Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 33.


__ADS_3

Farel pun membelokkan mobilnya ke arah rumah Romi, yang telah dia katakan di ponselnya. Namun farel sudah memperhatikan dari awal masuk jalan, tapi tidak menemukan adanya rumah Romi di daerah tersebut. farel pun melajukan kendaraannya menyusuri jalan sampai ke ujung, lalu dia memutar balik kembali dan memperhatikan sekali lagi di mana letak rumah Romi yang dia katakan.


Tetapi Farel tetap tidak menemukan adanya rumah Romi di situ, melainkan farel hanya melihat sebuah tanah yang begitu banyak ditumbuhi oleh hutan kayu jati. Farel mencoba kembali menelpon Romi untuk memastikan sekali lagi.


Dan dengan jawaban yang sama, Romi mengatakan bahwa rumahnya berada di tanah yang luas, ada rumah yang besar. Farel menyangkal bahwa ada rumah di situ, farel sama sekali tidak melihat adanya rumah di tanah yang begitu luas itu.


Romi pun menjadi heran mendengar ucapan farel temannya, sekali lagi Romi memastikan bahwa farel memang tepat berada di depan rumah yang dia ucapkan. Akhirnya farel pun memberi lokasi di mana dia berada lewat GPS kepada Romi.


Dan Romi pun melihat bahwa memang tepat, mobil farel sekarang berada di depan rumahnya.


Tetapi Romi sangat terkejut mengatakan di lokasi itu tidak ada rumah besar, ataupun rumah yang seperti Romi katakan. Farel pun mulai curiga dengan apa yang dikatakan Romi, farel mencoba masuk ke dalam tanah yang ditumbuhi kayu jati tersebut.


Tiba-tiba di saat farel memasuki hutan jati itu, dia menabrak sesuatu yang tidak terlihat, lalu tubuhnya terpental dan terhempas ke jalanan aspal. Farel sangat terkejut ternyata lokasi itu, di tutupi oleh sesuatu yang tidak nampak dengan mata kepala. Dan farel pun berpikir bahwa istrinya Romi memang dalam bahaya saat ini.


Tin, tin...


Tiba-tiba terdengar suara klakson di depan farel, yang ternyata itu adalah mobil Roni sudah berada di sana. Romi melihat farel berada di atas aspal dan terduduk di sana bergegas Romi keluar dari dalam mobilnya dan membantu farel untuk segera bangkit dari aspal tersebut.


"Farel ada apa denganmu?"


"Kenapa kau duduk di atas aspal dan apa yang terjadi?"


"Di mana istriku farel, bagaimana keadaannya sekarang?" ucap Romi yang sangat cemas akan keadaan Hesti.

__ADS_1


"Romi aku tidak dapat menemukan istrimu, sebagaimana yang aku lihat, tanah ini hanya ditumbuhi oleh pohon jati, aku tidak nampak di mana ada rumah seperti yang kamu katakan." ucap Farel temennya itu menunjukkan bahwa memang benar adanya.


Romi pun memperhatikannya dengan seksama bahwa yang dikatakan Farel itu memang benar tidak ada nampak rumah besar yang seperti Romi dan Hesti tinggal di situ. Romi menjadi heran dan juga penasaran apa yang terjadi dengan rumah besar itu dan juga istrinya yang berada di dalam rumah.


"tolong... tolong...!"


Terdengar suara teriakan dari ujung hutan kayu jati itu. Dan suara itu merupakan suara yang dikenal oleh Romi, sebagaimana dia mengenal Hesti. Akhirnya Romi panik mendengar suara teriakan itu, dia tahu jelas bahwa itu adalah suara milik istrinya.


"Farel kau dengarkan suara itu?"


"Itu suara istriku, dia minta tolong bagaimana ini?"


"Apa yang harus kita lakukan?!" teriak Romi ke Farel yang begitu panik dan tidak tahu harus berbuat apa.


Farel merupakan teman Romi yang memiliki indra keenam dan dia merupakan anak indigo yang Farel tidak ketahui. Setelah Farel memejamkan mata dan membuka mata batinnya, lalu dia melihat ke hutan kayu jati itu. Di sana terbentang sebuah pintu seperti pintu portal yang dapat membawa kita ke dunia lain.


