Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 18.


__ADS_3

Pulang ke rumah...


Hesty dan Romi sudah lelah berjalan-jalan dan juga makan malam, pukul 23.00 malam mereka pun pulang ke rumah untuk beristirahat. Dari kejauhan rumah mereka tampak begitu terang dan cantik, itulah yang mereka lihat selagi mereka tinggal di rumah itu.


Mereka juga tidak menyadari, bahwasanya rumah itu sedikit jauh dari para tetangga. Mungkin semua itu karena halamannya terlalu besar dan rumah itu berada di tengah-tengahnya.


Di kawasan rumah itu merupakan sebuah kompleks, yang di mana semuanya adalah orang-orang kaya.


Jadi tak heran kalau di sekitar rumah itu terlalu sunyi dan sepi, bukan cuma di malam hari, bahkan di siang hari pun begitu.


Namun itu yang disukai Hesti, terasa seperti di kampung yang begitu sejuk dan sunyi, tidak ada kebisingan suara kendaraan yang berlalu-lalang.


Namun sebenarnya rumah itu terlalu besar, kalau hanya ditinggali untuk mereka berdua.


Tapi mau bagaimana lagi, mereka hanya berdua saja saat ini, rumah itu juga sudah cocok dengan Hesti dan Romi. Malam itu mobil mereka pun masuk ke garasi, Hesti membuka pintu rumahnya dan masuk bersama Romi.


Mereka sudah sangat kelelahan, jadi tidak ada aktivitas yang lain, selain mereka langsung tidur untuk beristirahat. Romi dan Hesti pun masuk ke kamarnya, dan merebahkan tubuh mereka berdua di atas kasur yang empuk.


Hah...


"Aku sangat lelah sekali malam ini mas, tapi sangat menyenangkan makan malam kita."


"Terima kasih ya mas sudah membawaku jalan-jalan malam ini dan, dan menyempatkan waktu untukku." ucap Hesti mencium pipi suaminya.


"Iya sayang..., kalau kau memang sudah lelah, tidurlah. Mas pun juga akan tidur, besok kita bisa lanjutkan lagi jalan-jalan kita." Ucok Romi mengelus kepala Hesti.


Mereka berdua pun tidur memejamkan mata, dengan tubuh yang berselimut. Malam itu hujan turun dengan derasnya, dan udara di sekitar rumah itu menjadi terlalu dingin. Hesti terbangun dan mematikan AC di kamar mereka, Dia sangat kedinginan dengan suhu udara malam itu.


Tiba-tiba dia ingin sekali ke kamar mandi untuk buang air kecil, Hesti pun berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar.


Cklek...

__ADS_1


Hesti membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya. Setelah selesai, dia mencuci tangannya di wastafel yang ada cermin di depannya. Saat mencuci tangan tiba-tiba tak sengaja melihat sesuatu di balik cermin itu.


Hesti terkejut dan melihat ke arah belakang tubuhnya, namun di saat menoleh dia tidak melihat apapun di sana.


"Itu tadi apa ya?"


"Kok seperti seorang wanita?!"


"Mungkin aku masih ngantuk kali ya? aku tidur lagi deh." gumam Hesti dalam hatinya.


Hesti pun berjalan keluar dari kamar mandi itu, dan segera naik ke tempat tidurnya lagi. Dia pun membuang rasa penasarannya, lalu tidur dengan nyenyak. keesokan paginya Hesti sudah bangun duluan daripada Romi, dia bermaksud ingin membuat sarapan pagi untuk suami tercinta.


Karena hari ini Romi masih libur, jadi Hesti ingin membuat sarapan yang berbeda pagi ini. Kali ini dia ingin membuat sarapan, dan makan bersama di taman belakang yang ada kursi manis di sana.


Dia sudah menyiapkan semuanya, mulai dari menu minuman dan juga buah-buahan. Lalu Hesti pun pergi untuk mandi, karena tubuhnya sudah sangat bau dan kotor.


