Ru-meet

Ru-meet
Tidak percaya


__ADS_3

Disebuah ruangan dengan dinding yang dicat biru muda, menampilkan kesan penuh kedamaian. Dilengkapi dengan sebuah meja di ujung dekat dengan jendela, diatas meja terletak computer dan alat tulis lainnya berjajar rapi. Dilengkapi sebuah smart TV diletakkan pada sebuah meja yang diapit lemari kayu berisi jajaran prestasi perusahaan. Tetap didepan televisi, diletakkan satu set sova dan meja kaca tepat di tengahnya.


Pada kursi kerja itu, seseorang dengan perawakan tinggi besar sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan komputernya. Garis mukanya begitu ketara, mengisaratkan ketegangan. Sampai ahirnya smartphone yang diletakkan pada kantong jasnya bergetar, mengisaratkan sebuah panggilan masuk, sebuah nama tertulis, Bang Tigor.


“Halo bang?” suaranya agak bergetar


“Dimana kau, aku didepan kantormu sekarang.”


“Saya turun sekarang bang.”


“aku yang naik ke ruanganmu saja, tunggu aku.”


“Ba…baik bang.”


Pembicaraan berahir. Laki laki bertubuh jangkung itu meletakkan smartphone nya. Kemudian berjalan kearah jendela. Dari jendela dia melihat Bang tigor baru turun dari vespanya.


Memang dirinya meminta bantuan bang tigor untuk memastikan semua rencananya Bersama bang tigor berjalan lancar. Sebuah ketidak sengajaan telah dilakukannya. Maka dia meminta Bang tigor untuk mendatangi yudha tadi malam


“Permisi pak, ada tamu mau berjumpa.” Kata seornag sekretaris dari balik pintu.


“Persilahkan masuk” perintah Surya, yang sudah tahu jika tamunya adalah Bang Tigor.


Pintu dibuka, Bang tigor masuk dan dipersilahkan duduk. Bang Tigor memilih duduk disova. Mengangkat kaki kanannya untuk di topangkan ke lutut kaki kiri. Kemudian membuka topi baretnya dan meletakkan di sampingnya.


“Mau minum apa bang.”


“Tak usah kau bas abasi, kita langsung saja.”


“Tinggalkan kita berdua.” Perintahnya pada sekretaris yang masih berdiri di ruangan. Sekretaris menganguk kemudian keluar dari ruangan dan menutup pintu. Memberikan privasi kepada atasannya.


Bang tigor tampak tenang dan memulai pembicaraan. “Bagaimana kau bisa membohongi aku?”


Jangkung mengerutkan keningnya. Merasa telah mengatakan yang sebenarnya. “maksud abang?”


“Kenapa kau datang ke toko Yudha diam diam?”

__ADS_1


“Yudha memberitahu abang?”


“Bukan, Aku tak sengaja mendengarnya dari karyawan toko, pakai kau bawa bunga aster segala. Apa maksudkau?” serbu Bang tigor sambal menghisap cerutu untuk menenangkan pikirannya.


“Kita sudah ada kesepakatan ya, apa apa yang kau lakukan harus seijinku.” Ungkap bang tigor sambil masih menghisap cerutunya. “Ketemulah kau sama Siska?”


“Engga Bang waktu itu saya telat datang, gara gara mati lampu. Jadi siskanya sudah menjemput anaknya.”


“itulah, gara gara kau tak koordinasi sama aku. Lagi pula kita sudah atur kapan waktu yang tepat kau ketemu siska.”


“Iya bang, maaf saya salah perhitungan.”


“Kalau begitu aku pergi dulu.” Bang tigor bersiap beranjak dari tempat duduknya. Kemudian berjalan menuju pintu. Diikuti oleh si jangkung itu. Kemudian langkahnya terhenti tepat sebelum membuka pintu.


“Tapi kau bilang padaku kau bertemu Siska?” kata bang tigor sembari menatap temannya.


“I…iya bang gak sengaja di mall kemarin sore.”


“Surya surya…, tak ada yang kebutulan didunia ini. kau kira aku gampang kau bohongi.” Ahirnya bang Tigorpun menyebut nama asli lelaki berperawakan tinggi besar itu. “Apa sebenarnya yang kau rencanakan?”


Padahal sebenarnya Bang tigor telah memikirkan matang matang dalam urusan ini. Dua lelaki yang dikenalnya sama sama ingin memberikan kebahagiaan untuk perempuan yang disayanginya. Satu sama lain saling mencurigai. Maka Bang tigor harus Menyusun rencana agar tidak ada yang terluka lagi. Namun Surya yang lebih dulu meminta bantuannya justru sekarang meninggalkannya.


“Awas jika kau sampai menyakiti mereka.” Ancam bang tigor kemudian berlalu meninggalkan surya. Seseorang yang ternyata licik.


***


Setelah kedatangan Bang Tigor. Surya menjadi bimbang. Antara melanjutkan rencananya dengan bang tigor atau menjalankan rencananya sendiri. Seminggu yang lalu dirinya mendatangi toko Yudha sebenarnya memang untuk menemui Siska, diman adia telah mengetahui jika Siska telah menikah dengan Yudha. Hal ini dia lakukan tanpa sepengetahuan Bang Tigor yang menurutnya lebih berpihak pada Yudha, Padahal janjinya diawal saat dia meminta bantuannya, dia akan bersikap netral.


