Ru-meet

Ru-meet
Adik laki laki


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siangnya, Siska dan Yudha undur diri lebih dulu. layaknya orang yang baru berbaikan. Suasana selama makan siang masih cangung. hampir tidak ada oercakapan yang mewarnai, selain basa basi saling menawari makan dan berterimakasih sebelum berpamitan.


"Kami ikut reuni kelompok teater kita kan Sis? tanya Surya saat Siska akan beranjang dari tempat duduknya.


"Reuni?" tanya siska yang memang belum tahu rencana itu. "Aku masih pikir pikir, lagipula banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Ayo mas Yudha kita oulang sekarang." Pungkas Siska tak ingin memperpanjang percakapan.


"Kami duluan Bang Tigor, Surya duluan ya." pamit Yudha. Kemudian mengandeng tangan istrinya dan berjalan menuju pintu keluar.


Sementara Surya yang datang bersama Bang Tigor, terpaksa menunggui bang Tigor yang belum selesai merokok. Dan sepertinya orang disampingnya sengaja membuat lama.


Setibanya di dalam mobil. Keduanya menarik nafas panjang bersamaan kemudian menghembuskannya kuat kuat. Merasakan bersama keberhasilan mengungkapkan sosok asli Surya.


"Terimakasih ya sayang, telah membantuku siang ini." kata Yudha, menatap penuh cinta pada istrinya.


"Terimakasih juga telah percaya padaku, sayang." balas Siska.


"Sayang?"


"Jadiiiii apa kalau bukan sayang?"


"Mas Yudha," kata Yudha sambil tersenyum lebar. "Aku senang waktu kamu panggil Mas Yudha."


"ulu ulu...." Siska mengusap manja wajah suaminya. "Ya uda Mas Yudha ayo kita pulang, anak anak uda nunggu.


***


Liburan belum usai. Masih ada segudang rencana untuk mengisi hari libur. sunguh waktu yang sangat berharga. Tak sanggup rasanya berdiam diri barang semenit.


Dirumah Keluarga Yudha, Setelah makan siang. anak anak tidak sabar menunggu kedatangan Yudha dan Siska yang berjaji akan membwa mereka untuk nonton fiml marvel terbaru. Baiklah, harus kita akui, anak anak itu lebih up to date dari pada orang tua mereka.

__ADS_1


Suara mobil memasuki halaman rumah. Menyelamatkan mereka dari penantian. Mobil telah terparkir, siska dan Yudha segera keluar dari mobil untuk menjumpai anak anak dan keluarga Dimas.


Keduanya terus saja bergandengan tangan sejak turun dari mobil hingga kini berada di ruang keluarga. Melihat mereka datang anak anak langsung bersorak dan meneriakkan untuk segera pergi lagi untuk menonton film.


"Tunggu dulu pakday dan buday istirahat." Nasehat Dimas kepada anaknya.


"Gak papa Dim, kita langsung aja."


"Beneran Mas Yudha gak capek?" Dimas memastikan. "Gimana kalau aku yang nyetir aja?" lanjut Dimas menawarkan diri.


Dimas sendiri tidak tahu siapa yang mereka temui siang ini. Tetapi melihat dari garis muka keduanya, itu adalah pertemuan yang melelahkan dan menguras tenaga.


"Okay." kata Yudha tanpa Basa Basi. Kemudian menyerahkan kunci mobil kepada Dimar.


Merekapun bergegas menuju bioskop, agar tidak terlalu sore dan masih ada waktu untuk istirahat.


***


"Anak anak apakah kalian senang liburan ini?" tanya yudha setelah memesan makanan


"Senang ayah, apalagi ada Didi. Dia usil tapi lucu." kata Lisa.


"Iya ayah, bolehkan Didi tetap disini?" rengek lili manja.


"Iya ayah izinkan Didi tetap di rumah kita." Lisa menambahi.


"Anak anak dengarkan ibu, Didi kan harus sekilah, dan sekolahnya ada Di Jakarta. tidak bisa mendadak langsung memaksa Didi tinggal disini. lagipula mamah papahnya belum tentu mengizinkan."


Mendengar penjelasan ibunya, keduanya kecewa walaupun mereka sadar apa yang dikatakan adalah benar. namun mereka tidak bisa menyembunyikn kesedihannya saat membayangkan perpisahan dengan Didi nanti.

__ADS_1


"Benar kata ibu nak, liburan nanti kita bisa bertemu lagi."


"Baik ayah." kata Lisa


"Ayah, Ibu aku mau adik laki adik. Adik laki laki seperti didi." Kata Lili, tiba tiba dengan kepolosannya.


"Iya ayah, ibu...boleh ya!!!" Lisa mendukung perkataan adikkny. Bersemanggat.


"Kalian benar ingin adik laki laki?" tanya Yudha bahagia, ternyata keinginan anak anak sama dengan keinginan yang selama ini ia pendam. Anak anak mengangguk bersamaan.


"Kalau begitu nanti aya........" Yudha tidak berani melanjutkan kata katanya, begitu melihat wajah tidak setuju Siska.


"Tidak ibu tidak mau." kata Siska keras. sepertinya ia tidak bisa mengendalikan emosi hingga berkata dengan suara sekeras itu. Anak anak kaget melihat ibunya.


"Tenanglah." bisik Yudha sambil merangkul pundah istrinya. tak ingin anak anknya ketakutan dan juga sisk kehilangan kontrol diri.


"Maaf, maksud ibu, pekerjaan ibu dan ayah masih banyak. nanti siapa yang akan menjaga adik kalau ada adik lagi. Dan yang paling penting saat ini sudah ada Lili dan Lisa yang bisa saling mengerti dan melengkapi satu sama lain." Kata Siska sesaat setelah tenang.


"Baik ibu." suara Lisa dan Lili pelan.


Untunglah pelayan datang disaat yang tepat, rengan membawa makanan yang telah mereka pesan. pelayan meletakkan satu persatu piring berisi menu faforit rumah makan ini. kemudian memersilhkan pelangannya untuk menikmati hidangan mereka, dan pergi meninggalkan meja.


"Yuk yuk sekarang dimakan dulu, ini punya Lili pakai sendoknya. nahhh ini untuk Lisa spesial..." kata Yudha kembali menghangatkan suasana.


"Ibu ayo makan pesanan ibu, Mau Ayah suap?" goda Yudha pada Siska yang masih terlihat memikirkan sesuatu.


Siska melemparkan pandangannya pad Yudha kemudian membuka mulutnya. Segera Yudha mengambil nasi goreng dipiring Siska dan menyuapinya. Melihat hal tersebut membuat anak anaknya melupakan suara tingii ibunya tadi.


"Terimakasih, ibu lanjutkan sendiri...." kata Siska pelan sambil melempar senyum dan mengedipkan mata kanannya pada Lisa dan Lili yang kini menatap mereka.

__ADS_1


Saat mereka menikmati makan malamnya, Dimas dan keluargnya baru saja bergabung. Menambah hanggat suasana. Agaknya sebagian besar penonton kedinginan hingga mengantri ke toilet.


***


__ADS_2