Ru-meet

Ru-meet
Mimpi buruk


__ADS_3

"Lisa dirumah Sama temenku."


"Kalau bayi Kita?" Kata Yudha penasaran, kenapa byinya tidak terlihat Dari semalam, dimana menurutnya sudah seharusnya bayi berada Di dekat ibunya. takut terjadi sesuatu sebelum ia tiba.


"Diruangan bayi, bersama bayi bayi Yang lain. sementara sampai ibunya pulih."


"Aku boleh keruangan bayi?"


"Nanti juga diantar ke ruangan Sama perawat."


"Kamu arahkan dimana ruangannya, biar Aku jalan sendiri kesana biar bisa lihat sekarang." Kata Yudha penuh harap.


Kini mentari sudah meninggi. Mengusir dingin menghadirkan kehangatan. burung berkijlcau ruang sambil menari lincah pada dahan tanaman perdu.


Susana rumah sakit sudah ramai. Perawat hilir mudik melaksanakan tugasnya. Ada juga dokter Yang keluar masuk ruangan melakukan pemeriksaan rutin kepada pasiennya. Sesekali terdengar suara roda Dari kereta makan Yang mengantarkan sarapan.


"Bayi nyonya Siska." terdengar teriakan dari balik pintu ruangan. Disusul derit pintu dibuka. Kemudian masuk seorang perawat dengan mendorong sebuah kereta bayi Yang ditutup kelambu tipis berwarna merah muda. sehingga tampak seorang bayi kecil yang sedang tertidur pulas.


"Ini bayinya nyonya, sudah dimandikan Dan minum Susu." terangny kemudian undur diri.


Perlahan Yudha mendekatkan kerta ke ranjang, agar Siska tak perlu beranjak. Kemudian Yudha hendak membuka Kain penutupnya, agar mereka dapat melihat bayi mereka.


"Cantik, Persis seperti Kamu Sis."


Tampaknya suara itu terdengar Oleh telinga si bayi. Hingga perlahan dia mulai bergeliat Dan membuka matanya.


"dududu... sudah bangun anak ayah." Kata Yudha sambil terus memandangi anak keduanya dengan Siska. "Bising ya suara ayah ya? sayang."


Kemudian dia mengangkatnya sebelum bayinya menanggis. Di timang Dalam dendongannya. hingga ia kembali terlelap. Kemudian meletakkan kembali ke kekereta bayi.


"Siska kamu sarapan ya." Kata Yudha kemudian mengambil sarapan Yang sudah disediakan rumah sakit.


Menu sarapan pagi ini adalah bubur putih dengan lauk ayam kuning dan capcai. Yudha membuka plastik penutupnya Dan mulai menyendok bubur untuk disuapkan kepada Siska. Agaknya Siska memang lapar, jatah makan malamnya Dari rumah sakit tak disentuhnya sedikitpun. Dan pagi ini, dia melahap habis jatah sarapannya hingga suapan terahir.


"Nah kan seneng kalau abis makanannya." Kata Yudha setelah menyuapi suapan terahir.


"Kamu sarapan juga, Ada kantin Di dekat pintu masuk."


"Iya nanti, Aku kekantin. Yang paling penting Kamu uda makan. jadi kalau Dede nya bangun kamu bisa menyusui."

__ADS_1


sedetik kemudian bayi itu menngis. Sangat kencang. dengan sigap Yudha mengangkatnya dan memberikan kepada siska untuk disusui.


"Dududu... Haus ya nak, lapar anak ayah ini. Sama mama dulu ya biar disusui."


Siska menyambut dengan tangannya. kemudian bersiap untuk menyusui. Lalu matanya menatap Yudha Yang terus memperhatikannya.


"Ayo disusui, Aku jagain kalian disini."


"Kamu Cari sarapan dulu Sana." usir Siska.


Yudha tersenyum kemudian mendekat ke arah Siska. "Minum lah nak, ayah keluar dulu ya." Yudha mencium bayinya kemudian meninggalkan mereka.


***


Kini Yudha terduduk di sebuah bangku besi dekat pintu kamar Siska. Wajahnya begitu tenang.


Seandainya saja dia berani mendampingi Siska sejak dulu. pasti dirinya akan bahagia Saat ini, Dan Siska tidak perlu mempertaruhkan hidupnya, mengangung sendiri semua kemalangan Yang disebabkan olehnya.


Tiba tiba perkataan Siska tadi Malam terngiang dipirannya. "Tinggalah disini atau bawa bayi itu."


Sebenarnya tekadnya sudah bulat untuk menetap dijakarta bersama Siska. semua sudah dia persiapankan. Hingga sebuah pesan muncul Di WhatsApp.


