
Malamnya Farel datang malam mengunjungi Ana di rumahnya, namun pada saat itu Ana sedang tidak ada di rumah bahkan tokonya hanya ada karyawannya saja. Malam itu Ana sedang keluar mengantar pesanan seorang pelanggannya, yang rumahnya masih dapat terjangkau oleh Ana. Hari itu Ana benar-benar sibuk menyiapkan semua barang pesanan online yang akan diantarnya ke para pelanggannya.
Malam itu Farel pun segera pulang ke rumahnya, setelah memberitahu kepada karyawannya bahwa dia berkunjung dan sudah datang ke rumah Ana. Farel juga mengetahui bahwa Anna sangat sibuk dengan tokonya yang baru saat ini.
Semakin lama bisnis yang dia jalani semakin berkembang pesat, bahkan Ana menjadi sibuk karena hanya mengelolanya sendirian saja. Farel pun segera pulang ke rumahnya karena tidak ingin mengganggu kesibukan anak saat itu. Tetapi Farel tetap berusaha, untuk menemui anak dan memberitahu ketulusan hatinya.
***
Herman yang berada di penjara...
Dia meratapi nasibnya bahkan setiap hari menangis karena sudah menyesali atas perbuatan yang dia lakukan, namun penyesalannya itu sudah terlambat untuk dia sesali. Sekarang dia harus menyesalinya di balik jeruji dan meratapinya di sana sampai akhir penghujung hidup hayatnya.
Waktu sudah berlalu, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, namun Ana tidak mengunjunginya untuk melihat keadaan Papa kandungnya. Itu semua karena rasa sakit yang ada di hati Ana, sehingga membuatnya enggan melihat Herman dan mengingat kembali kenangan masa lalu tentang mamanya.
Keadaan Herman semakin memburuk saat ini dia sedang sakit dan harus dirawat oleh pihak medis yang tersedia di penjara. Beberapa kali dia meminta penjaga penjara untuk menghubungi Ana anaknya. Tetapi Ana selalu menolak dan tidak mau berkunjung melihat Herman di rumah sakit penjara. rasa benci dan juga kekesalan yang ada pada diri anak merupakan kesalahan Herman sendiri, dialah yang sudah menanam rasa benci serta tidak prihatin dengan keadaan yang sekarang.
Walau Ana sudah memaafkan kesalahan papanya, namun luka itu masih berbekas, bahkan terlalu sakit yang dirasakan oleh Ana. jadi untuk sampai saat ini Ana tidak mau mengunjungi Herman dan melihat kondisinya di sana.
***
__ADS_1
Haris yang ingin berencana datang ke Jakarta untuk mengunjungi kliennya yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya. Kali ini Haris datang ingin membawa serta Aldi anaknya, agar melihat langsung dan mempraktekkan, bagaimana cara berbisnis dan menjalankan perusahaan papanya nanti.
Dan semua itu akan dilakukan hari demi memberi pembelajaran kepada anaknya Aldi. Haris hanya memiliki Aldi anak satu-satunya dan dia sampai saat ini belum menikah, karena dia sedikit trauma akan wanita. dan selama menjalani bisnisnya yang dia bentuk dari nol sampai sekarang belum memikirkan untuk menikah ataupun memiliki keluarga kecil.
Bagi Haris memiliki Aldi, anak dari Laras sudah cukup dapat membuat hidupnya menjadi sempurna. Namun tidak bagi Aldi dia dari kecil semenjak dibawa oleh Haris sangat merindukan kasih sayang seorang ibu yang dulu pernah dia dapatkan dari Laras. Dalam hati kecil Aldi selalu memendam bahkan di suatu ketika dia pernah menangis meratapi bahkan sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu Di saat dia sedang sakit.
Malam sudah tiba di saat Aldi dan Haris harus beristirahat sebagaimana untuk menjaga kesehatan tubuh mereka. malam itu Aldi tidur seperti biasa di kamarnya sendiri begitu sunyi dan nyaman, lampu dipadamkan mata pun dipejamkan saat ini Aldi merasa sangat lelah dan mengantuk.
Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan Laras ibunya dan wajahnya sama persis seperti ketika dia masih kecil dulu. Hati Aldi sangat senang bahkan dia tidak mau melepaskan pelukan Laras yang memeluk tubuhnya. Bulir-bulir dari matanya jatuh tanpa disadari rasa bahagia begitu berlipat-lipatnya sehingga dia tidak dapat mengungkap atau berkata apapun di hadapan ibunya tersebut.
