Ru-meet

Ru-meet
Luka lama


__ADS_3

Siang ini Siska mengajak Indah berbelanja kebutuhan toko. Biasanya yang menemani adalah Yati, namun kali ini belanja dilakukan Setelah pulang dari tempat sablon. Bagasi mobil sudah penuh dengan tumpukan plastik yang telah di sablon. Siska mengemudikan mobilnya pelan.


Mereka sudah berada di dalam swalayan. Indah memilih untuk mendorong troli dan siska berjalan didepannya, menarik troli ke stand barang yang diperlukan.


Belanjaan kebutuhan toko bulan ini lebih banyak dari biasanya. Siska mengeluarkan list belanjan dari dalam tasnya. Kemudian memasukan barang yang mereka butuhkan.


Untunglah mereka tiba di waktu yang tepat. Siang ini suasana sedang lengang. Sehingga Siska dengan cepat memenuhi trolinya. Setengah jam kemudian, mereka sudah berada di antrian kasir.


"Totalnya Delapan ratus empat puluh dua ribu rupiah." kata kasir


"Pakai debit ya mas." Siska menyerahkan ATM kepada kasir


"silahkan masukkan pinnya buk." kata kqsir sambil menyerahkan mesin gesek ATM


Setelah menerima struk, siska menyimpannya dengan rapi di dalam tasnya kemudian beranjak meninggalkan kasir.


"Teteh kita beli boba es ya." Ajak Indah yang masih mendorong troli.


"Ayok. Bungkusin buat anak toko sekalian."


Mereka menuju stand boba es tak jauh dari swalayan. Terlihat oleh mereka seorang perempuan yang mengantri didepannya. Tangan perempuan tersebut terus mengelus elus perutnya yang buncit namun belum terlalu besar.


"Makasih mbak." kata perempuan tersebut kemudian berlalu.


Kini giliran kami, penjaga stand menyapa ramah dan menanyakan apa yang akan kami pesan.


"Mbak mau taro, topping boba, es sedikit." kata Indah tanpa melepaskan tangannya dari troli.


"Saya manggo smoothly mbak. tanpa topping." kata Siska setelah melihat lihat menu. "Sama boba brown sugarnya empat belas ya."


Pelayan mengulangi pesanan dan memberikn total harga. Kali ini siska membayarnya dengan uang tunai. tak beberapa lama pesanan mereka telah siap. Siska memasukkannya ke troli dan bersiap menuju tempat paskir.


"Tega kamu ya mas." terdengar terikan di sebuah rumah makan di dalam swalayan tersebut.


Siska dan Indah yang kebetulan menyaksikan menghentikan langkahnya. Melihat perempuan yang tadi mengantri didepan mereka baru saja menampar seorang laki laki. Laki laki itu duduk didepan seorang perempuan yang sedikit lebih tua, dimana perempuan tersebut juga berperut besar.


"Kamu bilang kamu uda tinggalin dia, tapi apa dia palah hamil begini." kata perempuan yang duduk didepan laki laki itu.

__ADS_1


Selain siska dan Indah, pengunjung swalayan yang berada disekitar mereka juga menyempatkan untuk melihat situasi layaknya sinetron.


Pertengkaran diantara ketiganya makin tak terbendung. Hingga menjadi perhatian seluruh pengunjung yang kebetulan lewat. Hingga ahirnya security datang dan melerai sebelum terjadi kekerasan fisik.


"Teteh!!!" Indah ikut berteriak, saat tiba tiba Siska terjatuh dan pingsan. Sontak membuat konsentrasi pengunjung terpecah. Beberapa berlari untuk menolong Siska. kemudian mengangkat tubuh siska ke kursi milik restoran


Indah mencoba membuat Siska siuman. Segala macam cara dilakukan. "Teteh plis ayo bangun."guman Indah.


Siska mulai membuka matanya pelan. Orang orang yang menolongnya telah kembali menjalankan aktifitas mereka. Kini yang menunguinya adalah Indah dan satu pelayan restoran. Yang dari tadi diminta menghubungi Yudha.


"Teteh kenapa Ndah?" kata siska pelan sambil mencoba untuk duduk.


"Pelan pelan teh, tadi teteh pingsan." kata indah sambil memapah Siska agar bisa duduk.


