Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 44.


__ADS_3

Sampai di pemakaman Laras...


Aldi menangis dan bersimpuh di tanah gundukan yang bertabur kan bunga-bunga di sana, Dia memanggil dan menyebut nama Laras Sambil terisak dengan suara tangisannya. Lalu Aldi teringat akan mimpi Laras, yang mengatakan bahwa Aldi harus ikhlas dengan semua apa yang sudah terjadi pada dirinya.


Saat itu Aldi pun baru menyadari, bahwa memang dirinya harus ikhlas akan kepergian ibunya tersebut. sedangkan Anna hanya menunggu di luar pemakaman di atas sepeda motornya, iya tak ingin masuk ke dalam dan melihat Aldi meratapi ibunya sendiri dengan begitu pilu.


Sangat lama menunggu Aldi untuk kembali dan menghampiri Ana, tetapi dia mengerti bagaimana perasaan Aldi saat ini sama persis ketika dirinya dulu kehilangan Mama dan ibu angkatnya. Perasaan itu tidak dapat diutarakan bahkan dijelaskan dengan cara apapun.


Dari kejauhan Laras melihat Aldi berjalan keluar dari pemakaman itu, yang dia tahu Aldi sudah kembali dan ingin pergi menemui Papa tirinya Herman di penjara. Dari kejauhan juga Ana melihat sesosok bayangan putih yang amat sangat ia kenal, sosok itu adalah arwah Laras yang melambaikan tangannya lalu tersenyum kepada Ana.


Laras ingin memberi tahu kepada anak bahwa dia sangat berterima kasih dan juga sudah sangat senang membawa Aldi ke pemakamannya saat ini. Setelah tersenyum dan melambaikan tangan, arwah Laras pun menghilang entah ke mana, Anna sempat tersadar ketika Aldi berada di belakangnya, lalu menyapanya untuk segera pergi menemui Papa tirinya.


***


Ana pun mulai menyalakan mesin sepeda motornya, lalu melaju pergi meninggalkan pemakaman tersebut bersama Ali yang dibonceng di belakang. Dalam perjalanan menuju ke penjara, Ana sempat berpikir untuk menceritakan kejadian buruk kematian Laras kepada Aldi. Ana merasa bersalah karena tidak menceritakannya, biar bagaimanapun Aldi berhak tahu bagaimana mamanya meninggal saat itu.

__ADS_1


Saat itu Ana tidak fokus pada jalanan yang sedang dilaluinya, tiba-tiba sebuah mobil pribadi tepat berada di belakang sepeda motornya ingin memotong jalan namun tanpa sengaja mobil itu menyerempet sepeda motor mereka.


Anna dan Aldi pun terjatuh berguling ke aspal, karena sepeda motornya oleng di serempet mobil pribadi tersebut. Anna dan Aldi pun ditolong warga sekitar ketika mereka jatuh ke aspal. Sepeda motor mereka di angkat dan mereka berdua pun dibawa ke klinik sekitar tersebut. Untungnya mereka berdua tidak mengalami luka yang serius, hanya kaki dan tangan saja yang sedikit lecet dan memar.


Sehingga mereka berdua dapat melanjutkan perjalanan menuju ke penjara di mana tempat Herman berada. Setelah sampai di mana tempat Herman berada, Aldi segera menemui dan mencari keberadaan papa tirinya tersebut. Sedangkan Anna tidak ikut masuk menemui Herman bersama dengan Aldi adik tirinya.


Saat ini Herman masih dirawat oleh dokter yang berada di penjara, semakin hari kondisi Herman semakin memburuk. Ana tidak tahu akan hal itu, bahkan dirinya juga tidak mau tahu tentang Herman yang selalu bertanya tentang dirinya.


Aldi sudah menanyakan kepada penjaga di kantor polisi tersebut, lalu salah satu dari polisi yang bertugas di sana membawa Aldi untuk menemui Herman di ruang rawatnya. Setelah sampai di ruang rawat, Aldi melihat Herman dalam keadaan tidur dan beristirahat setelah selesai minum obatnya. Polisi penjaga itu mempersilahkan Aldi untuk masuk dan menemui Herman di dalam.