 


Karena pertemuan itu gagal, ahirnya dia merencanakan pertemuan yang kedua, kali ini lebih lembut, dengan menunjukkan kesan tidak sengaja. Pertemuan dengan siska semalam sangat membuatnya Bahagia. Ahirnya setelah sekian lama dia bisa menemui perempuan yang ia kagumi dari dulu.


Teringat olehnya saat Pertemuan pertamanya dengan Siska adalah di persimpangan jalan sekitaran rumah sakit, Surya bertemu dengan siska secara Tidak sengaja. Disebuah sore yang indah, dengan siska yang tampak sederhana. Gadis sederhana itu tampak acuh saat adiknya memberikan sapaan hangat kepada surya yang kebetulan adalah seniornya di sebuah kelompok teater.


Dilanjutkan oleh pertemuan kedua. Disebuah Gedung kesenian di kota bandung, tempat biasa dia dan kelompoknya berlatih teater. Siska datang sebagai anggota baru. Yang langsung ditatar oleh Surya. Tidak ada yang berkesan. Namun Surya menangkap banyak potensi dari Siska. Hingga ahirnya Surya melibatkan Siska pada banyak proyek pertunjukan. Kedekatan diantara mereka tumbuh secara provesional.

__ADS_1


Begitupun saat Siska memilih untuk mengikuti kakaknya pindah ke Jakarta dengan harapan bisa berkuliah dan bekerja. Merasa sudah dekat dengan Siska, Surya berkali kali meminta untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Surya juga mengajaknya untuk berkuliah bersama Sama Di Malang.


Siang itu, sebelum berlatih teater. Disebuah gedung kesenian. kelompok seni Yudha Dan kawan kawannya mendapat keistimewaan dari pemerintah daerah untuk memakai gedung kesenian itu. sudah banyak Prestasi Yang ditorehkan, mengharumkan nama kota kembang.


Keadaan masih sepi, hanya Ada Surya Dan Siska Yang memang berangkat bersamaan ke gedung ini. Menjelang ujian national keduanya banyak menghabiskan waktu untuk belajar bersama. termasuk sore ini Yang rencananya Akan belajar lebih dulu sebelum berlatih.


"Kenapa harus ke Jakarta?" pertanyaan Surya tiap melihat Siska sibuk mempersiapkan diri untuk kepindahannya.


"Kata kakak Ku banyak kesempatan kerja disana. bisa sambil kuliah lagi." jawab siska riang. kemudian mengeluarkan buku latihan soal Dari tasnya.


"Eh Aku daftar kuliah dimalang lho." kata Surya seraya menyodorkan brosur kampus. "Ayo ikut daftar." bujuknya.


"Kamu mau ambil jurusan apa?" Siska bertanya sekenanya.


"Bahasa Dan Sasrta. Aku mau jadi duta besar." kata Surya bersemanggat.


"Semanggat belajarnya kalau gitu, Aku domain semoga diterima."


"Kamu gak mau ikut Aku kuliah dimalang?" mendengar pertanyaan itu, Siska mengeleng. "Udin, Abdul Sama Novi juga daftar ke Malang." tambahnya, Masih berharap Siska berubah fikiran.


"Nah itu uda banyak temennya." kata siska sambil tersenyum. "Kalau Di Malang Gak Ada Yang jagain Aku. trus biaya hidupnya Mahal. Buat Aku paling enak emang ke Jakarta, Ada kakakku ini."


"Kan Kita bisa saling jaga di Malang nanti."


Begitulan perbincangan yang terus berulang diantar keduanya. Hingga ahirnya mereka berpindah sesuai pilihan masing masing.


Diawal perpindahan mereka masih saling berkomunikasi. Bahkan berjanji untuk bertemu Saat Siska telah mendapatkan pekerjaan Dan mendapat tugas ke daerah jawa Timur.


Semakin seeing bertemu Siska membuat Yudha memiliki tangung jawab Yang besar untuk selalu menjaganya. Surya ingin memberikan Yang terbaik untuk Siska. Untuk mewujudkannya Surya memilih lebih fokus pada kuliah dan kegiatan organisasi, namun tanpa ia sedari jika itu membuat Siska merasa diacuhkan.


Dan Saat itulah Yudha mendekati Siska. Andai saja waktu itu dirinya lebih bijak Dalam bersikap terhadap Siska, tentu tidak akan ada nama Yudha dalam kamus Siska.


Surya mengetahui perjuangan hidup Siska Yang harus mengurus anak anaknya seorang diri. Dan itu semua disebabkan Oleh Yudha. Dimana Yudha adalah orang Yang melarwngnya mendekati Siska Dan bersumpah Akan membahagiakannya. namun Yang terjadi adalah sebaliknya.


Saat ini, Surya Masih tidak yakin jika Yudha telah berubah Dan bisa menghadirkan kebahagiaan untuk siska. Maka Surya meminta bantuan bang tigor untuk mengawasi Yudha Dan membantunya untuk menjaga Siska.

__ADS_1


Kini dia kembali untuk membayar kesalahan ya pada masa lalu. Saat ini dirinya telah mampu untuk menjaga Dan melindungi Siska secara nyata.


__ADS_2