Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 50.


__ADS_3

Di dalam gedung resepsi pernikahan Rudi dan Monica yang begitu mewah, Farel dan Anna terlihat sangat serasi. Monica sangat kesal dan sedikit cemburu, karena hampir semua tamu yang ada di pernikahannya memperhatikan Anna dan Farel. hampir semua mata tertuju pada anak dan Farel tidak memperhatikan Rudi dan Monica.


Dengan rasa kesalnya Monika pun berjalan meninggalkan Rudi di pelaminan untuk naik ke atas panggung, ia mengambil sebuah mic dan berbicara untuk mengalihkan perhatian semua para tamu ke dirinya. Rudi merasa sedikit heran dengan sikap Monica yang tiba-tiba main pergi saja meninggalkan dirinya di atas pelaminan tersebut.


Di sana Monica berkata menyebut nama Ana yang dulu pernah dicintai oleh Rudi suaminya yang telah sah saat ini. Monica ingin mempermalukan Ana dan menjadi bahan ceritaan di pernikahannya saat ini, namun dengan santai Anna dan Farel naik ke atas panggung, untuk menyambut perkataan dari Monica tersebut.


Sementara Rudi sangat kesal dan menahan malu dari sikap Monika yang begitu kekanak-kanakan. Rudi segera pergi menarik Monica untuk turun dari panggung tersebut, Rudi kesal dan sedikit marah saat menarik tangan Monica dengan paksa untuk segera pergi dari sana.


Lalu tiba-tiba Farel mengambil mic yang terletak di atas panggung tersebut, dan mengatakan bahwa apa yang di bilang Monica itu benar apa adanya. Dengan cepat Farel mengatakan bahwa sekarang Ana, wanita yang berada di sampingnya adalah tunangannya sekaligus calon istrinya.


Dan Farel juga mengatakan bahwa bulan depan Ana akan resmi menjadi istrinya saat itu, bahkan semua orang yang ada di pernikahannya Monica dan Rudi diundang oleh mereka saat itu. Rudi yang mendengar perkataan Farel sedikit terkejut, karena setahun Rudi Ana tidak memiliki pacar ataupun pasangan.


Ana pun berkata setelah Farel selesai berbicara, bahwa semua yang dikatakan Farel adalah benar. Anna berkata bahwa dirinya akan menikah di bulan depan, dan resmi menjadi nyonya Farel saat itu. Rudi kembali terkejut, ternyata Anna dan Farel tidak berbohong dan hati Rudi sedikit sakit, karena mendengar pernyataan tersebut.


Monica yang memperhatikan Rudi yang sedari tadi terus menatap anak mantan wanita yang dia sukai, membuat Monica menjadi emosi dan wajahnya berubah menjadi merah. Monica tidak suka melihat Rudi terus menatap anak bahkan sampai saat ini Rudi masih belum bisa move on dari Ana.


"Jangan disangka aku akan diam saja, kali ini aku pasti akan membalas dan membuat perhitungan padamu Ana.


"Kau secara terang-terangan sudah mengusik hidupku, bahkan Rudi tidak berpaling dari dirimu menatapku di sampingnya."


"Aku akan membuat wajahmu rusak dan juga sekujur tubuhmu." Monica bergumam dalam hatinya, dia sangat marah kepada Ana dan akan melakukan sesuatu untuk Ana.

__ADS_1


Anna dan Farel segera turun dari panggung tersebut dan menghampiri Rudi serta Monik di atas pelaminan. Mereka berdua akan segera pamit untuk pulang dan bersalaman untuk mengucapkan selamat kepada Rudi dan Monik saat itu.


Farel menggenggam tangan Ana dan membantunya, untuk naik serta turun dari panggung pelaminan tersebut. Farel sangat mencintainya bahkan menjadikan Ana Ratu dalam hidup, Rudi terlihat jealous dan merasa cemburu akan melihat anak tersenyum manis menatap mata Farel.


****


Setelah sampai di depan rumah Ana, Farel pun segera pamit untuk pulang saat itu juga. Farel melihat anak yang sedikit kelelahan wajahnya terlihat tidak begitu senang malam itu. Farel berpikir bahwa anak kesal dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Monik saat di acara pernikahan tersebut.


