Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 54.


__ADS_3

Lamaran sudah di terima, sekarang waktunya Farel dan Ana melangsungkan pernikahan. Dari kejadian yang lalu Rudi menjadi malu terhadap Ana, dan tak berani menampakkan wajahnya lagi di hadapan Ana. Rudi sudah pindah ke kota yang lain, Ana juga berencana akan ikut dengan Farel. Namun Farel tidak mengizinkan Ana meninggalkan rumahnya, sehingga Farel menyusun rencana untuk memajukan diri agar dapat bekerja di Jakarta saja.


flashback


Saat itu Farel hanya pergi sendiri, sedangkan Ana masih tinggal di rumahnya yang lama. Farel segera mempercepat surat kepindahannya kembali ke Jakarta karena ia ingin sebelum pernikahan mereka Farel dapat tinggal kembali di Jakarta. Bos mereka yang memiliki perusahaan pun mengizinkan Farel untuk kembali ke Jakarta, namun dirinya harus menggantikan direktur di kepala pusat.


Sekarang Farel dan Romi sudah satu kantor kembali, walaupun kedudukan mereka berbeda, mereka tetap begitu akrab dan tidak ada yang merasa tersaingi. Malah Farel merasa berterima kasih kepada Romi dan Hesti yang selalu ada untuk Ana. Calon istrinya Farel tersebut sudah tidak merasa sepi dan sendiri lagi, sekarang sudah ada Romi dan Hesti yang selalu menemani dan menyayangi dirinya.


saat ini Hesti dan Romi sedang mempersiapkan pernikahan Ana dan Farel. Karena Farel tidak mempunyai waktu untuk menyiapkan semuanya jadi anak dan Farel mempercayai Hesti dan Romi untuk menangani semuanya.


Namun di saat malam harinya di mana esok adalah hari H pernikahan mereka. Ana mengalami sesuatu sebelum menikah, ia harus membuat pemujaan untuk rumah tua yang ia tempati saat ini. Dia di mimpikan oleh kakeknya, yang memiliki rumah tua itu.


Apabila Ana tidak membuat pemujaan maka pernikahan mereka tidak akan berjalan dengan lancar. Ternyata rumah tua itu meminta sesuatu kepada anak ia ingin meminta satu karyawan anak yang ingin dijadikannya persembahan. Sama persis seperti Herman menumbalkan Laras untuk rumah tersebut.


Ana tidak ingin mengikuti wasiat tersebut, bahkan ia akan menanggung resikonya bila terjadi sesuatu pada dirinya dan suaminya. Keesokannya pernikahan pun terjadi namun mereka menikah tidak di rumah itu melainkan menyewa gedung dan juga melakukan catering makanan.


Acara berlangsung dengan lancar dan Farel serta Anna sudah sah menjadi suami istri. Semua pegawai datang menghadiri pernikahan mereka berdua, tiba-tiba seorang pegawai galerinya kerasukan dan mengamuk di tempat tersebut. Dengan cepat karyawan itu ditangani oleh beberapa orang dan dibawa pergi untuk beristirahat di tempat yang tenang.


Satu pertanda sudah menunjukkan bahwa kakek buyut Ana telah marah karena tidak melakukan ritual persembahan. Ana mulai cemas dan ia sudah dapat merasakan aura negatif yang mulai datang di sekitar tempat tersebut.


Cuaca di luar gedung mulai gelap bahkan sangat gelap, padahal saat itu masih pukul 16.00 sore. Ana pun khawatir akan sesuatu terjadi kepada Farel, Ana mencoba menjelaskan kepada Farel dan bertanya bagaimana pendapat Farel tentang semua itu.


Farel pun berpendapat dengan Ana, bahwa semua itu tidak perlu dilakukan dan mereka berdua akan menanggung apapun yang terjadi selanjutnya. karena Ana tidak ingin memberikan nyawa karyawannya hanya untuk persembahan yang sudah bertahun-tahun dilakukan.


