Ru-meet

Ru-meet
Rindu Dimas


__ADS_3

Siska sedang menata display pada estalase tokonya. Memperbarui informasi tentang promo mingguan. Hingga tiba dititik tempat aster putih Dari teman suaminya diletakkan. Bunga itu Masih Segar Karena diganti airnya setiap Hari. tapi sejujurnya hati Siska menjadi bergemuruh tiap kali menyadari keberadaan Bunga itu.


Sangat berbeda dengan kebiasannya. Yang selalu tenang saat melihat bunga aster. Ada niatan untuk mengeluarkan bunga itu dari tokonya.


"Tono, nanti tolong pindahin Bunga ini keluar ya."


"injih buk"


" permisi." Suara halus itu berasal dari pintu masuk. tampak seorang perempuan berkulit putih dengan rambut disanggul modern. mengenakan setelah baju batik Pas badan.


"Mangga mangga, silahkan, mau telur Asin berapa kontak buk?" Kata Tono langsung tanggap.


"Em ini saya nak ta...,"


"Silahkan buk, ini dicicipi, kalau Masih Ragu." Kata Tono sambil menyodirkan telur Asin Yang sudah dibelah. "Toko kami memberikan kwalitas telur Asin terbaik, yang diolah secara traditional dengan mempertahankan Rasa Yang khas. Nah kebetulan Hari ini sedang Ada promo, Beli Lima kotak gratis satu kotak, plus foto Sama saya."


"Iya pakcik saye percaye, ini pastilah sedap. tapi saye mau ta...?"


"Ibu mau tahu apa? Cara pembuatannya? oh tidak bisa itu rahasia perusahaan."


"Bukan itulah pakcik"


"Jadi opo buk?"


"Betulkah ini toko telur Asin Yudha?"


"oalah buk..., ya bener buk. toko telur Asin terenak berkwalitas Dan terbaik seantero yogjakarta."


"Kalau begitu, bolehlah saye jumpa dengan pemiliknya?"


"O... tidak bi...sss" Kata kata Tono terpotong Oleh Siska.


"Saya pemilik toko ini buk, Ada apa ya?" Kata siska Yang kebetulan berada Di bawah.


"Puan Yudha," jawab perempuan itu. tampak kekecewaan pada raut mukanya. "Kalau begitu saye beli sepuluh kotak ya."


"Nah gitu dong buk, cas cis cus, langsung sepuluh kotak." Kata Tono kemudian mengemas pesanan pelangan pertamanya "Laris Manis tanjung kimpul."


"Sambil menunggu pesanannya silahkan duduk buk." Kata siska mempersilahkan pelangannya duduk pada kursi kayu didepan estalase.


"Sudah berapa lama toko ni berdiri."


"Baru satu tahun buk, ini memasuki tahun ke dua."


"Wah seronok ya, langsung maju pesat."


"Syukurlah buk, banyak Yang mengantungkan hidup disini. Ngomong ngomong ibu Dari Malaysia kah?" siska mencoba memastikan pelangan uniknya ini, Dari perawakan tubuhnya jelas dia orang Indonesia, tapi bahasanya kental logat melayu.


"a.... bijak sangat pemilik usahe ni. betul saya Dari Malaysia. Sedang Cari kawan lama, dia punya nama Yudha. kabarnya Ada Di Jogja."


"Buk ini pesanannya, totalnya dua ratus Lima puluh ribu rupiah. rupiah ya buk Bukan ringgit."


"Lucu lah kau punya karyawan macam ni. jadi senang saye." Kata perempuan itu sambil memberikan tiga lembar uang seratus ribuan. "kembalinya tak payah. untuk awak saje."


"Siapa Yang payah buk? ngawur ya ibu ini."

__ADS_1


"sssttt Tono, tak payah artinya Gak usah, maksudnya Gak usah dikembalikan uangnya. sisanya untuk tip Kamu." terang Siska kemudian meminta maaf kepada pelangannya.


"oalah..., Kata Tono malu. "maaf ya buk."


"hahaha....., lucu sangat dia orang." tanggapnya


"Ya sudah Sana Kamu bawakan ke mobilnya." perintah Siska. kemudian tono langsung mengantar telur ITU sampai kemobil pemiliknya.


"ha, puan Yudha saye balek dulu ya. terimakasih sangat saya bisa tertawa kat sini. sudah lama saye tak tertawa macam ni."


pamitnya kemudian keluar menuju mobilnya.


"Aneh aneh ya pelangan Kita." Kata Tono Saat kembali lagi ke Toko.


Siska telah kembali merapikan display. kini pikirannya juga sibuk terhadap pelangan uniknya tadi. Seberapa banyak orang bernama Yudha, bahkan Ada Yang berjenis kelamin perempuan.


"Kamu itu Tono, kurang kurangi cerewetnya. untung Ada ibu tadi, kalau ndak dagal laku sepuluh kotak pagi ini."


"Iyo iyo Yati seng Pinter dewek." Kata Tono sambil bersiap melayani pelangan Yang Baru masuk ke toko.


