Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 47.


__ADS_3

Di suatu malam ketika anak sedang tidur di dalam kamarnya, tiba-tiba lampu itu bergerak di atas meja kecil di depan wastafel kamar mandi Ana. kebetulan Ana mendengar benda miliknya terjatuh di bawah lantai, Dia segera bangun untuk melihat apa yang telah terjadi.


lampu itu bergoyang dan menjatuhkan benda-benda di dekatnya sehingga membuat anda terbangun dan menyadari bahwa arwah itu kembali ke dalam lampu. Seketika Ana ingat dengan perkataan Farel dengan kondisinya yang masih sedikit mengantuk Ana bergegas lari dan menutup rapat lampu antik itu.


Ana membuka laci meja dan mencari sebuah perekat ataupun tali di sana, beberapa kali Ana mengikat bahkan menggulung tali ditambah lagi dengan perekat perekat yang lain agar lampu itu tidak mudah terbuka kembali. Dan pada tengah malam itu juga Ana membawa lampu itu ke taman belakang sudut rumahnya, dengan alat penggali di tangannya untuk menggali sudut taman di mana tempat lampu itu ditemukan seperti awal.


Malam itu juga Ana menggali sudut rumah dengan alat penggalian tersebut, lampu itu bergoyang-goyang seperti ini membuka tutupnya. Kembali dengan cepat Ana melakukan galiannya. Hujan turun dengan deras, bahkan gemuruh dan kilatan bumi menyambar begitu terang, sehingga membuat Ana terkejut dan mempercepat dirinya untuk menggali tanah itu.


malam itu ketika anak ingin menguburkan lampu antik tersebut keadaan bumi seperti mengalami bencana besar, badai hujan angin dan juga Guntur serta kilatan menyamar-nyamar di atas langit malam.


Duar!


Duar!


Setelah terlihat cukup dalam lubang yang Ana gali, ia pun memasukkan lampu antik itu dengan cepat dan menutupnya kembali dengan tanah galian yang berada di tepi-tepi lubang tersebut. Tangan, kaki, dan juga pakaian Ana sangat kotor dan penuh lumpur tanah malam itu.


Setelah lubang tanah kalian itu tertutup dengan rapat Ana pun menimpanya dengan batu besar yang ada di taman di sebelah kolam ikan. Batu besar itu diangkat dengan sekuat tenaga Ana, lalu membandingkannya ke arah sudut taman menimpa lubang yang berisi lampu antik tersebut.


Semua telah selesai lakukan, ia pun pergi membersihkan dirinya di air yang ada di dekat kolam ikan tersebut. Saat sedang membersihkan tangan dan kakinya, ponsel anak yang berada di dalam kamar berdering saat itu, namun Ana tidak mendengar karena jarak kamar dari taman itu sedikit jauh.

__ADS_1


Tring...


Tring...


Tring...


Farel terlalu cemas malam itu menantikan anak menerima dan menjawab telepon darinya, karena dia memiliki firasat dan perasaan tidak enak selalu memikirkan anak ketika ingin tidur malam. Karena rasa penasaran dan juga kekhawatir yang terlalu besar terhadap Ana, Farel pun memutuskan malam itu untuk pergi mendatangi rumah Ana.


Farel pergi dengan mobilnya tepat di jam 03.00 pagi mengemudi dengan seorang diri menemui Ana di rumahnya. Ketika sudah selesai dengan membersihkan tangan dan kakinya, ia pun masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan pakaiannya dan berganti dengan pakaian yang lain.


Saat di jalan menuju ke rumah Ana, Farel mencoba kembali menelpon Ana dengan ponselnya tersebut, kali ini Ana mendengar nada dering ponselnya yang berbunyi seketika ia melihat dan menerima telepon dari Farel.


"Ya halo, ada pak Farel? Kenapa kau menelponku malam-malam begini?" anak bertanya karena penasaran mengapa Farel meneleponnya.


