Rumah Tua Peninggalan Papa

Rumah Tua Peninggalan Papa
Bab 25.


__ADS_3

Bulan depan Ana dan pengasuhnya, akan membuka cabang baru bisnis toko butik mereka di dekat rumah mereka. Ana bermaksud akan mengerjakan toko bisnis itu memakai pegawai, bahkan mereka akan menempati toko itu sendiri-sendiri.


Bulan depan Ana sudah lulus dari kuliahnya dia akan melangsungkan wisuda dua minggu sebelum toko cabang itu dibuka. Jadi Ana ingin fokus kepada butik peninggalan mamanya itu karena butik itu benar-benar sekarang telah maju dan berkembang.


Pengasuh anak pun sudah mulai sakit dan tidak dapat terus menjaga toko mereka. Jadi Ana ingin mempekerjakan karyawan di toko dekat rumahnya, biar hanya pengasuhnya saja yang duduk memperhatikan segalanya dari kejauhan. Sedangkan karyawannya sendiri yang akan melayani dan melayani semuanya di tokonya itu.


Sore itu Ana hendak ke toko milik ibunya, dia sengaja melewati di depan rumah tua milik Winda ibunya. Namun dari kejauhan Ana memperhatikan, rumah itu seperti tidak berpenghuni.


Tetapi tanpa sengaja Ana melihat ke arah jendela dengan tatapannya yang tajam, di sana dia melihat ada cahaya merah dari kedua bola mata yang sedang memperhatikannya dari dalam rumah itu.


Ana sangat yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi di rumah peninggalan Winda ibunya. Dia tidak tahu harus bertanya kepada siapa, semua itu kuncinya ada pada ayahnya yaitu Herman. Winda tidak memiliki alamat rumah lelaki itu, bahkan nomor ponselnya pun tidak ada dengannya.


Ana masih sangat cemas dengan sepasang suami istri yang menempati rumah Winda ibunya Ana. Setelah beberapa lama memperhatikan, Ana pun pergi dari rumah itu, dia dari kejauhan hanya menatap jendela yang ada sinar merah, seperti mata yang sedang memperhatikannya dari sana.


****


Aldi dan Haris sekarang berada di Boston, mereka sedang mengembangkan bisnisnya dan memperluas perusahaannya sampai ke negeri yang lain. Aldi sekarang sudah berusia 19 tahun, namun Haris sudah mengajarinya tentang ilmu bisnis di perusahaannya. Haris berpikir, bahwa bisnis dan perusahaannya nanti akan diteruskan oleh Aldi anaknya sendiri.


Dari sejak dini Aldi sudah diajarkan oleh Haris bagaimana kehidupan yang sesungguhnya. Haris juga sudah menceritakan kepada Aldi tentang ibunya yang sudah tidak bersama mereka lagi. Tapi harus dan Aldi tidak mengetahui bahwa wanita yang bernama Laras sudah meninggal dunia.


Setiap hari sepulang dari sekolahnya, Dia datang ke perusahaan milik ayahnya. Aldi juga anak baik dan dia sangat tekun mendalami bisnis perusahaan papanya. Bahkan sekarang dia sedang belajar tentang perusahaan dalam milik papanya itu, melalui orang kepercayaan Harris di kantornya.

__ADS_1


Haris semakin lama sudah semakin tua, dia sudah memikirkan masa depan perusahaan, serta masa depan anaknya ketika nanti dia sudah tiada. Ketika Haris hendak pergi ke suatu negara karena perjalanan bisnisnya, Aldi ditinggal Haris kepada orang kepercayaannya di kantor.


Haris saat itu pergi ke Singapura, untuk urusan bisnis dan bertemu kliennya di sana. Tanpa sengaja di sana Haris bertemu dengan Herman, yang dulu adalah bekas istri dari Laras kekasihnya. kliennya ini juga ternyata bekerjasama dengan Herman yang memiliki perusahaan sekarang sedang berkembang pesat.


Haris sebenarnya sangat tidak menyukai Herman, namun dia harus tetap profesional sebagai rekan bisnis, dan juga partner bisnis dari kliennya itu. Mereka bertiga janjian di cafe yang telah ditentukan oleh kliennya Harris, satu persatu menjelaskan tentang perusahaan mereka sendiri kepada klien tersebut. Dan nantinya klien itu sendiri yang akan memilih, ingin bergabung ke perusahaan mana yang dia inginkan.


