
Beberapa minggu kemudian...
Ana bertemu dengan Rudi Budi datang berkunjung ke rumah Ana dengan mobil mewahnya. Ia datang bersama pacarnya dan membawa sesuatu untuk Ana saat itu. kebutuhan anak sedang berada di rumah dan tepat di galerinya saat siang itu, dengan ramah Ana menyambut Rudy dan pacarnya Monica di depan galerinya.
Tak perpanjang lebar Rudi pun menyerahkan sebuah undangan berwarna merah kepada anak tertulis di sana tanggal 20 Maret Rudi Haryadi dan Monica Safitri melangsungkan pernikahan pada pukul 09.00 pagi tepatnya di hari Minggu depan.
Rudi berkata kepada Ana agar dapat hadir ke pernikahannya tersebut, Monica wanita yang bersamanya pun tersenyum sinis, karena dia telah tahu bahwa Anna yang berada di hadapannya adalah wanita yang dulu pernah menolak Rudy.
"Ternyata wanita ini tidak sebanding dengan diriku, bahkan dia hanya pelayan toko di sebuah butik besar dengan gaji yang tak seberapa." gumam Monica dalam hatinya.
"Maaf ya, kamu sepertinya tidak berjodoh dengan Rudi, kali ini dia akan menjadi milikku." ucap Monica langsung kepada Ana saat bersalaman dan ingin pergi dari galerinya.
Ana hanya tersenyum dan tidak membalas perkataan dari mau nikah, Rudi dan Monica pun langsung pergi membalikkan badan mereka, masuk kembali ke dalam mobil milik Rudy. Wajah Monica sangat puas karena telah berkata merendahkan anak di depan Rudi kekasihnya. namun ada hal yang tidak diketahui oleh Monica dan saat di dalam mobil yang sedang melaju sebuah jawaban dari ruji membuat Monica sangat terkejut.
"Mas Rudi itu mantan kamu ya?" tanya Monica yang sangat penasaran.
"Dia bukan mantanku dan kami belum sempat berpacaran. Dia temanku di waktu kuliah dulu, memang aku pernah suka dengannya namun dia tidak menanggapi ku saat itu." Rudi menjelaskan kepada Monica.
__ADS_1
"Dia sungguh bodoh tidak menerimamu mas, kau sudah tampan bahkan sudah mapan."
"Dia hanya gadis pelayan toko galeri saja, sudah sangat sombong, berani menolak dirimu dan tidak menanggapimu." perkataan Monica yang menjelekkan Ana tidak disukai oleh Rudi.
"Kau jangan asal bicara, dia bukan pelayan toko di situ. Melainkan, dialah pemilik toko galeri besar tersebut, bahkan cabangnya sudah ada di mana-mana."
"Dia begitu mandiri dan juga pebisnis hebat, wanita yang kuat serta tidak mudah jatuh dan rapuh seperti dia, banyak yang menginginkannya." ucap Rudi menuturkan semua kelebihan dari Ana.
Monica merasa malu dengan ucapannya, namun dia merasa kesal karena Rudi membela dan memuji Ana di depannya. seketika Monica memalingkan wajahnya ke arah jendela sebelah kiri dan ia merasa kesal lalu menekuk wajahnya dan mengeluarkan ekspresi cemburunya saat itu. Namun Rudi tidak peduli dengan tingkah lagu yang Monica lakukan. Rudi tetap fokus menyetir dan mengarahkan pandangannya ke depan tanpa memalingkan wajahnya ke arah Monica.
Dalam hati Monica Dia sangat malu mendengar apa yang diucapkan oleh Rudi calon suaminya. Ternyata Ana yang berpenampilannya hanya sederhana, adalah seorang wanita mandiri yang tidak kalah, memiliki bisnis dan perusahaannya sendiri bahkan lebih dari Rudi saat ini.
****
Hari itu pun Rudi kembali ke kantornya untuk menyiapkan pekerjaan, sembari menebar undangan pernikahan dirinya ke semua karyawan yang ada di perusahaannya.
