Ru-meet

Ru-meet
Cinta terahir


__ADS_3

Cinta adalah ketika hatimu berbunga bunga hingga membuat aliran darahmu bekerj lebih cepat mengedarkan energi keseluruh tubuh, janjungpun tak bisa berhenti untuk berdegup kencang, serasa ingin meledak.


Rindu adalah ketika kamu tak bisa memalingkan pikiranmu tentang dia yang selalu bertingkah lucu membuatmu tersipu dan ingin selalu berlaku manja kepadanya. Disetuap waktu, tempat, dan suasasana.


Sepi adalah rasa kehilangan dalam dirimu. Kerena dia bukannya menyapa tapi berlalu begitu saja. Karena diabtak lagi mengajakmu bercengkrama. juga karena dia tidak juga mengabari. Hingga ras rindu ini akan terus menyiksa.


Lucu adalah saat seseorang yang mencintai menyimpan rindu yang tak dimengerti, hingga yang ada hanyalah sepi. Namun hatinya terus bergemuruh tak bisa berkonsentrasi.


Cinta bisa datang kapanpun dia mau, juga kepad siappun yang diinginkan. Tidak mengenal kasta, harta dan rupa. Cinta merupakan rasa alamiah yang akan ada dalam setiap insan didunia. dan Cinta pulalah yang akan merubah seseorang.


Itulah yang terjadi pada Yudha. Laki laki dengan dengan sejuta cerita tentang cinta. Cinta yang pernah membuatnya bersemanggat mengejar cita, cinta yang pernah membunuh dirinya hingga membuatnya terluka dan melukai, dan cinta juga yang memberikan penawar untuk lukanya dimasa lalu.


Sejatiny Yudha adalah laki laki yang sangat bertangung jawab. Hanya saja masa muda memaksanya untuk memilih langkah yang sulit. Membuatnya harus terus jatuh bangun untuk memahami arti hidup dengan cinta.


Pernah dirinya mendapatkan cinta pertama yang begitu Indah, dan mendapatkah semanggat karenanya. Diusia itu, saat Yudha masih sangat berapi api untuk meraih mimpi. Sebenarnya langkah yang di ambil waktu itu adalah sebuah kebenaran.


Namun yang perlu kita ingat, Cinta selalu melibatkan dua hati. Maka harus ada kata hasing agar bisa mewujudkan harmoni. Cinta tidak melulu tentang serasi, karena serasi akan mengikuti saat keduanya saling memahami.


Tanpa itu cinta hanyalah kiasan untuk menutupi keangkuhan. Maka cinta pertama yudha kandas. dan meninggalkan luka yang sangat membekas.


Perihnya cinta yang dia rasakan saat itu, dilampiaskan dengan menyakiti banyak wanita. menebar pesona dan janji palsu. Termasuk Angun, Wanita sepadan yang ia nikahi dan menjadi ibu dari tiga anak anaknya dalam pernikahan pertama mereka.


Bagi keduanya pernikahan itu adalah neraka. Tiada hari tanpa beradu kata. Rumah mereka bagaikan medan perang yang sudah sangat rapuh sedari awal. Namun tidak ada yang mampu mengahiri karen ingin terus menyakiti. Rupanya cinta sudah berubah menjadi dengki.


Cinta Siska hadir menjadi penawar bagi sakit hati Yudha. Menyelamatkan mereka dari kedengkian yang jika dibiarkan akan menjadi kematian. Rumah tangga tanpa cinta harus segera diahiri, jika tidak hanya akan saling menyakiti. Bukan karena bosan tapi untuk saling menyelamatkan.


Banyak pasangan suami istri diluar sana yang terus bertahan dalam ikatan pernikahan. Padahal mereka sama sama tidak menemukan kebahagiaan. Namun pandangan dan anggapan orang sekitar membuat mereka seakan akan rela untuk tetap mempertahankan bahtera yang sudah porah poranda. Ironinya banyak alasan klise yang membuat mereka takut untuk menentukan pilihan meraih kebahagiaan.


Hadirnya Siska telah mampu memberikan keberanian kepada Yudha untuk memberikan kebahagiaan pada istri pertamanya. Membuka komunikasi tentang apa yang mereka inginkan. hingga didapatkan keputusan untuk saling memaafkan dan sebuah perpisahan.


