Rudi Adalah Cintaku

Rudi Adalah Cintaku
RAC 69: Dua Tahun Kemudian (TAMAT)


__ADS_3

*Rudi adalah Cintaku (RAC)*


“Saya terima nikah dan kawinnya, Vina Seruni binti Suharja Gendara, dengan mahar 20 gram emas dibayar tunai!” qabul Rudi Handrak dengan lancar dan lantang sambil menjabat tangan Haji Suharja yang sebenarnya gemetar.


“Bagaimana, Saksi?” tanya Pak Ustaz utusan dari KUA.


“Saaah!” jawab Haji Daeng Marakka selaku saksi dari mempelai lelaki dan Ferdy Seraja dari pihak mempelai perempuan.


“Saaah!” teriak khalayak ramai yang menyaksikan langsung akad nikah tersebut di rumah kediaman mempelai wanita, yaitu Vina Seruni.


Baru saja Pak Ustaz KUA mau membacakan doa, tiba-tiba Suharja bangkit dan mencondongkan badannya memeluk Rudi Handrak yang berpakaian jas hitam.


“Haaah ...!” raung Suharja menangis kencang sambil memeluk erat Rudi yang sempat terkejut dan mau tidak mau balas memeluk mertua barunya itu.


Suharja benar-benar menangis, benar-benar mengeluarkan air mata dan air hidung.


“Terima kasih, Nak Rudi. Terima kasih!” ucap Suharja dalam pelukan kuatnya.


Suasana sedih dari seorang tokoh yang keras itu ternyata menular ke orang-orang sekitar, termasuk Rudi sendiri.


Tidak berapa lama, tangis Sunirah dan para wanita kerabat Vina juga pecah. Tidak terkecuali Vina yang menunggu di dalam kamar, yang tampil cantik dalam busana gaun pengantin moderen versi hijab putih. Ia pun menangis mendengar suara tangis ayahnya.


“Iya, Daeng. Sama-sama. Saya yang seharus berterima kasih karena diberi Vina sebagai ladang ibadah saya,” ucap Rudi lembut kepada lelaki berbadan gemuk itu, sambil menepak-nepak halus punggungnya.


Akhirnya Suharja melepaskan pelukannya dan berusaha meredakan tangisnya. Sang putra yang tidak menangis tapi hanya meneteska air mata, segera memberi ayahnya tisu yang banyak agar bisa mengeringkan semua air mata.


Tangis kaum wanita pun mereda pula.


“Baik, Saudara-saudara. Mari kita doakan kedua mempelai yang sudah sah dan resmi sebagai suami istri dan mendoakan kita semua!” seru Pak Ustaz KUA sambil mengangkat kedua tangannya lebih dulu yang kemudian diikuti oleh pengantin dan para hadirin.

__ADS_1


Mulailah Pak Ustaz KUA membaca doa. Sambil menunggu doa selesai dibacakan, mari kita simak kisah Suharja sebelum hari yang begitu membahagiakan dirinya itu.


Tangis histeris Suharja adalah luapan rasa bahagia dan haru yang dia rasakan setelah putrinya yang malang resmi menjadi istri Rudi Handrak, meski sebagai istri muda atau istri kedua.


Dua tahun lamanya, Suharja menjadi sesosok ayah yang sering menangis. Hanya satu penyebabnya, yaitu merasa sebagai orang bersalah karena menyebabkan Vina mengalami penderitaan fisik dan mental yang parah.


“Kalau saja saya dulu enggak membuang Vina ke Jakarta, tidak mungkin anak saya kena musibah seperti ini! Huuu ...!” ratap Suharja saat menangis di dalam penyesalannya. Itu sering kali dia ucapkan kepada istrinya, kepada orang-orang ketika bercerita tentang putrinya.


Menjadi kabar gembira ketika Suardi datang memberi kabar bahwa Vina sudah ditemukan. Namun, informasi baru sebatas itu saja.


Setelah ada kabar berikutnya yang meminta keluarga Vina datang ke rumah sakit di Bandar Lampung, barulah semua anggota keluarga dan kerabat dilanda kesedihan yang dalam.


Di rumah sakit, mereka mendapati Vina dalam kondisi yang buruk, yaitu mentalnya sangat terguncang dan mengalami trauma. Selain itu, wajah Vina dalam kondisi dibalut sedemikian rumah. Kata dokter, ada dua luka sayatan cukup besar yang merusak wajah Vina dan harus dijahit.


Ketika ditunjukkan foto lukanya oleh dokter, Sunirah bahkan jatuh pingsan dan Suharja menangis seperti anak kecil meratapi nasib malang anaknya. Jelas, Vina sudah tidak memiliki kecantikan lagi di wajahnya.


