Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 40.


__ADS_3

Segala bukti dan juga penjelasan dari narasumber serta saksi mata, kali ini Herman harus dipenjara seumur hidup, karena akibat dari semua perbuatan kecilnya itu. Ana sedikit merasa puas akan yang didapatkan oleh papanya, tetapi dalam hati kecilnya dia juga merasakan sedih. Karena dia sendiri yang mengungkap semua kejahatan papanya dan harus mendekat di penjara karena dirinya.


tetapi Ana berpikir itulah yang harus didapatkan oleh papanya, sudah banyak kejahatan yang diperbuat oleh papanya. Dan Ana tidak ingin dosa itu terus dilakukan dan dipendam oleh papanya, dengan terus menyakiti hati anak dan orang sekitar yang lainnya.


Kini Ana bermaksud untuk menghancurkan rumah tua itu dan membangun toko milik mamanya lebih besar lagi di kawasan tersebut.


Rumah tua yang terkutuk itu sudah diratakan oleh Ana saat ini, dia pun mulai membangun bangunan berlantai 1 namun luas menghabiskan seluruh tanah bangunan itu.


Ana membuat tokonya menjadi satu dengan rumahnya, sementara rumah Ibu pengasuhnya itu disewakannya kepada Romi dan Hesti. Ana membangun rumah itu kembali dengan gaya yang minimalis dan sederhana. Tetapi tetap bernuansa seperti yang almarhum lah mamanya suka. Bahkan anak yang desain kamarnya persis seperti kamar ibunya yang dahulu, karena Ana ingin tetap bisa merasakan dan mengenang kebersamaannya bersama mamanya.


Toko Anna dan butiknya kini berkembang dengan pesat, sekarang dia sudah memiliki 50 cabang yang tersebar di berbagai kota. Bahkan karyawannya sudah mencapai 500 orang, Ana juga menjual barang-barang miliknya melalui online dan secara non online. Saat ini Hesti ikut menjadi karyawan Ana, ia selalu memposting bahkan upload barang-barang Ana melalui video lainnya dan juga di berbagai media sosialnya.


Dengan kehadirannya Hesty menjadi karyawan Ana, toko dan butik anak semakin ramai pembelinya. Sekarang bareng-bareng yang Ana jual sudah sampai ke luar negeri, bahkan mereka sangat suka sekali dengan hasil karya yang sangat unik di toko milik Ana.


****

__ADS_1


Hingga suatu saat seorang pekerja bangunan yang masih membangun sebuah taman di samping kamar Ana, menemukan sebuah benda lampu tua yang sangat antik dan unik. lampu itu masih sangat bagus dan juga tidak tampak ada sedikitpun kerusakan di sana.


Di saat Ana datang menghampiri para pekerja di sana untuk melihat bagaimana kendala dan kekurangan bahan bangunan, Ana tanpa sengaja mendengar percakapan mereka di saat sela-sela makan siang.


"Itu tadi lampu bagus banget ya? tapi kenapa ya ada di sini sepertinya itu lampu tua terlihat antik."


"Sudah kamu bawa pulang saja kan lumayan untuk taruh pajangan di rumah."salah satu dari pekerja bangunan itu berbicara kepada temannya yang menemukan lampu tersebut.


"Aku nggak mau ah, lebih baik aku kasihkan saja pada non Ana, mana tahu itu memang benda berharga milik mereka dari keluarga turun temurun." ujar pak Tino seorang pekerja yang menemukan lampu tersebut.


Lalu Ana menghampiri mereka dan bertanya tentang kekurangan bahan apa saja yang harus segera dibeli. Ana yang mendengar pembicaraan mereka tadi hanya diam saja dan tidak bertanya apapun seolah-olah dia tidak mendengar pembicaraan kedua orang tersebut.


"Karena saya sekalian ingin keluar mencari makan siang, jadi biar bisa sekalian mampir ke toko bangunan dan memesannya sekarang juga." ucapkan yang memang ingin keluar untuk makan siang di luar.


