
Kali ini ibukota Jakarta bagi Haris hanyalah kenangan buruk, sekarang dia harus menghadapi kenyataan tersebut agar jalan hidupnya berjalan dengan normal kembali. Haris menghubungkan nafasnya dan menelan salivanya, dia harus tetap tegar dan tidak memikirkan kembali memori yang sudah berlalu itu.
Walau kenangan itu menyakitkan baginya namun sekarang dia hidup bahagia dengan Aldi anaknya dari Laras, dia mencoba untuk tetap tegar dan tidak kembali mengingat kenangan masa lalu tersebut.
Beda Harris beda halnya dengan Aldi, dia malah ingin mengetahui seluruh sudut kota Jakarta, bahkan mencari tahu apa maksud dari mimpinya tersebut. Haris dan Aldi melangkah dari bandara tersebut, mereka meninggalkan bandara itu dan masuk ke dalam mobil jemputan yang sudah disediakan oleh klient Harris.
Mereka langsung dijemput oleh sopir pribadi pelayan Harris namun mereka tidak langsung bertemu dengan kelainan tersebut melainkan mereka telah disiapkan tempat untuk mereka menginap hari itu. klien Haris ingin mereka untuk beristirahat sejenak, mengatakan melalui lewat ponselnya dia menelpon Haris akan menemuinya nanti jam 20.00 waktunya makan malam.
Namun pertemuan malam itu tidak langsung membahas tentang pekerjaan mereka, Haris datang bersama Aldi anaknya, mereka berpakaian rapi karena ingin makan malam di tempat restoran yang bergengsi di Jakarta tersebut.
Sedangkan kliennya pak Broto, datang bersama anak gadisnya yang bernama Melani. Anak gadisnya begitu cantik dan menawan, dengan mengenakan sebuah dress yang sedikit terbuka dengan rambutnya yang panjang terurai begitu anggun terlihat. Haris dan Aldi dijemput oleh supir pribadi pak Broto di depan hotel mereka.
Haris dan Aldi merupakan tamu istimewa bagi pak Broto saat ini, pak Broto berencana ingin memperkenalkan anak gadisnya kepada Aldi anak Haris pemilik pengusaha yang begitu berjaya. Pak Broto tahu bahwa Haris datang ke Jakarta bersama Aldi anaknya, maka dari itu pak Broto pun mengajak anaknya Melani untuk menemaninya makan malam dan memperkenalkannya kepada Aldi anak Haris.
Tibalah Haris dan Aldi di depan restoran tersebut, mereka masuk ke dalam menemui pak Broto dan Melani yang berada di lantai 2 ruangan VIP khusus untuk mereka saja. mereka pun bertemu Haris dan pak Broto saling berjabat tangan begitu juga dengan Aldi yang berkenalan dengan Melani saat itu.
Pandangan Melani terus ke arah Aldi, Dia sangat takjub dan juga terpesona akan ketampanannya. tetapi Aldi tidak menyadari akan pandangan Melani yang selalu tertuju kepadanya, saat ini Aldi benar-benar tidak fokus karena dia masih terus memikirkan apa yang dikatakan ibunya di dalam mimpi tersebut.
__ADS_1
Aldi rasanya ingin cepat sekali mencari anak kakak tirinya yang sudah lama terpisah, mimpi itu dan juga tujuan Aldi tidak diutarakannya kepada Haris papanya. Dia ingin mencari sendiri tanpa harus diketahui, Haris pasti tidak akan mengizinkannya untuk mencari Ana atau Herman Papa tirinya.
Sementara begitu asiknya pak Broto dan Haris berbincang, Aldi tidak menghiraukan apa yang mereka lakukan begitu juga dengan keberadaan Melani. Pikiran Aldi sekarang sedang kacau dan tidak menyadari bahwa Melanie sedang menyapanya.
"Hai Aldi, kau sekarang sedang kuliah atau kerja?"
"Kalau aku sekarang sedang mengambil S2, namun sedikit demi sedikit papaku sudah mengajariku tentang cara berbisnis."
"Aku sangat suka sekali dengan bisnis dan juga perusahaan, menurutku bisnis itu merupakan suatu pekerjaan yang lebih eksekutif dan juga dapat bersaing dengan dunia."
"aku sangat menyukai hal-hal itu, karena aku suka dengan begitu banyak tantangan." ucap Melani sedari tadi bercerita tentang dirinya.
Menyadari akan hal itu Melani menjadi sedikit kecewa dan juga kesal kepada Aldi.