Tetapi sebelum pergi mandi, Hesti membangunkan suaminya terlebih dahulu, agar juga ikut bersiap-siap mandi.


Saat Hesti akan mandi, Dia teringat kembali kejadian tadi malam yang menurutnya sedikit aneh.


Namun hal itu tidak dikatakannya kepada Romi, karena dia berpikir mungkin itu cuman ilusinya saja. Jadi menurutnya itu tidak penting untuk dibicarakan kepada suaminya.


Hesty dan Romi pun sarapan pagi di taman belakang, mereka begitu senang bercanda dan juga bercerita.


Di saat sedang asyiknya berbicara dengan Romi, tiba-tiba mata Hesti tertuju ke dalam rumahnya, dan melihat seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka. Lalu Hesti terdiam, dan sangat penasaran ingin melihat siapakah dia.


Hesti pun meninggalkan Romi sebentar di taman belakang tersebut, dia masuk ke dalam untuk melihat, dan mencari tahu rasa penasarannya itu.


"Mas sebentar ya mas, aku sepertinya ada yang kelupaan." ucap Hesti beralasan.


"Oke baiklah sayang."kata Romi sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


Hesti pun masuk dan mencari-cari orang yang dilihatnya tadi. Lalu seorang wanita ada di belakangnya, Hesti terkejut dan membesarkan bola matanya.


"Astaga! kamu siapa? kamu mengejutkan saya saja?!" ucap Hesti menanyakan diri wanita itu.


"Bu selamat pagi, saya cucu mbok yang semalam memberikan kunci rumah ini."


"Mbak bilang saya harus bersih-bersih setiap hari di rumah ini sekarang." ucap wanita itu yang tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua.


"Oh kamu cucunya, memangnya di sini, di rumah ini, ada fasilitas seperti itu ya?" tanya Hesti.


"Iya Bu.., di sini di rumah ini, tetap saya yang akan membersihkan setiap hari, tetapi saya membersihkannya tidak bisa datang pagi-pagi seperti ini mulai besok, saya akan datang sore dan pulang malam." ucap wanita itu.


"Oh baiklah kalau seperti itu, bagi saya tidak ada masalah."


"setelah nanti selesai semuanya, kamu pulang tidak perlu berkata kepada saya atau mencari saya."


"Segeralah pulang." ucap Hesti yang mengerti dengan peraturan rumah itu.


Ternyata rumah itu walaupun dibayar setahun 10 juta, mereka mendapatkan begitu banyak fasilitas seperti barang di dalam rumah, dan juga ada pelayan yang membersihkan rumah setiap harinya.


Jadi Hesti tidak terlalu capek untuk membersihkan rumah besar itu sendirian. Hesty pun pergi dan kembali lagi ke suaminya, yang masih berada di taman belakang.


Dengan secara tiba-tiba wanita itu sudah tidak tampak lagi, dia pergi berlalu begitu saja. Hesti pun teringat karena lupa menanyakan alamat serta yang lainnya ke wanita itu. Tapi saat istri kembali dan mencari wanita itu di dalam rumahnya sudah tidak ada. Bahkan Hesti juga lupa menanyakan nama wanita itu.


"Ah, sudahlah!"


"Nanti kalau bertemu lagi, baru akan ku tanya siapa namanya." ujar Hesti dalam hatinya.


Hesti dan Romi pun masih menikmati sarapan paginya di taman belakang. Mereka juga menelpon keluarga yang ada di Jawa, untuk memberitahu bahwa mereka sudah tinggal di rumah yang begitu indah. Ayah dan ibu Hesti sangat kangen kepadanya, kali ini mereka melepas rindu dengan video call yang Hesti buat dari ponselnya.


Kehidupan mereka sangat bahagia walau dijodohkan, mereka berdua masih begitu romantis karena masih terbilang pengantin baru. Dan belum memiliki anak, jadi masih banyak waktu untuk berdua saja. Kedua keluarga juga sangat senang, karena anak mereka hidup bahagia dan tidak ada yang merasa sedih akan perjodohan itu.

__ADS_1


__ADS_2