Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 34.


__ADS_3

Saat itu Ana duduk bersila di atas aspal, bersebelahan dengan Farel dan diikuti oleh Romi, yang duduk di belakang Ana. Ana memulai memejamkan mata dan mengajak jiwa Romi masuk ke dalam pintu yang menutupi rumah besar itu. Setelah sampai di sana, Romi menatap heran kondisi rumah tersebut, dia melihat aura gelap dan cahaya merah dari dalam rumah.


"Hesty...!"


Romi berteriak saat melihat Hesti tergeletak di bawah lantai rumah itu, namun tubuhnya tidak bergerak wajahnya terlihat pucat dan sangat dingin. Lalu Ana melihat sekeliling rumah itu dan mencari tahu, di mana keberadaan teman Romi dan juga jiwa dari Hesti istrinya Romi.


Tiba-tiba Ana mendengar suara Laras bersama Farel, sedang berbicara dan berkelahi di lantai 2. Ana langsung pergi ke lantai 2 untuk memastikan kejadian apa yang sedang mereka lakukan di sana.


"Kau jangan terlalu sombong, akan ku bunuh kau sekarang juga. Manusia tidak memiliki apapun untuk menghabisi kami parah arwah penasaran." Laras mengatakan hal itu dengan sehingga Ana mendengarnya.


"Kau jangan harap bisa, aku tahu apa kelemahanmu dan aku tahu sekarang apa tujuanmu."


"aku telah menemukan di mana jasadmu disembunyikan oleh Herman, bila jasad itu aku bakar Kau pasti akan lenyap seketika."


"Bahkan dia bukanlah ibumu, dia adalah guru pengabdianmu sehingga kau menjadi seperti ini." ucap Anna yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Kau tahu apa tentang ibuku, dia ini adalah ibuku. Jangan sesekali kau berkata kebohongan padaku." Laras semakin marah dan dia ingin menghajar anak dan juga Farel.


"Bila kau tidak percaya, kau tanya saja padanya dan bagaimana dia bisa tetap hidup sampai saat ini


sementara kau sendiri yang menyaksikan bahwa ibu mu sudah dikubur dengan layak." ucap Anna menjelaskan kepada Laras.


Laras jadi semakin penasaran apa yang dikatakan oleh Ana, bahwasanya ibu yang selama ini dianggap adalah ibunya ternyata bukanlah ibunya. wanita paruh baya itu adalah kembaran ibunya semasa dulu, mati dengan tragis kecelakaan di jalan tol saat pergi selingkuh dengan papa kandungnya Laras.

__ADS_1


Selama ini ternyata Laras salah dalam mengambil langkah, dan mempercayai wanita paruh baya itu. Laras menjadi Dilema, dia menjadi arwah penasaran karena wanita paruh baya itu. Dia telah membuatnya, menjadi seperti ini dan bahkan Herman telah membunuh Laras, lalu menyembunyikan mayatnya di dalam rumah itu.


Saat itu Herman sedang kerasukan oleh wanita paruh baya, yang mengaku adalah ibunya Laras. kini Laras menyadari bahwa dirinya sudah mati namun masih diperalat oleh kakak kembaran dari mamanya. Namun nasi sudah menjadi bubur, sekarang Laras sudah dibutakan oleh balas dendam, kepada Herman dan juga keluarganya.


"Sudahlah jangan banyak bicara, aku hanya fokus ingin membalaskan dendamku kepada papamu dan juga dirimu." Laras berkata sambil menunjukkan jarinya ke arah Ana.


Tatapan mata Laras begitu mengerikan, sehingga Ana tidak mampu untuk menatap matanya. Karena Anna menyadari, matanya membuat diri anak merasakan lemas dan pusing.


"Pak Farel, kau jangan menatap matanya. Di matanya itulah membuat dirimu sekarang menjadi melemah, ia selalu menghisap energi dari mata dan juga dari mulut lawannya." ucapkan nama menjelaskan kepada Farel.


Wish.....


Hup...


Laras Anna dan Farel pun bertarung mereka saling menghempaskan satu sama lain. Laras mencoba menggapai tubuh Ana dan ingin merobek jantungnya yang berada di dalam dada. Akan tetapi Farel dapat mencegah dan menipis Laras hingga dia terhempas ke bawah lantai.