Tono menelan ludah Saat melihat orang Yang masuk ke toko memiliki tubuh tinggi berkulit hitam legam. "Pelangan Dari negara mana lagi ini?" gumannya


"Piye ini yat, pakai Bahasa apa lagi ini." yati dan Tono saling sengolan siku.


Hingga ahirnya Siska kembali Yang melayani.


***


Siska dan Yudha sedang menikmati makan siangnya. Dua mangkok bakso panas berada Di atas meja, sementar Lisa Dan lili memilih ayam goreng tepung. semuanya dibeli sekalian menjemput Lisa Dan Lili, Dan dibungkus untuk dimakan bersama Di lantai tiga toko.


Lisa Dan Lili terlihat menikmati makan siangnya Di meja Yang berbeda. mereka memilih meja Di dekat televisi sembari menonton film frozen kesukaannya.


"enga tahu yank. Gak tenang Aja rasanya."


"Masih soal mimpi tiga hari ini?"


Siska menghentikan mengaduk aduk baksonya. menatap Yudha Yang sedari tadi menatapnya.


"Tenanglah..., lihatlah mereka begitu ceria, pintar, Dan bahagia ditengah ayah ibunya."


keduanya mengalihkan pandangannya kepada Lisa Dan Lili. kemudian Siska menghembuskan nafas lega. tapi hati kecilnya Masih bergemuruh.


"Oh iya, Aku pindahin keluar Bunga aster Dari temanmu. jantungku jadi bergemuruh kalau melihatnya."


Yudha hanya mengangguk. tidak Terlalu memopermasalahkan hal itu.


"Sayang,"


"Masih Ada Yang menganjal, keluaran semuanya Aku siap mendengarkannya."


"Minggu depan Aku mau melatih karyawan Bahasa inggris."


"Bagus, tapi kenapa tiba tiba?


"Tadi Ada pelangan Dari Malaysia Sama America, Kan Akan lebih baik kalau karyawan bisa melayani paling tidak pakai Bahasa inggris sederhana."

__ADS_1


"Setuju sayang. nanti pakai ruangan Di Dalam saja, biar nyaman. trus disusun jadwalnya biar tidak ganggu pekerjaan mereka."


"Kamu Yang atur jadwalnya ya."


"SIAP." Kata Yudha sambil menunjukkan sikap hormat. "akan Aku susun agar tidak menganggu jadwalku berduaan dengan istriku." Yudha tersenyum manja.


"Ada lagi."


"APA?" Kali ini Yudha membelai pipi istrinya.


"Kamu punya temen orang Malaysia?" Yudha mengeleng mendengar pertanyaan Siska.


"Iya si, Aku rasa orang lain Yang juga bernama Yudha yg dicari orang Malaysia itu."


"Ada orang Cari Aku?"


"Tadi Ada perempuan Dari Malaysia, cantik banget nyari temennya namanya Yudha." agaknya Siska sedikit cemburu.


"Orang lain pasti itu. mana kenal Aku orang Malaysia. lagian Yang paling cantik hanya Siska seorang." Yudha mencoba menenangkan istrinya. hatinya juga tidak ingin tahu siapa yang mencarinya. apakah benar dirinya atau orang lain. dia tidak peduli.


Keduanya kini kembali menikmati bakso yang mulai dingin. namun lagi lagi Yudha mendapati istrinya mengaduk aduk maklngkuknya tak berarti.


Melihat itu Yudha kemudian mengambil smartphone Dan menelepon seseorang. Dia yakin orang Yang Akan diteleponnya Akan mengembalikan mood istrinya.


"Halo mas Yudha, apa kabar?" suara laki laki Dari seberang Sana. Siska mengalihkan perhatiannya begitu mendengar suara itu


"Baik, dim. lagi dimana?"


"Dirumah ini mas, siapin gerobak Baru."


"Wah tambah besar ya usaha keripik mu."


"belum sehebat Telur asin Yudha, Yang Baru setahun langsung punya toko." keduanya tertawa


"Ini Dimas, sepertinya Ada Yang Rindu Dimas." Yudha mengalihkan kamerwnya ke arah Siska


"Hai mbak. makan Yang banyak."


"Iya dimas, rindu Aku Sama Kamu."


"Belum juga setengah tahun, uda rindu Aja."


"Sini dim, Katamu mau main ke Jogja setelah Kami pindah. kapan jadinya?"


"Ahir Bulan mas. nunggu anakku libur sekolah."


"Bener dim?"


"Iya mbak. niatnya mau bikin kejutan buat mbak Siska, ini kalau dibocorin Sama mas Yudha."


"Lisa ,Lili, sini Ada om Dimas. ahir Bulan mau ke sini liburan." keduanya langsung berlari ke arah ibunya Yang barusaja memberikan berita menyenangkan.


"Hay om... "


"Halo om..."

__ADS_1


"hallo krucik krucilku, sampai ketemu ahir Bulan ya."


obrolan mereka Masih berlanjut. Yudha melihat istrinya kembali berbinar. usahanya Kali ini berhasil.


__ADS_2