Rudi Adalah Cintaku

Rudi Adalah Cintaku
RAC 63: Taktik Sang Juara


__ADS_3

*Rudi adalah Cintaku (RAC)*


 


Berikut susunan peserta final berikutnya: Tawwa nomor 1, Pak RT Jaruddin no 2, Ambo Dalle nomor 3, Abdussalam nomor 4, dan Dodi Sudaka nomor 5.


Tawwa yang menjadi persembahan awal, memasang putar gangsingnya di zona satu.


“Penguasa punya kuasa siap menghajarmu, Tawwa!” sesumbar Pak RT Jaruddin, lalu dia pun membanting gangsingnya dengan dengan kencang.


Sreet!


“Hahaha!” Kembali penonton menertawakan bantingan Pak RT yang lagi-lagi tidak mengenai sasaran.


“Pak RT turun!” seru Sandro.


“Hahaha!” tawa Tawwa kencang.


“Sudah saya bilang, Pak RT jagonya di ranjang, bukan di lapangan!” kata Dodi kembali mengejek pemimpin RT-nya.


“Hihihi!” tawa nyaring Bu RT yang datang telat.


“Tuh, kan. Hahaha!” kata Dodi sambil menunjuk Bu RT, lalu tertawa kencang.


Dak!


Gangsing Tawwa terpental jauh ke zona tiga ketika gangsing milik Ambo Dalle menghantamnya dengan keras.


“Hahahak!” Semua tertawa, terutama Pak RT yang balas menertawakan Tawwa.


“Tawwa gugur!” teriak Sandro yang ditindaklanjuti dengan pencoretan nama oleh Aziz di kertas.


Namun, Ambo Dalle tidak senang karena gangsingnya berputar hanya setengah meter dari garis dalam zona tiga.


Abdussalam yang punya giliran segera mengambil posisi yang bagus untuk melempar gangsing Ambo Dalle ke zona tiga.


Dak!


Kekhawatiran Ambo Dalle terjadi. Gangsingnya dihantam dan terlempar ke zona tiga. Dia gugur meski gangsingnya masih berputar. Sementara gangsing Abdussalam terpental ke dekat zona satu.


“Yeee!” sorak Alexa dan Kulsum.


“Ambo Dalle gugur!” teriak Sandro.


Dak!


Gangsing Dodi Sudaka masih menjadi raja dengan mematikan gangsing Abdussalam tapi tidak membuatnya gugur.


“Tersisa Pak RT nomor 1, Abdussalam nomor 2 dan Pak Dodi raja!” teriak Sandro mengumumkan.


Tiga pemain yang bertahan kembali bermain. Penonton semakin riuh mendukung jagoannya masing-masing.


Pak RT Jaruddin yang lebih dulu memasang gangsingnya di zona satu.


Dak!


Abdussalam memukul gangsing Pak RT, membuat gangsing pemimpin rukun tetangga itu terpental dan langsung mati di zona dua. Itu artinya belum gugur.

__ADS_1


Namun, yang membuat Dodi Sudaka dan para penonton terkejut, gangsing Abdussalam berputar sambil berlari memutar, tidak diam di tempat.


“Bah! Kenapa gangsingmu lari, Salam?” tanya Dodi sambil buru-buru siap menyerang gangsing Abdussalam.


Jika Dodi menunggu gangsing Abdussalam berputar diam di tempat, bisa-bisa gangsing itu keburu mati. Jika demikian, Dodi harus turun posisi karena tidak menyerang di saat gangsing lawan masih hidup.


Jadi, meski gangsing Abdussalam masih berlari, dia harus menyerang target yang bergerak.


Set!


Ternyata, bantingan gangsing Dodi meleset, tidak mengenai gangsing Abdussalam yang terus berlari berputar.


“Bah! Baru tahu saya kalau ada trik licik seperti itu!” rutuk Dodi Sudaka yang mau tidak mau harus turun posisi dan Abdussalam sebagai raja.


Putaran baru kembali di mulai.


Pak RT kembali memutarkan gangsingnya di zona satu.


Dak!


“Hahaha!” tawa penonton saat gangsing Pak RT Jaruddin dipentalkan oleh hantaman keras gangsing Dodi Sudaka.


“Pak RT gugur!” teriak Sandro karena gangsing Pak RT terpental ke zona tiga.


Sementara itu, gangsing Dodi berputar kencang di zona dua.


“Mohon maaf, Pak Dodi, kalau saya yang harus menang,” kata Abdussalam sambil tersenyum.


Abdussalam memasang kuda-kuda dengan baik. Dia membiarkan gangsing lawannya berputar sendiri agak lama, membiarkannya melemah.


“Wah wah wah! Keburu mati gangsing saya!” gerutu Dodi Sudaka.


Dan ketika gangsing Dodi Sudaka mulai berputar pelan menuju mati, barulah Abdussalam melempar kencang gangsingnya.


Bdak!


“Guguuur!” teriak sebagian penonton bersamaan saat gangsing Dodi Sudaka terpental keras masuk ke zona tiga.


“Juara satu adalah Abdussalaaam!” teriak Sandro keras membahana.


“Yeee!” sorak gembira Alexa dan Kulsum.


“Abdussalam dapat tv! Abdussalam dapat tv!” teriak salah seorang warga.


