Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 14.


__ADS_3

Aldi yang tak mau lagi tinggal bersama Harris, dia selalu menangis dan meronta-ronta untuk bertemu dengan mama dan papanya. Haris semakin geram dan semakin kesal, karena tangisan Aldi yang sangat membuat kepalanya pusing.


Kepulangan Herman dan Laras...


Herman dan Laras pun pulang ke rumah mereka, namun mereka terkejut di rumah sudah tidak ada siapa-siapa. Ana, Aldi, art-nya bahkan sopir pribadi serta satpamnya juga sudah tidak ada. Herman sedikit heran dan terkejut, baru beberapa hari dia di rumah sakit, rumahnya sudah kosong tidak ada siapapun.


Lalu Herman pun melihat ke rumah Winda peninggalan papanya itu, Dia mengira bahwasannya anak kembali ke rumah itu. ternyata di sana juga kosong dan tidak ada siapapun, akhirnya Laras dan Herman kebingungan dengan keberadaan Aldi anak mereka.


Herman ingin melapor kepada polisi namun Laras mencegahnya, lalu Laras menelpon hari secara diam-diam di dalam kamarnya.


Akhirnya Laras tahu bahwa Aldi sedang bersama Haris di apartemennya, Haris membawa Aldi saat malam itu dia pergi dari rumah sakit. lalu Laras memberitahukan bahwa Laras dan Herman sudah kembali ke rumah.


Laras meminta Haris untuk mengantarkan Aldi kembali ke rumah mereka. Laras juga meminta kepada Haris untuk berpura-pura sebagai temannya Laras, yang sedang merawat Aldi ketika mereka berada di rumah sakit.


Haris berpikir panjang dan menyetujui permainan yang Laras rencanakan, karena dari rencananya Laras, Haris juga menyusun rencana di balik semua itu. Haris ingin mendekatkan dirinya kepada Herman dan lara serta anaknya.


Akhirnya Haris pun datang ke rumah, dan mengantar Aldi kepada mereka kembali. Namun hari tak tinggal diam begitu saja dia menjalankan rencananya. Haris mengatakan kepada Herman bahwasannya dia tidak punya tempat tinggal di sini, dan tempat tinggalnya yang lama sudah harus keluar dari sana karena tidak mempunyai uang.


Lalu Herman berinisiatif untuk memberi penginapan sementara kepada Haris di rumahnya Winda. Haris pun menyetujuinya dan menjalankan rencananya kali ini dia tidak takut dengan teror-teror Winda lagi.


Terlebih lagi sekarang Haris sudah mengatakan kepada Winda, akan membalaskan semua dendamnya dan termasuk dendam harus kepada Laras. Haris sudah tahu bahwasannya Laras lah yang membunuh Winda, dan sudah mengetahuinya juga bahwa mobil yang pernah Haris berikan kepada Winda itu ternyata habis terbakar.


Laras sudah pernah menceritakannya kepada Haris semenjak pertengkaran itu. Dan orang pintar itu juga mengetahuinya, lalu memberitahu kepada Haris, bahwa semua itu adalah kesalahan dari Laras kekasihnya.


Haris jadi mengerti mengapa Winda meneror Laras dan juga dirinya saat itu. Kali ini Haris ingin membalaskan rasa sakit dan kecewaannya kepada Laras, karena telah mempermainkan perasaannya dan menghianati cintanya selama ini.


Winda juga sudah mengerti bahwasanya Haris ingin membantu dirinya. Namun arwah Winda masih penasaran sebelum Laras mati seperti dirinya.

__ADS_1


Akhirnya Herman pun mengizinkan Harris untuk tinggal di rumah Winda, sebenarnya Laras tidak setuju, Herman melakukan itu kepada Haris.


namun harus tidak bisa berbuat apapun karena Herman sudah menyetujuinya.


Haris tersenyum dan tertawa dalam hatinya, karena merasa senang semua rencananya akan berjalan dengan lancar, dan seperti yang dia inginkan. Hari itu juga Haris menempati rumah Winda, dan bisa setiap hari bertemu dengan Aldi anaknya.


Setiap hari Haris menjemput Aldi ke sekolahnya, dan mengantar ke rumah Laras siang itu juga. Setelah sampai mengantar Aldi di rumah Laras, Haris selalu mencoba merayu laras di rumah itu. Sekarang art Laras dan supir pribadinya sudah ganti yang baru.


