
Hesti masih dalam keadaan yang sama, dari pagi sampai sore ketika Romi pulang dia masih bersikap diam dengan wajahnya yang pucat. Namun sekarang dia lebih memilih untuk duduk di kursi goyang, mengarah ke pintu luar samping rumah mereka.
Romi semakin bingung melihat sikap istrinya, saat Romi pulang pun Hesti tidak menyambutnya seperti biasa. Dia lebih suka duduk di kursi goyangnya, dan menyendiri di sana sambil menatap keluar melihat taman rumahnya.
"Sayang masuk yuk hari sudah semakin malam, nanti kamu akan kedinginan."
"Mas sudah bawakan makanan kesukaanmu, ayo kita makan bersama di meja makan." ucap Romi kepada Hesti istrinya.
Hesti tidak bergeming atau mengucapkan satu patah pun kepada Romi, dia hanya berjalan dengan pandangan yang kosong, dan tubuhnya yang terasa sangat dingin ketika disentuh oleh Romi.
Hesty pun duduk di kursi meja makannya, dan dia menyantap makanannya tetap dengan pandangan yang kosong, bahkan makanan itu hanya dikunyahnya dua kali, lalu ditelannya ke dalam perutnya.
Romi masih tidak mengerti dan tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada istrinya. Dan dia berencana akan membawa istrinya besok ke rumah sakit untuk berobat. Kebetulan besok adalah hari weekend, dan Romi ada waktu untuk mengantar istrinya ke rumah sakit.
Mereka makan malam tepat pukul 18.30, dan saat itu di waktu maghrib akan menjelang. Hesti tiba-tiba berteriak dan menengokkan kepalanya dia menjambak rambutnya dan juga menyakiti dirinya sendiri.
"Argh...!"
"Argh...!"
Akan kubunuh kau!"
"Akan kubunuh kau!"
"Aku tidak suka padamu!"
"Aku sangat membencimu!"
__ADS_1
"Akan kubunuh kau hahaha...."
Terdengar suara tertawa dari mulut Hesti, namun Romi sangat merinding mendengarnya, dia tahu bawa suara itu bukanlah suara Hesty, melainkan suara makhluk entah dari mana. Yang dia tahu jelas bahwasanya itu adalah sosok arwah penasaran.
Romi lari ketakutan saat melihat Hesti melayang di udara, dan dia pun lenyap entah ke mana. Romi pergi ke dalam kamarnya dan dia sangat ketakutan lalu menyelimuti dirinya di atas ranjang. Dia tak mengerti apa yang terjadi dengan Hesti istrinya, dan Romi sangat ketakutan bahkan sampai menggigil dan menangis.
"Hesty sebenarnya apa yang terjadi padamu, mengapa kau menjadi begini dan kemana kau sekarang Hesti?" Romi bergumam dengan nada menggigilnya.
Suara tawa itu pun sudah tidak terdengar lagi menggema di dalam rumah itu, Romi pun tersadar dan dia membuka selimut yang menutupi wajahnya.
Saat Romi membuka selimut itu, dan berbalik menatap, lalu dia melihat Hesti di samping tubuhnya yang sedang terbaring di atas ranjang. Romi terkejut melihat Hesti sudah ada di sampingnya, dengan mata tertutup seolah-olah Dia sedang tidur nyenyak.
Romi memperhatikan sikap istrinya, dan dia memastikan bahwa itu istrinya atau bukan. Dia sempat membuat sebuah gerakan untuk memastikan istrinya itu sedang tidur atau hanya pura-pura tidur. Jantung Romi masih berdetak begitu kencang dan rasa takut pun masih menyelimuti di dalam dirinya, dia tidak tahu mana istrinya yang sebenarnya. Jadi dia sedikit meragukan wanita yang ada di sampingnya itu.
"Hesty!"
"Hesty!"
"Iya mas?"
"Aku ngantuk sekali, mas kalau mau apa-apa lakukan sendiri ya mas, Hesty sangat ngantuk." ujar Hesty yang memang terlihat sangat mengantuk.
Romi pun tidak bisa berucap atau mengatakan apapun lagi kepada istrinya, kali ini dia sedikit merasa lega bahwa wanita ini sampingnya itu adalah benar-benar istrinya. Romi pun juga merasa ingin tidur, tiba-tiba dia merasa sangat mengantuk sekali, tubuhnya l merasa lelah dan rasa takutnya tadi berangsur-angsur hilang.
