
Hesti pun sudah selamat dari cengkraman Laras dan ibunya, namun bumi dan Hesti masih bingung harus mencari rumah secara tiba-tiba. Dengan rasa kasihan kepada pasangan suami istri itu, Ana pun mengajukan untuk mereka tinggal bersama Anna di rumahnya.
Ana akan memberi mereka tempat tinggal di rumahnya, hanya untuk beberapa saat saja. Setelah mereka mendapatkan rumah pengganti untuk mereka tempati. Hesty dan Romi serta Ana berterima kasih kepada Farel yang membantu dalam menolong mereka.
Farel pun menjabat tangan Ana dan mengucapkan terima kasih, telah datang menolongnya di saat yang tepat. Namun di saat itu seketika Farel seperti ada menaruh rasa kepada Ana. Tapi dia tidak memperlihatkannya secara jelas dihadapkan Ana saat itu.
Ana pun kembali melajukan motornya, yang diikuti oleh mobil Romi dan Hesti. Mereka meninggalkan Farel yang masih belum masuk ke dalam mobil, di depan rumah tua milik namanya itu. Farel masih terus memperhatikan Ana, yang mengemudikan motornya dari jauh.
Farel sangat takjub dan juga terkesima oleh pesona Ana, yang di mana sebenarnya Farel masih sendiri dan single dia belum memiliki pacar ataupun istri. Setelah itu Farel pun masuk ke dalam mobil dan pergi dari depan rumah itu, dia kembali ke rumahnya untuk membersihkan diri dan beristirahat.
****
Sekarang masih pukul 04.00 pagi, jadi masih ada waktu untuk Romi beristirahat dan nanti akan kembali masuk ke kantornya. Hesti masih shock dan tubuhnya masih lemah dia hanya terbaring saja di dalam mobil tidak berkata apapun.
Sesampainya di rumah Ana, mereka memarkirkan mobil di depan rumah lalu masuk ke dalam rumah Ana. Ana mempersilahkan mereka untuk menganggap sebagai rumah sendiri.
Ana pun segera beristirahat dan meminta izin pada mereka berdua.
Ana memberi mereka kamar tamu untuk bisa beristirahat saat itu, dan Ana juga mengatakan bila perlu sesuatu agar mereka mengambilnya sendiri di dapur. Saat itu Ana tidak sanggup untuk melayani mereka lagi, karena dia sudah sangat letih bertarung dan juga menguras energi, karena terkena pukulan oleh Laras.
Ana pun segera tidur, dan masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu tersebut. Hanya beberapa menit saja merubahkan tubuhnya di atas kasur dia pun terlelap dalam mimpi. Begitu juga dengan Romi dan Hesti, yang sudah tidak tahu apa-apa lagi selain rasa kantuk yang sudah menyerang.
Sedangkan Farel yang telah sampai di depan rumah, dan beristirahat di kamarnya tidak bisa untuk menutup matanya. Dia masih terus teringat Ana, dan membayangi wajah wanita itu. Kali ini Farel benar-benar terhipnotis dengan pesona Ana,yang begitu sederhana namun sangat menarik perhatian Farel saat ini.
__ADS_1
Herman yang berada di rumahnya saat ini di Jakarta...
Dia sangat gelisah dan masih terus berngiang-ngiang akan perkataan Ana, download lagu rencana untuk menunggu anak di toko mamanya biasa Winda membuka bisnisnya di persimpangan itu.
Namun hari itu karena merasa letih dan sangat kelelahan, Ana tidak membuka tokonya, ia melainkan istirahat dan berbelanja untuk memasak makanan untuk mereka makan seharian ini. Di siang harinya Ana pergi berbelanja, meninggalkan Hesti yang sedang tertidur di kamarnya.
Sedangkan Romi paginya, pukul 08.00 sudah berangkat bekerja untuk masuk ke kantor. Ketika Ana pergi berbelanja, ternyata Hesti terbangun dari tidurnya, dia sudah merasa Segaran untuk saat itu. Sehingga dia berinisiatif untuk membersihkan rumah Ana dengan sapu di sana.
sesampainya Ana di rumah Dia melihat rumah sudah bersih dan rapi Hesti pun sedang duduk menonton TV di ruangan.
