
Lisa Dan Lili sedang asik bermain di ruang keluarga. Dua bocah itu sedang memerankan adegan di film frozen. Adegan yang sedang dimainkan adalah saat ana membangunkan elsa untuk bermain salju dengan kekuatannya. Lengkap dengan kostum Purti kakak beradik tersebut. Sangat menjiwai dan penuh improvisasi. Diiringi iringan musik film tersebut dari televisi.
"Ayah, ayah jadi Olaf ya" Permintaan Lili kepada Yudha yang baru saja melintas sambil membawa tumpukan laundry yang baru diantar oleh kurir.
"Ayah taruh dulu diatas ya."
"Gak usah ayah, Kita butuh Olaf sekarang."
"iya ayah Ayo ayo."
"Baiklah. sebentar ayah taruh di meja dulu ya." katanya sambil meletakkan laundry yang dibawanya diatas meja dekat televisi.
"Jadi apa yang harus dilakukan pangeran Olav?" Pertanyaan Yudha membuat dua putri cantik itu tertawa terpingkal pingkal. Yudha yang semakin bingung hanya berdiri Di tempatnya sambil senyum senyum kecil. Hingga terlihat Siska menuruni tangga dan ikut bergabung.
"Seru sekali mainnya."
"Ibu,,, ayah lucu sekali bu." Yudha menjadi semakin bingung mendengar Kata kata Lisa, sementara dia belum melakukan apapun. Tak sangup meneruskan Kata katanya, Lisa Dan Lili kembali tertawa.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Siska pada Yudha.
"Pangeran Olav." Kata Yudha datar.
Siska ikut tertawa mendengar Kata kata suaminya. Suaminya benar benar tidak menyukai nonton film. Hingga tidak tahu peran dalam film fenomenal garapan disney.
"Bukan pangeran ayah, tapi boneka salju ajaib, bisa bicara dan bergerak seperti manusia." terang Siska kemudian.
Kini Yudha-pun ikut tertawa. Pupus harapannya menjadi sosok pangeran gagah mempesona dambaan para putri.
"olavvvv!!!"
"I love you Olav."
Sepotong adegan yang ahirnya dimainkan dengan apik oleh mereka. Setelah Siska menerangkan cuplikan dari adegan tersebut. Dan Yudha baru tahu jika Ada boneka salju ajaib yang sangat disukai oleh dua putri cantiknya.
Ini adalah kali pertama bagi Yudha untuk bermain peran sesuai adegan film. Pengalaman Yang sangat menyenangkan baginya. Merasakan menjadi bagian dalam permainan anak anaknya. Hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Hatinya terus bergegub bahagia.
__ADS_1
Terlebih saat ahir adegan, dimana kedua putri kecil itu memeluk boneka Olav kesayangannya. Hingga ahirnya ketiganya terjatuh pelan dilantai.
Siska yang melihat ketiganya ikut tertawa bahagia. Keragu raguannya akan kedekatan mereka perlahan luntur. Dalam waktu sebentar telah terjalin kekompakan diantara ketiganya. Walaupun sudah lama terpisah.
"Ibu, boleh gak beliin baju Olaf buat ayah?" Tanya Lisa ditengah tawa mereka.
"Coba tanya ayah, mau dipakai Gak kalau sudah dibeli." Siska berharap Yudha menolaknya. Namun ternyata tidak.
"Pasti ayah pakai!" Kata Yudha Yang sekarang telah terduduk memangku kedua putrinya. disusul sorak sorai keduanya.
Yudha melirik ke arah Siska yang mengerutkan keningnya. Seakan ingin menyampaikan kepada suaminya jika itu akan membuang buang uang. Namun Yudha membalasnya dengan kedipan Mata nakalnya. membuat Siska hanya bisa mengelengkan kepalanya. Kemudian ikut tertawa kecil.
Keluarga kecil ini memilih untuk menghabiskan Sabtu sore dirumah. Setelah sebelumnya menyelesaikan tugas rumah bersama sama. Siska memang memilih untuk tidak memerkerjakan seseorang sebagai asisten rumah tanga dirumahnya.
Sehingga semua pekerjaan rumah tangga akan dikerjakan bersama. Dari membersihkan rumah, mencuci, hingga memasak. Semua dikerjakan bersama. Terkadang Yudha mengambil peran lebih besar untuk urusan dapur. Bukan sebuah rahasia jika Yudha adalah koki yang bisa diandalkan. Dan semakin hari kebiasaan itu membuat mereka semakin dekat dan kompak.
Setelah ini mereka akan memilih bersama film yang akan mereka tonton bersama di malam nanti. Agar menambah kehangatan Siska Akan menyiapkan popcorn kesukaan Lisa dan Lili.
__ADS_1