Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 21.


__ADS_3

Malam itu Romi belum juga pulang, Hesty masih terus teringat akan komentar dari teman-temannya di sosial medianya. Dia mencoba untuk tidur di dalam kamarnya dan menutup matanya, namun telinganya tak bisa berhenti untuk mendengar suara yang ada di luar kamarnya.


Tuk, tuk, tuk.


Hesty merasa bahwa Laras belum pergi dari rumah itu, dia mengira suara itu pasti dari suara Laras yang masih membersihkan rumahnya. Tetapi Hesti tidak menyadari bahwasannya sekarang sudah pukul 12.00 malam.


Ponsel Hesti bergetar menandakan bahwa ada pesan masuk di sana, Hesti pun mengambil ponselnya dan melihat pesan tersebut dari Romi suaminya. Romi berkata bahwa dia akan pulang satu jam lagi dan jangan menunggunya. Malam itu sangat menakutkan bagi Hesti, udara begitu dingin dan pikirannya tidak bisa terlepas dari komentar-komentar teman-temannya yang di sosial media tadi.


Tuk, tuk, tuk.


Suara itu semakin terdengar oleh telinga Hesty, bahkan semakin dekat dan sangat terlalu dekat dengan dinding kamarnya. Hesti tersadar ketika melihat layar ponselnya menunjukkan bahwa jam 24.15 malam.


"Apakah Laras tidur di rumah ini?"


"Memang di luar sedikit hujan. tapi dia tidak ada mengucapkan apapun sedari tadi. aku juga tidak ada melihat dia, setelah selesai dari live-ku di sosial media." ucap Hesti yang sedikit penasaran dengan suara itu.


Hesti mulai penasaran dan dia ingin sekali keluar, melihat suara apakah yang ada di luar yang sedang mengetuk-ngetuk, di sebelah dinding kamarnya. Bahkan sesekali Hesti mendengar suara garukan kuku di dinding kamarnya itu, tetapi terdengar dari luar.


Srek....!


Srek...!


Bulu kuduk Hesti merinding, badannya pun menggigil, udara malam itu sangat mencekam, bahkan dia tidak kuat untuk keluar begitu saja tanpa selimut yang melindungi tubuhnya.


"Mas...?


"Mas Romi..?!" Hesty mengira suaminya sudah kembali.


Hesti keluar dari kamarnya dan mencari tahu asal suara itu, Dia mengira suaminya telah kembali dari kantor dan makan di dapur.

__ADS_1


Hesty berjalan dengan perlahan dan melihat kesana kemari di luar kamarnya.


"Mas kamu sudah pulang ya? Kamu lagi makan di dapur?"


"Mas kamu lapar mau aku buatkan sesuatu?" Hesti terus bertanya dan berjalan ke arah dapur.


Namun ketika dia sudah sampai di dapur, dan berdiri di arah meja makan, ia tidak melihat ada seorang pun di sana. Hesti pun merasa bingung dan dia sedikit ketakutan, lalu tanpa sengaja dia melihat sekelebatan bayangan putih melintas di belakang tubuhnya.


"Siapa?!"


"Siapa? Siapa di sana? Laras kau sudah pulang belum?!" Hesti memanggil nama Laras.


Namun di saat Hesti memanggil-manggil, tidak ada satu orang pun yang datang ataupun menjawab panggilan Hesty. kalau Hesti melihat sekelibatan bayang hitam lagi lewat masuk ke dalam kamar mandi ruang tamu di rumahnya. Hesti pun berjalan ke arah kamar mandi itu, yang sebenarnya kamar mandi itu sedang rusak keran airnya.


Terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi itu, dan suara nyanyian seorang wanita. suaranya tidak begitu jelas, tersamarkan oleh suara air yang jatuh ke lantai kamar mandi. Hesti semakin penasaran dengan suara wanita itu, dia masih mengira bahwa Laras yang ada di dalam kamar mandi tersebut.


Tok, tok, tok...!"


