
Mata Yudha Masih engan terpejam. sementara Siska sudah tertidur lelap, kepalanya disandaroan pada lengan Yudha. sedari tadi tangan Yudha terus membelai rambut istrinya. Terlihat beberapa plester menempel menutup Luka dipungung tangannya. matanya begitu damai mamandangi Siska yang begitu menghawatirkannya.
"Maafkan aku Siska." katanya lirih.
Masih teringat olehnya saat mereka bertengkar beberapa jam lalu. Banyak hal Yang tentang Surya Yang sebenarnya tidak dia ceritakan kepada Siska.
Berawal dari ketidak jujurannya tentang kenyataan jika dia telah menikah saat bertemu dengan Siska. Dan memilih untuk mendekatinya hingga Siska jatuh cinta.
Dalam hal ini, Kita tahu selain Siska ada perempuan lain yang juga terluka. Atau bahkan Kita justru menganggap Siska lah Yang bersalah, yang secara lancang merebut suami orang. Walaupun secara nyata, Yudha telah mengatakan jika dirinya membohonginya.
Pada beberapa kisah, Saat laki laki Yang telah beristri memadu kasih dengan perempuan lain dengan atau tanpa pernikahan, kebanyakan Dari Kita menganggap jika perempuan lain itu lah Yang bersalah. kemudian memberi label buruk bahkan tak segan untuk mengutuk.
Mari Kita menilik lebih dalam. Tentang siapa yang mendapat keuntungan maupun yang menderita kerugian. Bukan hanya dalam kasus siska namun pada setiap kasus yang terjadi disekitar kita.
Disadari ataupun tidak, perempuan masih diposisikan pada gender kedua. Hingga membuat Laki laki mendapatkan keistimewaan lebih banyak, seakan kebal dan terlindungi. hal ini membuat perempuan berada pada posisi rentan untuk disalahkan.
Pada ahirnya perempuan juga akan banyak mendapatkan pelabelan buruk. Misalnya saja yang terjadi Saat dulu Siska harus bekerja keluar kota dalam beberapa hari. Tetangga Akan bertanya macam macam Yang menjurus pada hal hal buruk yang disangkakan Akan dilakukannya saat berada Di luar Kota. bahkan Ada Yang melabelinya sebagai ibu Yang buruk Karena sering meninggalkan anaknya.
Padahal disini Siska juga mengalami beban Ganda, dampak dari ketidak setaraan gender tersebut. Siska harus bekerja untuk menghidupi keluarganya Dan Masih tetap harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga begitu dia tiba dirumah. mungkin sebagian besar Dari Kita juga mengalaminya. jika tidak bersyukurlah Dan tularkan Caranya kepada perempuan lain.
Saat ini telah banyak kelompok kelompok yang sadar Dan bergerak untuk mewujudkan kesetaraan gerder. Dengan melakukan pendampingan kepada perempuan Yang mengalami kekerasan berbasis gender, mendorong pemerintah agar menciptakan regulasi Yang melindungi perempuan, serta memastikan pelaku kekerasan dihukum untuk memberikan efek jera.
Namun begitu pandangan terhadap perempuan Masih belum berubah. Bahkan sesame perempuan juga didorong untuk saling membenci Dan menjatuhkan. Menganggap perempuan satu memiliki kelebihan dari pada perempuan lainnya. hingga semakin memoersulit mewujudkan kesetaraan gender.
Kita jelas setuju jika istri pertama Yudha adalah korban. Tapi apakah Siska maupun Yudha adalah pelaku? pertanyaan itu Akan terjawab pada bab bab selanjutnya.
__ADS_1
Kembali pada Yudha yang masih terus memandangi Siska. Sebenarnya dirinya juga lelah, apalagi setelah melewati pertengkaran tadi sore. namun otaknya Masih terus penasaran tentang Surya.
Dalam ingatan Yudha, dirinya sangat sering memperingatkan Surya untuk tidak menganggu Siska. hal itu ia lakukan melalui telepon Dan pesan singkat. Sebenarnya Selain Surya beberapa teman laki laki Siska Yang lain juga sering ia peringatan jika dirinya sudah melihat Ada ketertarikan Dari laki laki tersebut kepada Siska. Tapi Dari semuanya, Suryalah Yang paling tidak mau menyerah, seperti apapun keadaan Siska Saat itu.
