
Pertengkaran di rumah Winda...
Haris kesakitan dan dia jatuh ke lantai, dengan rasa amarahnya yang semakin memuncak Haris pun mengejar Laras saat dia berlari menjauh dari dirinya.
"Jangan kau mencoba lari dariku!"
"Akan ku habiskan kau malam ini juga!"
"Dasar wanita tak tahu diri sudah ku habiskan begitu banyak uang untukmu! Dan ku korbankan segalanya, akan ku ambil Aldi dari kau dan kau tak bisa menggapainya lagi akan kubawa dia jauh dari sini." Haris masih terus mengejar Laras.
Haris dapat menggapai rambut Laras, dan menariknya dengan keras sampai Laras terbanting ke lantai. Laras menjerit kesakitan, mereka bertengkar di lantai bawah sedangkan Aldi tidur berada di lantai atas, di dalam kamar dengan kedap suara.
Saat mereka bertengkar Winda pun mengambil andil dari pertengkaran itu, Winda mulai memasuki tubuh Harris agar dia sendiri juga dapat membalaskan dendamnya secara langsung.
Malam itu Laras melihat ada arwah Winda di tubuh Haris, Laras sangat ketakutan. Dia teringat kembali kejadian yang pernah terjadi kepadanya waktu itu. Akhirnya Laras pun lari menaiki anak tangga, dan berlari sampai ke lantai paling atas yaitu lantai 3.
Saat Laras ingin keluar dari rumah itu semua pintu dan jendela telah terkunci secara tiba-tiba, Laras juga tak tahu kenapa bisa seperti itu. Tetapi yang dia tahu itu semua pasti ulah arwah Winda, yang selalu mengintai dan menerornya serta menginginkan nyawanya.
Sampai di lantai tiga, Haris ataupun arwah Winda masih mengejar Laras.
Mata Haris menjadi merah, tubuhnya bukan seperti Harris, melainkan separuh darinya adalah arwah Winda yang ingin mencabut nyawa Laras.
Malam itu Laras benar-benar ketakutan, dia pun berjalan mundur untuk menghindari Haris dan arwah Winda. Laras tak bisa lagi berlari kemanapun dan menghindar dari arwah Winda.
Malam itu Winda terpeleset dan jatuh dari lantai tiga ke lantai bawah, di depan pekarangan rumah itu. Laras pun mati di tempat, dengan bersimbah darah, kondisi tubuhnya hancur terhempas ke batu yang ada di lantai bawah.
__ADS_1
****
Malam itu Herman pulang dalam keadaan mabuk, dan dia tidak sadar lagi telah sampai di rumah. supir pribadinya yang membawa Herman pulang, dan menidurkan majikannya ke dalam kamar malam itu juga.
Herman pun tertidur sampai pagi hari, tanpa mengetahui di mana Laras sebenarnya malam itu. Dan disaat pagi harinya, Herman pun mencari Laras di mana-mana, dengan keadaan kepalanya yang masih pusing.
"Mbak di mana ibu dari tadi saya mencari tidak ada?!"
"Ke mana sebenarnya ibu? Saya ingin sarapan."
"Kepala saya pusing sekali, dan saya ingin diantarkan sarapannya ke dalam kamar." ucap Herman yang masih memegangi kepalanya yang sakit.
"Ibu sedang keluar pak, nanti sarapannya biar saya antarkan ke kamar bapak." ucap mbak art mereka.
Setelah selesai sarapan, Herman pun kembali tidur dan beristirahat. Dia juga minum obat pusing agar kepalanya tidak sakit lagi, baru tidur beristirahat sambil menunggu Laras pulang.
Sore itu Laras juga belum pulang ke rumahnya, sementara Herman sudah bangun dari tidurnya. Herman semakin emosi Laras tidak mengerti pulang satu harian saat hari liburnya.