Pelayan restoran memberikan Indah segelas air putih untuk diminum Siska. Siska meneguk sedikit air dalam gelas. kemudian meletakkan gelas pada meja didekatnya.


"Saya Yudha, istri saya pingsan tadi." terdengar suara Yudha dari luar restoran. Yudha berlari mencari keberadaan istrinya saat ini, setelah mengetahui dimana Siska berada Yudha langsung masuk ke dalam restoran.


Terlihat Siska sedang terduduk lemas. Indah yang melihat kedatangan Yudha segera berdiri agar yudha melihat mereka yang berada di bagian belakang restoran.


"Tadi habis kita belanja lewat sini, ada suami istri berantem, sampai pukul pukulan, gak sengaja lihat, habis itu teteh pingsan." terang Indah.


Siska masih terduduk lemas, pandangannya kosong entah sedang memikirkan apa. Hinga ia tidak sadar kedatangan suaminya.


Yudha memerang pelan tangan istrinya. "Sayang." pangilnya lirih. "Aku disini, aku jagain kamu."


Siska mengalihkan pandangannya kearah suaminya. Tanpa berkata kata, kemudian kembali memandang lurus kedepan. Air matanya mulai mengalir, menangis tampa kata kata.


"Teteh...," kata Indah kemudian duduk disisis lain Siska. Menyadari sahabatnya duduk, Siska memeluknya, dan tumpahlah seluruh rasa yang ada di hatinya.


"Aku mau pulang mas." kata Siska setelah beberapa saat memeluk Indah.


"Iya ayo kita pulang," Yudha menuntun istrinya.


Indah mengemasi barang barang mereka kemudian berjalan dibelakang bersama Bang Tigor yang sedari tadi menemani Yudha. tak lupa mereka berterimakasih kepada pihak restoran.


***

__ADS_1


Sepanjang jalan, Yudha menemani siska duduk di bangku belakang. Memeluk pundak istrinya, sehingga Siska dapat menyandarkan kepalanya di dada yudha.


"Bang Tigor, kit ke toko aja bang." kata Siska lirih. tidak mungkin rasanya ia pulang dengan suasana hati seperti ini. Yang ada justru akan membuat orang dirumah khawatir.


"Benar kamu mau ketoko sayang? gak mau istirahat aja?" tanya Yudha masih khawatir.


"Iya mas, Aku mau istirahat di lantai tiga aja."


"Baiklah." kata yudha sambil mengeratkan pelukannya.


Tanpa banyak bertanya Tigor mengarahkan mobil ke toko telur asin. Selanjutnya suasana kembali sepi. masing masing lebih banyak diam, walaupun dalam pikiran mereka ada banyak pertanyaan. namun mqsing masing memilih untuk memendamnya dan menunggu waktu yang teoat untuk mendapatkan jawaban


Siska kembali memejamkan matanya. ya itu lebih baik baginya, ingin rasanya mehentikan otaknya untuk berfikir saat ini. begitu sakit. kejadian tadi kembali mengores luka lama di hatinya.


"Kamu baik baik saja Sayang?" kata yudha yang melihat istrinya terpejam.


"Iya aku baik baik saja, mataku hanya berat." kata siska sambil tetap memejamkan mata.


Indah yang juga khawatir menoleh ke belakang. "Aa Yudha, ini minyak kalau teteh mau pakai."


"Makasih Indah," kata Yudha, sambil menerima minyak yang diberikan Indah. sekilas yudha memperhatikan kemasannya, minyak yang selalu Siska pakai. Dalam hati yudha bersyukur mendapatkan istri yang memiliki banyak sahabat yang mengerti.


"Kita sudah sampai," kata Tigor setelah menghentikan mobil.


"Sayang, kita turun ya." kata yudha


Mendengar perkataan suaminya Siska menegakkan kepalanya.merapikn baju dan bersiap untuk turun.


"Kau antar saja Siska ke atas, biar yang lain kami yang urus." kata Tigor memberikan perintah.


"Iya bang makasih ya."


"Indah nanti keatas ya." pesan siska sebelum turun dari mobil.


"iya teh, indah beresin ini dulu baru nanti nyusul ya." kata indah sambil memegang tangan Siska yang baru saja turun dari mobil.


Yudha mengandeng tangan istrinya, melalui pintu samping masuk ke toko agar tidak menganggu kegiatan jual beli, seperti biasa toko selalu ramai

__ADS_1


__ADS_2