
Paginya Ana dan Winda sudah siap untuk berangkat, dan Ana berkomentar untuk membawa payung serta jaket ke kantor mamanya.
Winda bertanya kepada anaknya namun dia hanya tersenyum saja. Namun Winda melakukannya, karena menurutnya tak ada masalah bila membawanya. Winda akan menuruti apa yang putrinya minta kepadanya dengan sikap yang baik.
Dan tanpa di sadari sampai di kantor hujan turun dengan derasnya, dan Winda membuka payung untuk keluar dari mobilnya sambil menggendong Ana ke luar dari mobilnya itu.
Winda pun kini tahu dengan alasan kenapa Ana menyuruh ku untuk membawa payung saat ini.
Sekarang pengasuh Ana sudah yang baru, dan sudah tidak ada masalah lagi. Namun kali ini pengasuhnya sedikit mengetahui jati diri Ana yang sebenarnya adalah anak jenius dan dapat mengetahui kejadian beberapa menit kemudian.
Suster itu juga menjadi paham kalau Ana itu ditakdirkan menjadi pelindung mamanya saat ini. Pengasuhnya juga tidak heran lagi dengan semua yang dilakukan oleh Ana, dan tingkah Ana yang bagaimana pun.
Mungkin Ana adalah anak yang bisa melihat kejadian di masa depan mamanya saat ini. Tapi belum begitu terarah dan butuh di bimbing kembali, karena dia tidak tahu apa yang selama ini dia alami karena usianya yang masih terbilang muda.
Kali ini pengasuhnya yang akan mengajarinya semua yang Ana butuhkan. Karena pengasuhnya sudah dapat melihat Ana memiliki bakat yang sama sepertinya saat ini, hanya seribu dari satu orang yang mendapatkannya semenjak dari lahir.
***
Laras sampai sekarang belum hamil juga, sudah tiga tahun mereka menikah. Herman semkin kesal dengannya, dan mulai bersikap acuh pada Laras. Herman sering pulang ke rumah Winda namun tidak mau tidur satu ranjang dengannya. Herman terlalu benci pada istrinya itu, sampai anaknya Ana tidak boleh memanggilnya dengan sebutan papa kepadanya.
Haris kekasih Laras sudah pulang kembali dan mereka bertemu lagi. Saat Herman pergi ke luar negri karena perjalanan bisnis, Laras dan Haris bermalam di hotel tempat tinggal Haris yang disediakan oleh atasan mereka bagi para nahkoda.
Laras sangat senang dan menikmati sentuhan dari Haris, tapi Haris tak tahu kalau Laras sudah menikah dengan Herman dan sekarang berstatus istri orang lain. Laras tidak pulang kerumahnya untuk beberapa hari, dan Herman tak tahu akan hal itu.
__ADS_1
Herman sibuk dengan bisnis-bisnisnya dan hanya uang yang ada di otaknya. Haris ingin menikahi Laras, namun Laras menundanya dulu saat ini.
"Mas tunggulah 3 tahun lagi, karena aku belum boleh menikah untuk bisa naik ke jenjang karir ku yang sekarang ini."
"Setelah aku nanti sudah pastikan bisa aku akan keluar dari kantor ku dan menjadi istri mu seutuhnya di rumah stay untuk kamu saja." kata Laras yang mencoba merayu dan menipunya.
Padahal Laras sudah tidak bekerja lagi di kantor itu, karena Herman tak mau orang-orang akan bergosip yang tidak-tidak tentang mereka. Sehingga reputasi Herman rusak jadinya, dan berdampak pada karir dan bisnisnya tersebut.
Herman ternyata takut akan itu semua terjadi padanya dan tak memiliki harta serta popularitas lagi di rekan bisnisnya. Namun dia tak takut bila Laras menipunya dan bahkan ingin mempermainkannya.
Seminggu kemudian...
Herman sudah kembali dari perjalanan bisnisnya, dan pulang ke rumah Laras, saat itu Laras demam dan kepalanya pusing. Dan Herman membawanya ke rumah sakit, setelah di cek ternyata Laras hamil dan sudah masuk kehamilan 2 minggu saat ini.
