
Diam-diam Monica menghancurkan bisnis Ana dan juga rencana pernikahannya, malam hari Monica datang ke depan gerbang galeri Ana. Dia menanam sesuatu di gerbang rumah itu, tanpa diketahui siapapun Monica berhasil menjalankan rencananya malam itu juga.
Setelah menanam sebuah benda yang dia dapat dari orang kepercayaannya untuk menyakiti Ana, Monika pun pergi dengan cara mengendap-ngendap. Dia dibantu oleh beberapa temannya yang sangat akrab, karena teman-temannya tidak rela ketika mau nikah siang itu dilempar ke jalanan oleh satpam.
Sekarang sudah dua minggu terlewatkan, tiba-tiba toko anak tidak ada yang melakukan pesanan bahkan pelanggannya pun tidak ada yang merespon seperti biasa. Ana tidak memperhatikan akan hal itu, ia sekarang terfokus oleh pernikahannya yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Wajah Ana hari demi hari begitu banyak tumbuh jerawat, bahkan jerawatnya itu merupakan jerawat yang tidak wajar.
Ana sudah mencoba untuk pergi ke klinik kulit dan memeriksakan kulitnya dari jerawat-jerawat itu, iya ingin terlihat cantik ketika di hari akad nikahnya nanti bersama Farel. Namun usaha yang dia kerjakan tidak membuahkan hasil, jerawat itu masih ada di wajahnya saat ini.
Ana pun akhirnya jatuh sakit karena memikirkan Wajahnya dan juga pernikahannya, Ana mau memutuskan untuk mundur tanggal pernikahan tersebut ke Farel. Mau tidak mau Farel pun menyetujui apa yang aman pinta saat itu, namun Farel tidak berada di Jakarta lagi. Kali ini Farel telah dipindahkan ke kota yang lain, untuk memegang kantor cabang perusahaan di tempat dia bekerja.
Akhirnya Ana pun memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengan Farel saat itu, Ana juga memilih untuk sendiri lagi dan mencoba menyembuhkan penyakitnya yang belum ada obatnya. Hesti dan Romi pun terkejut dengan keputusan yang diambil oleh Ana.
Padahal mereka sebentar lagi sudah akan resmi menjadi suami istri, namun semua itu gagal dan tidak dapat dilanjutkan. Monika pun mendengar kabar tersebut dan dia tertawa merasa puas dengan keberhasilan yang dia jalani saat ini, yaitu dengan membatalkan rencana pernikahan dan memisahkan Ana dengan Farel.
***
__ADS_1
Ana pun sekarang mulai memperhatikan semua galeri-galeri miliknya, ternyata dari pembukuan yang dia periksa hasil penjualan terlihat menurun sangat drastis. Ana semakin bingung dengan apa yang terjadi bertubi-tubi kepadanya. Dia sudah mencoba untuk memeriksakan kembali kondisi tubuhnya, yang lebih sering terlihat pucat dan juga merasa lemah.
Ketika malam hari, Ana merasa tubuhnya terbakar dan tidak bisa tidur, ia mencoba keluar rumah dan mendinginkan tubuhnya, karena merasa kepanasan di dalam kamarnya. Saat ketika sedang berada di luar kamarnya, Ana melihat ada cahaya dan asap yang keluar dari sudut pagar rumahnya tersebut.
Ana lalu mencoba untuk mendekati dan mengambil penggali untuk menggali tanah tersebut. Tanah itu meledak dan Ana terhempas ke belakang, lalu ia melihat sebuah bungkusan yang dibungkus dengan kain putih keluar dari dalam tanah tersebut. Dengan cepat Ana pergi mengambil korek api dan membakar bungkusan itu sampai habis terbakar.
Ana semakin merasa tubuhnya panas dan wajahnya memerah mengeluarkan asap, dia merasa sudah tidak tahan dan terbaring jatuh di tanah saat itu juga. Monik yang di dalam kamarnya sedang tidur pulas, terbangun dan merasa tubuhnya kepanasan.
