
Di malam harinya ketika Romi sudah pulang dari kantor, Farel menanyakan keadaan istrinya dan juga kadang mereka. Farel juga tak melupakan untuk menanyakan kabar Ana kepada Romi. Malam itu Farel ikut pulang bersama Romi ke rumah Ana, iya sengaja berbuat seperti itu dengan alasan untuk melihat keadaan mereka di rumah Ana.
Padahal Farel sendiri ingin bertemu kembali dengan Ana saat itu juga, namun dia beralasan untuk melihat keadaan istri dari Romi dan memberi beberapa ramuan untuk penyemangat diri.
Romi dan Farel pun pergi ke rumah Ana setelah selesai bekerja dari kantor mereka. Namun malam itu Anna dan Hesti kedatangan tamu yang sebenarnya adalah teman Anda sendiri.
tok tok tok...
"Assalamualaikum..." terdengar suara pria dari luar rumah Ana.
"Waalaikumsalam..." jawab Anna dan Hesti serentak.
"Siapa ya malam-malam begini?" ujar anak dalam hatinya yang sedikit merasa heran.
Ana pun membukakan pintu rumahnya, dia melihat Rudi sudah berdiri di depan pintu yang telah dia buka. Rudi tersenyum melihat Ana yang membukakan pintu untuk dirinya, lalu dia menyapa Ana dengan lembut dan menyerahkan sesuatu kepada Ana.
"Siapa An?" tanya Hesti yang penasaran karena menunggu anak untuk kembali ke ruang tv cukup lama.
"Oh ada teman saya bu." ujar anak mengatakan kepada Hesti.
"Di rumah kamu ada tamu ya An? saya pikir kamu sendirian." Rudi berkata kepada Ana.
"Ya mereka sepasang suami istri, yang menumpang sebentar di rumah ku karena ada sesuatu." Ana menjelaskan kepada Rudi.
Rudi pun diam, dia sangat bingung harus bagaimana. Saat itu hari belum terlalu malam soal sebenarnya Budi ingin mengajak Ana untuk keluar makan bersama.
"Oh iya, Apakah kamu sudah makan?" Rudi coba bertanya dan berbasa-basi kepada Ana.
Lalu belum sempat Ana menjawab pertanyaan tadi, tiba-tiba ada 2 mobil yang masuk ke dalam pagar rumah dan parkir di garasi.
__ADS_1
Tin, tin...
Suara klakson dari mobil itu pun berbunyi, untuk memberi tanda bahwa Romi suami Hesti sudah pulang dari kantornya. Ana sedikit mengerutkan dahinya, sambil melirik dan melihat ke arah mobil yang satunya lagi.
Dalam hatinya bertanya-tanya mobil itu siapa pemiliknya, dan Ana sudah tidak mengenali lagi pemilik mobil yang berwarna merah itu. Pintu mobil yang berwarna merah itu terbuka, lalu keluarlah seorang pria dari dalam mobil itu. Ana masih terus melihat ke arah mobil merah itu, dia lupa dengan Rudi yang berada di hadapannya.
Setelah terus melihat, Ana baru menyadari bahwa pria yang keluar dari mobil merah itu, adalah Farel yang telah menolongnya waktu itu.
Rudi sangat kesal melihat Ana, yang begitu memperhatikan Farel dari jauh.
Ehem, Ehem...
Rudi mencoba sedikit batuk di depan Ana, bermaksud agar dia tersadar bahwa masih ada Rudi di hadapannya. Tiba-tiba Hesti keluar untuk menyambut Romi suaminya yang sudah pulang. Dia sangat senang mendengar klakson mobil dari suaminya tadi.
"Sudah pulang mas?" tanya Hesty.
" Sudah sayang, oh iya Hesty, Ana, Farel datang untuk mengecek kondisi kalian dan ada sesuatu yang mau dia berikan." Romi mencoba menjelaskan kepada mereka berdua.
"Aku tak masuk lah An, lebih baik aku pergi saja. Lagian ini semua bukan urusanku." ucap Rudy yang begitu ketus kepada Ana.
"Oh begitu, maaf ya Rud. Aku sedang banyak tamu dan ada urusan mendadak, mungkin... lain kali saja kita bertemu lagi." ujar Ana kepada Rudi yang langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak menghantarkan Dodi ke depan pagar rumah.
