Ru-meet

Ru-meet
Jalan mewujudkan mimpi


__ADS_3

Surya dan Tigor belum lama berkenalan. perkenalan ini terjadi saat Tigor pulang dari acara ramah tamah Yang diadakan Di rumah Yudha. Malam itu setelah berpamitan, Tigor memelankan laju vespanya, Saat merasa ada yang membuntuti. kemudian membuat tipuan kecil untuk menangkap siapa Yang mengikuti, dan mencari tahu apa maunya.


Setelah memelankan vespa dan mendapati mobil yang mengikutinya ikut memelan, maka dengan segera Tigor kembali memutar gas hingga vespa melaju kencang Dan menghilang Di persimpngan.


Orang Yang mengikutinya merasa kesal, Karena kehilangan Sumner informasinya. Tampak Tigor mengantri orang itu Dari balik semak semak. untung saja vespanya masih bisa diandalkan. Orang itu turun dari mobilnya untuk mengamati lebih jelas kemana perginya vespa tadi.


Saat itulah Tigor keluar Dari persembunyian, menangkap basah penguntitnya.


"Cari aku Bos?" kata bang tigor mengatakan. Surya yang tidak siap hanya bisa diam ditempat.


"Ada masalah apa rupanya kau Sama Aku?"


"Bang tigor Bukan?" kata Surya kemudian.


Tigor memicingkan matanya. mengamati siapa orang Yang dihadapannya Saat ini. Dari mana dia tahu namanya. Dan APA tujuannya mewnguntit.


"Saya Surya bang, Yang kemarin telepon abang mau Minta bantuan."


"Lantas kenapa kau buntuti Aku sekarang." Tanya bang tigor tak lantas percaya.


"Tadi saya kerumah abang, Dan Kata orang rumah abang ke pejambon. jadi saya susul abang. ternyata abang ke rumah Siska."


"Berarti sudah kau dapat Yang kau mau Kan? informasi tentang Siska. Tak perlu lagilah kau bantuanku."


"Bukan begitu bang, saya Minta maaf Karena telah membuntuti abang. tapi saya Masih butuh bantuan abang, untuk membantu usaha Siska Dan suaminya."


Tigor berfikir Sejenak. sambil terus mengamati orang Yang Baru dikenalnya Dari atas kebawah.


"Kenapa kau tidak langsung saja menemui Siska, katamu kau teman baiknya?"


"Masalahnya saya sudah lama tidak bertemu, Dan saya Baru tahu jika Siska sudah menikah. Ada pengalam tidak baik antara saya Dan suaminya."

__ADS_1


"Benarkah niatmu hanya ingin membantu Siska? Bukan untuk merebut Dari suaminya?"


"Tidak bang sungguh."


"Kalau begitu datanglah kerumahku tujuhhari lagi, Kita tentukan disana Aku Akan membantumu atau tidak." Tigor mencoba mengulur waktu sambil mencari tahu siapa sosok Surya sebenarnya.


Begitu awal mereka berkenalan. Surya yang awalnya meminta bantuan sepertinya mulai Ada niatan untuk mengingkari.


***


Masih didalam ruang kerja Surya. Seorang Yang telah dioercaya menjadi CEO muda untuk perusahaan bernama Ambung Wangi. Oerusahaan Yang bergerak pada bidang kuliner, memiliki ratusan rumah makan tersebar Di seluruh Indonesia.


Tidak ambil pushing dengan ancaman Tigor. dirinya kini sudah kembali ke kursi kerjanya mengutak atik lembar kerjanya yang sempat terputus.


"Sempurna." katanya setelah menambahkan disan sini pada file tersebut.


"Tinggal Aku kirim, dan Kita lihat responnya."


***


Yudha yang semula berada di lantai dua bergegas menemui Siska di Yang sedang memeriksa laporan keuangan dilantai tiga. Setelah membuka email dari Ambung Wangi.


