
....
Malam kian ralut, masih terdengar suara musik dari arah kolam renang. Sepertinya belum ada tanda tanda acara usai.
Sementara di ruang tamu kamar Ali, mereka masih saling diam, menunggu tanggapan Siska.
"Aku marah padamu Surya," akhirnya Siska memulai berbicara. "Saat mas Yudha mengatakan jika jangkung yang ia kenal adalah Surya, kami sempat bertengar saat kau secara sengaja menemuiku di mall. Sejak saat itu aku terus mencari apa sebenarnya tujuan mu? sampai ahirnya malam ini kau mengakuinya." Siska menarik nafas panjang.
"Maafkan aku menghilang empat tahun ini dari kalian. Aku rasa kalian tahu alasannya." tentu yang dimaksud siska adalah pembulian pada dirinya disaat reuni empat tahun lalu. walaupun keempat sahabatnya tetap membelanya.
"Dulu memang aku pernah menaruh hati padamu Surya, dan aku yakin kau tahu itu." Kata Siska sambil menatap Suaminya yang terus bersedakap sambil menatap kebawah.
"Dan aku juga tahu kalau Mas Yudha pernah menghubungimu, untuk melarangmu mendekatiku."
"Aku juga meminta maaf padamu untuk itu Sur," potong Yudha.
"Benar katamu Surya," lanjut Siska. "Aku bahagia saat ini dengan kehidupanku, dan aku akan sangat menghargai jika kau tidak berusaha untuk merusaknya." Pinta Siska tegas.
"Tentu." surya berkata lirih namun terdengar oleh seluruhnya. "Tapi aku mohon, ijinkan aku menjadi teman kalian." pintanya pada Siska dan Yudha.
"Pasti sur," jawab Yudha.
Ahirnya Surya telah meluruskan hal yang selama ini menjadi masalah diantara mereka. Kini hatinya terasa ringan telah mengakui semuanya. Walaupun hatinya patah namun dia senang bisa dekat kembali dengan sahabatnya. Kali ini, surya memilih jalan yang benar.
Begitupun dengan Yudha yang sebelumnya menyimpan prasangka buruk dan menyiapkan banyak strategi untuk menghadapi Surya yang tadinya merupakan ancaman baginya, kini telah luluh dan Sungguh sudah tidak ada lagi prasangka diantara mereka.
Dimas, akhirnya bisa kembali ke jakarta dengan tenang. Karena saat ini Siska memiliki dua orang laki laki yang akan selalu menjaganya. Niatnya ke jogja bukan semata mata untuk liburan namun juga membantu siska keluar dari masalahnya. niatnya muncul sejak telepon Siska malam itu.
Waktu berlalu begitu cepat, masa remaja mereka kini telah berganti menjadi dewasa. Menuntun mereka menghadapi dan menyelesaikan permasalahan layaknya orang dewasa lainnya
Masa remaja yang berlalu penuh warna, intrik, dan perjuangan meraih mimpi dan cita cita. Kedekatan diantara mereka telah terbangun sejak lama. tuhan kini mempertemukan dan mempersatukan mereka kembali. Mampukah pengalaman dan kebersamaan mereka selama ini , melunturkan ego kedewasaan masing masing untuk menghadapi masalah yang telah menanti.
"Indah senang akhirnya kita bisa kumpul lagi." kata Indah memeluk Siska.
"Eit ada satu masalah lagi." kata Siska yang tidak membalas pelukan Indah.
__ADS_1
"Lepasin dulu indah." kata lisa sambil mengedipkan mata ke arah Ali.
Siska berdiri kemudian meminta Ali berpindah tempat duduk dengannya. Kini indah dan Ali lah yang akan disidang.
"Jadi kalian kapan mau nikah?" siska bertanya tanpa basa basi. Membuat Ali dan Indah memerah.
"Jadi kalian pacaran?" tanya Surya dan Yudha bersamaan. Kemudian tertawa dan melempar senyum. kebekuan diantara mereka perlahan mencair.
"Kita gak pacaran." kata Indah
Sejak masih bersama sama menjadi anggota aktif kelompok teater, Siska telah melihat ketertarikan diantara Indah dan Ali. Namun keduanya sama sama menutupi, dan memilih untuk menjalin hubungan dengan yang lain karena merasa akan menganggu fokus mereka dalam ber teater.
