Ru-meet

Ru-meet
Reuni berahir


__ADS_3

Setelah menenangkan hati Indah. Siska dan Yudha bergantian membersihkan diri. Indah yang malas kembali ke kamar ataupun mendahului ke tempat pertemuan memilih menunggu dikamar Siska. Kali ini memilih menunggu di ruang tamu, agar kakak kakaknya leluasa berganti pakaian.


Siska yang lebih dulu selesai membersihkan diri, meminta Yudha yang sedang meneguk kopi segera ke kamar mandi. Sementara dirinya menelepon kamar Dimas untuk memastikan mereka sudah bangun, dan berencana menjemput Lisa dan Lili. tak enak jika merepotkan keduanya terlalu sering.


"Dim, anak anak uda bangun?"


"Uda mbak, lagi pada mandi." kata Dimas sambil meregangkan kaki. "Bawain baju anak anak aja mbak."


"Oh okok, aku kesana ya, sorrynya jadi gangguin terus."


Sementara itu di ruang tamu, Indah sedang asik dengan smartphone, melihat info update perduniawian pagi ini. Hingga tiba tiba datang pemberitahuan tentang sebuah pesan dari Ali.


[Uda bangun?] Indah mendapatkan sebuah pesan dari Ali.


[Uda, dikamar teteh sekarang]


[Ok, kami kesana]


Kali ini giliran kamar Siska yang menjadi markas. hari terahir reuni. Entah kapan lagi bisa berkumpul. Namun yang pasti semoga suasananya akan seindah pagi ini. Tanpa masalah tanpa perlindungan.


Siska berjalan ke ruang tamu dimana Indah berada saat ini. Menenteng dua kaos berwarna unggu dan merah muda, keduanya bernuansa cerah. Bagian dari kaos yang telah dipilih Siska untuk seragam seluruh peserta pagi ini.


"Indah, teteh ke kamar Dimas ya, mau kasih ini." kata Siska sambil menunjukkan kaos yang dibawanya.


"Eh iya, kaosnya, Indah lupa pakai." kata Indah panik. Buru buru ia berdiri dan bersiap berlari ke kamarnya mendahului Siska.


Saat Indah membuka pintu kamar Siska, diluar sudah berdiri Ali dan Surya bersiap mengetuk pintu kamar. keduanya memberi senyum


"Pasti mau ambil kaos kan?" tebak ali. "Ini, semalam ketinggalan di kamar ku." katanya sembari menyodorkan kresek berisi kaos milik Indah.


"Makasih Aa."


"Duduklah, aku mau ke kamar Dimas dulu ya. kasih baju anak anak." Kata Siska kemudian berlalu menuju kamar Dimas disebelah.


"Aku ikut tehhhhh...." Indah berlari menyusul Siska.


***


Suara musik pengiring senam sudah diputar. peserta reuni satu persatu memasuki area senam. seorang Mc memberi aba aba untuk berbaris dan memanggil tim pemandu senam.


Sekelompok orang berbaris mengunakan kaos bermacam macam warna cerah. Bercampur laki peremouan, tua muda, menjadi satu. Mulai mengerakkan badan mengikuti panduan tim diatas panggung. teriakan dan lompatan bergantian dilakukan untuk memberi semanggat.

__ADS_1


Cukup empat puluh lima menit senam pagi ini. beberapa sudah kelelahan. saat beristirahat Mereka memilih duduk berkelompok sambil menikmati sarapan pagi ini.


Setelah ini mereka masih akan melaksanakan satu kegiatan lagi. Yaitu mencari jejak. Ternyata bendera yang tadi disebar adalah jejak yang harus dicari.


Nantinya peserta diminta untuk berkelompok, jumlah satu kelompok enam orang. peserta reuni, dalam permainan ini tidak diwajibkan ikut. tapi bagi yang tidak ikut tugasnya adalah menyemangati.


"... Begitu teteh, Aa, akang sadanya peraturan permainannya nanti, permainan akan kita mulai setengah jam lagi ya. Silahkan mendaftar pada panitia." Kata Mc ditengah tengah waktu istirahat.


Seketika susana menjadi riuh kembali. Semua bersemanggat untuk ikut tentu karena semanggat kebersamaan dan juga hadiah besar yang disembunyikan panitia pada setiap bendera.


"Sayang kamu aja yang ikut ya, aku jagain anak anak." Kata Siska kepada Yudha. Tidak ada kata lain bagi Yudha selain menurut.