Setelah Ana mengatakan kepada kedua pekerja bangunan tersebut, salah satu dari mereka menyerahkan lampu antik yang ditemukannya. Lalu mereka berkata bahwasanya, barang untuk bangunan sudah tidak ada lagi yang bermasalah dan tidak ada kekurangan. Bahkan masih ada lebih untuk dijadikan sebuah gazebo kecil sebuah taman di depan rumah.

__ADS_1


Ana pun menerima lampu kecil antik itu saat diserahkan kepada dirinya, dia juga tidak tahu lampu itu dan tidak pernah melihat bahwa keluarganya memiliki lampu tersebut. Namun di dalam hatinya, dia sangat tertarik dengan lampu itu. Bahkan sangat senang melihatnya karena keunikannya dan juga menggemaskan menurutnya.


Lampu itu pun dibawa oleh anak ke dalam kamarnya dan meletakkannya di atas wastafel tepat di depan kamar mandi miliknya. setelah meletakkan lampu itu Ana pun pergi dengan mengendarai sepeda motornya untuk mencari makan siang di luar.


Kali ini dia tidak masak ataupun memesan makanan online seperti biasanya, dia ingin menikmati makan siang di luar dengan suasana berbeda tidak di sekitar rumah bahkan tokonya. Tanpa sengaja Ana melihat seorang pria yang sedang berdiri di pinggir jalan yang tidak asing bagi dirinya.


Setelah menatapnya dari kejauhan, Ana pun menyadari bahwa pria itu adalah Rudi, temannya yang telah menyatakan perasaannya waktu itu. Ana ingin menghampiri Rudi di tepi jalan yang tadinya terlihat seorang diri tiba-tiba datang seorang wanita yang langsung memeluk Rudi bahkan mencium pipinya.


Karena melihat kejadian itu Ana pun mengurungkan niatnya untuk menghampiri Rudi dengan motornya siang itu juga, Ana malah melajukan motornya dan dengan berpura-pura tidak memperhatikan Rudi yang masih memeluk wanita tersebut.


Ana pun menyadari bahwa pernyataan perasaan Rudi ketika malam itu, hanyalah sebuah kepalsuan saja. Nyatanya di depan mata Ana, dia memiliki kekasih yang tidak diketahui oleh anak belakangan ini. Ia pun syukur ketika malam itu dia belum menjawab atau memberikan apapun kepada Rudi.


Sekarang Ana menjadi lebih tenang dan tidak seperti harus dikejar balas budi, karena Rudi sudah terlalu banyak membantunya ketika di masa kuliah mereka. Jujur perasaan anak tidak terlalu menyukai dan malah menganggap Rudi sebagai teman atau kakak kelasnya ketika di masa kuliah. Bahkan sampai sekarang rasa perasaan itu tidak berubah sama sekali dan ketika Rudi menyatakan perasaannya, Ana sangat bingung harus menjawab apa sampai saat ini Ana belum mengutarakan atau mengatakan sesuatu kepada Rudi.


Motor Ana pun terparkir di halaman sebuah cafe kecil, yang memang dari dulu dia dan mamanya suka sekali makan siang di sana. Semenjak mereka berdua ditinggal oleh Herman papanya Ana, mereka jadi lebih sering melakukan segala sesuatu hanya berdua saja. Hari ini Ana ingin mengulang masa-masa kenangan dulu dan mengingat kembali di saat dia masih kecil bersama mamanya.

__ADS_1


Kini semua hanya tinggal kenangan bagi Ana, namun kenangan itu tidak akan pernah mati dalam hatinya. Perasaan itu terus dipupuk dan tumbuh merasuk ke dalam jiwanya.


Dari semua itu Ana dapat pembelajaran, bahwa menjadi seorang wanita harus tetap kuat dan juga tegar dalam menghadapi situasi apapun yang ada di depan mata. Semua itu dia dapat dari mamanya yang selalu mensupport dirinya, bahkan menyayanginya dengan setulus hati walau hanya menanggung beban itu sendirian.


__ADS_2