Sesuatu Yang sangat tidak ia harapkan. Saat Siska menceritakan pertemuan ya dengan Surya, Yang terjadi secara tidak sengaja. "Tidak Ada Yang kebetulan didunia ini." gumannya.
Tak ingin ada sesuatu yang mengancam kebersamaannya dengan Siska. maka harus Ada hal dia lakukan. sebuah langkah serius untuk menghindar Dari Surya selama lamanya. orang Yang sangat ia kenal tapi belum pernah ia jumpai. apakah ini saatnya is menemui dan memberi peringatan.
Otaknya mulai menyusun rencana. Pertama dia harus tahu dimana keberadaan Surya, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin agar bisa tahu kelemahannya. Setelah itu dirinya akan menemui Surya. Tentu tanpa sepengetahuan Siska. Tapi siapa Yang bisa membantunya?
Disaat harus berfikir keras seperti sekarang ini, dirinya sangat membutuhkan rokok. Maka Yudha memutuskan untuk berpindah ke balkon kamarnya agar bisa berfikir lebih jernih sambil menghisap kretek.
Perlahan dipindahnya kepala Siska ke bantal agar tidak membangunkannya. Kini dia bersiap beranjak Dari tempat tidur. Sebuah kecupan is tinggalkan dikening istrinya.
"Mau kemana?" siska sedikit tersadar
"Jangan kemalangan tidurnya." Kata siska, sambil menatap sayu suaminya. kemudian terpejam lagi.
"Iya." Yudha kembali mengecup kening Siska. Kemudian beranjak tak lupa meraih smartphone nya diatas meja dekat lampu.
***
Sudah lebih dari setengah jam Yudha duduk disebuah kursi Rotan diujung balkon. Sebatang rokok tengah ia hisap. kemudian mengepulkan asapnya ke udara. begitu terus berulang, San sekarang giliran rokok ke enam. sesekali mengetukkan abunya pada asbak.
Beberapa Nama terlintas dalam otaknya. namun apakah mereka bisa membantunya? sebenarnya Dimas Yang kebetulan Akan datang sangat bisa memberikan banyak informasi. bisa juga Bang Tigor Yang jelas jelas menguasai Jogja. tapi Yang Yudha butuhkan adalah seseorang Yang tidak Terlalu dekat dengan keluarga kecilnya.
__ADS_1
Dirinya terus berfikir, dirinya membutuhkan Agen. "Nah, iya Agen itu" matanya membulat penuh semanggat. diletakkan ya puntung rokok terahir ke asbak. Ahirnya dia menemukan siapa Yang pasti bisa membantunya. Dia adalah si Agen yang membantunya menemukan rumah ini. kerjanya bagus, cekatan Dan tidak Terlalu dekat dengan keluarga kecilnya. Sangat cocok untuk urusan sidik menyelidik. pengalaman menyelidik nya juga cukup bagus, menurut cerita Yang dulu dia sampaikan ke pada Yudha.
Kini Yudha mencoba menghubungi nomor Agen itu, Kevin itulah namanya. Yudha yakin orang sepertinya belum tidur walau sudah tengah Malam seperti sekarang. tak perlu menunggu lama, panggilannya langsung dijawab.
"Malam Pak Yudha." suara Kevin sangat bersemanggat. sayup sayup terdengar suara akustik risalah hati milik dewa.
"Saya butuh bantuan Kamu."
"Tengah Malam begini Pak?" terdengar lolongan anjing.
"Tidak harus dikerjakan malam ini."
"Ohhh, apa itu pak?"
"Carikan saya informasi seseorang bernama Surya, selengkap lengkapnya."
"Surya yang mana Pak?" mendengar pertanyaan Agen, Yudha terdiam. Tidak Ada hal lain yang dia tahu tentang laki laki itu, kecuali namanya. fotonyapun tidak pernah ia dapatkan.
"Kumpukan saja semua orang bernama Surya. saya hanya tahu namanya. dia bertemu dengan istri saya siang tadi Di mall."
"Selingkuhan ibu siska?"
"hus, sembarangan Kamu. Bukan!!! mana mungkin istri saya seperti itu."
"kenapa tidak Tanya saja ke istri bapak? kalau Bukan selingkuhan."
__ADS_1
"Sudahlah pokoknya carikan saja. saya tunggu lapornnya."
Yudha menutup teleponnya setelah Kevin menyangupi tugas Yang ia berikan. Kini Yudha bersiap kembali ke perpaduan.