Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 52.


__ADS_3

Teman-teman mau nikah yang mengetahui kejadian hal itu membuat mereka datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan wanita di sana, hari itu teman-temannya sendiri menyaksikan tubuh mau nikah yang hitam menggosong seperti terkena bakaran api.


Hesty yang masih terus menunggu Anna sadar di ruangan tersebut, mengambil ponselnya lalu memberitahu ke karyawan yang lain bahwa galeri hari ini ditutup. Hesti juga menceritakan musibah yang terjadi pada Ana, dan meminta untuk semua karyawan berdoa agar Ana cepat sembuh.


Romi dan Farel yang sedang rapat di kantor mereka, dengan serius dan profesional mereka menjalankan rapat bisnis yang dipimpin oleh bos mereka sendiri. Selama setengah jam ditambah presentasi yang setengah jam semua setelah terselesaikan hari itu dengan baik. Romi pun menceritakan kepada Farel kondisi dan keadaan Ana yang buruk saat ini.


Farel merasa kasihan dan juga masih memiliki rasa pada Ana ikut Romi menemui anak di rumah sakit sore ini. hari ini Farel belum kembali ke kantor cabangnya, iya masih ada yang ingin dikerjakan sampai besok. Jadi ia dapat menemui Ana di rumah sakit bersama Romi sore ini juga.


Rudi yang datang sore itu menjenguk istrinya dan ingin menjaganya di malam hari, tanpa sengaja mengetahui juga kondisi Ana yang sama persis seperti Monica istrinya. Dia sempat bertanya kepada Hesti dan Romi tentang keadaan anak apa yang terjadi.


Tiba-tiba dokter dan suster berlari cepat lalu masuk ke kamar Monica saat itu, Rudi yang mengetahui dengan segera cepat berlari untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi pada istrinya.


"Dokter pasien kita yang berada di kamar nomor 5 sedang kejang-kejang, dia tiba-tiba mengeluarkan asap dari sekujur tubuhnya." suster itu memberitahu kepada dokter, setelah dokter itu datang lalu memeriksa Monica dengan cepat.


Tak beberapa lama Monica mengejang, lalu tubuhnya terangkat dan terhempas kembali ke ranjang rumah sakit, dari dalam mulutnya keluar sesuatu benda lalu menghilang entah kemana. setelah itu terjadi maupun menghembuskan nafas terakhirnya, ia meninggal dengan begitu tragis.

__ADS_1


Ternyata selama ini Monica memakai susuk dan sering berhubungan dengan paranormal yang beraura negatif, kali ini Farel pun mengetahui bahwa penyakit yang Ana derita ada hubungannya dengan Monica. Farel mencoba mengobati Ana dan mencari tahu apa yang sudah terjadi, walau ia sudah mengetahui penyebabnya semua ada hubungannya dengan Monica. Tapi Farel belum mengetahui bagaimana cara menanganinya, dan apa yang sudah dilakukan dan menyebabkan Ana seperti ini.


Ana masih belum sadarkan diri, jiwanya entah ke mana dan tidak dapat menemukan ataupun masuk ke dalam jasadnya kembali. Saat ini Ana masih bernafas, dia hanya belum sadarkan diri atas peristiwa yang dialaminya saat membakar benda tersebut.


Ana dapat bertemu dengan ibunya di suatu tempat yang indah, ia memeluk Winda dengan rasa rindunya. Di sisi Winda ada pengasuhnya Ana yang berada di sana, Ana sangat senang sekali dapat berkumpul dengan mereka. Sampai Ana lupa bahwa dia belum saatnya untuk pergi dan menemui mereka berdua.


D****ua**** bulan sudah berlalu...


Ana masih dalam keadaan yang sama, Farel terus memantau dari jauh. Hesty dan Romi terus menjaganya di rumah sakit tersebut, sedangkan usaha anak dipantau oleh Hesti setiap harinya.