Setibanya Di lantai tiga. Yudha menghampiri istrinya yang tampak begitu serius, dengan rambut Yang dibiarkan terurai. Siska menyambutnya dengan senyum. Setelah keduanya berhadapan. Yudha langsung menyodorkan smartphone Dan menunjukkan sebuah email, Yang justru membuat istrinya heran.


Siska tidak menyangka perusahaan tersebut menyajikan kontrak kerjasama secepan ini. tanpa assessment dan perencanaan matang yang dilakukan kedua belah pihak


"Kita lihat pakai laptop ya." Ajak Siska kepada Yudha. Kemudian mereka duduk bersebelahan. menyatukan pandang pada layar.


"Kita baca teliti ya." kata Siska Yang telah membuka file draff perjanjian kerjasam yang ditawarkan kliennya.


Siska mengingat pesan suaminya setelah oertemuannya dengan Jangkung. Dimana akan Ada satu pertemuan lagi dengan jajaran direksi Ambung Wangi. Mungkin perusahaan itu sudah sangat yakin dengan laporan CEO nya, sehingga langsung menyodorkan kontrak.

__ADS_1


Setelah membaca dengan seksama. Siska merasa jika itu terlalu berat untuk toko telur Asin Yudha. Dengan jumlah persediaan telur bebek dikota ini. tidak akan sangup menutup target Yang diinginkan Ambung Wangi. Belum lagi soal kewajiban menjalankan program tour sekolah. Menurut Siska tokonya belum memiliki Sumner data Yang sesuai.


"Aku keberatan terkait ini." Kata siska menunjuk pasal yang dimaksud.


"Jawabannya ada dihalam berikutnya, dimana Ambung Wangi akan membantu mengingatkan kapasitas SDM dan sarana prasarana. kemudian ketersediaan telur bebek, aku sudah menghubungi teman temanku Dan mereka menyangupi. Telur Akan di datangkan dari berbagai daerah sekitar Jogja."


Mendengar penjelasan Yudha Yang walaupun berat diterima, namun Siska melihat banyak harapan dari sorot matanya.


"Apa peran bang tigor?" Tanya Siska, mengingat Tigorlah Yang menghubungkan suaminya dengan Ambung Wangi.


"Bang tigor pasti bersedia mengawasi pasokan telur." Yudha mencoba menyakitkan istrinya.


"Sejujurnya aku masih ragu."


"Kenapa sayang? ini kesempatan yang sangat Kita tunggu. ingat rencanamu tempo Hari?" siska menganggung mendengar penjelasan Yudha. "Percayalah ini akan baik. seperti Yang selama ini terjadi pada usaha ini. ini adalah jalan mimpi Kita sayang."


Siska menarik nafas panjang. Mencoba mempercayakan lagi apa yang telah jadi urusannya. Hngga hari ini dia belum juga bertemu dengan Jangkung, dan sekarang sudah akan tanda tangan kontrak.


Pikirannya masih mempertimbangkan resiko resiko yang mungkin akan terjadi. Dengan begitu dia Akan lebih bersiap jika sesuatu Yang tidak diinginkan terjadi. Management resiko sangat penting bagi setiap usaha, sekecil apapun usaha itu.


"Halo mas Jangkung?" suara Yudha, ya Jangkung langsung meneleponnya. mendorong Yudha untuk segera menandatangani kontrak.


"Baik, baik Mas. Sampai ketemu." kata Yudha kemudian mengahiri teleponnya.


"Apa katanya?" Tanya Siska, sudah tahu jika itu Jangkung


"Katanya jika Kita setuju, besok bisa dilakukan tanda tangan kontrak. Dia menyuruhku ke Kantornya besok jam satu."


"Sayang, besok Dimas datang lho, Kamu lupa ya?"


"Waduh," Yudha memukul keningnya. "Aku telepon lagi, biar diubah waktunya."

__ADS_1


Berulang kali Yudha menghubungi nomor Jangkung namun selalu sibuk Dan tidak diangkat. Atas saran Siska Yudha memberitahukan perubahan waktu pertemuan dari pesan WhatsApp. Namun tak juga mendapatkan balasan.


__ADS_2