
*Rudi adalah Cintaku (RAC)*
Malam ini ada acara ritual mappacci, yaitu saat kedua calon pengantin tangannya diberi inai pacar oleh kerabat terpilih, yaitu kerabat yang memiliki kehidupan rumah tangga yang dinilai bahagia.
Ada lima pasangan suami istri yang dianggap berbahagia, yaitu pasangan suami istri Haji Daeng Marakka dan Manta Sukasih, Muttaqin dan Latifah, Ustaz Barzanji dan Hamidah, Rozaq Ahmad dan Risma Yumunata, serta pasangan Herman Saddila dan Nana Nuraini.
Herman Saddila sebagai kakak kandung Rudi, baru saja tiba setelah waktu magrib. Ia bersama istri dan putranya baru bisa datang karena Nana dalam kondisi sakit. Sebenarnya kondisi kakak iparnya Rudi itu belum fit total, tetapi karena tidak mungkin tidak hadir, Nana memaksakan diri. Alhamdulillahnya, ketika tiba di rumah bahagia, Nana tidak begitu drop, meski dia pada akhirnya tidak turut bantu-bantu kaum ibu.
Setelah kedua calon mempelai tangannya diberi inai yang ditumbuk halus oleh orang-orang tersebut, keduanya kemudian didoakan.
Di saat acara mappacci berlangsung di dalam rumah, keramaian dan keriuhan juga terjadi di halaman rumah yang dipayungi oleh dua tenda besar.
Mereka yang buat keramaian adalah para kaum batangan yang dengan gembira tapi bernuansa persaingan mengikuti lomba gangsing kayu.
Aziz, Sandro dan Junita sibuk menjadi panitia dan juri perlombaan.
Sandro dan Junita yang tiba-tiba tampil dekat di muka publik, seketika menjadi isu selebritas yang trending, bahkan mengalahkan kepopuleran berita serba-serbi pernikahan Rudi dengan Bulan. Seketika banyak candaan dan godaan yang diterima oleh Sandro dan Junita yang berujung tawa ramai mereka. Namun demikian, tetap saja ada satu dua sindiran yang terdengar dan membuat gerah hati Sandro dan Junita.
“Hati-hati, nanti salah belah lagi, mau belah duren malah belah kelapa.”
“Pantas gerhana enggak pernah muncul, rupanya ada yang mau rujuk.”
“Mudah-mudahan enggak ada acara bacok-bacokan setelah rujuk.”
“Asik. Ini baru janda rasa perawan, setahun ketutup!”
Itulah di antara kalimat-kalimat sindiran untuk Sandro dan Junita, tidak banyak, hanya satu. Meskipun disikapi dengan tawa canda, tapi tetap saja terasa menusuk seperti tusukan ekor ikan pari.
__ADS_1
Namun, Sandro dan Junita harus berlapang dada dan berbesar hati. Mungkin itu buah dari kesalahan yang mereka tanam bersama. Yang terpenting adalah nanti mereka akan nikah lagi sebagai salah satu syarat rujuknya.
Sandro sudah tidak takut tampil di muka publik. Itu gegara Linda. Tanpa sengaja dia bertemu dengan Linda di depan kamar mandi, ketika Linda ingin pipis.
“Bang Sandro,” sapa Linda pelan sambil tersenyum kikuk, tapi mengejutkan lelaki pelaut itu.
“Eh, Linda. Itu ... saya minta maaf, Linda. Saya ....”
“Enggak apa-apa, Bang. Kita kan baru kenal, bisa salah langkah nanti kalau buru-buru. Abang lebih bagus rujuk dengan mantan Abang,” kata Linda langsung memotong kekikukan Sandro, demi menghemat kata dan kondisi.
“Iya,” ucap Sandro yang hanya tersenyum cengengesan.
“Maaf, Bang. Saya mau ke toilet,” izin Linda agar ketegangan itu cepat tamat.
“Eh iya, silakan.”
Maka, ketika menjadi panitia perlombaan, Sandro bisa lebih enteng dan bisa fokus. Tugas sebagai panitia pun membuatnya bisa melupakan Linda.
Sementara itu, Linda yang menonton perlombaan dari teras rumah harus memendam cemburu melihat keakraban Sandro dan Junita.
Halaman yang tadi sore masih penuh oleh kursi, untuk sementara menjadi arena adu gangsing.
Jika biasanya kaum anak-anaklah yang bermain gangsing, tapi kali ini adalah kaum dewasa, dari yang masih bujangan sampai yang punya cucu. Dari semodel Ferdy dan Abdussalam hingga seumuran purnawirawan TNI Dodi Sudaka yang berusia 70 tahun.