"Nita kamu ikut aja, Didi biar sama aku, Hokimu kan gede." kata Siska lagi.


"Ayo Kak Nita kita ikut." kata Indah semanggat.


"Siappppp..." kata Nita sambil mengulung lengan bajunya.


Setengah jam kemudian. Setiap kelompok telah bersiap di garis Start. menunggu aba aba panitia untuk memulai permainan. Untuk menentukan hiliran mencari, setiap tim harus menyelesaikan tugas di garis start. Tugasnya adalah menyusun puzzle dari foto yang disediakan panitia. foto foto tentang moment kebanggaan teater kami.


Suasana sangat seru. Siska mengajak anak anak untuk bergabung bersama supporter lain. Anak anak itu terus meneriakan semanggat kepada orang tua mereka. Lisa mengajak yang lain untuk berbaris dan bergerak bersama ke kanan dan kekiri, sangat Kompak.


Beberapa tim harus mengulang menyusun puzzle karena angin bertiup sedikit kencang. hal itu memancing teriakan dari para peserta. Tim dengan strategi yang bagus sudah lebih dulu memulai mencari bendera. ada tujuh warna bendera yang mereka harus cari. Dimasing masing tiangnya tertulis bentuk hadiah yang akan didapat.


Siska yang belum banyak kegiatan menerima tawaran itu. Sekaligus untuk mencari lukisan yang bisa ia pajang di tokonya.


Hingga berahirnya permainan, Siska dan teman barunya terus duduk bersama. Keduanya melanjutkan berbincang santai.


"Baiklah. Seluruh tim sudah berkumpul disini semua. Sekarang saatnya membukan hadiah yang didapat. dimulai dari Tim yang pertama selesai, maju ke atas pangung." kata Mc mempersilahkan Tim pemenang untuk membuka hadiah yang didapat.


Begitupun dengan tim kedua, ketiga hingga tim terahir. Semua bersorak bergembira mendapatkan banyak hadiah pagi ini. kebanyakan adalah voucher belanja dan uang tunai agar tidak menyusakhan dibawa pulang ke kota masing masing.


Yudha bersama timnya turun dari pangung dan membagi hadiah yang mereka dapat. Kemudian kembali bergabung bersama Siska dan anak anak.


"Acara demi acara telah kita lewati, saatnya kita mengahiri reuni akbar kelompok teater kami, mohon maaf bila ada salah kata....." MC menutup acara.


Mereka saling berpelukan satu dan lainnya. Diiringi lagu dari projek pop ingatkah hari ini. Reuni ke dua belas berjalan dengan lancar. membekas pada setiap hati. Menambah koleksi kenangan indah dalam hidup mereka."


"Kalian balik kapan?"


"Hati hati sampai kota tujuan ya."

__ADS_1


"Jangan lupa kabar kabar, bals oesan di group."


"Kapan nikahnya?"


"Mampir mampir lah kalau main ke bandung."


"Sampai ketemu lagi tahun depan."


Dam masih banyak lagi kalimat perpisahan yang terdengar satu sama lain. Ada yang diucapkan saat dilapangan ada yang sambil berjalan ke kamar.


Setelah menyapa dan berpamitan dengan teman temannya, Siska mengajak Yudha untuk kembali ke kamar dan bersiap untuk pulang.


"Teteh, teteh balik kapan?" Kata Indah mengejar Siska.


"Jam satuan paling, kamu kebandung kapan?"


"Sabtu teh, tapi ke jakarta dulu."


"Jam berapa kamu Indah?" Tanya Dimas nimbrung.


"Jam 2,"


"Sama, Aku juga jam 2, berarti nginep dimana habis ini?"


"Belum tahu, besok mau ngurus berkas pindah kerja di rumah sakit daerah."


"Rumah teteh aja."


"Mau!!!" jawab Indah secepat kilat.


"Aku juga ya Siksa." Giliran Ali yang nimbrung.


"Enga enga, kamar rumahku penuh, Indah aja nanti di kamar Lisa sama lili."


"Diruang tamu juga gak papa." Tawar Ali.


"Enga bisa ada anak gadis dirumahku." tolak Siska lagi.


"Uda li, kamu dirumahku aja."


"Makasih kang Surya yang baik hari." kata Ali manja.

__ADS_1


"Belajar menjilat dari mana Kang Ali....." kata Dimas membuat semua tertawa.


Dan rupanya, mereka belum berpisah. masih ada waktu untuk bersama dua hari kedepan.


__ADS_2