Mereka tidak mengetahui bahwasanya Haris dan Laras pernah bersama bahkan mereka sudah mempunyai anak. Dan Aldi salah satu alasan, mengapa Haris selalu datang ke rumah Laras mau ada Herman atau tidak.


Sekarang Haris akan membangun perusahaannya sendiri, dari hasil uang yang sudah dia tabung selama ini untuk pernikahannya dengan Laras.


Namun dia membangun perusahaannya secara diam-diam, dan tidak diketahui oleh Laras dan Herman.


Saat ini dia mengaku bahwasanya Dia tidak memiliki uang, namun Laras percaya bahwa itu semua adalah bohong. Ternyata sopir pribadi itu masih terus mengintai di rumah Laras, melihat Laras dari kejauhan.


Saat Laras siangnya akan menjemput Aldi dari sekolah, pria itu menghadang mobil Laras di depan pagar rumah mereka.


Pria itu lalu masuk ke dalam mobil Laras dan menyuruh Laras untuk berjalan kembali. Bekas supir pribadinya itu ikut ke dalam mobil Laras sampai ke sekolah anaknya.


Dia mengancam meminta uang transferan kepada Laras, agar permasalahannya tidak diketahui oleh suaminya Herman.


"Kau harus memberikan uang itu kepadaku, atau aku tak menjamin mulutku untuk tidak berbicara kepada suamimu secara langsung." pria itu mengancam Laras.


"Kau pikir aku bodoh?!"


"Jangan coba-coba menggertak diriku, kau itu bukan apa-apa bagiku." ujar Laras yang tak suka dengan ancaman pria itu.

__ADS_1


"Kalau kau merasa aku memang hanya ingin menggetarmu, silakan!"


"Tapi tidak aku jamin dalam 2 hari ini, aku akan menemui suamimu dan mengatakannya." ucapan dari pria itu.


Setelah mobil berhenti, pria itu pun turun dari mobil, lalu Laras pun turun mengunci pintu dan menemui Aldi di dalam sekolahnya. Aldi berlari saat melihat mamanya telah menjemput dirinya. Haris yang mengikuti mereka dari belakang dengan mobilnya sendiri pun, melihat kejadian apa yang terjadi dari awal sampai akhir.


Namun dia tidak tahu apa yang dikatakan pria itu kepada Laras, sekarang Haris malah mengikuti pria itu dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua.


****


Haris menghajar pria itu sampai dia menyerah, dan mengatakan yang sebenarnya kepada Haris. Ternyata pria itulah yang sudah menodai Laras kedua kalinya, yang pernah Laras katakan kepada Haris.


Pria itu pun akhirnya dimasukkan ke penjara oleh Haris, namun hari semakin marah dan semakin ingin melakukan secepatnya rencana itu kepada Laras.


Sore itu Aldi disebut Haris di rumahnya, dia membawa Aldi tanpa memberitahu kepada Laras atau meminta izin kepada mamanya.


Hari itu Herman pulang terlambat dan sedikit malam, tidak seperti biasanya Herman pulang yang sore hari sudah berada di rumah.


Laras sangat bingung mencari Aldi di mana-mana, lalu art mereka yang mengetahui bahwasannya Aldi pergi bersama Haris. Laras pun menjemput Aldi malam itu di rumah Haris yaitu rumah papanya Winda.


Malam itu Aldi sudah tidur di rumah Haris, dan harus meminta izin kepada Laras agar Aldi tidur di rumahnya saja, dengan alasan besok libur sekolah. Haris juga mengatakan bahwa dia sangat ingin sekali tidur bersama anaknya.


Tetapi Laras tidak memberi izin kepada Harris, bahkan mereka bertengkar mulut saat malam itu.


Lalu harus membahas tentang pria bekas sopir mereka, hari sudah mengetahui semuanya dari pria itu.


Haris mulai mengancam Laras dengan apa yang dikatakan pria itu, dan juga akan membuka suara kepada Herman bahwasannya Aldi adalah anak kandungnya. Laras semakin ketakutan dan dia memukul Harris, karena merasa sangat terancam akan perkataan Haris tersebut.

__ADS_1


__ADS_2