"Bu, Apakah kau membersihkan rumah? Seharusnya kau tidak perlu berbuatnya, kau masih belum sehat benar, lebih baik kau beristirahat sekarang." ucap Anna memberi perhatian kepada Hesti.
"Oh itu tidak masalah, aku hanya bosan saja lagian aku sudah diberi tempat tinggal olehmu, sudah seharusnya aku membantumu." ujar Hesty sambil tersenyum kepada Ana.
Lalu Hesti mengikuti Ana dari belakang, dia juga ingin memasak membantu anak di dapur. Anna dan Hesti pun masak di dapur mereka berdua begitu akrab memasak sambil mengobrol apa yang bisa diomongin oleh mereka.
Sebenarnya Ana bermaksud hati, untuk menceritakan tentang rumah tua milik mamanya itu ke Hesti. Mungkin untuk sekarang belum saatnya, lain kali Ana akan memberitahu dan menceritakan secara langsung, ketika mereka berdua sudah ada di hadapan Ana.
Hari ini mereka sangat menikmati kegiatan mereka memasak dan bahkan makan bersama di meja makan, Ana juga semenjak kepergian ibunya, dia merasa kesunyian dan sendirian di rumah, apalagi ketika makan malam atau bangun tidur pagi.
Kali ini dengan adanya Hesti Dia sedikit merasa senang karena ada teman yang menemaninya di rumah. Sesama wanita mereka menghabiskan waktu untuk bercerita, nonton TV, bahkan saling sharing dan curhat walau hanya baru berkenalan.
"Ana, kamu tinggal sendirian di rumah ini, dimana orang tuamu?" tanya Hesti yang mau tahu tentang kehidupan Ana.
__ADS_1
"Oh iya, aku sekarang memang tinggal sendiri. Orang tuaku sudah meninggal, dan ibu pengasuhku baru saja beberapa bulan yang lalu meninggal dunia. Kini aku harus hidup seorang diri dan menjalaninya dengan kesendirian." ujar anak memberitahukan kepada Hesti.
"Oh maaf Ana, bukan bermaksud hatiku ingin tahu kehidupanmu terlalu banyak, dan juga maafkan aku yang tidak tahu ternyata orang tuamu sudah meninggal." Hesti merasa bersalah kepada anak dan dia sedikit berkata dengan suara pelan dan merendah.
"tak papa Bu semua itu sudah berlalu dan aku sekarang sudah bisa menerima untuk menjalani hidupku sendiri."
"Semua orang pasti akan mengalaminya dan kita harus siap, mau tidak mau harus tetap menjalani hidup kita." ucapannya begitu tegar dan juga begitu dewasa serta bijaksana.
"Dia anaknya sangat hebat dan juga sangat mandiri bahkan hatinya sangat baik aku sungguh menyukainya." Hesti berkata dalam hatinya.
satu harian itu adalah hari yang menyenangkan bagi Hesti dan Ana mereka menghabiskan satu harian itu hanya berdua saja dan tidak ada pengganggu ataupun yang menyulitkan bagi mereka.
Tring...
Tring...
Ponsel Hesty berbunyi, lalu dia bergegas mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon dirinya saat ini. dilihatnya layar ponsel miliknya dan menerima panggilan itu.
"Iya halo mas, ada apa?" tanya Hesti yang ingin tahu.
"Tidak ada apa-apa sayang. Aku menelpon hanya ingin memastikan, keadaanmu baik-baik saja di rumah." ucap Romi yang sedikit khawatir.
"Aku di rumah bersama Ana baik-baik saja mas, dan kami sedang menikmati hari bersama-sama." kata Hesti dengan nada sedikit senang dan dia sudah sedikit membaik seperti biasa yang Romi dengar.
__ADS_1
Romi pun merasa senang, dan dia sudah tidak khawatir dengan pemikirannya, yang dari tadi memikirkan istrinya di rumah bersama Ana. Kali ini Romi pun lega dan dapat bekerja dengan fokus di kantornya.