Singkat cerita. Vina harus menjalani masa pengobatan pada wajah hingga operasi plastik dan pengobatan mental agar traumanya bisa hilang. Vina menjadi takut melihat pisau dan air selang atau kran. Dua hal itu mengingatkan dia saat disayat wajahnya oleh Grandbo dan saat ketika dia disemprot air selang agar tidak bau pesing dan tinja.


Dua bekas sayatan pada wajah Vina memang akhirnya hilang, tetapi wajah cantik Vina yang dulu dibanggakan sudah tidak ada. Intinya tidak secantik dulu. Wajah sekarang berbeda, bahkan karakternya pun berbeda, terlebih tekanan psikis yang masih ada sangat mempengaruhi emosinya.


Setiap kali Suharja melihat Vina menangis meratapi nasibnya, atau Vina sedang duduk melamun seperti orang depresi, lelaki itu pasti tidak kuasa menahan kesedihannya pula. Suharja bahkan pernah melalui masa lebih depresi dari putrinya, ketika ia menyadari bahwa ia kini menjadi orang berharta pas-pasan, bahkan punya utang beberapa puluh juta kepada adiknya di Jakarta.


Beberapa kali Rudi datang menjenguk Vina di rumahnya, tetapi Vina tidak pernah mau bertemu dengan Rudi. Itu berlangsung hingga satu tahun lamanya.


Vina menjadi gadis pemurung, pendiam, minder dan pemalu. Dia selalu menunduk jika berpapasan dengan orang lain. Dia pun hanya menjawab singkat salam atau sapaan orang kepadanya.


Namun, setelah satu tahun, justru Bulan Adinda yang pertama kali membawa Vina bertamu ke rumahnya dan akhirnya bertemu dengan Rudi. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang begitu emosional. Vina dan Rudi tidak bisa membendung tangisnya.


Bisanya pertemuan bersejarah itu terjadi karena Bulan sebelumnya sudah beberapa kali mengunjungi Vina di rumahnya. Bulan aktif dalam Pempek (Pengajian Majelis Emak-Emak) di desa nelayan tersebut. Jadi, bersama anggota Pempek lainnya, Bulan beberapa kali mengunjungi Vina dan mengajaknya ikut dalam pengajian.

__ADS_1


Setelah Vina aktif ikut mengaji, beberapa kali Bulan dan Vina berbincang perkara yang sifatnya pribadi. Sebagai wanita yang baik, Bulan punya pemikiran atau dugaan bahwa mungkin suaminya bisa menjadi obat yang mujarab bagi mental Vina.


Ternyata benar, Rudi menjadi obat mujarab bagi Vina. Sejak pertemuan perdana setelah satu tahun, Vina justru ketagihan untuk bertemu Rudi, meski dia sangat tahu bahwa Rudi adalah suami Bulan.


Vina jadi sering datang ke rumah Rudi, bahkan di saat Bulan sedang pergi bekerja.


Ujung-ujungnya, gosip dan fitnah muncul dan merajalela. Sebab, Vina tidak bisa dibendung untuk sering bertamu ke rumah Rudi, apakah di saat Bulan ada atau tidak.


Suharja dan Sunirah sudah berusaha melarang putrinya, tetapi tidak bisa, terlebih Vina tidak boleh dikerasi karena bisa membuatnya stress.


Konflik pun tumbuh antara Rudi dan Bulan terkait Vina. Bulan sangat tahu bahwa suaminya tidak senang dengan kehadiran Vina yang berlebihan di rumah mereka, tetapi pertengkeran muncul ketika mereka berdebat untuk mencari jalan keluar.


Akhirnya, jalan keluarnya adalah Rudi menikahi Vina dengan meluruskan niat demi kebaikan karena Allah. Itu kesepakatan Rudi dan Bulan.


Suami istri itu sepakat untuk menolong Vina, mengeluarkan mantan pacar Rudi itu dari masa keterpurukan. Mereka juga sepakat ingin meliha Vina menjadi wanita yang salehah.


Bulan sangat tidak ingin dimadu. Dia bahkan menangis. Namun, karena Allah tidak melarang suaminya beristri dua, dia mengorbankan hati dan perasaannya demi bisa menolong Vina.


Karena rasa sakit itulah, Bulan tidak hadir di acara pernikahan Rudi dengan Vina, meski dia mengizinkan.


Itulah yang terjadi dua tahun kemudian setelah Vina dikembalikan kepada keluarganya lagi. (RH)


TAMAT


**************** 


Terima kasih kepada Readers yang selalu setia membaca karya Om Rudi. Semoga bahagia bagi yang suka. Semoga bahagia bagi yang kecewa dengan ending ceritanya. Yang penting Rudi bahagia. Hahaha!


Mohon maaf atas segala kekurangan di dalam tulisan, karena author juga penulis dan manusia. Syukron katsiran.

__ADS_1


Yuk beralih ke novel "Alma3 Ratu Siluman"!


__ADS_2