Tiba-tiba Aldi menggenggam tangan Herman saat itu, air matanya pun berlinang tak terbendung lagi, dengan spontan Herman terbangun dan membuka matanya. Herman menatap Aldi yang tempat berada di depan, namun Herman tidak mengenai Aldi saat itu.


Herman malam bertanya dan menarik tangannya dari genggaman Aldi, seketika Aldi terkejut karena sikap Herman kepadanya. Lalu Aldi sadar bahwa mereka sudah sangat lama tidak pernah bertemu, sehingga wajar bila Herman tidak mengenalimu saat ini.


Dengan wajah tersenyum, Aldi memperkenalkan dirinya kepada Herman, lalu berkata bahwa dirinya adalah Aldi anak dari Laras istrinya terdahulu. Sontak perkataan Aldi membuat Herman terkejut dan tidak menyangka, dapat bertemu kembali dengan Aldi anak tirinya dari Laras. Saat itu Herman dengan ekspresi wajah sedih dan berlinang air mata, ia meraih tangan Aldi lalu menggenggamnya.

__ADS_1


Herman merasa sangat senang dapat bertemu dengan Aldi kembali, akan tetapi Aldi merasa takut dan terkejut tiba-tiba Herman mengamuk dan memegangi kepalanya. Herman bekerja sekencang-kencangnya jangan memegang kepalanya, Herman merasa kesakitan yang tidak dapat ditahannya.


Dokter dan suster pun segera datang ke ruangan Herman saat itu, Aldi pun disuruh keluar oleh suster tersebut. Karena mereka ini memeriksa Herman tanpa ada orang lain selain dokter dan suster saja. Polisi yang berjaga di depan pintu menurut Aldi untuk keluar dan menyentuh pintu ruangan tersebut.


Aldi benar-benar merasa heran dan penuh pertanyaan tentang ayah tirinya itu. Saya kira polisi yang berjaga mengatakan bahwa waktu kuncung anti sudah habis dan berakhir. Segera polisi penjaga itu mengantarkan Aldi untuk keluar dari ruangan tersebut dan mengantarnya sampai ke depan gerbang penjara.


Aldi sedikit kecewa karena hanya sebentar dapat bertemu dengan bapak tirinya itu, terlihat Ana sudah menunggu di luar di atas sepeda motornya. Aldi menghela nafas dan menekuk wajahnya saat keluar dari gerbang penjara.


lalu Ana menyadari kedatangan Ali menghampiri dirinya di atas sepeda motor, anda melihat wajah Aldi yang sedikit sedih dan juga kecewa. Tetapi Ana tidak menanyakan apapun kepada Aldi, yang sudah duduk tepat di belakang dirinya. Bahkan Ana tidak peduli akan keadaan papanya di dalam penjara itu, dia lagi memilih untuk diam dan tidak memperdulikan Papa kandungnya.


Kali ini hati Ana telah benar-benar beku, dan tidak mau memikirkan keadaan papanya yang berada di dalam sel penjara. Setelah beberapa meter keluar dari penjara itu, Aldi meminta anak untuk menepikan sepeda motornya sejenak.


Setelah itu Aldi lebih memilih untuk turun dan menunggu sebuah taksi yang lewat di sana. Ana menjadi bingung dengan sikap Aldi, dari tadi dia hamil ngerjain diri tanpa berkata apapun tentang papanya yang dia temui. Setelah itu tak berapa lama sebuah taksi melintas di depan mereka, dengan cepat Ali menyetop dan masuk ke dalamnya.


Sebelum taksi itu pergi Aldi mengucapkan terima kasih kepada Ana kakak tirinya yang sudah bersedia mengantarkannya. Setelah itu teks yang dinaiki oleh Aldi pun pergi meninggalkan anak dan sepeda motornya di tepi jalan, sopir taksi itu mengemudikan taksinya ke arah alamat yang sudah diucapkan oleh Aldi. Kali ini Aldi ingin pulang kembali ke hotel dan beristirahat di sana, ia masih shock melihat keadaan apa tirinya yang sangat memperihatinkan dan juga sikapnya saat itu.

__ADS_1


__ADS_2