
Hari sudah petang, Haris menunggu Aldi di hotel namun tidak kembali juga, Dia sedikit cemas lalu keluar untuk mencari Aldi di sekitaran hotel. Haris sudah mencoba untuk menelpon ponsel Aldi dari siang, sampai sekarang ponsel itu tidak aktif bahkan Haris mengecek di sosial media juga tidak ada kabar dari Aldi.
Tak beberapa lama Aldi pun masuk ke dalam kamar hotel mereka, hari sedikit lega melihat anaknya sudah kembali karena besok mereka akan berangkat pagi-pagi sekali kembali ke kediaman mereka. Namun Haris sedikit khawatir melihat raut wajah dari Aldi, yang terlihat sedih dan juga murung.
Haris menghampiri Aldi dan memperhatikan pakaian yang dikenakan oleh Aldi, Haris terkejut melihat Aldi yang penuh dengan luka lecet dan memar. Sebagai ayahnya Haris khawatir lalu bertanya, mengapa kondisi tubuhnya bisa seperti itu.
"Ini tidak apa-apa pa..., tadi kecelakaan Aldi terlalu bersemangat berolahraganya dan tanpa menyadari Aldi terjatuh lalu luka dan lecet."
"Dan Papa tidak perlu khawatir, Aldi tadi sudah ke klinik sekitar sini lalu mengobatinya di klinik tersebut." lagi-lagi Aldi sedikit berbohong kepada papanya.
Dia tak ingin memberitahu hal yang sebenarnya kepada Haris, Aldi tahu pasti harus tidak menyukainya dan akan marah kepada dirinya. Dan Aldi juga tidak mau mengecewakan hati Haris, yang mengetahui bahwa Aldi menemui Papa tirinya dan mencari tahu tentang kondisi ibunya.
Sore itu Aldi pun pergi membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Ia membersihkan seluruh tubuhnya, lalu pergi ke atas kasurnya untuk tidur. Aldi sudah lelah satu hari yang pergi bersama Ana, mengunjungi orang tuanya.
Aldi tidur sangat pulas, bahkan dia tidak bangun sedikitpun saat Haris membangunkannya untuk makan malam. Haris pun membiarkan anaknya untuk tetap tidur, dia berpikir anaknya cukup kelelahan untuk satu harian tadi berada di luar.
Di saat Haris ingin pergi keluar untuk makan malam, Aldi mengigau dan menyebut-nyebut nama Laras dalam tidurnya. Haris pun terkejut lalu teringat kembali bahwa biasanya Haris ke Jakarta selalu menemui Laras. Namun kali ini Haris merasa Aldi anaknya, sudah terpanggil seperti dia dulu untuk dapat menemui Laras gadis pujaan hatinya.
Haris pun tidak jadi melanjutkan kakinya untuk melangkah keluar dari kamar hotel itu. Dia malah melangkahkan kakinya menuju sebuah sofa dan terduduk termenung di sana. Sempat dalam benaknya berfikir ingin menemui Laras dan melihat kondisinya saat ini secara diam-diam. tetapi semua pikiran itu ditepisnya, untuk tidak ingin memikirkan Laras lagi.
Haris pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel tersebut untuk mencari udara segar di luar, dia memilih sebuah cafe yang berada di dekat pantai untuk menikmati pemandangan malam dan semilir angin dari pantai menyapu wajahnya. Di sana Haris menenangkan pikiran dan juga hatinya, yang kembali teringat akan mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
Sampai saat ini Haris belum dapat move on atau menghilangkan bayangan-bayangan Laras dari pikirannya. Haris mengeluarkan kotak rokoknya, lalu mengambil sebatang rokok untuk dihisapnya dan menikmati tembakau yang dia bakar tersebut. Dalam pikirannya yang sedang kacau saat ini, dia lebih suka membakar rokoknya dan menghembuskan asap rokok itu keluar dari hidung dan mulutnya.
***
Dalam tidur Aldi bermimpi kembali Laras menemuinya dan juga mengucapkan terima kasih sudah mengunjungi rumahnya siang ini. Dia tersenyum seperti seorang ibu yang begitu bahagia, sudah lama tidak berjumpa dengan anaknya. Dan kali ini rumah Laras dikunjungi oleh anaknya dengan memanjatkan doa serta ayat-ayat suci untuk dihadiahkan kepada dirinya.