"Kenapa denganku panas sekali aku harus bilang mandi, aku sudah tidak tahan lagi. Air... Aku ingin minum." gumam Monica di malam itu.
Monica berteriak dan menahan rasa sakitnya, karena suara teriakannya itu Rudi pun terbangun dan melihat apa yang sedang terjadi pada Monica.
Lalu tiba-tiba Monica jatuh ke lantai kamar mandinya, dia pingsan di sana saat Budi datang menghampiri. Rudi terkejut lalu menghampiri istrinya yang sudah tergeletak di lantai kamar mandi tersebut, dengan cepat ia menggendong dan membawa Monica ke rumah sakit dengan mobil pribadinya sendiri.
Rudi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, karena dia merasa takut terjadi sesuatu kepada istrinya yang sudah pingsan di dalam kamar mandi. Setelah sampai di rumah sakit, Rudi langsung membawa istrinya dengan menggendong ke dalam ruangan UGD.
__ADS_1
Ana yang berada di rumahnya...
Sedangkan Ana yang terlempar pingsan di depan taman rumahnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal itu. Semalaman dia berada di luar karena pingsan setelah selesai membakar bungkusan putih tersebut.
Hesty pagi itu menelpon Anna untuk menanyakan barang yang ada di toko mereka. Namun ponsel Ana berdering tidak ada yang menjawabnya, Hesti sudah menelpon Anna sampai 10 kali. Karena merasa penasaran dan juga sedikit cemas Hesti pergi ke rumah Ana galeri terbesar dengan sepeda motornya sendirian.
Karena Romi suaminya sudah pergi ke kantor pagi sekali, sehingga Hesti harus pergi seorang diri ke rumah Ana pagi itu juga. Saat sampai di depan gerbang rumah Ana, Hesti sangat terkejut melihat anak yang tergeletak di taman depan rumahnya tersebut.
Tidak ada yang menolongnya, karena karyawan galeri di tempat Hesti belum ada yang datang. Dengan segera Hesti membuka pagar rumahnya Ana, dan melihat keadaan anak yang masih pingsan di sana. Hesti segera mengambil ponselnya yang berada di dalam kantong bajunya, ia menelpon Romi suaminya tersebut agar datang menolong Hesti untuk membawa Ana ke rumah sakit.
Romi pun segera datang dengan mobil pribadinya dan mereka berdua membawa Ana pergi ke rumah sakit secepat mungkin. Sampai di sana dokter segera menangani Ana dengan cepat, kejadian itu sangat langka bagi dokter. Mereka masih meneliti dan kembali memeriksa tubuh Ana yang belum diketahui penyakitnya tersebut.
Lalu dokter menjelaskan kepada Romi dan Hesti bahwa ada pasien lain yang sama dengan Ana alami saat ini. Dokter itu pun mengajak Hesti dan Romi untuk melihat pasien tersebut ke kamar rawat inapnya. Hesti dan Romi sangat terkejut ketika melihat pasien, yang dimaksud oleh dokter tersebut adalah Monica yang mereka kenal.
Namun mereka tidak tahu sebab Monica dan Ana sama-sama mengalami hal yang serupa. Romi dan Hesti berfikir, namun mereka belum menemukan jawaban dari apa yang mereka pikirkan. sementara Hesti menunggu Anna tersadar di rumah sakit, Romi segera kembali ke kantornya saat itu.
__ADS_1
Dirinya harus menyelesaikan tugas dan berkas-berkas, yang akan dibawa rapat untuk besok bersama pimpinan-pimpinan dari beberapa cabang perusahaan mereka. Dan besok semua pimpinan cabang akan berkumpul untuk rapat bersama, mengenai perkembangan perusahaan yang sedang mereka jalani. Pada saat itu Farel juga akan datang untuk ikut rapat bersama Romi di kantor perusahaan pusat mereka.