetap duduk di kursi yang mengelilingi meja bundar.


"The and only Sudi Surya Atmaja,, yang akan memberikan sambutannya..."


Surya naik keatas pangung diiringi riuh tepukan seluruh anggota teater. Ya siapa yang tidak kenal Surya, ketua pertama pada kelompok teater yang juga membawa harum nama tim teater, sehingga membuat seluruh peserta di ruangan ingin mengikuti jejaknya dengan bergabung ke tim teater.


Sunyi Dan hening pagi ini


Mendekatkan diri pada sang ilahi


Mengembalikan pada niat diri

__ADS_1


Yaitu, tiada lagi selain mengabdi


Sunyi dan hening pagi ini


Mengingatkan untuk terus peduli


Untuk Kamu, dia, mereka, Dan diri sendiri


bersatu padu mewujudkan setiap mimpi


Sunyi dan hening pagi ini


Mengalahkan iri dan dengki


Menumbuhkan rasa tulus dalam hati


Tentang sebuah arti mencintai


Sunyi dan hening pagi ini


Teruslah memberi arti


Bukan untuk menjadi yang tersuci


Tapi saling melindungi


"Barisan puisi tadi, adalah karya seorang peremouan kuat yang telah lama menghilang dari kita, dan kini kembali hadir di tengah tengah kita. Puisi ini abadi terkenang dalam diri setiap anggota teater. Puisi ajaib yang selalu mengantarkan piala, penghargaan dan tropi yang saat ini terpampang pada maskas kita." Kata Surya berapi api dan selalu memukau. Kembali seisi ruangan bertepuk dan bersorak.


"Saya berterimakasih kepada teman teman yang terus menghidupkan semangat api sandiwara. Zaman terus berubah namun kelompok teater Kita tidak pernah lekang oleh waktu. terus beradaptasi mengembangkan kreasi dan melhirkan karya karya berkualitas."


Tidak ada orang lain yang bisa sehebat Surya dalam berpidato dan memberikan semanggat. Keputusan panitia memilih Surya mengantikan memberi sambutan adalah hal yang tepat.


"Semoga persaudaraan ini akan terus terjalin menguatkan diri dan meleburkan keangkuran." Kata surya mengahiri pidatonya. Sekali lagi semua orang bertepuk tangan. Selalu dan terus mengagumi Surya.


"Terimakasih Kang Surya, yang selalu berhasil membangkitkan gelora. Selanjutnya kita akan melihat bersama pertunyukan Teka Teki Aster yang akan dimainkan oleh generasi ke 12."


Lampu diredupkan bersamaan dengan tepukan peserta. Semua pencahayaan dipusatkan ke pangung pertunjukan. Walaupun setiap peserta pernah berperan dalam sandiwara dengan judul Teka Teki Aster, namun mereka selalu antusias menyksikn kelompok lain memerankan lakon tersebut.


Teka teki Aster adalah sebuah drama yang menorehkn sejarah dalam kelompok teater ini. Sejak pementasan pertamanya selalu berhasil menarik decak kagum penontonnya. dan dinobatkan menjadi drama terbaik dalam setiap festifal.


Siskalah yang menulis ceritanya, Sebuah cerita yang dipersiapkan untuk festival terbesar di kota Bandung. Dan membawa kemenangan pertama bagi kelompok tearetnya. Kemengan kemenangan lain pun terus diraih dengan Teka teki Aster. Maka untuk menghormati karya ini, dalam setiap pementasan akan selalu dimainkan.


Berkisah tentang perjuangan seorang gadis menebak siapa yang selalu meletakkan bunga aster dihalaman rumahnya, setiap hari dengan warna yang berbeda beda. Tanpa ia sadari setiap hari dia mendatkan pengalaman yang unik, sesuai perwakilan rasa dari arti bunga aster yang didapatinya pagi itu. Awalnya gadis itu terus mencari siapa pemiliknya namun lama kelamaan dia menikmati setiap cerita yang dihadirkan untuknya.


Dan Puisi yang dibacakan Surya adalah ahir dari pertunjukan ini. Puisi penuh ketenangan namun mamou menghadirkan semangat untuk sebuah pencapaian.


"Aku serasa main diatas pangung setiap melihat pertunjukan ini."


"Mereka hebat ya tak kalah dengan kita waktu meminkannya dulu."

__ADS_1


"Beruntungnya aku bisa memainkan peran dalam drama itu."


"Karya yang sangat bagus, pantas saja banyak mendapat penghargaan."


"Eh katanya mbak Siska hadir, yang mana orangnya?"


"Teh Siska yang nulis cerita ini, benarkah?"


"Hust, jangan salah sebut, mana mau mbak siska dipanggil teteh"


"Yang mana orangnya aku penasaran, bisa sebagus ini karyanya."


"Itu dimeja depan yang pakai baju kompakan sama suaminya."


"ohhh itu..., wahhhh nanti aku mau ngobrol ah."


Begitulah komentar para penonton selama Pertunjukan berlangsung. Sementara itu dimeja Siska.


Siska dan yudha terus berpegangn tangan. menikmati pertunjukan dalam hening. Mata meraka engan meninggalkan pangung.


"Karyamu benar benar bagus sayang." kata yudha saat pemeran utama dalam drama membacakan puisi menandakan drama akan segera berahir.


"Terimakasih sayang." kata siska sambil mengeratkan gengaman tangannya.


Pertunjukan berahir, lampu kembali menyala terang. Penonton berdiri dan bertepuk tangan, beberapa memberikan sorakan kemenangan. hal itu terus dilakukan penonton hingga Mc naik keatas pangung dan mempersilahkan para pemain beristirahat.


"Karya yang melegenda dan tertinggl khusus dihati kita, Saya yakin teman teman generasi baru penasaran dengan penciptanya, beliau adalah Siska Arum Sasmita," Kata Mc sambil membuka tangannya kearah Siska. seisi ruangan kembali bertepuk tangan.


"Naik kak Siska."


"Siska we love you."


"Teh Siska sapa kami,.."


Siska berdiri dari tempat duduknya, menundukkan kepala kesegala arah untuk menyapa teman temannya.


"Teh Siska bolehkan memberikan sepatah dua patah kata untuk kami...." Mermintaan MC yang didukung oleh semua peserta.


"Teteh ayo maju teh, tunjukan semanggatmu!!!" kata indah yang duduk semeja dengn Siska.


"iya ibu ayo naik."


Siska menatap Yudha, yang langsung mengangguk seakan tahu Siska sedang meminta izin darinya.


Perlahan Siska berjalan keatas pangung. Menaiki tangganya, merasakan kembali setiap peristiwa diatas pangung saat dirinya aktif bermain peran. Seska menerima mic dari Mc, meletakkan tepat didepan dada. Mengambil nafas panjang dan mengembangkan senyumnya.


"Keluarga adalah tempat kit kembali. Dan kini saya telah kembali bersma kalian keluarga teater kami. Terimakasih kepada seluruh generasi teater kita yang memberi apresiasi pada karya karya anggotanya termasuk teka teki Aster. Dalam setiap karya dihembuskan nyawa agar mampu hidup dihati setiap penikmatnya." kata Siska tenang.


"Sejujurnya saya belum siap hadir kembali disini, namun seseorang menyakinkan saya, tentang arti keluarga, dia berkata bahwa keluarga akan selalu ada, terimakasih kepada Mas Yudha, Suami sekaligus ayah dari anak anak kami." siska mengakhiri kata katanya dengan membungkungkan badan ketiga arah. Kemudian kembli ke mejanya.

__ADS_1


__ADS_2