****
Tepat di pukul 24.00 malam, Romi terbangun karena rasa hausnya. Dia melihat ke samping dan tidak ada Hesti di atas ranjang mereka. Romi kembali khawatir dan dia segera keluar dari kamar, melihat ke sana kemari mencari Hesti kembali.
__ADS_1
Romi melihat di sekeliling rumahnya Hesti tetap tiada, Romi semakin khawatir dan dia berteriak memanggil nama Hesti di dalam rumah itu.
"Hesti... sayang kamu di mana?"
"Sayang kamu di mana? Kamu sekarang lagi ngapain?" Romi terus memanggil nama istrinya namun tidak ada jawaban dari manapun oleh Hesti.
Lalu tiba-tiba Hesty keluar dari kamar mandi ruang tamu itu, Romi pun terkejut saat melihat Hesti keluar dari kamar mandi itu dengan tatapannya kosong lagi dan juga dengan wajahnya yang pucat.
Romi berjalan menghampiri Hesti dengan cepat, melalui dia menarik dengan Hesti dan bertanya kepada istrinya. Hesti yang ditarik tangannya lalu berbalik dan melihat ke arah Romi di depan kamar mandi itu.
"Hesti kamu ngapain di kamar mandi itu itu kan lampunya rusak dan juga keran airnya juga tidak menyala." Romi bertanya kepada Hesti dengan penuh penasaran.
"Kamar mandinya tidak apa-apa kok, semuanya baik-baik saja, lampu juga menyala, air kerannya juga keluar. Aku hanya ingin saja di kamar mandi itu." Hesti berkata dengan suaranya yang pelan dan parau, Romi mendengarnya sampai merinding bulu kuduknya.
"Aku lebih suka di kamar mandi itu mas... lebih besar dan juga lebih cantik."ucap Hesti lagi dengan suara yang pelan dan parau.
Setelah berkata kepada Romi, Hesti lalu masuk ke dalam kamar kembali, dia duduk di tepian ranjang, lalu menarik selimutnya dan tidur di atas ranjang itu. Romi masih menatap istrinya dari depan pintu kamarnya Dia seakan tak percaya dengan istrinya yang sekarang ini.
Romi juga begitu heran dengan istrinya, yang dari tadi Romi mencarinya ke sana dan kemari, bahkan sudah memanggilnya namun Hesti tidak menjawab sedikitpun. Lalu tiba-tiba Hesti keluar dari kamar mandi itu, yang sebenarnya sudah sangat kotor, bahkan lampunya tidak menyala untuk beberapa lama.
Yang lebih membuat heran suami lagi, Hesty mengatakan kamar mandi itu bagus besar dan juga indah. Lalu Romi berencana besok akan membawa istrinya untuk memeriksakan diri segera mungkin.
***
Keesokan paginya Romi terbangun dengan terkejut, melihat Hesti ada di atas tubuhnya, dengan mata yang melotot ke arahnya. Hesty melihatnya lalu tersenyum lebar dengan tatapan yang kosong, wajah Hesti masih terlihat pucat dan pelakunya sedikit aneh tidak seperti biasanya.
Namun Romi sebagai suami yang baik ia tetap membelai dan memeluk Hesti dengan kasih sayang. Tak beberapa lama, Romi dan Hesti pun bangun, Romi Segera mandi dan menyuruh Hesti juga bersiap-siap untuk mandi. Dan lagi-lagi Hesty mandi di kamar mandi ruang tamu yang sedikit terbengkalai.
__ADS_1
Suaminya hanya memperhatikan istrinya saja dan tingkah lakunya saat ini, sebenarnya ketika baru masuk ke rumah yang sekarang dia tempati, wanita paruh baya itu sudah mengatakan bahwa kamar mandi itu rusak dan tidak perlu digunakan.
Dan kamar mandi itu sudah lama sekali tidak digunakan, bahkan sebelum mereka menempati rumah itu, sudah terkunci bahkan kuncinya entah ke mana. Tetap Saat ini, pintu kamar mandi itu dapat dibuka oleh Hesti, dan terdengar juga air yang keluar dari keran itu dengan sangat lancar dan tidak ada masalah. Romi sangat bingung dan tak percaya, kamar mandi yang semuanya rusak dan pintunya terkunci, kini kembali bagus saat digunakan oleh Hesti untuk mandi dan yang lainnya.