Ru-meet

Ru-meet
Persiapan Reuni


__ADS_3

Pagi ini Siska dan Yudha kembali menitipkan anak anak mereka kepada Dimas dan Nita. Sebenarnya bisa saja kedua anak itu ikut ke toko seperti biasanya. Berhubung ini masih libur dan anak anak tidak mau berpisah dengan Didi maka terpaksa mereka dititipkan.


Pagi ini Siska memulai rencananya untuk memberikan kursus bahasa inggris kepada karyawannya. Dan tentu saja mereka menyambutnya dengan senang hati.


Kursue ini diadakan setiap pagi setelah membersihkan Toko. itupun hanya mengambil waktu empat pulih lima menit. Karyawan dibagi menjadi dua kelompok yang akan bergantian mengikuti kursus di hari yang berbeda. Hari ini Enam orang termasuk Tono dan Yati.


Pemberian kursus dilakukan di ruang istirahat. dimana sudah tersedia papan tulis yang sering digunakan untuk rapat bulanan.


"Good morning, Selamat pagi." kata Siska membuka kelas hari ini.


"Good morning." jawab mereka kompak.


"How are you today? Apa kabar hari ini?" pancing Siska lagi, untuk melihat sejauh mana kemampuan berbicara dengan bahasa ingris para karyawannya."


"Good."


"Baik buk."


"Linu buk habis bersih bersih." Kata tono dismbut tawa dari teman temannya.


Sesuai kebutuhan Toko, Siska akan mengajar dengan metode menulis mengartikan dan berbicara. Setiap karyawan telah diberikan satu buku tulis dan alat tulis. Siska akan memberikn contoh percakapan dituliskan dipapan tulis. Kemudian akan dicatat oleh mereka, selanjutnya mereka bertugas untuk mencari arti bisa dibagi bisa berkelompok. Setelah mengetahui artinya, Siska akan mengajarkan pengucapannya selanjutnya mereka mempraktekan percakapan tersebut.


Setelah menjelaskan metode yang akan dipakai hingga Karyawannya mengerti. Siska mulai menuliskan kaliman percakan dipapan tulis. kali ini dia memilih tema istirahat makan siang.


Para karyawan begitu bersemanggat. Apalagi pembwaan Siska yang santai dan bershabat membuat para karyawan lebih cepat memahami.


"Coba kalau dulu bu siska jadi guru bahasa inggris SMP saya. pasti saya sudah lancar bahasa inggris." celetuk Tono, membuat semua kembali tertawa.


mendengar celetukan Tono. Siska langsung meminta Tono untuk membaca kalimat yang sudah diartikan. Tanpa malu malu Tono segera membaca kalimat kalimat itu. Dengan aksen jawa yang kental.


Sesaat diawal teman temannya menertawai. namun Siska memaksa Tono untuk tetap membacanya hingga ahir. meski banyak kesalahan. Siska sengaja melakukannya untuk membangun kepercayaan diri para karyawan.


"Karena kita orang jawa jadi masih kebawa logat jawanya. gak papa itu sudah bagus tono. terimakasih." kata Siska disambut dengan tepukan gemuruh karyawannya.


"Selanjutny kqlian hafalkan dirumah atau saat istirahat nanti. pertemuan dua hari lagi kalian berpasangan mempraktekan percakapan tersebut." kata siska. lalu menyudahi pertemuan ini.


***


Satu persatu karyawan meninggalkan ruang istirahat untuk kembali bekerja pada posisi masing masing.


Siska terlihat sedang membersihkan papan tulis. Awalnya Siska ingin membiarkan tulisan itu tetap di papan tulis. Maka ia biarkan karyawannya untuk langsung kembali bekerja. Namun setelah ia pikir, akan lebih baik jika menuliskan sesuatu yang baru esok.


Yudha yang sedari tadi memoerhatikan istrinya, kini menghampiri dan memberi pelukan dari belakang.


"Terimakasih sayang. Untuk mengajari mereka." kata Yudha


"Aku senang bisa berbagi lagi. uda lama gak ngajar." kata Siska sambil membalikkan tubuhnya. Menatap suaminya dan berusaha melamaskan pelukannya.

__ADS_1


"Mereka bersemanggat dan sudah mulai belajar membaca. Sangat bagus."


"Pastilah, dengan guru sepandai kamu, pasti mereka akan cepat terampil." kata yudha kemudian memegangi pipi istrinya. "Apalagi gurunya cantik."


Siska tersenyum "Kalau bagus terus, bisa jadi sebulan aja mereka uda lancar."


"Bagus, kalau gitu." jawab Yudha.


Siska telah selesai mengemasi barangnya, dan bersiap untuk memeriksa laporan keuangan yang ia abaikan beberapa hari ini. Siska berjalan ke salah satu meja, diikuti oleh Yudha.


"Kami gak kontrol bagian produksi Mas?"


"Sudah tadi. sekarang aku mau menemani istri ku mengerjakan tugasnya." kata yudha sembari duduk dihadapan Siska. Kemudian Siska melirik Yudha sinis.


"Hahaha..., Aku akan kembali bekerja tapi setelah menanyakan sesuatu pada istriku."


"Apa?" Kata Siska cepat.


"Emmmm...," Sepertinya Yudhe ragu melanjutkan pertanyaannya. Siska menatap Yudha menantikan pertanyaan itu.


"Soal Reuni kelompok teater mu."


"Oh, aku tidak ikut."