Namun keadaan Ana semakin hari semakin kritis, dokter juga belum tahu penyakit apa yang Ana derita saat ini. Bahkan sampai saat ini dokter hanya memberi vitamin, dan lewat infus yang berada di tangannya. Hesti dan Romi semakin khawatir begitu juga dengan Farel, dalam hati Farel ingin sekali menjadikan Ana sebagai istrinya.


Hari itu Rudi datang ke rumah sakit, dengan berbagai alasan dia datang menemui Ana di kamar rawat inapnya. Kali ini Rudi mempunyai niat untuk bisa mendapatkan Ana, setelah Monica istrinya meninggal Rudi mengincar Ana untuk menjadikannya seorang istri.


Rudi sering membawakan bunga serta barang-barang, yang diturunkannya untuk Ana. Perilaku Rudi yang terlalu memperhatikan Ana membuat Hesti dan Romi merasa heran. Keesokan harinya, Farel datang di waktu weekend untuk menjenguk Ana yang masih pria cintai.

__ADS_1


Malam itu Farel datang untuk menjaga Ana di rumah sakit, tanpa di ketahui Farel tangan Ana bergerak dan mulutnya berkata haus. Saat itu Farel sedang pergi membeli makan malamnya di luar sebentar, sehingga dia tak tahu kalau Ana sudah sadar dari komanya.


"Air..., aku haus."


" Tolong mau minum..." rintihan Ana yang kehausan.


Farel pun tiba di sana dan menyadari kalau Ana telah sadar. Farel langsung mengambil air untuk di minum oleh Ana. Terlihat mata Farel berkaca-kaca memandangi Ana yang telah sadar dari komanya. Dengan cepat pria itu menekan tombol untuk memanggil dokter dan suster ke kamar inap Ana.


Dengan cepat dokter dan suster datang ke sana untuk melihat keadaan Ana saat ini, suster pun tidak lupa membawa catatan perkembangan anak dari dua bulan yang lalu. Dokter melihat kondisi anak dengan mengecek semua panca indranya dan mendengar detak jantung serta nadinya.


Ada yang membuat heran dokter itu dia berulang kali mengecek denyut nadi dan juga detak jantung anak namun sama sekali tidak mendengar bahkan merasakan dengan nadi di tangannya. dokter itu menatap suster Kania mencoba suster untuk mengecek kembali denyut nadi dan detak jantung di tubuh Ana, lagi-lagi hal yang serupa dialami oleh dokter itu suster pun tidak dapat mengecat denyut nadi dan juga detak jantung Ana.


Tetapi Ana dengan sadar dan dapat bernafas serta meminum air beberapa teguk, yang diberi oleh Farel pria yang menemani anak terus duduk di samping wanita itu. Dokter dan suster itu pun merasa heran menggelengkan kepalanya, dengan cepat mereka segera membawa Ana untuk di rontgen.


Farel, dokter dan suster membawa Ana dengan mendudukkannya ke kursi roda untuk diantar ke ruang rontgen. Sampai di sana Farel pun disuruh menunggu di luar ruangan tersebut. Hanya 10 menit Ana berada di ruangan itu untuk diperiksa kembali seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Kembali sekali lagi dokter dan suster terkejut, karena jantung Ana memang benar-benar sudah tidak berfungsi. setelah itu suster dan anak punk keluar dari ruangan tersebut, suster membawa anak kembali ke kamarnya dengan kursi roda yang ia kenakan tadi.


Sampai di dalam kamar rawatnya, Ana digendong oleh Farel untuk naik kembali ke atas kasurnya. Infus dipasang ke tangan Ana dan suster mengecek kembali semua yang dibutuhkan oleh Ana. Dokter juga sudah menyarankan untuk menyuntik Ana dengan cairan yang sudah disediakan, serta beberapa obat yang harus diminum setelah Ana memakan makanannya.


__ADS_2