Dalam perpisahan itu, Yudha memberikan semua yang ia miliki untuk anggun dan anak anaknya. Hal terbaik yang bisa Yudha lakukan untuk menebus kesalahannya pada Angun.


Kini Yudha telah memulai kehidupan barunya bersama Siska. Yang akan terus mencintainya sejak pertama mereka berjumpa. Sepuluh tahun mereka berjuang untuk bersama. Melewati tantangan dan cobaan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Siska Arum Sasmita dengan maskawin tersebut tunai."


"sah."


"Sah."


"Sah."


Hari yang paling membuat Yudha bahagia. Yaitu hari pernikahannya dengan Siska. Sejak hari itu Yudha berjanji dalam hati dan dihadapan para saksi untuk mencintai menjaga dan melindungi Siska sepenuh hati.

__ADS_1


Enam bulan pernikahan mereka. Yudha telah berusaha untuk memberikan yang terbaik dari dirinya untuk Siska dan anak anak mereka. hingga perlahan membuat Siska yang tadinya bersikap dingin menjadi lebih hangat.


Kini, perempuan yang sangat ia cintai ada dipelukannya. Tertidur lelap melewati malam dingin di kali urang. Begitulah perjalanan cinta Yudha.


Pagi ini didalam kamar dengan nuansa alam, Yudha terus memandangi wajah istrinya. Begitu berseri secerah sinar mentari pagi ini. Tak ingin membangunkannya, Yudha terus mandangi dalam diam.


Hingga matahari meninggi. Menyingkirkan kabut pagi ini. Sinarnya menyilaukan namun memberikan semanggat pada diri setiap insan.


Diluar sana beberapa orang tengah sibuk mempersiapkan acara terahir reuni kelompok teater kami. Senam pagi dilanjutkan game berkelompok. kegiatan ini dilakukan di taman hotel.


Dua orang laki laki terlihat memasang spanduk yang dikaitkan pada dua biah pohon pinus yng berdekatan. Ada juga yang merapikan barang barang diatas meja, seoertinya adalah hadiah. Tak jauh dari situ, ada yang sedang mengecek pengeras suara. dan yang lainnya sibuk penyebarkan bendera kecil warna warni kesetiap penjuru.


Kita tinggalkan kesibukan diluar sana, kini kita mengintip yang terjadi di kamar keluarga Dimas. terlihat Dimas mengeliatkan tubuhnya yang pegal karena semalaman tidur di sova. Matanya mulai terbuka dan melihat jam dinding berwarna putih diatas televisi.


"Sudah pukul enam." katanya sambil merubah posisinya. kini Dimas telah terduduk dan meraih kacamata diatas meja. Setelah mengenakannya, Yudha menuju kamar tempat istri, anak dan ponakannya tidur.


Keempatnya masih tertidur pulas, walaupun mereka langsung tidur semalam, namun hawa dingin rasanya membuat mereka engan untuk membuka mata.


"Bangun bangun ayo kita senam." katanya sambil membuka tirai jendela. Terlihat indah sedang berjalan kekamar Siska.


Gadis itu, sedari semalam tidak bisa tidur. beberapa kali mencoba menelepon Siska namun smartphone siska tidak aktiv. Banyak hal yang membuat hatinya risau setelah dilamar Ali. Maka pagi pagi begini Indah langsung menuju kamar Siska. Berharap teman yang telah dianggap sebagai kaka sudah bangun.


Indah beberapa kali mengetuk dari pintu depan namun tak ada jwaban. Maka dia mencoba berputar ke pintu belakang dimana lebih dekat dengan tempat tidur, sehingga suaranya akn ebih jelas terdengar dan membangunkan Siska.


"Teteh... tehhhh." teriak indah sambil mengetuk pintu. Yudha yang sudah bangun sedari tadi perlahan membangunkan istrinya.


"Sepagi ini?" kata Siska sambil membuka matanya pelan.


"Tehhhh... tetehhhh...." Belum sempurna Siska membuka matanya, terikan Indah sudah terdengar lagi.


"Aku bukain pintunya ya." bisik Yudha sambil berjalan mendekati pintu. sementara siska masih berusaha membuka matanya.