Farel memahami dan peka Apa yang dirasa oleh Ana, maka Farel pun menyuruh Ana untuk segera beristirahat. Setelah itu, Farel pun menyalakan mesin mobilnya, lalu pergi dari depan gerbang rumah Ana tersebut.


Ana pun masuk ke dalam rumahnya, dan segera untuk beristirahat di dalam kamar. Malam itu pun berganti menjadi pagi namun ana masih terhalang walau jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.


Tepat pukul 10.00 pagi, Ana keluar dari kamarnya menuju galeri yang berada di sebelah kamarnya tersebut. Ana kembali mengecek barang-barang dan juga melihat pembukuan dari cabang-cabang galerinya yang berada di berbagai kota.


Sebuah mobil berwarna putih berhenti di depan galeri besarnya, memarkirkan mobil tersebut di jalan raya tepat di depan galeri Ana. Keluar seorang pria yang sangat Ana kenal, bahkan mereka baru bertemu kemarin malam. Dia adalah suami dari Monica yang dulu pernah menyatakan perasaannya ke Anna.


Rudi segera keluar dari mobilnya menghampiri anak yang berada di dalam galerinya, tanpa basa-basi Rudi langsung memberi pertanyaan kepada Ana, perihal tentang pengumuman pernikahannya yang akan dilakukan bulan depan nanti.


Rudi merasa tidak senang mengetahui hal tersebut, namun Ana tidak menghiraukan Rudi yang sedang berbicara tidak sopan kepada dirinya. Ana mencoba untuk menenangkan diri dan tidak mengikuti emosinya, untuk balik berkata kasar kepada Rudi.


Tanpa sengaja Monica yang ingin pergi menemui teman-temannya, melihat mobil putih Rudi terparkir di depan galeri Ana. saat itu Monica berada di dalam mobil bersama teman-temannya, dan tiba-tiba dia menyadari mobil putih dengan plat yang sangat dia hafal, telah parkir di depan galeri Ana.

__ADS_1


Sontak Monica berkata kepada temannya untuk menghentikan mobilnya sebentar, ia pun turun dalam keadaan emosi lalu berjalan masuk ke dalam galeri anak tersebut.


"Tolong kalian tunggu aku sebentar, Aku akan kembali dan tidak akan lama untuk urusan ini." ucap mau nikah kepada teman-temannya yang berada di dalam mobil.


Setelah menghampiri dan melihat Rudi yang sedang berbicara kepada Ana, sambil meraih tangan Ana. Monica menjadi semakin tak terkendali emosinya, segera tangannya melayang ke pipi Ana sebanyak dua kali tamparan.


Plak!


Plak!


"Kau wanita yang tidak tahu malu!"


"Sudah jelas mas Rudi ini telah menikah denganku, mengapa kau malah bertemu dengannya dan sengaja menyuruhnya datang ke galerimu!" dengan nada tinggi dan ucapan kasar dilontarkan Monica ke Ana di depan Rudi saat itu.


Budi tersadar lalu melepas genggamannya di tangan anak lalu menarik Monica dan menjelaskan bahwa semua itu bukanlah salah Ana. Namun Monica tetap tidak mau mengerti bahkan dengan sekuat tenaga ia ingin menghajar anak kembali sekali lagi.


Kali ini Monica benar-benar sudah kehilangan kendalinya, semua pegawai Ana yang berada di dalam galeri tersebut, memandang Monica yang berkelakuan seperti orang gila. Semua pegawai berbisik-bisik dan menanyakan kebenarannya, tentang apa yang dikatakan Monica kepada Ana saat di galerinya sekarang ini.


Kedua pipi anak merah karena ditampar oleh Monica Ana tidak membalas ataupun menghiraukan tamparan itu, ana segera memanggil satpam yang berada di pos depan untuk membawa Monica pergi dari galerinya. Saat itu Monica ditarik oleh satpam tersebut, dan dicampakkan di depan jalan yang tepatnya di depan mobil Rudi yang terparkir dijalan itu.


Monica yang dicampakkan oleh satpam itu lalu pergi masuk ke dalam mobil temannya, Monica pergi meninggalkan Rudi dan tidak peduli saat itu. Rudi juga pergi dan masuk ke dalam mobilnya, ia kembali ke kantornya untuk segera bekerja.

__ADS_1


__ADS_2