Memang hadiah juara satu adalah televisi baru, bukan bekas. Hadiah juara dua adalah kipas, juara tiga jaket kulit, dan juara empat hingga delapan adalah handuk, baju dan celana abdi dalam.


“Juara satu hadiahnya tv, tapi yang dibawa pulang janda! Hahaha!” teriak Dodi Sudaka bercanda, karenanya dia tertawa lebih dulu.


“Hahaha!” tawa khalayak ramai.


Abdussalam hanya nyengir kuda. Tidak mungkin dia marah kepada orang tua semodel Dodi, apalagi purnawirawan itu hanya bercanda.


Namun, candaan itu sukses membuat Alexa merengut, yang justru membuat orang-orang kian tertawa.


“Memangnya janda kenapa? Justru janda itu yang jadi rebutan,” dumel Alexa yang membuat Linda dan Kulsum tertawa.


Maka, acara di malam itupun ditutup dengan pembagian hadiah yang pastinya penuh suka cita. Pembagian hadiah diberikan oleh Haji Daeng Marakka dan Ustaz Muttaqin.

__ADS_1


Sandro pulang mengantar Junita dengan perasaan yang berbunga-bunga. Masa lalu kelam mereka seolah-olah telah terkubur oleh taburan bunga yang bermekaran. Bak sepasang kekasih yang baru saja pacaran, keduanya berbincang sambil sesekali bercanda di jalanan yang sepi karena memang sudah tengah malam.


Setibanya di depan pintu rumah Junita, Sandro melambaikan tangan ketika sudah waktunya berpisah. Sandro tersenyum bahagia.


Junita yang sudah berjalan ke pintu yang tertutup, terlihat ragu untuk berpisah. Ia menengok kepada Sandro sambil tersenyum.


Tiba-tiba Junita berbalik dan berlari meraih tangan Sandro. Dia mencium tangan kasar Sandro.


Sandro hanya terkejut, lalu kemudian membelai kepala Junita sebelaian.


Setelah itu, Junita berlari kecil ke pintu rumahnya sambil tertawa kecil. Pintu yang tidak terkunci dibukanya. Sebelum menutupnya, Junita melambai tangan kepada Sandro yang juga membalas dengan bahagia.


Sementara itu, Abdussalam tidak membawa televisi hadiahnya. Dia lebih dulu pergi mengantar Alexa pulang karena ketika datang mereka memang berdua.


Pulang di tengah malam lewat jalan raya yang sepi, dimanfaatkan oleh Alexa untuk merangkulkan tangannya ke pinggang si bujang tong tong.


Dalam perjalanan pulang itu, keduanya tidak berbincang, mereka memilih untuk menikmati kebersamaan yang mesra itu.


Abdussalam mengantar Alexa hanya sebatas depan pintu pagar.


“Bang Salam tidak mau mampir? Ngopi dulu atau minum susu dulu, atau mau ngopi dan nyusu sekalian?” tawar Alexa sembari tersenyum-senyum genit menggoda.


“Terima kasih. Insyaallah, Abang akan segera mengurus segala persiapan agar Abang bisa ngopi dan nyusu setiap malam,” kata Abdussalam yang juga pandai berseloroh.


“Hihihi!” tertawa nyaringlah Alexa mendengar itu, tetapi dia cepat membekap mulutnya karena sadar bahwa saat itu sudah tengah malam. Khawatir ada tetangga yang mendengar tawa genitnya.


“Ya sudah, Abang mau balik lagi. Sayang kalau tvnya tidak dibawa pulang,” kata Abdussalam.


“Iya. Hati-hati bawa tvnya,” kata Alexa tanpa berhenti dari senyum.


“Iya. Assalamu ‘alaikum!”


“Wa ‘alaikum salam!”


Abdussalam pun memutar balik sepeda motornya dan pergi meninggalkan Alexa.


Tok tok tok!


“Assalamu ‘alaikum!” salam Barada setelah mengetuk pintu kamar Rudi.


“Wa ‘alaikum salam!” jawab Rudi yang ternyata belum tidur. Memang dia baru saja masuk ke kamar, bahkan belum meninggalkan kursi rodanya. “Masuk, Badar!”


Rudi mengenal siapa pemilik suara perempuan itu.


Barada pun membuka pintu kamar yang memang tidak dikunci.


“Saya harus pergi malam ini juga. Tim saya mendapat petunjuk tentang keberadaan Vina,” ujar Barada.


Terkejutlah Rudi mendengar itu.


“Di mana? Vina di mana?” tanya Rudi cepat.


“Sepertinya ada di sebuah pulau. Tapi harus dipastikan bahwa Vina benar-benar ada di pulau itu. Jadi tim saya harus terjun langsung ke pulau itu,” kata Barada.


“Saya sangat berharap kamu bisa membawa Vina pulang dengan selamat, Badar.”


“Pokoknya kamu jangan pikirkan Vina. Itu urusan saya. Besok hari bahagia kamu, mengamalkan separuh agama. Jangan sampai masalah Vina mengganggu kebahagiaan kalian berdua,” kata Barada. “Saya pergi dulu.”

__ADS_1


“Iya, hati-hati.”


Maka tengah malam itu juga, Barada pergi meninggalkan rumah Rudi dengan mengendarai mobil mewahnya yang canggih. (RH)


__ADS_2