Di dalam mimpi itu Laras berkata kepada Aldi anaknya agar menjadi seseorang yang kuat dan berguna di masa depan, Laras juga mengatakan bahwa Aldi harus ikhlas akan kepergian ibunya sekarang ini. mendengar perkataan ibunya Aldi sedikit bingung dan ada perasaan sedih dalam hatinya, lalu ibunya meminta Aldi jika ke Jakarta segeralah menemui kakak Ana di rumahnya yang lama.
Nafas terengah-engah dan wajah sedikit basah dengan air mata, Aldi merasa dia benar-benar bertemu dengan ibunya pada saat itu. Hatinya sedikit kecewa saat menyadari, bahwa itu semua hanyalah mimpi, di saat dia memejamkan mata walau itu.
Fahri mengambil segelas air mineral yang berada di atas nakas samping ranjangnya, meneguk perlahan-lahan air itu ke dalam tenggorokannya, untuk melepas dahaga serta rasa kesedihannya yang sekarang dia rasakan.
Lalu dia teringat akan pesan Laras ketika menyampaikan, dia harus ke Jakarta dan menemui anak kakak tirinya di sana. Sontak saat itu dalam benak hati Aldi bahkan dalam pikirannya penuh dengan tanda tanya mengapa dia harus menemui anak kakak tirinya tersebut. Karena rasa penasarannya Aldi harus menemui Ana dan bertanya kepada anak kakak tirinya itu sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Laras ibunya.
***
__ADS_1
Keesokan paginya Haris dan Aldi sarapan bersama di meja makan, semua menu dan kebutuhan mereka sudah disiapkan oleh art mereka yang bekerja di rumah. Ketika sedang sarapan bersama, Haris mengatakan kepada Aldi, 2 hari lagi Aldi harus ikut bersamanya untuk pergi ke Jakarta menemui klien papanya di sana.
"Uhuk!"
"Uhuk!"
"Uhuk!"
Aldi terbaru dan dia sangat terkejut akan perkataan papanya kepadanya, Aldi tak menyangka bahwa mimpi dan juga apa yang dikatakan papanya itu adalah keinginannya untuk pergi ke sana. Dengan cepat Aldi menyetujui dan mengatakan iya, dia akan ikut bersama papanya untuk pergi ke Jakarta. Dalam benak Aldi dia akan membuktikan rasa penasarannya dari mimpinya tersebut.
Aldi juga ingin mengetahui apa yang belum dia ketahui, selama dia tinggal bersama papanya di luar negeri. Setelah selesai sarapan, mereka pun berangkat ke kantor bersama. Sampai saat ini, Aldi masih belajar dan mengetahui bagaimana perusahaan papanya berjalan dengan sangat sukses, dapat diterima sampai mendunia.
Aldi juga ingin menjadi seorang pria sukses seperti papanya saat ini, namun yang dia herankan untuk sampai saat ini papanya masih terus sendiri dan mengurus segala sesuatunya sendirian tanpa ada seorang wanita yang menjadi pendamping hidupnya.
Aldi pernah menanyakan itu kepada papanya, akan tetapi papanya hanya diam dan mengalihkan pembicaraan mereka, seolah-olah tidak ingin membahas tentang masalah pribadinya bersama wanita. Sehingga membuat Aldi tahu, papanya tidak ingin urusan pribadi tentang percintaannya ditanya oleh siapapun, dan dicampuri walau itu oleh anaknya sendiri.
Dua hari berlalu mereka pun tiba di bandara Soekarno Hatta dan telah mendarat dengan selamat, menginjakkan kaki mereka di ibukota Jakarta. Aldi dan Haris memandangi sekeliling ibukota Jakarta tersebut, sudah lama beberapa tahun tidak kembali yang sebenarnya Jakarta itu adalah kampung mereka.
Dulu Haris sangat senang bila sudah menginjakkan kakinya di ibukota tersebut, karena ada seorang kekasih bahkan calon istrinya yang menunggu kedatangannya. Tetapi semua itu sudah sirna dan terkubur dalam-dalam sampai saat ini. Bukti cinta mereka tersebut, sudah ada di samping Haris selama hidupnya, yaitu Aldi anak dari buah cinta mereka.
__ADS_1