Winda mamanya pun juga mengetahui akan hal itu namun almarhumah mamanya Ana tidak pernah membuat persembahan itu. sehingga hubungan rumah tangga mereka menjadi hancur dan hermanlah yang membuat kembali persembahan itu. Dengan cara membunuh Laras di dalam rumah dan menanam jasadnya di dalam rumah.

__ADS_1


...****************...


Malamnya tiba di rumah Ana, hawa begitu panas terkadang begitu dingin Farel dan Ana sudah curiga, bahwa itu semua adalah pertanda ketidak nyamanan rumah itu. Mereka berdua tidak dapat tidur dan tetap selalu berjaga-jaga, tiba-tiba sesuatu di luar kamar terdengar riuh seperti ada seseorang yang menghancurkan kaca jendela mereka.


Prang...


Bugh!


Prang...


Semakin terdengar riuh, Anna dan Farel mencoba untuk melihat keluar dari kamar mereka. Namun dengan perlahan dan berhati-hati Farel menyuruh Ana, untuk tetap berada di belakang tubuhnya.


Wish...


Wish...


Boom!


Wish...


Boom!


Farel dan Ana terkejut melihat semuanya berserakan di lantai, Farel tetap berwaspada dan melihat sekelilingnya namun dia tidak dapat melihat di mana keberadaan arwah negatif tersebut. tiba-tiba Farel terangkat ke atas dengan rasa kesakitan, dia terangkat begitu saja sehingga anak terkejut melihatnya.


Argh...!

__ADS_1


"Lepaskan aku argh...!" Farel menahan sakit.


Bugh!


Farel terjatuh dari ketinggian ke tanah dan pingsan, Ana berlari menghampiri suaminya Farel. Ana mulai menantang untuk segera menampakkan diri agar anak dapat melihat dengan jelas. lalu lampu antik yang ada di sudut Rumah Anas juga tiba-tiba dapat keluar.


Boom!


Bugh!


Arwah negatif mulai terasa sangat kuat mengelilingi tempat itu, Ana mulai kewalahan menghadapi mereka sendirian. Satu persatu dari mereka menghantam tubuh Ana, hingga terpental ke tanah dan dari mulutnya mengeluarkan darah.


Farel masih pingsan tergeletak di atas tanah, Ana mulai tidak dapat bergerak dan tubuhnya seperti terikat akan sesuatu. Bahkan suara Anna juga tidak dapat keluar dari mulutnya untuk memanggil Farel yang berada di sudut tepi jauh darinya. ternyata ancaman yang dikatakan arwah tersebut kepada anak benar adanya, iya tidak akan memberi ampun kepada anak dan suaminya.


Malam itu Ana habis-habisan bertarung dengan arwah yang meminta pemujaan di rumah tua. Tua itu ternyata rumah nya selalu meminta tumbal untuk upacara pemujaan. Bahkan bila orang yang menempati tidak mengadakan pemujaan, ia sendiri yang akan memilih orang untuk dijadikannya tumbal.


Ana pun mulai kelelahan dan ia merasa tubuhnya sangat lemah saat itu, berulang kali dirinya mengeluarkan darah dan memuntahkan darah dari mulutnya. Akhirnya Farel dan Ana pun pingsan di atas tanah dengan masih ada bekas darah di mulutnya.


Paginya...


Karyawan Ana menemukan Ana dan Farel yang terbaring tanpa ada kesadaran. Mereka berdua di bawa ke rumah sakit segera, dan memberi tahu kepada Hesti dan Romi dengan apa yang terjadi.


Akhirnya itu terjadi karena Ana tak menuruti permintaan dari kakeknya Ana, yang biasa selalu menyediakan tumbal bila akan menikah dari keturunannya. Sehingga rumah tangga dan kehidupan keturunannya akan tetap bahagia dan harmonis.


Ana sudah sadar, tapi tubuhnya masih merasakan sakit sekali. Apa lagi di bagian perut dan dadanya yang terus di hantam oleh arwah itu. Farel yang sangat parah di bandingkan Ana, dia mengalami patah tulang dan kesadarannya pun belum pulih. Farel dinyatakan koma saat ini oleh dokter, dan masih harus di cek kembali dengan jelas.

__ADS_1


__ADS_2