Rudi semakin kesal dan dia mengurutkan dahinya lalu sosok pagi di depan pagar dia memukul dinding tembok pagar itu dengan rasa amarahnya. Farel yang masih berada di depan pintu melihat sikap Rudi saat itu dan dia tahu bahwa pria itu sedang kesel dengan anak yang tidak memperdulikannya.
"Aku rasa pria itu juga menaruh hati kepada Ana, dan kali ini kehadiran kami mungkin membuatnya kesal."
"Sungguh tak kuduga, wanita ini begitu banyak penggemarnya. Mungkin kalau tidak cepat, aku pasti akan ditikung dengan yang lain." ujar Farel dalam hatinya.
Ana pun mempersilahkan mereka untuk duduk semua di ruang tamu, dan anak pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman dan juga camilan untuk mereka di rumahnya.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, Ana pun keluar dengan nampan minuman dan dia juga dibantu oleh Hesti, yang mengangkat beberapa makanan untuk disajikan di atas meja yang akan mereka nikmati di sana.
"Silahkan diminum pak Farel, pak Romi, cicipi makanannya saya hidangkan ini." anak mempersilahkan dengan sopan kepada mereka.
Lalu mereka pun langsung ke tujuannya, untuk membahas masalah yang sudah terjadi kemarin. Pada intinya, Farel ingin mengatakan bahwa mereka tidak bisa tinggal diam.
"Menurut saya arwah yang kemarin kita lawan, bukanlah arwah biasa."
"Dia sepertinya sudah mengumpulkan semua tenaga dan juga ilmunya, untuk benar-benar menunggu hari dimana, pembalasan dendamnya kepada orang yang dia inginkan." ucap Farel sedikit mengetahui bahwa arwah yang mereka lawan kemarin itu sangatlah kuat.
Dari salah pembicaraan itu, Ana pun membuka mulutnya dan ingin memberitahu, sebuah rahasia ke mereka semua. Ana pun menceritakan bahwasanya, dia mengenal arwah itu sebelum dia menjadi arwah.
Seketika mereka semua terkejut dan merasa tak percaya dengan apa yang diucapkan anak kepada mereka. Dengan waktu yang sedikit Ana pun menceritakan hal-hal yang penting saja, mengenai kisah antara anak Laras dan juga papannya.
Hesty, Romi, dan Farel mendengarkan kisah Ana dengan seksama. Mereka mencerna, memperhatikan bagaimana cerita Laras bisa menjadi arwah seperti itu. dan akhirnya mereka tahu bagaimana harus melakukan sesuatu kepada rumah itu dan juga arwah Laras.
Akhirnya Anna mengusulkan untuk menghancurkan rumah itu, dan mencari di mana keberadaan jenazah Laras saat ini. Tetapi Ana menginginkan Herman papanya, yang mau mengakuinya sebelum rumah itu dihancurkan.
Farel dan Romi memiliki rencana untuk menjebak Herman agar dapat ikut mereka ke rumah itu. akhirnya Ana berinisiatif besok untuk masuk kerja dan Dia memiliki firasat Herman akan datang ke toko milik mamanya tersebut.
Keesokan harinya....
Ana pun mengendarai motornya dan membonceng Hesti di belakang, Ana mengajak Hesti ke tokonya untuk sekalian ikut membantunya di sana. Karena Hesti tidak mau sendirian di rumah dan berdiam diri saja. Sampai di toko, Anna dan Hesti pun merapikan toko tersebut karena sedikit kotor, semalam tidak ada yang masuk ataupun bekerja di toko itu.
Kali ini Hesty pun mengambil ponselnya dan membuat video live di sosial medianya sambil mempromosikan toko Ana. Para teman dan juga fans Hesti banyak yang bertanya tentang keadaan Hesti, sudah sangat lama Hesti tidak mengadakan live dengan cerita-ceritanya yang unik di sosial media seperti yang biasa dia lakukan.
Bersambung ya teman-teman...
Jangan lupa beri dukungan ke author...🤗 melalui like, comment, dan gif/hadiah...
__ADS_1
Karena semua dukungan itu sangat penting bagi para author recehan seperti aku...
terima kasih 🙏🙏🙏