"Kenapa?" kata Yudha tak menyangka siska menolah untuk pergi. "Aku mengizinkan kok. memangnya kamu gak mau ketemu teman temanmu?"


Yudha paham jika kelomok teater itu adalah salah satu support sistem bagi istrinya. Dan dia juga tahu jika selama beberapa tahun belakangan Siska menghindari mereka. Maka kini saatnya Siska untuk kembali mendapatkan salah satu support sistemnya lagi. Yudha mengesampingkan egonya terkait keberadaan Surya di kelompok tersebut.


Yudha bangkit dari temoat duduknya. kemudian berjalan ke arah siska. memegang pundah siska dari belakang.


"Maafkan aku ya." Kata Yudha, menyadari bahwa perlakukan yang diterima istrinya dulu adalah karena ulahnya yang meninggalkan siska sendirian.


"Sudahlah, itu sudah berlalu." siska engan membahasnya kemudian sibuk membuka file file lain di tabletnya.


"Kalau begitu, mari kita hadir bersama ke reuni itu. bolehkan?" Ajak Yudha.


Siska menghentikan kegiatnnya. dan meminta Yudha untuk duduk di sampingnya. Mereka saling bertukar pandangan. dan Yudha memegang tangan Siska.


"Aku ada disini sekarang, kamu tidak usah takut. Aku akan selalu membelamu kapanoun dan dimanapun." Kata kata yudha membuat siska berubah pikiran.


"Baiklah nanti aku tanya Dimas untuk mendaftar." kata siska tersenyum lebar.


***


Selama liburan, Siska dan Yudha bekrja hingga jam makan siang. Setelah itu mereka akan pulang dan makan dirumah. Kemudian mengajak jalan jalan anak anak dan keluarga Dimas.


Kini mereka barusaja turun dari mobil kemudian berjalan menaiki teras rumah. Setelah diperhatikan rasanya sudah lama tidak membersihkan rumah. kaca jendela mulai kusam dan rumput dihalaman sudah mulai meninggi.

__ADS_1


"Ahir minggu kita gotong royong ya mas, rumputnya uda tinggi."


"Ha apa?" agaknya yudha memikirkan sesuatu yang lain.


"Itu rumputnya sudah tinggi." kata siska sambil menunjuk rumput dihalaman rumahnya.


"Ohhhh...., iya iya." kata Yudha mencoba paham.


Didalam rumah, mereka tengah asik bermain monopoli. Begitu seru, Nita berperan sebagai bank bersama dengan Lili. dan yang lainnya sebagai pelaku.


Dilihat sekilas, wajah Lili sangat puas karena menguasai banyak uang. Ketawanya adalah yang paling keras saat para pemain mendapatkan hukuman maupun denda.


Sementara Lisa dan Didi berusaha menytukan kekuatan untuk mengalahkan keberuntungan Dimas. yang sedari tadi mendapatkan banyak keuntungan karena dua bocah itu melewati tanah miliknya di permainan ini.


Keseruan terhenti karena kedatangan Siska dan Yudha.


"Ayah ikut ya." kata yudha begitu sampai ruang keluarga.


"Gak boleh ayah permainan sudah perjalan." larang Lili, merasa diri nyalah pemegng kuasa. "Ayah nonton aja dulu sam ibu." tambahnya.


Melihat tingkah bocah gempal itu, seisi rumah tertawa. Maka Siska dan Yudha duduk di sova dan memperhtikan mereka bermain. sesekali menjadi kompor sehingga permainan menjadi semakin panas.


"Udalah mainnya besok lagi." Didi yang sedari tadi terus saja mengeluarkan uang untuk membayar pajak merasa kalah dan menyerah."


"Hahahaha...., payah ah didi." celetuk Lili. sambil mengibas kibaskan uang mainan. "Kaya aku dong jadi bang."


"Kak Lisa uda yuk mainnya, ibu sama bapak sudah datang, kit jlan jalan." Didi merayu Lisa akan mau menghentikan permainan.


"Tunggu sebentar Didi kaka habis ini menang dari oom Dimas." Kata Lisa sambil memperhatikan langkan Dimas yang akan berhenti di tanahnya. dan...." yeyeye oom harus bayar." kata Lisa, prediksinya tepat, Dimas berhenti pada tanahnya yang memiliki banyak aset, hingga menguras semua uang Dimas.


"Haahahahahahah....." Lili kembali tertawa melihat Dimas mengeluarkan semua uangnya untuk Lisa.


"Haduh, oom kalah ini." kata Dimas disela sela tawa mereka. "Kita sudahi dulu mainnya ya."


"Okay, berarti aku pemenangnya." kata Lisa bahagia.


Setelah merapikan mainan, anak anak diminta berganti pakaian. Nita menemani mereka. Agaknya Nita telah mengambil hati Lisa dan Lili, hingga memaksa Nita untuk menemani mereka berganti baju.


Dimas yang sudah siap, bergabung dengan Siska dan Yudha yang kini sedang menyaksikan acara talkshow santai di televisi.


"Dimas reuninya kapan?" tanya siska begitu dinas duduk di sova.


"kamis jumat minggu depan mbak."


"Kita ikut ya! kamu yang daftarin."


"Beneran mbak?" tanya Dimas ragu, kemudian menatap wajah Yudha.

__ADS_1


"Iya Dim, biar seru kita semua pergi." Kata Yudha Mantab.


"Okay mas kalau gitu. aku daftarin sekarang."


__ADS_2