"Kasih waktu Aku tiga hari lagi, Aku Akan lunasi hutangku." jawab Yudha melalui pesan singkat.


Sejenak otaknya berfikir keras, bagaimana caranya melunasi hutang hutangnya, agar dia tenang bersama Siska. Selain itu dia juga harus menyelesaikan urusannya dengan istrinya disurabaya. Tentu agar tidak Ada masalah dikemudian Hari jika ia sudah hidup bersama Siska.


Satu satunya Cara adalah kembali ke Surabaya Dalam waktu dekat untuk mengurus aset Yang Masih dia miliki Dan menjualnya untuk mendapatkan uang Dan membayar hutang kepada rentenir. sisanya Akan dia gunakan untuk istri Yang Akan dia ceraikan. Karena sebenarnya sudah tidak Ada lagi Yang bisa dipertahankan Dalam pernikahannya. Dan tentu Akan dia sisihkan untuk hidup bersama Siska.


Namun sungguh tidak mungkin jika ia mengatakan niatnya untuk pulang ke Surabaya. pasti Siska tidak Akan mengizinkan. lagi lagi Yudha mencoba lari Dari masalahnya. baiklah dia Akan pergi diam diam Dan kembali Saat urusannya sudah berhasil. Sebuah keputusan Yang tidak diharapkan siska. Sejenak Yudha terdiam.


Yudha terpaksa harus pergi sekali lagi meninggalkan Siska. tapi Kali ini kepergiannya untuk kembali. itulah janji Yudha dalam hati Yang Saat ini telah ia wujudkan.


Hingga seorang dokter bersama satu perawat membuka pintu ruangan Siska. Yudha bangkit dan mengikuti dari belakang.


Yudha melihat Siska Yang telah berbaring, Dan bayinya sudah kembali tertidur Di keretanya. Saat ini dokter sedang Memeriksa Perut Siska. Menekan nekan pada beberapa titik.


"Bagus, bagus, bagus." Kata dokter sambil terus menekan perlahan Perut Siska.


"Sudah buang air kecil buk?" Tanya perawat

__ADS_1


"Sudah tadi pagi Sus."


"Kalau begitu nanti sore sudah boleh pulang ya. Ada yang Bantu Kan buk?" Kata dokter.


"Saya dok Yang Akan membantunya." Kata Yudha Dari belakang


"Ohhh.. selamat ya Pak, bayinya sangat cantik. jangan lupa foto Dan posting disosial media. tag Nama saya ya.... hahaha. followers saya sudah banyak tapi kalau mau follow juga boleh." Kata dokter narsis.


"Iya dok."


"Oh iya, saya punya berita bagus untuk bapak." Kata dokter sangat bersemanggat. "Saya sudah jahit itu semua, rapi Dan lebih rapat lagi. selamat pokoknya ya, hahahah...."


"Kami pamit dulu Pak, buk." Kata perawat mengingatkan dokternya jika masih ada pasien lain menanti.


Sepeninggalan dokter.


"Siapa Nama bayi Kita Sis?" Tanya Yudha sambil menatap bayi mungil itu. "Ayu Siska Yudha. kalau boleh usul namanya." Kata Yudha kemudian.


Siska hanya diam tidak mengiyakan juga tidak menolak.


Saat tiba tiba muncul sosok hitam tinggi besar Yang mengambil bayinya kemudian menghilang Dalam kegelapan....


"tidakkkkkkk........tidak tidak.....!!!"


Teriakan Siska yang langsung membangunkan Yudha Yang terlelap tidur dismpingnya.


"Sayang bangun, sayang... Kamu mimpi apa?" Yudha mencoba membangunkan istrinya Yang mulai mengeluarkan keringan dingin.


"Sayang..." Kali ini sedikit menguncang tubuh Siska. Hingga ahirnya Siska terbangun.


"Dimana Lisa, dimana Lili?" pertanyaan Siska Saat ia tersadar.


"Tenang sayang, anak anak Kita Ada dikamarnya. ini minum dulu." Yudha mengulurkan segelas air putih. "Kamu mimpi buruk ya?"


"Jangan pergi lagi ya, jangan bawa anak anak pergi." Kata siska Masih terbawa mimpinya.


"Enga Akan pernah sayang. Aku bahagia disini Sama Kamu Dan anak anak." Kata Yudha sambil memeluk istrinya. "Sekarang tidur lagi ya"


"Aku mau lihat anak anak." Kata siska melepaskan pelukan Yudha.

__ADS_1


Yudhapun mengantarkan istrinya untuk melihat anak anak mereka dikamar.


__ADS_2