Herman menjadi marah dan kesal, dia ingin mencari di mana keberadaan Laras saat itu. Sore itu Herman pun mandi, dan bersiap-siap mencari keberadaan Laras beserta aldi anaknya. Di saat Herman ingin keluar rumah tiba-tiba Haris datang bersama Aldi.
Herman lalu bertanya kepada Haris dan juga Aldi, di mana keberadaan Laras. nomor hadis berkata kepada Herman bahwasannya dia tidak mengetahui di mana keberadaan Laras.
Haris juga menceritakan bagaimana kejadian tadi malam, memang dia mengakui Laras ada datang ke rumahnya sore itu. Dan ingin menjemput Aldi pulang ke rumah nya, namun Haris berkata kembali, bahwasanya ingin Aldi tidur di rumahnya bersama dirinya.
Haris juga mengatakan bahwa Laras ada hubungan dengan supir pribadi mereka yang dahulu. Dan Haris juga berkata, bahwa pria bekas supir pribadi mereka sudah dia penjarakan.
__ADS_1
Haris juga tanpa ragu mengatakan bahwa, Aldi adalah anak kandung dirinya bersama Laras.
Herman sangat terkejut dan merasa tak percaya, dengan kata-kata hari saat itu. Herman sempat marah kepada Haris, bahkan memukul wajah harus dengan kepalan tangannya.
Haris hanya diam saja dan menjelaskan, bahwasanya Haris setelah lama berhubungan dengan Laras sebelum dirinya. Dan Haris juga mengatakan kepada Herman, ingin membawa Aldi anak kandungnya itu pergi bersamanya.
Namun Herman tidak mengizinkan, dan bersikeras bahwa Aldi itu adalah anaknya bersama Laras. sampai pada akhirnya Haris mengeluarkan sebuah surat beramplop coklat, dan menyerahkan kepada Herman saat itu.
Herman pun membukanya dengan kasar, dan membacanya secara langsung di depan hari saat itu juga. Herman terkejut dan tak percaya bahwasanya itu adalah surat hasil DNA antara Aldi dan Haris.
Semua itu sudah disiapkan oleh Haris secara diam-diam tanpa diketahui oleh Laras.
Herman pun terduduk dan terdiam dia bagaikan seorang yang bodoh diperdaya oleh Laras. semua aset-asetnya sudah ditandatanganinya dengan atas nama Aldi, dan telah disahkan. Kini tidak dapat lagi diambil bagaimanapun caranya.
Haris dan Aldi pun pergi dari rumah Herman, setelah selesai mengatakan semuanya kepada Herman. Haris sangat puas akan semuanya itu kini Laras sudah mendapatkan pembalasan dari Winda.
Sekarang Herman tidak memiliki apa-apa lagi selain rumah yang masih atas namanya. Dan juga dia ingin menjual rumah warisan milik papanya Winda, agar dapat membuka kembali perusahaan yang sudah direbut oleh Laras menjadi milik Aldi.
Sampai saat ini Laras tidak ditemukan, dan Herman sudah tidak mau tahu lagi dengan Laras. Herman hanya fokus dengan rumah peninggalan papanya Winda. Herman mencoba menjual rumah itu, mulai dari kalangan atas dan juga dari kalangan orang-orang yang menyukai barang-barang antik.
Namun tak satupun yang mau membeli rumah itu, akhirnya Herman berinisiatif untuk membuat rumah itu menjadi sebuah penginapan. Lalu menjual rumah Laras dan Herman pindah ke Sulawesi menemui Sita.
Lalu Herman membuka perusahaan kecil dan kembali dari nol lagi. Namun sesampainya di Sulawesi, Sita tak mau dengan Herman lagi ,karena dia telah jatuh miskin.
Sedangkan Haris dan Aldi sekarang sudah berada di luar negeri tinggal bersama. Haris sudah tidak lagi bekerja sebagai nahkoda yang berlayar, melainkan membuka perusahaan dan tinggal bersama anak kesayangannya Aldi.
__ADS_1