Jadi intinya ini adalah persaingan antara perusahaan Harris dan perusahaan Herman, untuk dapat memenangkan tender dari klien tersebut. Antara Haris dan juga Herman, berlomba-lomba menyampaikan kualitas dari perusahaan mereka dan juga karyawan-karyawannya, yang benar-benar bekerja keras dan dapat bekerja sama, bila kliennya itu memilih untuk bergabung di perusahaan antara mereka.


Saat ini klien mereka sangat bingung harus memilih antara perusahaan Harris atau perusahaan Herman, karena kedua-duanya mempunyai kualitas dan juga kemampuan serta pengalaman yang bagus dalam mengerjakan tender-tender besar sebelumnya.


Akhirnya klien tersebut meminta kepada Haris dan Herman untuk menunggu 2 hari lagi, dan baru akan memberitahu perusahaan mana yang akan dia pilih sebagai rekan bisnis, untuk menjalani tender yang dia berikan.


Herman dan Haris pun bertatap dan saling berpandangan mata dengan tajam, mereka berdua seolah-olah tidak senang dan sangat terjelas ingin bersaing dan juga ingin menang. Haris dan Herman pun kembali ke hotel mereka masing-masing dengan sekretaris mereka masing-masing.


Haris sebenarnya sangat ingin sekali berbicara kepada Herman, namun perilaku Herman dan sikapnya menunjukkan bahwa dia benar-benar tidak suka dengan Haris saat ini.


Jadi Haris mengurungkan niatnya untuk menyapanya dan juga untuk menanyakan kabar Laras kepada Herman.


****


Haris sampai ke hotelnya dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur yang empuk itu, dia sangat kelelahan hari ini karena setelah sampai di Singapura dari Boston dia langsung menemui kliennya itu.

__ADS_1


Namun Haris tak lupa dengan anaknya Aldi, dia mengambil ponselnya lalu menelpon orang kepercayaan nya di kantor miliknya. Yang pertama Haris telepon adalah orang kepercayaannya di kantor, karena dia ingin menanyakan bagaimana perkembangan anaknya dalam belajar mengenai perusahaan yang sekarang ini.


Orang kepercayaan kantornya Haris mengatakan bahwa anaknya Aldi, belajar dengan begitu cepat, dia merupakan anak yang sangat pintar dalam belajar apapun. Haris pun sangat senang mendengar perkataan yang diucapkan oleh orang kepercayaannya harusnya itu pak Budiman.


Setelah berbicara kepada pak Budiman, Haris pun menutup pembicaraan mereka lewat ponselnya itu. Lalu Haris memencet nomor kontak anaknya yaitu Aldi, yang mungkin sekarang sudah ada di rumah bersama para pelayan yang ada di rumah.


"Halo pah bagaimana kabar papa di sana?" tanya Aldi yang memberi perhatian kepada ayahnya.


"Hari ini papa sangat lelah sekali, bagaimana kamu di sekolah dan di kantor tadi?"


"Apakah kamu sudah makan malam nak? hari ini bibi masak apa untuk kamu?" tanya harus kepada anaknya yang ingin tahu keadaan anaknya di rumah.


"Aldi sudah makan malam kok pa.., hari ini bibi memasakkan makanan kesukaanku, jadi aku makan dengan begitu banyak." Aldi memberitahu kepada ayahnya.


"Syukurlah kalau kamu sudah makan malam, jangan lupa untuk istirahat lebih awal, karena hari ini pun pasti kamu sangat kelelahan."


"Kemungkinan papa akan kembali 5 hari lagi, kamu jaga diri baik-baik di rumah, dan selalu dengarkan perkataan pak Budiman."


"Papa sangat menyayangimu, selamat malam Aldi, istirahatlah sekarang." Ucok Haris kepada anaknya yang sangat begitu dia sayangi.


"Selamat malam juga pa, aku juga sangat menyayangimu jaga dirimu baik-baik disana." ucap Aldi yang begitu memperhatikan papanya.

__ADS_1


__ADS_2