"te__," Belum siap mengeluarkan terikan ke tiga, pintu kamar sudah terbuka. "Eh Mas Yudha ganteng." katanya malu, karena indah pikir siskalah yang akan membuka pintu.


"Masuk, teteh baru bangun tu." kata yudha mempersilahkan, Indah masuk kemudian Yudha kembali ke kasurnya.


"Eh, KALIAN MAU NGAPAIN." kata Indah sambi menutup mata dengan tangannya.


Bukan jawaban yang indah dengar melainkan lemparan bantal oleh siska. Untung tenaga Siska hanya mampu mendaratkan bantal itu di lanta dekat kaki Indah.


"Kami yang ngapain," Siska duduk dan bersandar di ranjang sambil mengulung rambut. Disampingnya Yudha terlebih dulu bersandar, tangannya memegang remot Tv dan menganti ke beberapa chanel.


"Pagi pagi uda ke kamar orang. Ganggu orang tidur tahu." kata siska santai.

__ADS_1


"Uda siang teteh, matahari uda terbit dari tadi." kata Indah sambil berjalan ke kursi di samping ranjang Siska. "Salah teteh juga si, aku Wa dari semalam gak dibalas, aku Telephone gak diangkat, palah gak aktif telephonenya. aku kepikiran teh dari semalam dak bisa tidur, dek dekan teh.. coba pegang dada aku, ih aku gak tahu, gak tenang gitu. sampai gak tidur tidur." kata Indah tanpa berhenti.


Diska mengambil smartphone phonenya kemudian memerikasa Wa dan panggilan masuk. hampir lima ratus pesan dan seratus panggilan masuk. "Uda tidur lah teteh semalam." kata Siska.


"Teh... aku takut."


"Ada hantu?" tanya Siska dan Yudha bersamaan.


"BUKAN."


"Lalu?"


"Soal Aa Ali...." kata Indah pelan.


Siska dan Yudha bergandengan, menurut mereka tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang lamaran Ali kepada Indah, dan indah juga sudah menerimanaya. Apa lagi yang indah takutkan? itulah yang ada pada benk keduanya.


"Ada apa Indah?" kata Siska tak ingin menyimpulkan apapun.


"Kan kalau lamaran resmi harus ketemu sama orang tua Indah. nah Indah takut kasih tahu ke Abah, Indah belum pernah bicara serius ke Abah," kata Indah. mendengar ini membuat Siska dan Yudha lega.


"Indah, kamu kan uda gede. masak masih takut ngobrol sama Abah." kata Siska serius. "Kamu sudah yakin dengan jawaban kamu tadi malam kan?"


"Uda teh." Indah mengangguk.


"Kalau gitu, sekarang kamu Yakinkah Abah tentang pilihan kamu, buat Abah percaya Anak perempuan satu satunya ini telah mendapatkan Cinta terahir, yang terbaik untuk dirinya."


"Kalau Abah gak setuju? Teteh kan tahu sifat Abah, marah kalau Indah ajak laki laki kerumah dulu."


"Indah." kat Siska sambil mendekat dan duduk ke kursi sebelah indah. Memegang tangan indah. sementara Yudha memilih memanaskan air untuk menyeduh kopi.


"Iya teteh tahu sifat Abah, dan teteh juga tahu kalau Ali adalah satu satunya teman laki laki kamu yang bisa buat Abah tertawa."


"Maksud teteh?"


"Dulu, Ali suka kerumah kamu kalau kamu ekstra kulikuler, pertama tama ngajakin teteh... setelah akrab sama Abah teteh ditinggalin."


"Serius teh?" kata indah tidak percaya, Abah tidak memberitahu soal kedatanggan Ali.


"Ali beneran suka sama kamu dari dulu, sebelum pindah teteh diajak ke rumah kamu ketemu Abah. dia janji ke abah buat jagain kamu."


"Beneran teh?" Kata Indah meneteskan air mata bahagia.


"Sekarang tinggal kamu yang bilang ke Abah tentang pilihan kamu, teteh sudah ceritain semuanyang teteh tahu. yakinkah ini cinta terahir kamu."

__ADS_1


"Makasih teh." mereka pun berpelukan.


Begitulah cinta. Tanpa ada satupun yang bisa menebak kemana cinta itu berlabuh. petualangannya terus berlanjut hingga kau yakin telah menemukan cinta terahir.


__ADS_2