Lalu Ana teringat akan lampu itu dan menceritakan kepada Farel saat itu juga, betapa terkejutnya Farel mendengar perkataan Ana itu. Dengan cepat ia memutuskan pembicaraan dan menambah kecepatan laju mobilnya saat itu juga.


Dalam keadaan hujan badai dan gemuruh di luar rumah, tak membuat Farel gentar untuk tetap pergi ke rumah Ana malam itu juga. Farel semakin yakin bahwa semua itu ada hubungannya dengan lampu antik peninggalan keluarga Ana.


****

__ADS_1


Ana melihat ada cahaya terang dari balik jendelanya, dan terdengar suara klakson dari luar walau tak begitu jelas terdengar karena terhalang dengan suara derasnya hujan. Ana segera pergi keluar dengan membawa patung dan membukakan pintu pagar rumahnya.


Farel pun keluar dari dalam mobilnya dan masuk ke dalam pagar, untuk melihat yang sudah dilakukan oleh anak saat mengubur lampu antik itu. Farel melihat sudut rumah Ana tepat di mana lampu antik itu dikubur, batu itu tersambar petir dan pecah ketika.


Duar..!


"A-argh...!


Ana berteriak karena terkejut, lalu dia bersembunyi di balik tubuh Farel saat itu. Bumi bergetar dan seketika Farel pun duduk dan melihat lalu menahan gerakan tanah dari sudut Di mana tempat lampu itu dikubur oleh Ana. Farel pun mencoba untuk menahan gerakan tanah dari sudut taman itu, dan berusaha agar lampu itu tidak keluar.


Tak berapa lama kemudian, bumi pun berhenti berguncang, hujan mereda, dan suara guntur pun tak terdengar lagi. Kali ini Farel berhasil menaklukkan arwah yang berada di dalam lampu antik tersebut. Akhirnya pun semua sudah berakhir, lampu antik peninggalan keluarga dari Ana itu, tidak mengganggu atau keluar lagi dari tanah itu.


Farel beberapa hari sangat cemas setelah kejadian lampu itu terbuka dan mengeluarkan arwah yang sudah lama terkunci di dalamnya, karena Farel mengetahui bahwa arwah itu selalu mengambil nyawa dari keturunan-keturunannya. Kebetulan arwah tersebut ingin mengambil nyawa dari Ana agar keturunannya tidak tersisa lagi.


Ana sudah sedikit lega, dan semua sudah dapat di selesaikan. Namun Farel sedikit terluka karena perlawanan dari arwah yang ada di lampu itu. Ana mengambil air untuk Farel minum saat itu, dan memapah pria itu untuk duduk di kursi taman agar dapat sedikit tenang.


Ana membawakan vitamin dan beberapa obat, agar Farel meminumnya dan merasa membaik. Ana juga menyuruh Farel untuk tetap tinggal saja malam itu di rumahnya dan beristirahat di kamar tamu. Tetapi Farel tidak mau, sekarang dia pergi berjalan meninggalkan Ana. Farel ingin segera pulang dan beristirahat, ia pamitan dengan Ana lalu menyalakan mesin mobilnya. Farel pun pergi untuk kembali ke rumahnya, iya tak mau membebani anak dengan bermalam di rumahnya dan lagi mereka sekarang ini belum memiliki hubungan yang pasti.


Malam ini Ana sedikit lega karena kedatangan Farel telah membantunya untuk mengatasi lampu antik tersebut. Ana pun sedikit demi sedikit telah tumbuh rasa di hatinya, seperti simpati dan terlalu merasa bahwa Farel selalu ada di saat dia membutuhkan. Malam ini Anna pun dapat tidur nyenyak di dalam kamarnya, begitu juga dengan Farel yang kini dapat beristirahat dengan tenang di kamarnya.

__ADS_1


Bersambung ya Sobat...


Mohon dukungannya like, comment, serta vote/giftnya untuk menambah semangat author ....🙏🙏🙏


__ADS_2