Aldi pun sudah mulai mengerti dan dia tidak mempertanyakan lagi keadaan ibunya yang sekarang sudah tenang di sana. Dalam mimpi itu Laras memeluk dan mencium Aldi sebagaimana seorang ibu menyayangi anaknya, namun bagi Aldi sangat terasa seperti bukan sebuah mimpi. itu adalah ucapan terakhir dari Laras untuk anaknya yang sudah tidak dapat bertemu kembali seperti ketika dia masih hidup.
Haris yang masih berada di pantai menikmati sebatang rokoknya dan juga semilir angin, melihat suasana pantai pada malam itu sangat sepi dan tidak ada seorangpun yang berada di pinggir bibir pantai.
Pandangan Aldi melihat seorang wanita dengan pakaian putih yang sangat familiar bagi dirinya. Bentuk dan tinggi badan wanita itu sama persis seperti Laras, sehingga membuat hari sangat penasaran akan wanita itu.
Saat Haris hampir saja mendekatkan dirinya ke wanita itu, namun yang dia lihat bukanlah seorang wanita, melainkan pantulan cahaya bulan yang bermain-main di omba k di pinggiran pantai.
hati Harris sangat sedih bahkan dia menangis dibawa cahaya bulan yang bermain ombak di pinggir pantai tersebut. Tanpa dia sadari bibirnya menyebut kata Laras dan memanggil nama itu berulang kali. Sebuah botol kaca menghampiri Harris tepat di kakinya yang menginjak pasir pantai, botol kaca itu dibawa oleh ombak tepat di hadapan Haris.
harus terdiam dan mengambil botol kaca itu botol itu tertutup dengan rapat namun ada sebuah surat di dalamnya. Botol itu pun dibuka oleh Haris dan mengeluarkan kertas itu untuk dilihatnya, dia sangat penasaran dengan isi botol kaca tersebut.
"Zaman sudah modern begini, masih ada saja orang yang iseng memasukkan sebuah kertas ke dalam botol dan dilempar ke lautan." gumam Haris yang merasa hal itu sangatlah kuno.
Isi Surat
__ADS_1
Botol itu pun dibuka dan kertas itu pun dilihat, ternyata di dalamnya ada sebuah tulisan yang sangat menyentuh hatinya. Dan dia bahkan merasa tidak percaya akan hal yang sedang terjadi padanya saat ini. sebuah tulisan yang ditentukan untuk kekasihnya tercinta.
...Untukmu yang masih tetap ku cinta......
Sampai kapanpun aku tetap akan menyimpan bayang-bayangmu di dalam hatiku.
Bahkan ketika aku saat ini sudah mati dan tidak dapat menyentuh bahkan memeluk tubuhmu lagi.
Maafkan semua kesalahanku, dan tak sempat mengatakannya di saat aku masih ada di dunia.
Kini kesempatan itu ada untuk mengucapkan maaf setelah aku sudah tiada di dunia.
Untuk orang terkasih dan tercintaku ikhlaskanlah aku jangan kau tangisi lagi.
Kita sudah berbeda dan jalan juga sudah masing-masing untukmu kekasihku Haris.
Dari kekasihmu Laras❤️
Sontak Haris terkejut membaca surat itu, ternyata surat di dalam botol itu adalah surat dari Laras untuk dirinya. Di dalamnya jelas tertulis, bahwa Laras sekarang sudah tiada. kata-kata yang menunjukkan dunia kita berbeda dan juga kata maaf yang tidak sempat diucapkan ketika masih hidup, membuat Haris mendapat pukulan keras karena tidak mengetahui akan peristiwa meninggalnya Laras saat ini.
Haris menangis dan semakin pedih hatinya, dia harus mengetahui bahwa kepergian Laras sudah tidak ada di dunia ini melalui surat yang disampaikan seseorang padanya. Sini ayah dan anak harus merasakan kepedihan yang sekarang sedang melanda mereka berdua mereka tidak tahu apapun tentang kejadian dan kematian Laras saat itu. dan mereka juga harus ikhlas dengan apa yang sudah terjadi pada hidup mereka dan juga kepergian Laras yang begitu mengejutkan Harris dan Aldi anaknya.
__ADS_1