Mama Laras juga sangat senang tapi sekarang malah di jadikan oleh Laras sebagai pembantunya. Laras selalu apa-apa meminta kepada mamanya, dan selalu menyuruh-nyuruh mamanya. Sampai suatu hari mamanya sakit akibat kecapean mengurus Laras dan suaminya.
"Laras, mama minta tolong di bawakan ke rumah sakit ya?" ucap mamanya.
"Ih, ma! Jangan manja deh, minum obat warung aja pasti sudah sembuh kok." kata Laras.
" Nak.., tolonglah mama. Sudah gak kuat lagi nak..," mamanya memohon.
Tapi Laras malah meninggalkan mamanya dan masuk ke dalam kamar untuk berbaring dan tidur siang setelah selesai makan.
__ADS_1
Mamanya Laras lalu keluar rumah pergi ke warung dalam keadaan demam yang sangat parah. Kondisi tubuhnya sangat lemas dan bahkan sebenarnya tak sanggup lagi berjalan.
Dia berjalan terseok-seok di tanah sambil meminta tolong, dan ketika ada seseorang yang datang ingin menolongnya mamanya Laras jatuh ketanah saat itu.
Dan ternyata dia sudah meninggal dunia di tempat, Akhirnya mereka membawa mamanya Laras pulang ke rumahnya Laras. Dan Laras sangat kesal menjadi kerjaan saja baginya, lalu dia membayar orang untuk mengurus jenazah mamanya sampai selesai. Dan Laras sama sekali tak ada rasa sedih karena kehilangan mamanya di dunia ini.
***
Haris sudah kembali berlayar lagi dan mendengarkan apa perkataan Laras, dan dia akan kembali 3 tahun lagi menikahi Laras segera. Haris pria yang setia dan bertanggung jawab, mereka sudah melakukannya dan Haris akan menikahinya. Kini Haris selalu menjaga hati dan cintanya untuk Laras saja tanpa harus ada wanita yang lainnya dalam hidupnya.
Laras malamnya menelpon Haris sambil pura-pura menangis mengatakan mamanya sudah meninggal dunia. Agar Haris simpati dan kasihan padanya, Haris pun terjebak dengan tangisan Laras. Dia mentransfer sebagaimana permintaan Laras yang katanya untuk biaya pemakaman mamanya.
Laras pun sangat senang mendengarnya saat ini, lalu Laras mematikan ponselnya segera. Dan mengganti kartunya agar tidak ketahuan dengan Herman saat suaminya itu ada di rumahnya.
Dan Laras juga berpura-pura menangis saat Herman pulang dan memberi tahu tentang mamanya yang sudah tiada. Herman pun langsung memeluknya dan berjanji akan mencari art untuk Laras dirumah itu.
Mereka suami istri memang tak punya hati nurani dan harga diri, malah Laras bisa sesantai itu menjalani hidupnya. Dengan rasa tak bersalah ketika mamanya meninggal sebenarnya karena dirinya yang tak membawa berobat ke rumah sakit pada saat mamanya meminta.
Semua para tetangga juga heran dan sedikit curiga melihat Laras tak menangis saat mamanya meninggal dunia. Laras menjadi buah bibir para tetangga yang ada di sekitar lingkungan rumahnya.
Untuk saat ini Laras bisa senang karena kehamilannya itu dimanja oleh Herman. Namun ketika anak itu ketahuan bukan anak lelaki yang dilahirkan, Herman tidak akan memberikannya apa pun dan bahkan Laras akan diusir dari rumah itu kembali.
Herman mengatakan itu hadiah untuk Laras, namun surat dari rumah itu sebenarnya atas nama Herman dan surat sertifikat rumah yang di tangan Laras itu adalah palsu semata. Herman tidaklah bodoh sebelum jelas jenis kelaminnya, dia tak akan memberikan apapun pada Laras saat itu juga.
__ADS_1