Di sana pun Farel melihat ada sebuah rumah besar yang memang seperti di katakan oleh Romi. Namun rumah itu sangatlah gelap dan diselimuti oleh aura negatif dari dalam rumah.


Farel juga masuk ke dalam melalui pelepasan raganya dari dalam tubuh, untuk melihat keadaan di dalam rumah itu.


Farel pun dapat menembus portal dan memasuki pintu rumah itu dengan secara langsung. Di dalam sana Farel melihat Hesti sudah tergeletak di atas lantai namun raganya keluar karena ditarik oleh arwah Laras.


Laras tersadar melihat adanya Farel di dalam rumah itu, dia terkejut melihat Farel yang dapat menembus pintu pembatas yang sudah dia buat di depan pagar rumah.

__ADS_1


"Siapa kau? Dan mau apa kau ke sini?!" tanya Laras dengan tatapan marah dan juga nada yang sedikit kasar.


"Aku Farel, mau apa Aku di sini itu bukan urusanmu, yang terpenting kau tidak berhak untuk mengganggu manusia yang sedang ada bersamamu."


"Dia istri dari temanku yang sedang panik menunggu untuk aku selamatkan dari cengkramanmu."


"Kau arwah yang penasaran, namun tidak berhak untuk mengganggu manusia, kehidupanmu dan manusia itu sudah beda. Kau harus tahu di mana batasan mu untuk saat ini."


"Aku hanya mengingatkan, agar kau tidak menyesal ketika aku nanti sudah bertindak." ucap Farel dengan tegas kepada Laras agar dia segera melepas Hesti.


"Kau jangan terlalu sombong, dia ini sudah menjadi milikku dan aku ingin membunuhnya. Karena aku tidak suka dengan keharmonisan mereka, manusia semuanya hanya bisa menyakiti tidak bisa untuk hidup bahagia." ucap Laras yang menginginkan jiwa Hesti, untuk dirinya tetap kekal berada di dunia.


Farel sangat kesal dengan ucapan Laras, dia mencoba untuk melawan Laras lalu membebaskan jiwa Hesti yang di ikatnya agar dapat masuk ke dalam tubuhnya kembali. karena apabila jiwa Laras tidak menyatu ke dalam tubuhnya terlalu lama Laras dapat mati dengan cara mengenaskan saat itu juga.


Romi yang di luar sangat cemas dan berjalan kesana kemari, lalu memperhatikan tubuh Farel yang masih duduk di atas aspal. Romi tak mengerti mengapa temannya berbuat seperti itu. Dia juga tidak tahu, bahwa temannya sedang berusaha untuk menyelamatkan istrinya dari dalam rumah, yang sudah tidak terlihat dari luar.


"Kalau begitu Kau juga akan kubunuh sekalian" ucap mamanya Laras yang memang menjadi arwah juga.


Farel menjadi bingung ternyata di dalam rumah itu ada dua arwah yang mengancam nyawanya dan juga nyawa Hesti istri dari Romi. Lalu tiba-tiba sudah pukul 23 malam, Ana kebetulan ingin pulang ke rumahnya lalu melewati depan rumah mamanya tersebut.


Ana memperhatikan Romi dan juga Farel yang duduk bersila di depan rumah milik mamanya. Ana pun menghentikan motornya tepat di dekat mobil Farel, lalu Anna menanyakan kepada Romi apa yang sebenarnya terjadi.


Romi pun menjelaskan peristiwa tersebut secara perlahan dan mengatakan bahwa, istrinya sedang dalam bahaya di dalam rumah itu. an nabung mengerti dan memahami kondisi yang sekarang dirasakan Romi dan dia juga mengerti apa yang dilakukan Farel duduk di atas aspal dengan bersila.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu pak, saya akan membantu teman bapak. Dan tolong duduk di samping saya, bila ingin ikut dan berkonsentrasi lah jangan membuka mata apapun yang terjadi." ucap Ana.


__ADS_2