"Mengapa ketika aku harus melihat wanita yang dulu pernah aku cintai, sampai saat ini aku belum bisa melupakannya." gumam Rudi dalam hatinya yang masih menyimpan rasa kepada anak saat ini.
__ADS_1
Rudi pun kembali menyelesaikan tugas pekerjaannya, walau tidak bisa fokus namun dia berusaha untuk tetap profesional, dalam menjalani bisnis perusahaan miliknya sendiri. Dan dia terus berusaha untuk dapat move on dari anak yang sebenarnya sudah sejak lama dia sukai bahkan dari awal masuk di universitas sampai sekarang sudah lulus dan memiliki perusahaan sendiri.
Sejak awal Monica sebenarnya hanya sebagai pelarian Rudi dari Ana, Monica sendiri yang mengejar-ngejar Rudi, sehingga Rudi pun menerima cintanya karena ingin melupakan Ana dari hidupnya.
Sementara hari demi hari Anna dan Farel mulai semakin dekat, bahkan Ana sudah menerima pernyataan perasaan Farel, ketika Ana membuat janji untuk makan siang bersama Farel di cafe tempat biasa. Saat itu Ana pun mengatakan dengan sungguh-sungguh dari dalam lubuk hatinya bahwa ia menerima pernyataan perasaan cinta Farel kepada dirinya sehingga anak mengatakan bahwa dirinya tidak ingin berpacaran namun Farel harus segera melamar dirinya dan menikahinya.
Farel begitu semangat mendengar pernyataan dari Ana bahkan dia tidak menyangka anak ingin langsung dilamar tanpa harus berlama-lama yang hanya ingin pacaran saja. Farel pun menyetujui permintaan Ana, ia segera melamar Ana yang diwakili oleh Romi dan Hesti sebagai kakak Ana saat ini.
Bisnis Ana semakin berkembang, karir Farel juga semakin menanjak, kali ini ia dipromosikan menjadi jenderal manager di perusahaan yang sekarang tempat Farel bekerja. Romi dan Hesti pun sangat bahagia dengan perkembangan mereka saat ini kali ini Ana tidak menyewakan lagi rumah tersebut kepada Romi dan Hesti.
Kali ini Romi dan Hesti sudah dianggap Ana sebagai kakaknya sendiri dan menempati rumah itu dengan percuma. Sekarang Ana telah memiliki keluarga, walaupun itu bukan keluarga kandungnya. Hidup sebatang kara membuatnya sangat kesepian, namun kali ini ia sangat beruntung memiliki Romi dan Hesti yang selalu menemaninya dan membantunya dalam menjalani bisnis keluarganya.
****
Hari pernikahan Rudi dan Monica...
Gedung itu tampak begitu mewah dan megah, Rudi dan Monica masih berada di dalam kamar ruangan rias dan belum keluar untuk menyambut tamu pernikahan mereka. Gaun putih dengan bawahan yang mengembang sangat cantik dikenakan oleh Monica, jas hitam dan sekuntum bunga di dalam kantongnya membuat Rudi begitu tampan sebagai seorang bangsawan saat itu.
__ADS_1
Sekarang sudah pukul 09.00 pagi semua tamu undangan sudah hadir, untuk menyaksikan pernikahan mereka. Dan sebentar lagi mereka sah menjadi suami istri, di saat ijab kabul itu sudah diucapkan dari mulut Rudi sendiri. Monica sudah tidak sabar menantikan dan mendengarkan ijab kabul itu dan para saksi yang mengatakan sahnya pernikahan mereka.
Pukul 16: 30, Ana datang bersama Farel untuk menghadiri dan memberi Restu serta doa kepada Rudi dan istrinya Monica. Gaun merah maroon Ana dan taksido yang dikenakan Farel, berjalan memasuki gedung sambil bergandengan, membuat semua para tamu undangan yang melihat mereka merasa iri kepada Ana dan Farel.