
Sekarang sudah pukul 22.00 malam, Haris pun istirahat di hotelnya Aldi juga istirahat di kamarnya dengan perbedaan waktu perbedaan tempat tetapi rasa saling sayang menyayangi tetap ada di dalam diri mereka.
****
Malam itu Hesti dan Romi pulang ke rumah sewa mereka, satu harian mereka sudah sangat lelah di luar setelah dari rumah sakit mereka pergi ke sebuah cafe dan menikmati makan siang mereka yang hanya berdua saja.
Lalu Romi dan Hesti berjalan-jalan menikmati hari weekend mereka, saat Romi mengajak Hesti keluar jalan-jalan dia terlihat begitu bugar dan tidak pusing lagi kepalanya. Jadi mulai dari situ, Romi berpikir bahwa istrinya itu sedang stres di dalam rumah, dan butuh waktu atau me Time untuk dirinya sendiri.
Setelah mereka sampai di rumah itu, mereka langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Hesti begitu banyak sekali belanja membeli makanan dan cemilan di luar sana. Hesti sangat begitu senang membuka makanan-makanan yang dia beli tadi dari luar.
Romi dan Hesti pun bermaksud untuk makan malam di rumah, mereka sudah membeli lauk dan juga nasi, untuk dimakan bersama di rumah mereka. Semua lauk itu pun dituang Hesti ke dalam mangkuk-mangkuk dan juga piring yang ditatanya di atas meja makan.
Saat ini Romi memperhatikan istrinya dengan seksama, namun tidak ada kejanggalan sama sekali seperti kemarin. Hari ini Hesti seperti dirinya kembali, dia menyiapkan makanan dengan semangat dan menata meja makan untuk mereka berdua makan malam saat itu.
Malam itu Hesti dan Romi pun menyantap makan malam mereka, dengan lauk yang mereka beli tadi dari luar. pasti juga membeli beberapa snack dan juga makanan camilannya untuk persediaan dia besok hari.
Sudah beberapa hari ini, Hesti tidak mengevlog atau siaran langsung dari sosial medianya. Bahkan dia tidak memegang ponselnya sama sekali sudah dua hari ini. Kemungkinan Hesti masih kesal dengan komentar-komentar teman-temannya yang ada di sosial media. jadi dia tidak mau melihat ponselnya ataupun membuat siaran langsung dengan cerita-ceritanya seperti biasa.
__ADS_1
***
Makan malam pun sudah selesai, Romi duduk di ruang tv dengan menikmati siaran TV sebentar. Sedangkan Hesti masih membereskan piring-piring bekas makan mereka, dia mencuci semua piring dan juga gelas lalu meletakkannya di atas rak piring kecil di sebelah wastafel itu.
Sedangkan dapur, rumah dan yang lainnya sudah terlihat bersih, Hesti berpikir yang membersihkan rumahnya saat mereka tidak ada pastilah Laras, cucu dari wanita paruh baya yang pernah dia temui.
Hesty sudah menyiapkan semua pekerjaannya di dapur, dan dia saat ini berjalan menghampiri suaminya yang masih menonton televisi di ruang televisi mereka.
"Mas Hesti hari ini capek dan mengantuk sekali, apa mas masih mau menonton TV atau ikut tidur bersama Hesti?" Hesti bertanya kepada Romi suaminya.
Lalu Romi melirik ke arah Hesty, dia tersenyum melihat istrinya yang sudah sangat lelah satu harian menemani Romi di luar sana. Romi menarik tangan Hesti, lalu mengarahkan dirinya untuk duduk di sebelah Romi saat itu.
"Baiklah sayang, pergilah ke kamar dan beristirahat duluan, mas masih nonton acara TV saat ini." ucap Romi sambil membelai rambut Hesti saat itu.
Lalu Hesti pun bangkit dari duduknya, dia berdiri lalu berjalan menuju kamar tidur mereka. Tubuhnya merasa sangat kelelahan, karena satu harian yang sudah menikmati hari libur bersama suaminya.