Melani langsung menilai bahwa Aldi bukanlah pria yang baik dan tidak berpendidikan, hanya bermodalkan tampang. Melani termasuk seorang wanita yang berkelas dan dia selalu menganggap pria itu tampan dan keren bila berpendidikan dan juga memiliki kemampuan berbisnis.
Melani sangat kesal karena Aldi tidak terlalu respek kepadanya dan malah mengacuhkannya, dia merasa dirinya adalah wanita yang begitu sempurna karena begitu banyak pria yang mengaguminya. Dan baru kali ini ada seorang pria mengacuhkan dirinya apalagi saat bersamanya secara langsung seperti saat ini.
__ADS_1
***
Aldi dan Haris sudah kembali ke hotelnya dengan supir pribadi pak Broto, terlihat oleh Haris sikap Melani yang menekuk wajahnya dan juga tidak terlalu begitu ramah ketika pulang dari restoran tersebut. Haris pun menanyakan kepada Aldi mengapa Melani terlihat tidak senang ketika bersamanya di restoran itu.
Aldi pun menjawab bahwasanya dia tidak tahu dan tidak mengerti, mengapa Melani bersikap seperti itu saat mereka akan pulang. Tetapi Haris sedikit paham kenapa sikap Melani menunjukkan rasa tidak senangnya kepada mereka. Memang diakui Harris, anaknya itu tidak begitu tertarik dengan wanita untuk saat ini, dia lebih tertarik dengan bisnis tanpa kerjaan serta pendidikannya.
Aldi saat ini hanya ingin fokus dengan bisnisnya dan juga pendidikannya sedangkan untuk urusan wanita dia mengesampingkan dan tidak mau waktunya sekarang dimanfaatkan hanya untuk bersenang-senang dengan wanita saja. Aldi berpikir ketika dia sudah mapan dan memiliki kemampuan berbisnis, dia akan langsung mencari pendamping yang dia cintai dan hidup bahagia dengan wanita tersebut.
Jadi untuk saat ini Aldi sedikit mengesampingkan dirinya dari wanita-wanita dan dari kegiatan-kegiatan yang tidak begitu penting bagi dirinya. Hari sudah malam, Aldi dan Haris pun tidur di hotel tersebut. Keesokan harinya Aldi berencana untuk pergi mencari Ana di rumah lama milik papa tirinya Herman.
Keesokan paginya Aldi sudah bersiap pergi pagi-pagi sekali, sebelum Harris bangun Aldi sudah berangkat bahkan dia tidak pamitan dengan papanya. Namun dia meletakkan sebuah memo di atas lemari kecil di dekat pintu kamar hotel mereka, Aldi menuliskan bahwa dirinya ingin keluar untuk menghirup udara segar dan jogging di sekitar hotel tersebut.
Setelah sudah sampai di lobby hotel, Aldi memesan sebuah taksi online untuk berangkat menuju ke alamat rumah papa tirinya yang lama. Sekarang Aldi sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Ana, dia mengatakan alamat tujuannya sama persis seperti apa yang dikatakan oleh Laras dalam mimpi itu. Yang tidak diketahui oleh Aldi, bahwasanya rumah lama dari papa tirinya itu sudah tidak ada lagi, sekarang Ana sudah merubah rumah itu menjadi tempat usaha dan bisnisnya.
Walau Aldi mengetahui Anna dari sosial media, tapi toko dan butik sekarang yang dijalankan oleh Ana tidak diketahui oleh Aldi. Itu adalah tempat di mana rumah besar itu berada. Aldi yang masih duduk di dalam taksi itu perasaannya semakin kacau dan penuh tanda tanya, Aldi juga merasa canggung menemui anak kakak tirinya dan dia juga tidak mengetahui bagaimana akan memulai pembicaraan kepada kakak tirinya tersebut.
Di dalam benak Aldi dan juga dalam pikirannya, hanya ingin tahu apa maksud dari perkataan ibunya tersebut. Sampai-sampai membuatnya sangat penasaran dan langsung ingin datang bertanya kepada Ana kakak tirinya.
__ADS_1
Aldi melihat sekeliling daerah dari balik jendela taksi online-nya, sudah banyak berubah bahkan dirinya sudah tidak ingat sama sekali daerah tersebut, karena dulu dia masih kecil sekali usianya. Lalu tiba-tiba taksi online tersebut berhenti di sebuah gerai butik yang begitu besar dan mewah. sopir taksi online itu pun berkata kepada Aldi bahwa dia telah sampai mengantarkan Aldi ke alamat yang dia inginkan.