"Kalian semua manusia bodoh, aku tidak mudah mati hanya karena ilmu kalian yang masih sedikit itu." ucap Laras yang begitu sombong.


Farel, Anna, dan juga Laras sedang bertarung di lantai 2. Mereka sangat bekerja keras untuk menolong Hesti dari cengkraman Laras. Ana terhampas dan dia mengeluarkan darah dari mulutnya.


Hoek!


Ana muntah dan mengeluarkan darah dari mulutnya Dia terkena hempasan dari arwah Laras. Lalu sedangkan Romi mencoba untuk wa membebaskan jiwa Laras yang sedang diikat oleh mereka.

__ADS_1


wanita paruh baya itu pun datang dan ikut menyerang Farel mereka kini satu lawan satu untuk bersaing dan memenangkan pertarungan. Laras mencoba duduk bersila dan dia mengeluarkan semua, kemampuan yang ia miliki yang pernah ibu asuhnya ajarkan kepadanya.


Kali ini dia duduk bersila untuk menetralisir kembali, keadaan dan juga hempasan yang dilakukan kepada Laras ke tubuhnya. laras pun sangat terkejut setelah melihat Ana yang dapat pulih kembali dari hantaman dirinya.


Mereka berdua bertarung melawan Anna dan Farel, Romi pun menghampiri jiwa Hesti yang sedang diikat dan dikurung oleh mereka. Hesty tidak semudah itu dapat dibebaskan begitu saja, karena tali yang mengikat mereka sudah dibaca mantra oleh wanita paruh baya itu.


Argh..!


Tanganku terbakar, bagaimana ini? aku tak tahu harus berbuat apa, untuk melepaskanmu aku seperti kesetrum memegang tali yang sedang terikat di tangan hesty ini. Lalu Romi mencari cara agar tangannya tidak mudah kesetrum saat membuka tali yang sedang mengikat jiwa Hesti saat ini.


terlihat ada sebuah sarung tangan untuk mengangkat sebuah loyang di dekat microwave. suami Hesty pun segera mengambilnya, tapi sarung tangan itu tidak dapat diraih atau dipegang oleh Romi. Romi tak menyadari bahwa dirinya sekarang bukanlah manusia seutuhnya, melainkan dia jiwa yang sama seperti Hesti saat ini.


Lalu Romi semakin bingung dan mencari cara berpikir keras untuk membuka tali yang mengikat tangan dan tubuh Hesti istrinya. Romi pun pergi ke arah belakang dan juga melihat ke sana kemari untuk mendapatkan sesuatu benda agar dapat menolongnya.


setelah itu wanita paruh baya yang mengaku mamanya Laras menyadari bahwa Romi sedang mencari sebuah alat untuk membebaskan jiwa istrinya. wanita itu datang menghampiri Romi dan mencelakai Romi dengan kuku-kukunya ke arah dada Roni.


kuku itu menembus dan menusuk tubuh Romi dia pun kesakitan dan juga terluka.


"Argh...!" tubuh Romi yang berada di luar rumah itu duduk bersila di atas aspal kini terluka dan memuntahkan darah dari mulutnya.


Laras menyadari akan hal itu lalu dia berlari menemui Romi dan membantu untuk pemulihan pria itu. Wanita paruh baya itu bertubi-tubi ingin menyakiti Romi, namun Laras segera menghempas dan melindungi Romi secepat mungkin.


Hari sudah mulai pagi, ibunya Laras serta Laras menyadari, bahwasanya matahari akan menyinari mereka. Akhirnya mereka pun menghilang dan tidak mengganggu, arwah Laras dan wanita tua itu membebaskan mereka untuk saat ini. Farel yang begitu sudah kelelahan dan juga lemah, Tapi Farel dan Anna harus membebaskan tali ikatan yang mengikat Hesti pada hari itu.

__ADS_1


Akhirnya kini jiwa Hesti sudah dapat dibebaskan, dan mereka berdua membawa jiwa Hesti untuk masuk kembali ke dalam tubuhnya. Lalu Farel Anna dan Romi pun kembali ke dalam tubuh mereka, Romi kini masuk kembali ke dalam rumah setelah jiwanya sempurna berada di tubuhnya kembali. Akhirnya Romi dan Hesti pun pergi dari rumah itu, mereka tidak ingin menempati rumah itu lagi.


__ADS_2