Tiba-tiba tubuh Hesti sedikit menggigil karena kedinginan, perasaannya sedikit tidak. Hesti hanya berpikir bahwa dia kelelahan dan sedikit mengalami demam saja.
__ADS_1
Saat itu Hesti bergegas mencari obat di laci meja kecil samping tempat tidurnya. Dia membuka obat yang biasa dia minum saat sedang tidak enak badan. Obat itu dibuka, lalu dia menelannya dengan bantuan air mineral yang sudah ada di dalam kamar.
Hesti merasa dengan sudah meminum obat itu, nantinya pasti akan baik-baik saja. Dia pun menarik selimut dari tempat tidur itu dan merebahkan tubuhnya untuk segera tidur. Hesti tidak ada kecurigaan sedikitpun dari apa yang dialami saat ini. Bahkan dari cerita suaminya dengan dokter Clara di rumah sakit saat mereka pergi ke sana.
Hesti hanya merasa dirinya baik-baik saja, dan tidak ada hal yang dapat membahayakan dirinya. Seperti apa yang dikatakan oleh dokter Clara, dan juga beberapa orang yang pernah datang ke rumah itu.
Romi pun tengah asik menonton siaran TV di ruang keluarga, dan dengan ponsel yang ada di tangannya. Romi dengan santai dan tenang menikmati siaran TV, tanpa menghiraukan Hesty istrinya yang ada di dalam kamar.
Sekarang sudah pukul 23.30 malam, Romi pun tidak sadar sudah menonton TV selama 1 jam lebih, dan membiarkan Hesty di dalam kamarnya tidur sendirian. Tiba-tiba Romi merasa ngantuk saat sedang menonton TV, tanpa sadar dia sudah tertidur di atas sofa di hadapan TV yang masih menyala.
Malam itu Hesti bermimpi sesuatu, mimpi itu seakan-akan nyata dilihatnya di depan matanya sendiri. seorang pria membantai seorang wanita yang dia sangat kenal parasnya. Ya Hesti melihat Laras dibantai oleh seorang pria yang Hesti tidak kenal bahkan tidak pernah melihatnya.
Tetapi Hesti tidak dapat, membantu Laras saat dirinya dipukul dan kepalanya di hantam ke tembok dinding di luar kamarnya. Hesti hanya menangis dan berteriak memanggil nama Laras di dalam mimpinya itu.
Laras maupun pria itu tidak terganggu dengan adanya Hesti di sana, pria itu terus saja membantai Laras dan bahkan menyeretnya dari lantai 2 turun ke lantai 1.
Lantai dan anak tangga itu habis berumuran darah Laras, kepala Laras pecah karena hantaman pria itu ke arah tembok. Hesty mendengar Laras menjerit kesakitan, seluruh tulang tubuhnya pada patah. Bahkan Laras tidak dapat bergerak sedikit pun saat itu, Laras hanya bisa menangis dan menarik nafasnya yang sudah tersengal.
__ADS_1
Lalu Hesti memperhatikan gaun yang dikenakan Laras saat kejadian itu, sama persis dengan daun yang tiap hari dia pakai saat membersihkan rumah Hesti. saat kejadian itu Hesti sangat kesal melihat pria itu dia sudah berusaha ingin memukul pria itu dengan tangannya namun di dalam mimpinya itu Hesti tidak dapat memukul ataupun menolong Laras dari pria tersebut.
Seakan-akan tangan Hesti menembus tubuh pria itu dan juga tubuh Laras saat ia ingin menyentuhnya. Malam itu Hesti menangis sejadi-jadinya, sampai suara Hesti terdengar oleh Romi yang terkejut lalu tersadar dari tidurnya. Romi pun segera berlari dan membuka pintu kamar mereka, untuk melihat keadaan Hesti malam itu.