Mereka semua datang dengan gangsing andalan masing-masing. Ada yang memang sudah lama memiliki gangsing, ada yang memakai gangsing milik anaknya, dan ada yang membuat dadakan menjelang pertandingan.
Gangsing kayu dibuat mandiri alias tidak beli. Tidak ada toko mainan yang menjual gangsing kayu tradisional. Gangsing itu dibuat dari berbagai macam jenis kayu dengan ukuran dan berat yang berbeda-beda. Semakin keras dan berat bobot kayu, maka kwalitas gangsing pun semakin mantap. Namun, gangsing berbahan kayu bagus akan kurang mantap jika tidak didukung skill yang handal dalam bermain gangsing.
__ADS_1
Tali gangsing pun harus mereka buat sendiri, baik menggunakan tali rafia atau tali benang, yang jelas tidak ada yang memakai tali cinta atau tali sandal.
Permainan yang dilombakan namanya Raja Tendang. Banyaknya peminat, membuat peserta dibagi menjadi empat kelompok, yaitu Kelompok Alif, Kelompok Ba, Kelompok Ta, dan Kelompok Tsa.
Aturan main Raja Tendang di antaranya, setiap kelompok terdiri dari 10 peserta. Kesepuluh peserta melakukan pemutaran gangsing secara bersama-sama untuk menentukan nomor urut 1 sampai 10. Gangsing yang paling lama putarannya atau paling terakhir mati, itulah yang posisi nomor 10 atau terakhir atau sebagai raja. Setelah itu, barulah permainan dimulai.
Lapangan permainan terdiri dari tiga zona lingkaran. Lingkaran pertama berdiameter setengah meter. Zona lingkaran kedua berdiameter tiga meter dan zona lingkaran ketiga dari sepuluh meter hingga tanpa batas.
Nomor urut 1 atau gangsing yang semula mati duluan akan memulai dengan memasang diri di dalam zona lingkaran pertama. Di saat gangsing nomor 1 berputar di dalam lingkaran, maka pemain nomor 2 harus menghantamkan gangsingnya kepada gangsing nomor 1.
Jika gangsing nomor 2 bisa mementalkan gangsing nomor 1 keluar dari zona lingkaran pertama, maka gangsing nomor 1 akan tetap berposisi nomor 1 dan gangsing nomor 2 tetap nomor 2, dengan syarat gangsing tetap hidup atau berputar dan tidak mati lebih dulu dari gangsing yang dipentalkannya.
Namun, jika gangsing nomor 2 tidak berhasil mengenai gangsing nomor 1, maka gangsing nomor 1 akan naik ke posisi nomor 2. Gangsing nomor 2 akan turun ke nomor 1.
Jika itu terjadi, maka pemain nomor urut 3 akan langsung menyerang gangsing nomor 1 yang masih berputar di zona lingkaran pertama. Jika kena, gangsing nomor 1 akan tetap menjadi nomor 2, tapi jika tidak kena, maka gangsing nomor 1 akan naik ke posisi 3 dan gangsing nomor 3 turun ke posisi nomor 2.
Jika seandainya kedua gangsing yang beradu sama-sama hidup dan berada di satu zona lingkaran, maka yang dinilai adalah yang paling lama hidup. Jika lawannya sudah ada yang mati, maka nomor berikutnya boleh menyerang gangsing yang masih hidup.
Jadi, raja yang bernomor 10 adalah pemain yang terakhir melakukan serangan kepada gangsing nomor 9 atau yang naik ke nomor 9.
Lalu kapan seorang pemain dinyatakan gugur atau kalah? Pemain dinyatakan gugur atau kalah di saat gangsing mereka terpental masuk ke zona lingkaran tiga atau dia berposisi nomor 1 sebanyak tiga putaran berturut-turut.
Jadi, meskipun pemain bernomor 6, tapi jika gangsingnya terpental ke zona lingkar tiga, maka dia tetap akan dinyatakan gugur.
Uniknya, pemain yang gugur diizinkan makan malam lebih dulu oleh juri dan panitia.
Setiap kelompok akan menentukan juara 1 dan 2 untuk kemudian akan diadu lagi di babap final dengan 8 pemain. Enaknya lagi, kedelapan pemain yang ke final akan mendapat hadiah. Jadi juara 1 hingga 8 akan mendapat hadiah dari pemilik hajat.
__ADS_1
Sekedar bocoran, Pak RT Jaruddin pun ikut dalam lomba. (RH)