Hesty terus mengetuk-ngetuk pintu itu, lalu suara gemericik air dan suara nyanyian wanita itu sudah tidak terdengar lagi. Hesti semakin penasaran tanpa rasa ragu-ragu dan curiga dia langsung membuka pintu kamar mandi tersebut.


Ceklek....


Hesti melihat dan sedikit masuk ke dalam kamar mandi, lampu kamar mandi itu rusak dan tidak mau menyala ketika Hesti menekan tombol saklarnya. Di dalam kamar mandi itu tidak ada air, bahkan tidak ada seorangpun di sana.


Hesty lalu mundur dan keluar dari kamar mandi itu, hatinya semakin ketakutan dia semakin bergetar karena menurutnya rumah itu sedikit aneh. ketika dia akan berbalik badan dan dia melihat seseorang di belakang tubuhnya dengan rasa ketakutan dan terkejut meskipun berteriak.


Argh.....!


Hesty menutup matanya, tidak berani melihat ke arah depan, bahkan wajahnya ditunjukkannya ke arah bawah, dan dia berjongkok meringkuk di bawah lantai.

__ADS_1


"Sayang kau kenapa? Mengapa kau ada di sini?!" terdengar suara Romi di telinga Hesti.


Hesti membuka matanya dan berdiri menatap ke arah Romi. Dia terlihat ketakutan dan wajahnya begitu pucat lalu memeluk Romi dengan erat.


"Mas aku sangat takut mas?!" ucap Hesti memeluk Romi dan mengajaknya pergi dari depan kamar mandi itu.


"Kau takut karena apa?"


"Kenapa sudah jam segini kau belum tidur dan beristirahat di kamar, malah keluar keluyuran nggak jelas."


"Mas kan sudah bilang, kamu tidurlah duluan, tidak perlu menunggu mas pulang." ucap Romi yang sedikit kesel melihat istrinya.


"Tapi mas aku tadi..." Hesti tak bisa berkata lagi kepada suaminya.


"Sudahlah pergi tidur, ayo masuk ke kamar dan tidurlah, mas malam ini sudah makan dan sekarang mau bersihkan diri lalu pergi tidur." ucap Romi lalu mengambil handuk dan pergi ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka.


"Iya mas, Hesti akan tidur." ucap Hesti yang tidak mau berdebat dengan suaminya, ataupun menjelaskan apapun yang sudah terjadi dan dialami dirinya ketika Romi tidak ada di rumah.


Hesty pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang tadi. Hatinya sedikit lega, karena suaminya sudah pulang ke rumah. Hesti pun dapat tidur dengan nyenyak, namun kejadian malam itu tidak akan dia lupakan, dan menurutnya semua ini semakin lama semakin aneh.


Tetapi Hesti mencoba untuk melupakannya dan menguatkan hati, bahwa itu semua hanya rasa takutnya saja yang selalu menghantui. Mungkin akibat dari perkataan dan komentar temannya yang ada di sosial media, membuatnya menjadi seperti itu dan harus mengalami seperti itu.


Hesty pun tertidur malam itu dan Romi juga sudah tertidur di sampingnya. ketika mereka sudah tertidur Laras pun keluar dari kamar mandi yang keren dan lampunya rusak lalu dia pergi dengan suara tawanya dan senyum sininya.


"Hihihi....."


Malam itu sangat mencekam, hujan gerimis di luar dengan udara dingin yang juga membekukan tulang. pas di tanggal 13 malam Jumat Kliwon rumah itu menjadi sangat gelap bahkan tak terlihat dari sudut manapun di luar sana.


Tanggal 13 adalah hari kematian Laras yang terjadi di rumah itu. Saat itulah Laras menjadi arwah gentayangan dan saat ini jasadnya tidak tahu ada di mana. Hanya Herman saja yang tahu di mana jasad Laras sekarang berada.

__ADS_1


Sedang sedangkan Harris dan anaknya Aldi sudah tidak berada di kota itu, mereka sudah ke luar negeri dan meniti perusahaan serta mengembangkan bisnisnya sendiri.


__ADS_2