Setelah mereka semua berpisah untuk meneruskan kuliah dan tinggalah Indah sendiri yang bertahan karen masih bersekolah di Bandung. Indah menjadi sering berbagi cerita dengan Siska tentang perasaannya kepada Ali. begitupun Ali.
Siska pun menjadi penghubing diantara keduanya. hingga ahirnya mereka semakin dekat namun tidak jua mengikatkan hubungan dalam pacaran. hingga malam ini.
"Iya Aku sama Indah gak pacaran. kita deket aja."
"Belajar dari pengalaman wahai anak muda." kata Dimas yang sebenarnya seumuran dengan Indah.
"Betul!!!" jawab Surya, "Nanti keduluan Akbar."
Serentak semua menatap Surya. Meminta oenjelasan lebih dari kalimat terahirnya.
"Tenang kawan kawan, aku hanya asal bicara." kata Surya sambil menutup mulutnya.
Tanpa menunggu lebih lama. Ali yang selalu hadir dengan ide tidak biasa, langsung bersimpuh dihadapan indah. Melihat tingkah Ali, teman teman lainnya tenang menunggu adegan selanjutnya.
"Hidupmu sudah penuh warna, menjadi cahaya dan penebar tawa, sempurnakanlah itu dengan menikah denganku." Ali melamar Indah didepan teman temannya, dia mengeluarkan kotak cincin dari kantong celana, yang memang sudah ia persiapkan sejak lama.
Indah yang sudah menantinya sejak lama, segera mengangukkan kepalanya. "iya." katanya kemudian.
"Syukurlah..."
"Gitu dong dari dulu."
__ADS_1
"Makan nasi pulen sama daging kita."
"Pakain atuh cincinnya Ali."
Diambilnya cincin itu dari kotaknya. Ali mengambil tangan kiri Indah dan melingkarkan cincin silver berhiaskan berlian. Cantik menghiasi jari manis Indah.
Reuni yang penuh arti bagi lima sekawan itu. Siapa yang menyangka jika malam ini menjadi malam pengakuan satu sama lain. Kini sudah terbuka.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Tidak terdengar lagi suara musik diluar sana. Sepertinya acara sudah usai.
Siska teringan akan anak anaknya yang dititipkan nita. Mungkin mereka sudah tertidur di kamar Nita. Pasti sangat melelahkan bagi Nita menjaga tiga anak anak lincah dan aktif. Syukurlah dia memiliki ipar sepengertian Nita.
"Dim coba WA Nita, gimana kabarnya?"
"Uda mbak, mereka uda tidur di kamar katanya."
"Dimas tidur sini aja Dim," Ali yang memang tidur sendiri menawarkan keada Dimas.
"Enga ah, aku tidur di sova kamarku aja, kasin Nita sendirian. anak anak biar dikamarku aja mbak." dimas berdiri,
"Kalau gitu aku tidur sini ya." kata Surya. "Mapes balik ke kamar sekalian jagain Indah sama Ali."
"Aku kekamar ya." pamit Dimas. "Indah balek ke kamar ya. hahahah..." tambahnya sambil berlalu meninggalkan kamar Ali.
"Iya lah... kasian Tika sendirian." Kata Indah kesal. yang lain ikut tertawa.
Ahirnya Siska dan Yudha mengantar Indah ke kamarnya. Sebenarnya Ali memaksa untuk mengantarkan Indah, namun ditolak oleh yang lain, karena tidak akan selesai adegan saling mengantar, sedangkan besok harus bangun pagi untuk kegiatan Selanjutnya.
Dikamar Indah, Tika sudah menunggu kedatangan teman sekamarnya sedari tadi. Pintu kamarnya sengaja dibuka hingga terdengan suara keras dari televisi. agaknya Tika tak terbiasa dikamar hotel sendirian. untunglah Indah segera datang.
"Selamat istirahat teteh dan Mas Yudha ganteng." teriaknya dari pintu, kemudin masuk ke kamar.
Kamar siska dan Yudha tidak terlalu jauh dengan Indah. hanya bersela dua kamar. sehingga sebentar saja mereka telah sampai.
Malam ini, sepertinya semua akan tertidur nyenyak, setelah melewati malam yang berat namun melegakan. esok akan tiba dengan harapan baru. kini saatnya beristirahat
__ADS_1